
Setelah mengalahkan Raul dengan perjuangan yang cukup melelahkan, Persian dan Seth pun kembali memimpin pasukan aliansi untuk terus maju ke tempat di mana mereka akan berkumpul nanti.
Dengan gagah berani, Persian dan Seth membelah pasukan Legado Del Fantasma yang berniat hendak menghadang para pasukan aliansi.
Kehilangan komandan perang mereka memang membuat mereka mengalami penurunan moral dan mental, namun bukan berarti mereka menyerah begitu saja.
Namun juga ada beberapa prajurit yang sudah tidak berniat untuk bertarung lagi setelah Raul kalah, mereka langsung berdiam diri dengan kedua tangan terangkat di atas kepala mereka.
Sedangkan di lain pihak. Kemenangan Persian dan Seth atas Raul membuat moral pasukan aliansi melambung tinggi, mereka seakan tidak takut lagi untuk maju menerobos pertahanan pasukan Legado Del Fantasma, hingga akhirnya mereka pun berhasil memukul mundur pasukan musuh dan membuka jalan untuk ke tempat kumpul mereka.
"Semuanya ayo terus maju! Sedikit lagi kita akan sampai di titik kumpul kita!' Persian berteriak keras dari atas kudanya untuk memandu pasukan aliansi agar terus maju.
Hingga pada akhirnya mereka pun terus bergerak maju, mereka semua seperti ombak besar yang siap menghantam apa saja yang berada di hadapan mereka. Dan akhirnya mereka pun tiba di tempat yang sudah di tentukan.
Di sana, pasukan aliansi yang di pimpin oleh Persian dan Seth bertemu dengan pasukan aliansi yang dipimpin oleh Pendekar Narsis, Caelius.
"Oh itu pasukan yang dipimpin si kucing. Oi oi oi.....kucing kemari!" Caelius langsung memanggil Persian saat ia melihatnya.
Merasa ada yang memanggil dirinya, Persian pun mencoba memperhatikan sekelilingnya. Ia melihat sosok pemuda yang berpenampilan flamboyan tengah melambaikan tangan ke arahnya, Persian tahu kalau orang itulah yang memanggil dirinya namun entah kenapa ia merasa cukup kesal dengan sosok pemuda flamboyan itu.
"Ternyata itu kau Caelius? Jika saja itu bukan kau mungkin kau akan merasakan kematian karena telah berani memanggilku kucing" Ucap Persian setelah mendekati sosok pemuda flamboyan tadi.
"Eeeh....kenapa dia marah? Apa aku menyinggung perasaan kucing ini?" Caelius bergumam dan tiba-tiba dirinya merasa begitu dingin hingga mengeluarkan keringat dingin.
Caelius pun hanya bisa cengar-cengir saja setelah ditegur oleh Persian, ia merasa jika ia salah berucap satu kali lagi mungkin saja ia tidak selamat kali ini.
Melihat ekspresi yang dibuat oleh Caelius, Seth hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Ia tidak habis pikir dengan kesatria kesiangan yang dimiliki oleh Diane itu.
"Dimana Diane menemukan orang seperti dia ini" Ujar Seth dalam hatinya.
Tidak lama setelah kedatangan pasukan yang dipimpin oleh Persian dan Seth. Kini dari arah yang berlawanan, datang segerombolan pasukan yang dipimpin oleh sesosok koboi yang terlihat sedikit sombong namun aneh dan juga sosok perempuan elf cantik yang bagaikan sosok Dewi perang. Siapa lagi kalau bukan Kidd dan Lusirele.
Semua pasukan aliansi langsung berteriak lantang dan keras sekali melihat kedatangan pasukan yang lain, mereka bersorak-sorai ramai sekali menyambut kemenangan mereka yang mulai terasa dekat.
"Jadi kita semua berhasil mengalahkan pilar penting Legado Del Fantasma"
"Hmmm itu benar sekali, aku dan nona elf ini mengalahkan Alberto dan kalian berhasil mengalahkan Mendoza dan Raul.... Kita sudah hampir menang"
"Jadi tinggal bos terakhirnya kah?" Ucap Persian sambil memainkan dagunya.
Persian juga mengamati seluruh pasukan dari setiap divisi, banyak diantara mereka yang menunjukkan wajah kebahagiaan setelah bertemu dengan teman-teman mereka lagi, namun ada juga beberapa pasukan yang harus menerima kenyataan kalau teman seperjuangannya gugur dalam pertempuran.
Lusirele menyadari keresahan yang menimpa Persian, ia mencoba untuk menenangkan Persian. Akan tetapi Persian sudah cukup mengerti dengan keadaan itu sehingga ia tidak berlarut-larut dalam keresahan yang tiada gunanya itu.
