
Selepas dari market Archie langsung mengunci dirinya di dalam dapur penginapan. Dia langsung ingin mencoba memasak, darahnya mendidih hingga membuatnya seperti orang yang memiliki bisul di bokongnya.
Bahkan Eclair saja kebingungan dengan tingkah Archie itu, ia belum pernah menemui orang yang tak bisa berdiam di satu tempat hanya karena saking inginnya memasak.
Eclair memberikan sebuah buku besar dan tebal berisikan resep-resep masakan yang ia ketahui beserta step by step nya, dan itu membuat mata Archie langsung bersinar terang seperti matahari terbit.
Di dalam dapur, Archie pun memulai eksperimennya. Archie menyiapkan peralatan memasaknya mulai dari wajan, panci hingga pisau dapur ia susun di tempat yang membuatnya nyaman.
"Oke pertama-tama aku mau membuat apa ya?" Archie bergumam sembari membolak-balik halaman buku yang berisi resep masakan itu.
Ia agak kebingungan dengan semua resep-resep yang ada di buku itu, Archie masih belum menemukan sebuah resep yang mampu ia buat namun setelah berjuang dengan membolak-balik halaman sampai mata berkunang-kunang akhirnya Archie menemukan sebuah resep yang bisa ia buat dengan skillnya sendiri.
[Dish Level 1]
Tomato Sauce
Fried Fish
Fried Rice
Soy Sauce
Patty
Omelette
Poached Egg
"Baiklah mari kita buat semuanya, aku sudah tidak sabar membuatnya!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lebih dari 2 jam Archie berada di dalam dapur sampai Eclair di buat kesal olehnya karena sebentar lagi orang-orang akan makan siang dan dirinya masih belum memasak apapun.
Hingga akhirnya Eclair pun terpaksa menorobos masuk ke dalam dapur untuk meminta Archie segera menyudahi kegiatannya. Di saat dirinya masuk ke dapur, Eclair begitu terkejut melihat keadaan dapur yang begitu bersih seperti tidak ada orang yang memakai tempat itu.
Eclair mencari keberadaan Archie, ia menemukan Archie tengah bersandar dengan senyuman penuh rasa puas menghiasi wajahnya. Eclair bisa merasakan kepuasan Archie itu, dulu ia juga seperti Archie saat pertama kali berhasil memasak sesuatu, ia tak akan melupakan perasaan itu.
Eclair tak bisa menahan rasa geli setelah melihat Archie, ia tidak menduga ada orang segila Archie yang memasak hingga kehabisan tenaganya sendiri.
"Kau berhasil melakukannya, kerja bagus!"
"Ah haha kau kah itu Eclair? Aku ada beberapa hadiah perpisahan untukmu, kau lihat saja di lemari itu, aku hendak bersiap-siap sebelum kereta tumpangan ku sampai disini.
Archie bangkit dan meninggalkan Eclair disitu seorang diri, di wajahnya ada sedikit senyuman yang masih tercetak.
"Kau pasti menyukainya!" Ucap Archie lagi sebelum dia benar-benar hilang dari situ.
Eclair cukup tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Archie. Eclair berjalan ke lemari kecil yang sering digunakan untuk menyimpan bahan makanan. Saat dirinya membuka pintu lemari kecil itu, ia dikejutkan dengan puluhan botol saus tomat dan juga puluhan kecap yang memenuhi isi lemari tersebut.
"Jangan bilang selama 2 jam dia membuat ini saja? Tapi ini apa?"
Eclair membuka salah satu botol saus itu, ia coba mengendus-endus bau dari saus itu dan ia masih belum menemukan petunjuk apapun kecuali tomat.
Akhirnya Eclair mencoba menuangkan sedikit saus itu di atas piring, ia colek sedikit saus itu dan langsung membiarkan lidahnya untuk menilai saus buatan Archie tadi.
"Apa-apaan ini? Rasanya begitu gurih dan segar layaknya tomat namun kenapa jadi encer seperti ini? Aku belum pernah membuat hal yang seperti ini!" Eclair menjadi kesal sekaligus senang karena resepnya di pakai oleh Archie namun ia tidak menduga jadinya akan seperti itu.
Eclair melirik ke salah satu botol yang lain, botol itu berwarna merah seperti sebelumnya namun agak oranye.
