Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 102: Mencoba Hal Baru



Beberapa hari yang lalu semenjak ngobrol banyak dengan Ikhsan. Kini Monica atau Momo-chan semakin berwarna hidupnya.


Jika dulu ia merasa kesepian di sepanjang jalan, kini ia merasakan ada sesosok orang yang mulai berjalan beriringan di sampingnya.


Jika dulu ia hanya memiliki teman yang semu atau bahkan teman palsu, sekarang dia merasakan bagaimana memiliki seorang teman yang benar-benar seorang teman.


Hal itu ada diri Ikhsan, menurutnya Ikhsan adalah teman pertamanya semenjak ia selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang model dan idol. Monica begitu nyaman jika dekat dengan Ikhsan, ia tak pernah merasakan sama sekali jika Ikhsan memanfaatkan popularitas dirinya untuk kepentingan pribadi, bahkan Ikhsan terkesan cuek dengan statusnya sebagai seorang idol itu.


Monica sudah bercerita banyak tentang kehidupannya sebagai seorang model dan idol, ia menceritakan semuanya, mulai dari pertama kali dia manggung, suka dukanya hingga masalah cintanya saja tak ragu ia ceritakan ke Ikhsan.


Begitupun Ikhsan, ia juga menceritakan bagaimana kehidupannya dulu hingga sekarang. Ikhsan juga bercerita tentang kehidupan para pemain game sekarang ini, dan cerita Ikhsan itu membuat Monica antusias.


Hingga saat dia kembali ke rumahnya, ia pun langsung membeli sebuah alat yang digunakan untuk bermain game VR yang paling di gandrungi banyak orang hari ini, ya apalagi kalau bukan Cyrus Online.


Monica langsung membeli alat yang bernama Animusgear itu. Tak tanggung-tanggung, Monica membeli Animusgear tipe terbaru yang berbentuk seperti tabung kapsul.


Perbedaan dari Animusgear biasa dengan yang berbentuk tabung kapsul adalah dari segi kesehatan fisik. Jika Animusgear biasa hanya bisa membatasi pemain untuk di dalam game tak lebih dari seminggu, berbeda dengan yang tabung kapsul yang bisa membuat pemain bisa bertahan selama 1 bulan di dalam situ.


Itu terjadi karena otak akan terus bekerja selama di dalam tabung kapsul itu, sehingga saat pemain hanya merasakan seperti tertidur saja.


Selain itu kelebihan yang lainnya ialah akselarasi tubuh yang lebih akurat dan presisi di dalam dunia game nanti, ini memudahkan para pemain agar bisa bergerak bebas di dalam game.


"Ayah aku mau mencoba game ini terlebih dahulu! Jadi jika ada orang-orang yang mencariku, bilang saja pada mereka kalau aku lagi sibuk!" Teriak Monica dari dalam kamarnya.


Ayahnya yang berada di ruang tengah hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah putri kecilnya itu, ia pun kini kembali fokus membaca koran dengan khidmat.


Wajah manis Monica semakin terlihat manis ketika ia mulai bersiap-siap untuk memainkan game itu. Hatinya sudah menggebu-gebu untuk bermain game, sudah lama sekali ia tak bermain game dan kini saatnya ia melampiaskan hasratnya itu.


Monica masuk ke kapsul itu dan merebahkan dirinya di dalam sana, pintu kapsul perlahan tertutup dengan sendirinya dan mesin kapsul itu menyala dengan sendirinya.


Please close your eyes


Suara dari sistem bergema di telinga Monica, ia pun menuruti perintah sistem tadi. Ia menutup matanya seperti seorang yang hendak tidur, lalu tiba-tiba saja semua pandangannya menjadi putih terang.


Beberapa saat kemudian muncullah sebuah panel-panel instruksi untuk membantu para pemain mengubah-ubah karakternya sendiri.


Desain karakternya pun tak jauh berbeda dengan dirinya sendiri, itu karena alat itu sudah mengambil data diri dari Monica sebelumnya.


Monica hanya memilih 50% saja untuk tingkat kemiripannya, lalu ia juga mengubah warna rambutnya menjadi putih silver seperti seseorang yang pernah ia temui, yap siapa lagi kalau bukan si uban itu.


"Yap seperti ini saja udah cukup!"


Please write your name


"Hmmm nama ya? Baiklah kalau begitu Momo-chan saja"


Thank you Momo-chan, now please choose your race and your domain


Momo-chan terlihat memilih-milah ras yang ingin ia gunakan di dalam game nanti. Ia mencari yang sangat cocok dengan paras cantiknya itu dan pilihannya jatuh di antara ras elf dan human.


Akhirnya ia pun memilih ras elf karena ia begitu menyukai telinga panjang mereka, hanya itu saja alasannya memilih ras elf.


Setelah ia memilih ras, Momo-chan pun sekarang dibingungkan dengan pemilihan domain yang menjadi start petualangannya nanti.


Ketika dia kebingungan, ia tiba-tiba saja teringat dengan cerita Ikhsan yang pernah menyebut nama Re-Estize Empire. Lalu tanpa pikir panjang lagi, ia pun langsung memilih Re-Estize Empire sebagai domainnya.