"Temanku yang berlagak seperti seorang orang bijak pernah berkata. Apa itu kedamaian? Apa itu keadilan? Apa itu keamanan? Semuanya hanya ilusi yang dibuat oleh pikiran kita sendiri agar kita merasa tenang walaupun sebenarnya sebuah mimpi buruk selalu kita lihat setiap harinya"
Persian mendongakkan kepalanya ke atas, ia mencoba melihat matahari yang bersinar terang menyinari mereka semua di kota El-Paso. Matahari yang merupakan saksi bisu pertempuran tiada guna itu. Persian tiba-tiba tersenyum sendiri setelah mengucapkan kata-kata dari temannya itu, lalu ia melangkah pergi menjauhi pasukan aliansi yang kini menatap heran ke arahnya.
"Ayo kita istirahat sebentar dan memulihkan luka-luka kita, serta menghormati teman-teman kita yang sudah berjuang mati-matian bersama kita" ucap Persian lagi.
...----------------...
...----------------...
Archie dan Diane terus berjalan lurus, mereka mencari keberadaan dari sosok terakhir dan terpenting di Legado Del Fantasma yaitu Escobar.
Perjuangan mereka berdua tidaklah mulus seperti kulit Ranti Maria ataupun Eimi Fukada. Mereka berdua juga sempat terhenti oleh hadangan pasukan yang tidak ingin begitu saja Archie dan Diane lewat dengan mudah.
Namun karena perbedaan level dan kekuatan yang cukup jauh, Archie dengan mudah berhasil melewati setiap halangan dari pasukan musuh.
Bukan hanya karena kemampuan Archie, bantuan penuh oleh Diane yang juga terus memberikan Archie berbagai macam buff yang menguntungkan Archie juga berpengaruh besar bagi Archie untuk dengan cepat membasmi musuh-musuhnya.
Hingga pada akhirnya mereka berdua sampai di sebuah tempat yang sepertinya adalah tempat di mana Escobar tengah menunggu mereka, yaitu gedung atau markas Guild Legado Del Fantasma.
"Sepertinya Escobar itu tengah menunggu kedatanganku di dalam sana"ucap Archie sambil menunjuk ke arah gedung yang ada di hadapannya saat ini.
Diane memperhatikan gedung itu, ia merasakan hawa yang cukup mengerikan dari arah gedung itu dan itu membuat dirinya sedikit merasa takut bahkan tanpa ia sadari tubuhnya bergetar karena memikirkan apa yang akan terjadi di dalam sana.
Archie menyadari kegelisahan Diane, ia memegang bahu Diane dan tersenyum ke arahnya. "Aku akan masuk ke sana, kau tunggu saja di sini" ujarnya lalu Archie melangkah perlahan masuk kedalam gedung.
Namun belum sempat melangkah jauh, Archie sudah dihentikan oleh Diane. Diane tidak ingin Archie masuk seorang diri ke dalam sana. "Jangan remehkan aku dasar ubanan!" Ucap Diane dengan nada yang sedikit kesal, lalu Diane menjulurkan lidahnya ke arah Archie sebelum ia melangkah duluan untuk masuk ke dalam gedung.
(Di dalam gedung)
Keadaan di dalam gedung begitu gelap. Suasana yang ditimbulkan menjadi begitu suram dan mencekam karena kegelapan itu, tempat ini bagaikan sebuah kastil yang dihuni oleh para vampir di cerita-cerita mitologi Eropa Timur.
Archie dan Diane terus mencari keberadaan Escobar, mereka mengitari tempat itu cukup lama namun mereka masih belum menemukan keberadaan dari sosok Escobar.
Setiap pintu sudah mereka periksa namun tidak ada juga tanda-tanda dari Escobar, hingga pada akhirnya mereka berdua sampai di penghujung tempat itu dan di ujung sana terdapat sebuah pintu berukuran cukup besar, pintu itu lebih condong untuk disebut sebagai gerbang karena ukurannya yang besar itu.
Archie dan Diane saling memandang satu sama lain, mereka berdua sama-sama tahu kalau di balik itulah Escobar sedang menanti mereka.
"Di balik gerbang itu aku yakin ada Escobar itu. Sekarang aku akan bertanya padamu apa kau masih mau ikut dengan ku masuk ke dalam sana?"
"Hah...kenapa kau menanyakan hal itu kepadaku Archie? Kau pikir kau bicara dengan siapa haaa? Tentu saja aku ikut!"
Archie menatap serius ke arah Diane, terlihat jelas sekali di matanya sebuah ketegasan dan keteguhan hati sehingga Archie tidak punya pilihan lain selain membiarkannya ikut bersama dengan dirinya masuk ke dalam ruangan itu.
