Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 111: Satu Persinggahan



Kota Consin merupakan sebuah kota kecil yang berada di perbatasan Re-Estize Empire dan Red Dragon Empire.


Kota kecil ini adalah jalur utama orang-orang yang ingin pergi ke Red Dragon Empire, sehingga kehidupan ekonomi di kota ini cukup maju dari kebanyakan kota kecil lainnya.


Selain itu disini juga tempat berkumpulnya para player yang memiliki level menengah, dan di kota ini adalah satu persinggahan mereka sebelum melanjutkan perjalanan baru mereka di kekaisaran lain.


Begitu pula yang dilakukan Archie saat ini. Sebelum melanjutkan perjalanannya ke Red Dragon Empire, Archie terlebih dahulu singgah ke kota ini dan ingin bermalam di kota ini terlebih dahulu.


Archie telah berjalan cukup jauh setelah akhirnya dia sampai ke Kota Consin tepat sebelum malam berlangsung. Hal itu dikarenakan karena diperjalanannya ia sempat membantai sekawanan serigala berbulu merah dan juga sekelompok orang-orang yang kurang kerjaan.


Di saat Archie tiba di gerbang masuk kota, dia sempat di larang oleh penjaga gerbang karena cursor Archie yang berwarna merah menyala akibat terlalu banyak membunuh player lain dan parahnya Archie hampir saja ditangkap oleh mereka.


Namun mereka sungkan melakukan itu karena Archie memiliki sebuah titel yang membuatnya seperti seorang bangsawan tingkat 2 sehingga mereka memperbolehkan Archie masuk namun dengan biaya 10 silver.


Setelah berhasil masuk kota Consin, Archie pun langsung membeli semua peralatan penunjang petualangannya. Seperti, HP Potion, MP Potion, air mineral, roti kering yang hambar dan beberapa item lainnya.


Selepas dari toko perlengkapan, Archie kemudian menuju sebuah toko senjata yang ada di sana, ia hendak menjual beberapa item yang memenuhi inventorinya.


Archie mendapatkan 3 silver 20 bronze dari hasil menjual item yang ia miliki tadi. Archie tidak punya pilihan banyak selain menjualnya, namun ada juga beberapa item yang masih Archie simpan karena merasa itu akan berguna di masa depan.


"Ah iya aku punya item dari 3 orang aneh yang tadi aku kalahkan" Archie teringat dengan item yang dia ambil saat mengalahkan 3 player yang sempat menahan perjalanannya itu.


Archie kembali membuka panel inventorinya.


[Wizard Ring]


Tipe: Aksesoris


Tingkat: Bronze-8


Menambahkan +4 INT


Menambahkan +2 VIT


Casting Magic meningkat 3%


[Bear Gauntlet]


Attack: 60


Tipe: Gauntlet


Durability: 111/140


Tingkat: Silver-3


Menambahkan +4 STR


Menambahkan +6 VIT


Block chance meningkat 3%


[Dag Sword]


Attack: 150


Tipe: Great Sword


Durability: 200/200


Tingkat: Fine Silver-12


Menambahkan +10 STR


Special Effect: memberikan efek bleed setiap memberikan hit.


"Wah item-item mereka cukup bagus dan lihat pedang ini! Begitu besar dan kuat, hmmm aku tau siapa yang cocok menggunakan ini"


Archie kembali ke tempat si penjual dan ia menjual Gauntlet yang dia dapat, hasilnya Archie hanya mendapatkan 10 silver dari menjualnya ke pemilik toko, namun sebenarnya Archie juga tak mengharap banyak.


Sebelum keluar Archie melihat-lihat senjata yang di jual di situ terlebih dahulu. Tidak banyak yang membuatnya tertarik, namun matanya berhenti di salah satu pedang yang terlihat biasa saja namun entah kenapa Archie merasa tertarik.


"Apa kau ingin melihat ini anak muda?" Penjaga toko mengambilkan pedang yang Archie lirik tadi.


Archie langsung mengambil pedang itu, dilihatnya lah pedang itu. Pedang itu bersinar sangat teras dan cukup ringan untuk di tebaskan, namun kedalamnya cukup lumayan untuk membuat luka yang besar.


"Pengamatan mu cukup bagus, pedang ini sangat ringan namun memiliki daya serang hancur yang cukup mematikan.


Di buat dari bijih besi terbaik di kekaisaran ini dan sangat cocok untuk petualang seperti dirimu. Nama pedang ini adalah Magoroku" si penjaga toko menjelaskan pedang itu secara singkat.