All data is confirmed. Now enjoy your adventure!


Selepas itu, Momo-chan seperti mengalami perpindahan ruang dan waktu. Layar putih terang yang ia lihat tadi, sekarang berubah menjadi sebuah pemandangan khas abad pertengahan.


Mulut Momo-chan ternganga, matanya terbelalak dan seluruh tubuhnya mengalami getaran hebat akibat melihat seluruh pemandangan yang benar-benar nyata itu.


Bukannya merasa malu atau apa, Momo-chan malah mengira orang-orang itu terpesona dengan kecantikan dirinya. Momo-chan pun semakin percaya diri dengan mengibaskan rambutnya sambil berjalan layaknya seorang model.


"Untung cantik, coba kalo kagak"


"Ya aku kira tadi orang gila, tapi dia cantik sih"


"Iya sih" begitulah reaksi pemain yang melihat tingkah dari Momo-chan tadi.


Setelah melihat-lihat kota sejenak, Momo-chan pun akhirnya ke tempat pengambilan job. Ia begitu antusias melihat banyaknya pemain yang memadati area itu, selagi menunggu giliran ia pun mulai mencari tahu job apa yang ingin ia ambil.


Dia membuka info tentang job-job yang ada di Cyrus Online. Di dalam info tersebut hanya ada beberapa job dasar, sedangkan job lainnya tidak diberikan informasinya agar pemain mencari tahunnya sendiri.


Setelah memilih-memilih Momo-chan pun membuat dua pilihan dari beberapa job yang ada, yaitu Archer dan Mage.


Sempat menimbang-nimbang, akhirnya Momo-chan dengan mantap mengambil job Mage namun ia sudah menetapkan tujuan kedepannya, ia ingin jadi seorang summoner.


Tanpa menunggu lama lagi, Momo-chan pun langsung pergi menuju tempat pelatihan Mage. Di dalam gedung itu banyak sekali pemain yang sedang menyelesaikan misi dari instruktur untuk mendapatkan job Mage.


Momo-chan terdiam sejenak, matanya fokus ke arah pemain-pemain yang sedang belajar skill dasar dari Mage yaitu fire ball. Ia merasa sedang berada di dunianya Harry Potter sekarang ini, sampai ia dikejutkan dengan seseorang yang mendekat kearahnya.


Orang itu tersenyum ke arah Momo-chan, wajahnya begitu ramah dan manik matanya memperlihatkan kasih sayang, siapa yang menyangka kalo dialah instruktur job Mage.


"Apa kau mau menjadi seorang Mage?" Tanya si instruktur dengan lemah lembut.


"Iya aku ingin jadi seorang Mage lalu aku akan mengambil job Summoner setelah itu"


Si instruktur lantas tersenyum mendengar keinginan dari Momo-chan, ia merasa Momo-chan adalah orang yang menarik dan juga berbakat menjadi seorang Mage.


"Kalo begitu langkah awalmu sebagai seorang Mage adalah pelajari skill Fire Ball itu! Jika kau sudah menguasainya bilang padaku"


Sehabis berkata seperti itu, si instruktur pun meninggalkan Momo-chan disana. Momo-chan pun langsung mengambil sebuah tongkat sihir yang berada di pojokan, saat dia menyentuh tongkat sihir itu muncul beberapa informasi di layarnya.


[Mage Basic Quest]


Tembakan 100 kali Fire Ball


Reward: Basic Mage Staff + 20exp


[Basic Mage Staff]


Sebuah tongkat kayu yang sering digunakan oleh penyihir


Tipe: Biasa


ATK: 4


"Aku pasti bisa melakukannya!" Teriak Momo-chan dalam hati.


Momo-chan pun berjalan ke sebuah tempat untuk mencoba skill Fire Ball itu. Di tempat itu terdapat sebuah boneka kayu berbentuk orang yang dijadikan objek untuk mencoba skill tersebut.


Tanpa menunggu lama lagi, Momo-chan pun langsung menggunakan [Fire Ball] dan seketika saja diujung tongkatnya muncul sebuah pijaran api yang semakin lama semakin membesar.


Momo-chan terkejut melihat hal itu, ia pun langsung melemparkan bola api yang ada di tongkatnya itu dengan tergesa-gesa, sampai-sampai ia ikut melemparkan tongkat sihirnya.


Dan bukannya mengenai boneka kayu yang hanya diam di tengah-tengah ruangan itu, bola api hasil kreasi Momo-chan tadi malah mengenai langit-langit gedung tersebut dan menimbulkan retakan yang cukup besar.


Semua pemain yang berada di sana menjadi tertawa karena ulah Momo-chan tadi, bahkan Momo-chan sendiri juga ikut tertawa karena ia merasa telah melakukan hal yang benar-benar konyol.


"Nampaknya jalan mu menjadi penyihir hebat masih jauh anak muda!" Komentar si Instruktur sambil melihat retakan yang dibuat oleh Momo-chan tadi.