"Baiklah tetapi kau harus dekat-dekat dengan diriku agar aku bisa selalu melindungimu....jangan coba-coba untuk menambah berat beban yang ku pikul!" Ujar Archie dengan nada setengah hati.
"Kau bosnya!" Balas Diane dengan singkat.
Lalu secara perlahan Archie melangkah menuju gerbang besar itu, diikuti oleh Diane dibelakangnya yang tengah memegang bahu Archie dengan cukup kuat karena merasa tertekan dengan hawa dari tempat itu.
Perlahan Archie membuka gerbang besar itu, dan gerbang itupun terbuka pelan. Suara khas dari gerbang yang terbuka itu pun mulai memekik di udara hingga pada akhirnya gerbang itupun kini terbuka lebar.
Dengan hati-hati dan perlahan Archie memasuki ruangan itu, matanya terus mengamati sekelilingnya walaupun terhalang oleh minimnya cahaya di tempat itu.
"Tempat ini begitu suram dan gelap.... sungguh tempat yang mengerikan" Diane mengomentari tempat itu dari balik punggung Archie.
Archie menghiraukan komentar Diane itu, ia tetap fokus mengamati sekitarnya. Archie merasakan hal aneh dari tempat ini dan juga ia sedikit merasakan hawa mengerikan yang berniat seperti membunuh dirinya namun Archie tidak tahu dari mana hawa itu berasal.
whooossssshhh....
Sebuah benda yang tak terlihat mengarah cepat ke arah Archie. Archie yang terkejut pun langsung bereaksi cepat dengan melompat ke sisi samping dengan Diane.
"Archie kau tidak apa-apa?"
Diane terkejut setelah melihat lengan kiri Archie yang terluka parah dengan darah yang mengucur deras, Archie mencoba menahan rasa sakit itu dan berniat untuk mengobati lukanya itu namun kali ini ia kembali di serang dengan hal yang tak bisa ia lihat dengan matanya, namun masih bisa ia rasakan keberadaannya.
Archie dan Diane berhasil menghindari serangan itu, mereka berdua menajamkan indera penglihatan mereka untuk mencari tahu dari mana datangnya serangan itu tadi.
"Tunjukkan dirimu keparat! Kau sudah melukai lengan kiriku dan aku akan membuat perhitungan dengan dirimu!" Archie berteriak cukup keras hingga suaranya menggema di dalam tempat itu.
Setelah berucap seperti itu, Archie kembali dikejutkan dengan tempat itu yang kini mulai sedikit menjadi lebih terang karena lilin-lilin di setiap sudut tempat itu kini mulai menyala dengan sendirinya.
Hingga akhirnya terpampang jelas tempat itu, dan di ujungnya terlihat sebuah patung berbentuk manusia setengah ular dengan tanduk diatasnya. Di atas patung itu terlihat sesosok orang yang menatap Archie dan Diane dengan senyuman yang menggantung di bibirnya.
"Jadi kalian sudah sampai sejauh ini ya" ucap sosok itu lalu ia turun dari patung tadi dengan cara melompat dengan beberapa kali melakukan sebuah flip di atas udara.
Kini sosok itu semakin jelas terlihat, sosok itu diselimuti dengan aura berwarna ungu kehitaman dan ada dua buah tanduk kecil di atas kepalanya seperti baru saja tumbuh di tempat itu.
Archie tahu siapa sosok orang yang tengah berdiri tegap di hadapan mereka berdua itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Escobar yang mereka cari-cari.
Archie tersenyum melihat sosok Escobar, ia kembali melihat lengan kirinya yang masih berdarah dan luka itu. "Aku pastikan kau membayar apa yang kau lakukan padaku!" Ujarnya.
...----------------...
...----------------...
Pojok Penulis:
Hai-hai teman-teman!!!! Bentar lagi puasa udah habis aja nih.... Apakah diantara reader Cyrus Online ada yang bolong-bolong puasanya? Hihihi canda....
Maaf kalau Cyrus Online akhir-akhir ini jarang banget update, gak seperti biasanya, dan juga gak ada crazy up seperti bulan kemarin. Mungkin setelah bulan puasa berakhir Ned bisa kembali rutin buat nulis dan Cyrus Online bisa update reguler lagi.
Terimakasih sudah selalu mendukung karya Ned dan Ned bakalan terus berkarya kedepannya jadi tungguin aja selalu karya-karya dari Ned ya teman-teman.....
Selamat hari raya Idul Fitri ya teman-teman semuanya..... Ciaooo sampai jumpa next update.
Ned_Kelly