Eclair kembali melakukan hal yang sama dan ia kembali di kejutkan dengan apa yang di buat Archie.
Rasa dari saus itu berbeda dari sebelumnya, jika yang awalnya tadi itu memiliki rasa gurih dan segar, sekarang saus itu berasa pedas dengan rasa segar yang masih terasa.
Eclair menutup wajahnya setelah mencoba saus buatan Archie tadi. Ia sungguh melupakan hal yang paling penting dalam memasak, yaitu fondasi dari masakan itu tersebut dan saus buatan Archie mengingatkan dirinya lagi tentang hal tersebut.
Eclair merasa dirinya di tampar oleh saus buatan Archie itu, layaknya pukulan langsung ke arah rahang, atau tendangan lurus ke arah gigi.
"Sialan kau Archie! Kali ini kau yang menang"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika matahari sudah naik dan cuaca sudah cukup panas, sebuah kereta kuda dengan ukuran kecil bersinggah di sebuah tempat penginapan.
Pemilik kereta kuda itu lalu turun, dia terlihat seperti seekor tupai namun ia berjalan dengan dua kaki dan berdiri tegap layaknya seorang manusia.
Tupai itu memakai cardigan vest berwarna hijau daun dan celana kain berwarna krem yang membuatnya terlihat cukup menawan.
Baru saja dia berkata seperti itu, seseorang dengan rambut putih baru saja keluar dari situ dengan wajah penuh ceria.
"Kau tepat waktu sekali T-Bold sepertinya kau adalah tipe Merchant yang mengutamakan kepuasan pelanggan haha" ucap orang berambut putih tadi dengan tawanya yang sedikit aneh.
"Kepuasan pelanggan adalah yang utama di T-Bold Company kupo!" T-Bold menimpali ucapan Archie tadi.
Mereka berdua tertawa bersama seperti orang yang sudah lama kenal namun sebenarnya mereka baru saja bertemu beberapa jam yang lalu, akan tetapi baik Archie maupun T-Bold seakan tak memperdulikan hal tersebut.
"Baik apa kau sudah siap kupo? Perjalanan kita masih lumayan panjang dan kemungkinan kita akan sampai tengah malam nanti atau besok pagi kupo" T-Bold menjelaskan situasinya pada Archie.
Archie tak memperdulikan hal tersebut, ia langsung saja naik ke atas kereta kuda dengan wajah yang tak peduli. "Apapun yang ada di depan sana mau itu Naga Giok, Naga Batu Apung, atau Naga Kertas aku tidak peduli hahaha!" Ucap Archie
T-Bold tidak bisa berkomentar apapun lagi, ia hanya bisa tertawa saja sekarang ini. Ia merasa pertemuannya dengan Archie akan memberikannya sebuah pengalaman baru lagi di dunia ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cukup lama mereka sudah mengarungi dataran, berbagai macam monster sempat menghalangi perjalanan mereka namun mereka semua mampu dengan mudah di basmi oleh Archie dengan bantuan Jinx.
Hari sudah semakin gelap, tidak ada tanda-tanda bahwa mereka sudah dekat dengan tujuan mereka. Archie menyuruh T-Bold untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Di bawah langit malam yang bertabur bintang-bintang, mereka bertiga duduk di dekat hangatnya api unggun yang menghangatkan tubuh mereka di malam hari.
T-Bold dan Archie bertukar cerita mereka selama bermain game Cyrus Online. Mereka berdua sangat asyik bercerita sampai-sampai Jinx pun juga ikut asyik menyimak pembicaraan mereka, Jinx seakan memahami apa yang mereka bicarakan dengan sesekali melolong saat mereka berdua bicara.
Karena keasikan bicara, mereka berdua tidak sadar perut mereka sudah meminta untuk diisi.
T-Bold langsung tertawa karena suara perutnya sendiri, ia mengambil sebuah roti kering dari dalam tas inventorinya beserta air minumnya.
T-Bold langsung menyantap roti kering itu dengan sepenuh hati walaupun ia sudah cukup muak dengan memakan roti itu, tetapi tidak ada pilihan banyak baginya untuk bertahan hidup.
"Kau seharusnya memakan roti itu dengan ini!" Archie mengeluarkan 2 buah botol saus tomat, yang manis dan yang pedas.