[Magoroku]


Tipe: Katana


Durability: 100/100


Tingkat: Secret Silver-10


Menambahkan +5 STR


Menambahkan + 2 AGI


Special Effect: Membuat pengguna bisa menebas 2 kali lebih cepat.


"***** mentep juga nih senjata!" Archie begitu terkejut dengan semua status itu.


"Paman berapakah harga Pedang ini? Aku ingin membelinya!"


"Oh itu murah, kau hanya perlu membayar 10 silver saja untuk pedang itu, karena pedang itu tidak laku disini. Kebanyakan petualang lebih memilih pedang besar entah mengapa mereka memilih pedang yang berat itu haha"


Archie langsung membayar pedang itu tanpa pikir panjang lagi, menurutnya pedang itu sangat cocok dengannya sehingga dia memilih pedang itu untuk di duetkan dengan Murasame.


"Terimakasih anak muda! Datang lagi lain kali"


...****************...


Sehabis dari toko senjata, Archie sempat melihat-lihat toko yang menjual equipment seperti armor dan sejenisnya. Namun Archie merasa sekarang ini ia masih tidak terlalu membutuhkan armor lain dan juga equipment ny masih lumayan cukup bagus bagi nya.


Merasa tak ada yang perlu lagi untuk di beli akhirnya Archie memutuskan untuk mencari sebuah penginapan. Archie tidak mau tidur di sembarang tempat karena bisa saja saat dirinya log out suatu hal buruk terjadi pada avatarnya, misal seperti di PK, atau di rampok.


Archie akhirnya menemukan sebuah penginapan yang lumayan mewah daripada yang biasanya, dia membayar sewa kamar yang mencapai harga 50 silver untuk satu malam dan bonus makan.


"Untuk hidangan malam ini ada Barbeque Yellow Tail Duck, dengan makanan penutup Eclair" Resepsionis itu menjelaskan pelayanan mereka dengan sangat sopan kepada Archie.


Kepala Archie turun dengan perlahan, menanggapi apa yang di sampaikan oleh resepsionis tadi. Lalu ia teringat akan sesuatu, dia berbalik lagi ke meja resepsionis dan berbicara kepada si resepsionis.


"Maaf apakah aku boleh melihat pembuatan masakan itu di dapur? Aku begitu penasaran dan juga ingin belajar memasak, maaf sebelumnya"


Si resepsionis cukup kebingungan dengan pertanyaan Archie, selama dia bekerja mungkin cuma Archie yang menanyakan hal tersebut. Dan juga ia sedikit was-was dengan Archie, sekali lagi karena cursor berwarna merah menyalanya itu membuat para NPC akan cukup takut jika melihat Archie ada di depan mereka.


"Tunggu sebentar" ucap si Resepsionis lalu ia meninggalkan Archie seorang diri.


Resepsionis itu masuk ke dalam dapur cukup lama, lalu ia kembali keluar membawa seorang pria paruh baya yang memiliki brewok tebal dan rambut yang sangat bergaya. Namun tampilan pria itu bukan terlihat seperti seorang anak geng motor, melainkan seorang chef.


"Jadi kau yang ingin melihat dan belajar memasak?" Ucap pria itu dengan nada yang cukup sombong.


"Ah nama ku Archie, aku ingin melihat langsung bagaimana caranya membuat masakan yang ada di sini dan kalau boleh aku juga ingin belajar memasak dari mu, kau pasti kepala chef disini kan?" Balas Archie dengan nada penuh percaya diri.


"Menarik juga kau, aku harap semangat itu tak hilang saat kau masuk ke dapur nanti. Oh ya namaku Eclair"


Eclair lalu mengajak Archie untuk mengikutinya ke dapur. Di dapur Archie begitu takjub dengan semua pekerja yang ada di sana.


Mereka terlihat sangat fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing, tidak ada diantara mereka yang berbicara atau membuang waktu mereka dengan mengobrol hal yang tak penting. Semuanya bekerja dengan fokus, disiplin, dan teliti.


Setiap orang ada perannya masing-masing, tidak ada yang  melakukan pekerjaan ganda. Namun kadang ada beberapa orang yang meminta bantuan, itupun karena yang meminta bantuan sedang membuat sesuatu yang harus di buat waktu itu juga dan tak bisa dilakukan dengan waktu singkat.


"Beginilah keadaan di sini, kau bisa bayangkan hawa kuat yang mereka keluarkan itu?"


Archie hanya angguk-angguk saja dengan pertanyaan itu, tak perlu diragukan lagi bahwa semua yang ada di situ adalah orang-orang yang benar-benar kompeten dalam hal masak memasak.