Reaksi pertama dari T-Bold setelah melihat saus tomat itu cukup terkejut, namun ia pesimis jika rasanya tidak sama dengan yang ada di dunia nyata.
"Cobalah dan kau akan terkejut" ucap Archie lagi dengan senyuman aneh.
Karena senyuman itu T-Bold sedikit merasa aneh dengan Archie, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk mengoleskan saus tomat tadi ke roti kering miliknya.
Saat roti kering yang sudah di olesi oleh saus tomat tadi masuk ke dalam mulut T-Bold, mulutnya seakan-akan di buat menjadi terus mengunyah roti itu sampai semua rasa yang ada dapat ia rasakan hingga pada akhirnya roti kering yang tadi dengan malas ia makan, sekarang sudah hilang tak bersisa dengan sekejap hanya karena saus tomat.
T-Bold kembali mengambil satu roti kering dari dalam tas inventorinya, ia kemudian mengoleskan saus tomat yang pedas dan ia kembali di kejutkan dengan hal tersebut.
"Bagaimana bisa dia membuat ini? rasanya mirip sekali dengan saus tomat di dunia nyata" T-Bold menatapi Archie dengan penuh selidik.
Archie hanya tersenyum saja di tatap oleh T-Bold, Archie bahkan memberi T-Bold seiris daging yang juga sudah ia bumbui dan sudah ia panggang sebelumnya.
Dan rasa dari roti kering tadi semakin nikmat tiada tara, kali ini T-Bold benar-benar di buat menyerah dengan apa yang Archie tampilkan tadi.
"Dagingnya sangat empuk, aku merasa seperti memakan Burger saja kupo" gumam T-Bold.
"Bagaimana cara kau membuat ini kupo? Ini bisa menjadi sebuah terobosan baru kupo! Apa kau tidak mau mengambil hal itu"
"Hahaha maaf teman tapi itu adalah rahasia pabrik hahaha, tetapi jika kau ingin berkerjasama dengan ku, aku akan pastikan kau menjadi Merchant yang hebat dan mempunyai harta yang banyak.
T-Bold cukup kecewa dengan hal tersebut, namun dirinya kembali penasaran karena Archie ingin bekerjasama dengan dirinya.
"Rencananya aku hendak menjual saus-saus ini dengan bantuan Merchant dan sepertinya aku bisa mempercayai mu untuk memasarkan benda ini. Soal pendapatannya kau tidak perlu bingung, aku hanya ingin 40% dari keuntungan dan sisanya untuk kau semuanya!" Terang Archie.
Mendengar hal itu T-Bold hampir saja kehilangan kesadaran dirinya. Ia kembali menanyakan hal tersebut kepada Archie karena ia merasa Archie sedang bercanda.
Namun raut wajah Archie tak berubah sama sekali, hal itu semakin membuat T-Bold semakin tak habis pikir.
"Kau sungguh-sungguh mempercayai ku kupo? Maksudku apa kau tidak takut kalau aku suatu saat akan meninggalkan mu seorang diri dan aku mengambil keuntungan lebih besar dari mu?"
Archie memandangi langit malam yang penuh bintang sejenak, ia menghela nafas panjang merasakan dinginnya angin malam yang merasuk kedalam jiwa.
"Aku tidak perlu takut dengan hal tersebut, yang jelas bukan aku yang meminta kepercayaanmu melainkan kau sendirilah yang akan mencari kepercayaan ku, jadi aku tidak perlu ambil pusing dengan semua hal itu"
Jiwa T-Bold seakan tersentak mendengar hal tersebut, ia kini memandangi Archie dengan tatapan yang berbeda dengan sebelumnya. T-Bold merasa semakin ia mencari tahu, semakin misterius pula seorang Archie baginya.
"Baiklah jika kau mau bekerjasama dengan T-Bold Company maka aku akan senang hati menjaga kepercayaan itu dengan sepenuh hati ku" ucap T-Bold dengan sangat mantap.
Archie tertawa terbahak-bahak mendengar T-Bold berkata seperti itu, sedangkan T-Bold mencoba menutupi wajahnya yang memerah akibat rasa malu yang mulai menyerang dirinya karena ulah Archie tadi.