"Nah sekarang akan aku tunjukkan padamu memasak Yellow Tail Duck itu!" Sambil tersungging Eclair berucap.


Eclair pun langsung mengambil daging Yellow Tail Duck itu dan ia langsung mengiris dengan cepat daging itu.


Selepas itu ia memotong rempah-rempah menjadi kecil-kecil. Aksi Eclair memotong rempah-rempah itu membuat Archie terpesona karena begitu indah untuk di saksikan.


Selepas itu Eclair mulai menyiapkan bumbu-bumbu lainnya dan ia langsung melumuri bebek tadi dengan bumbu yang ia siapkan, baru ia masukkan ke dalam tungku dan setelah 2 jam kemudian hidangan itu pun sudah jadi.


"Bone Apetite!" Ucapnya sambil menghidangkan makanan itu ke Archie.


Archie pun menyantap makanan itu, baru saja daging bebek itu menyentuh lidahnya, ia merasa sedang terbang tinggi di atas awan.


Rasa daging yang empuk bercampur dengan bumbu-bumbu rempah yang begitu terasa, sangat memanjakan lidah Archie. Ia seakan merasa hari-hari beratnya dengan memakan roti kering yang hambar telah berakhir.


"Aku ingin belajar darinya!" Ucap Archie dalam hatinya sambil menatap Eclair.


"Chef Eclair tolong ajari aku cara memasak, walaupun aku tidak bisa sehebat mu tapi aku mohon padamu karena aku sudah muak makan roti kering yang hambar itu!" Dengan penuh semangat membara Archie berbicara hal tersebut.


Eclair hanya bisa tersenyum, namun senyumannya itu seperti menyombongkan dirinya. Ia merasa Archie tidak memiliki bakat masak, namun ia sangat suka dengan tekadnya itu, tak banyak orang yang memiliki hal itu pikir Eclair.


"Baiklah aku akan mengajarimu cara memasak, tetapi kau harus menyelesaikan misi ku terlebih dahulu"


"Baik akan ku laksanakan dengan sepenuh hati!"


"Bagus! Misinya hanya berburu Yellow Tail Duck sebanyak 50 ekor, lalu kau harus bisa memasak masakan tadi setelahnya bagaimana?"


Anda mendapatkan special quest dari Eclair!


[Eclair Quest]


Dapatkan 50 daging Yellow Tail Duck, lalu buat resep dari daging tersebut.


Reward: Skill Cooking + Cooking Set Tools + 100exp


Yellow Tail Duck: 0/50


Yes/No.


Tanpa perlu pikir panjang lagi Archie langsung menekan yes untuk mendapatkan misi tersebut, ia bahkan sudah menantikan hal ini sejak lama.


"Selamat tinggal roti kering, selamat datang makanan lezat!" Ucap Archie bahagia setelah mendapatkan misi tersebut.


Setelah berucap seperti itu Archie langsung berjalan keluar diikuti oleh seekor rubah berwarna seperti api yang menyala. Eclair cukup terkejut mengetahui ada rubah itu di dapurnya, namun ia kembali tersenyum setelah mengetahui rubah itu adalah peliharaan Archie.


...****************...


Archie kini berada di hutan di sebelah barat kota Consin. Hutan ini merupakan tempat di mana Yellow Tail Duck hidup dan mereka hanya bisa ditemukan di malam hari saja.


Yellow Tail Duck merupakan monster yang hanya aktif di malam hari, level mereka juga cukup tinggi untuk pemain pemula karena memang biasanya monster-monster yang aktif di malam hari adalah monster yang mempunyai level tinggi.


Tidak perlu waktu lama bagi Archie untuk menemukan Yellow Duck Tail. Archie melihat satu Yellow Duck Tail tengah santai memakan buah dari pohon.


Dengan cepat Archie mengendap-endap dan berniat untuk membunuh makhluk itu dengan cepat layaknya seorang Assassin.


Archie berhasil menebasnya tepat mengenai leher Yellow Duck Tail itu, namun makhluk itu masih belum mau menyerah. Makhluk itu berlari sekuat tenaganya sambil membuat sebuah bunyi kegaduhan yang memberikan sinyal kepada kelompoknya bahwa mereka sedang bahaya saat ini.


Namun Archie tak tinggal diam, dia langsung berlari dengan cepat seperti angin mengejar Yellow Duck Tail yang lari itu. Di kecepatan tinggi Archie memberikan sebuah tebasan ke arah kaki dari bebek itu sehingga membuatnya roboh. Setelah itu Archie menebasnya kembali di leher sehingga berakhirlah perlawanan dari Yellow Duck Tail itu.


[Anda mendapatkan....]


[Yellow Tail Duck Meat X3]


[Yellow Tail Duck Feather X4]


[Yellow Tail Duck Liver X2]


Archie tersenyum puas melihat hasil dari buruannya itu, ia pun kembali mencari Yellow Duck Tail yang lain dan berniat segera menyelesaikan misi ini.


Archie memerlukan satu jam lebih untuk mengumpulkan 50 daging Yellow Tail Duck. Archie sedikit kewalahan dengan taktik dari Yellow Duck Tail itu, mereka selalu berjalan berkelompok 2 hingga 4 ekor sehingga memakan banyak waktu untuk mengalahkan mereka.


Saat ini Archie tengah duduk di sebuah batu besar sambil melihat-lihat isi inventorinya, sedangkan Jinx saat ini tengah asik memakan Yellow Duck Tail Liver yang Archie berikan sebagai hadiah untuknya.


Archie tersenyum melihat Jinx yang dengan perasaan bahagia menyantap Liver itu, setelah habis Archie pun mengelus-elus kepala Jinx dan mengajaknya kembali ke kota.


...****************...


Archie kembali ke penginapan cukup larut dan orang-orang yang berkumpul di ruang utama sudah cukup sepi. Akan tetapi di sudut ruangan, Eclair sudah menunggunya sambil meminum wine yang ada di hadapannya.


"Jadi kau telah kembali?" Eclair menyapa Archie yang baru saja masuk.


Archie pun duduk bersama Eclair tak lupa juga ia mengajak Jinx untuk duduk di sampingnya. Eclair menuangkan wine ke gelas kosong, lalu ia menyodorkannya ke Archie.


Tanpa ragu Archie langsung meneguk wine itu dalam sekali teguk saja, dan sebuah notifikasi muncul yang membuatnya hampir menyemburkan wine itu kembali.


[Kondisi tubuh Anda masih rentan terhadap alkohol tinggi, sehingga jika Anda minum terlalu banyak Anda bisa masuk mode fly]


Archie mengumpat di dalam hatinya, baru kali ini ia merasa kesal dengan tingkat realitas di dalam game ini. Padahal dirinya sangat ingin meminum-minuman yang tak dapat ia minum di dunia nyata.


"Baguslah kau menyelesaikannya dengan baik, wine tadi adalah reward mu. Ayo sekarang ikuti aku, aku akan mengajarimu hal-hal dasar untuk memasak makanan yang benar"


Archie pun berdiri dan berjalan mengikuti Eclair yang tengah menuju dapur.


Di dapur, Eclair kembali membuat menu yang sama saat ia hidangkan ke Archie sebelumnya. Namun kali ini Eclair menjelaskan step by step ny ke Archie dengan perlahan.


Archie mengikuti semua instruksi dari Eclair. Eclair cukup terkejut melihat Archie yang lumayan lihai dalam kegiatan di dapur.


Akhirnya setelah satu jam hidangan mereka berdua pun jadi, dan sebuah perbedaan pun terlihat jelas bagaikan langit dan bumi.


Archie hanya bisa menutupi wajahnya melihat masakannya yang terlihat jauh berbeda dari punya Eclair.


"Hahaha tak apa itu semua memang kerap terjadi, lagi pula aku lihat kau cukup cekatan dalam memasak berbeda dari pemula pada umumnya, itu nilai lebih mu" Eclair menyemangati Archie yang terlihat murung karena masakannya itu.


Lalu Eclair pun menyicipi masakan Archie itu, Archie cukup deg-degan menunggu komentar dari Eclair karena setelah memakan masakannya, Eclair hanya diam sambil memejamkan matanya cukup lama.


Setelah dalam keheningan beberapa menit, Archie dikejutkan dengan Eclair yang tiba-tiba memelototinya dengan sangat tajam seperti hendak menelannya bulat-bulat.


"Ayo kita makan malam dengan masakan mu ini! Masakan mu ini mengingatkan ku saat pertama kali aku bisa memasak, rasanya penuh dengan memori itu. Kau berbakat Archie!"


Archie tidak percaya dengan perkataan barusan sebab masakannya terlihat kacau dan amburadul, namun disisi lain dia cukup senang saat Eclair kembali memakan masakannya untuk kedua kalinya, bahkan Jinx pun ikut senang.


Karena masih berdiam disitu akhirnya Eclair terpaksa untuk menyeret Archie mengikutinya untuk makan malam bersamanya, dan malam itu Archie resmi mendapatkan job baru yaitu Chef.