Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 147: Rapat Tingkat Sedang



Setelah semua urusannya selesai, beberapa hari setelahnya Ikhsan pun akhirnya pindah ke rumah barunya.


Rumah yang beberapa hari lalu masih kosong melompong, kini sudah terisi dengan beberapa perabotan baru dan yang lama. Ikhsan juga menambahkan beberapa ornamen hias lagi untuk semakin mempercantik tampilan rumah barunya itu.


Begitu ia sudah memasang semua ornamen tambahan itu, Ikhsan pun coba memperhatikan setiap sudut rumah barunya itu.


Muncul senyuman di wajah Ikhsan, ia sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat sendiri ini. Ikhsan masih saja tak percaya kalau dirinya mempunyai sebuah rumah yang ia impikan semenjak kecil.


Setelah Ikhsan selesai menghias rumah dan puas memperhatikan rumah impiannya itu, Ikhsan pun mengambil handphone di saku celananya.


Handphone itu juga baru saja Ikhsan beli sehari yang lalu, walau begitu ia sebelumnya masih belum sanggup berpisah dengan handphone jadul miliknya dan hal itu membuat Ikhsan menjadi sentimentil.


Ikhsan menggeser layar handphonenya, mencari sebuah nomor yang hendak ia telepon. Saat Ikhsan sudah menemukan nomor dan meneleponnya, ternyata nomor itu malah tidak bisa Ikhsan hubungi.


Bahkan sudah beberapa kali Ikhsan menghubungi nomor itu namun tak ada juga di angkat oleh sang pemilik nomor, hal itu cukup membuat Ikhsan bertanya-tanya dan mulai berspekulasi liar.


Akan tetapi sebelum spekulasi Ikhsan semakin liar, ternyata nomor yang hendak ditelepon oleh Ikhsan tadi memberikan responnya, bukan ditelepon tetapi lebih tepatnya Ikhsan mendapatkan sebuah pesan dari nomor itu.


"Aku sedang berada di Cyrus Online dengan beberapa temanmu, kalau kau ada sesuatu hal yang ingin kau bicarakan temui saja aku di kastil Lembah Ingatan" Begitulah isi pesan tersebut.


Ikhsan yang membaca pesan itu pun buru-buru pergi ke lantai dua rumahnya dan masuk ke sebuah kamar yang masih belum dirapikan sama sekali. Ikhsan mengambil sebuah alat berbentuk seperti helm dan mulai menyambungkan kabel-kabelnya sebelum ia pasang dan Ikhsan mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


"Link start to!" Ucap Ikhsan yang lalu muncul senyuman khasnya di bibirnya.


Namun baru beberapa saat, Ikhsan malah tertawa sendiri. Ikhsan tertawa karena menurutnya cukup aneh kata 'Link start to' itu saat diucapkan, dan ia mengingat betapa konyolnya seorang tokoh fiksi yang menyebutkan kata tersebut sebelum memasuki dunia virtual.


…………


Archie pun memasuki dunia Cyrus Online dan sudah berada di dalam sebuah kamar yang ada di kastil Lembah Ingatan.


Beberapa hari yang lalu, Archie dan beberapa teman-teman yang lainnya sepakat untuk pindah ke Lembah Ingatan. Alasan mereka pindah ke Lembah Ingatan adalah mereka semua sudah Archie kumpulkan dalam suatu organisasi yang bernama Cero Miedo atau Zero Fear.


Saat Archie ke ruang pertemuan, di situ Archie melihat ada Diane, Persian serta Rick yang terlihat sedang membahas sesuatu dengan serius.


Mereka langsung menghentikan pembahasan mereka begitu melihat Archie yang sudah berada di sana, Archie pun duduk dan coba mengikuti pembicaraan mereka tadi yang sempat terhenti.


"Tidak ada hal khusus yang kami bahas Nak Archie. Nak Diane cuma ingin membicarakan langkah kita selanjutnya, terlebih lagi kita sudah membentuk guild. Setidaknya kita mempunyai tujuan-tujuan jangka pendek terlebih dahulu"Ujar Persian memberitahukan situasinya kepada Archie.


"Betul sekali, apa lagi kau sekarang adalah ketuanya jadi kau harus tahu hal tersebut dan juga kau harus bisa memikirkan hal-hal penting untuk kemajuan guild nantinya. Tugas kami semua sebagai bawahan mu adalah memastikan setiap tujuan yang kau tetapkan itu akan tercapai" Diane menambahkan.


Diane, Persian dan Rick memandangi Archie dengan tatapan penuh keyakinan bahwa Archie pasti bisa melakukan hal tersebut. Akan tetapi Archie malah kebingungan dengan tatapan mereka itu, bahkan ia menatap Diane dengan sangat intens yang membuat Diane sedikit keheranan.


"Siapa yang bilang aku ketuanya? Aku sama sekali tidak ingin jadi ketua. Lagipula menjadi ketua itu membosankan, nanti aku tidak bisa lagi berpetualang di benua Cirus ini" Kata Archie sambil memandangi mereka bertiga dengan tatapan heran.


Mendengar perkataan Archie tadi, Diane pun langsung terperanjat setengah mati. Bagaimana tidak, Archie sudah dengan seenak udelnya mengganti nama guild yang didirikan oleh Diane dan dia sudah berlagak seperti ketua guild. Dan kini Archie mulai menyangkal kalau dia tidak mau menjadi ketua, hal itu membuat Diane tidak habis pikir dengan tingkahnya Archie itu.


Berbeda dengan Diane. Rick dan Persian sudah menduga hal tersebut, mereka cuma bisa saling tatap lalu menggelengkan kepala mereka dengan pelan melihat tingkah teman lama mereka itu.


Diane juga melihat hal itu, ia semakin pusing di buat oleh kombinasi tiga orang Archie, Rick dan Persian. Diane mengurak-urak rambutnya hingga tak beraturan karena saking kesalnya dia.


"Lalu tujuan mu itu sebenarnya apa sampai-sampai mengganti nama guild ku jika tidak ingin menjadi ketua guild?" Diane bertanya pada Archie dengan nada yang begitu pelan seperti sudah tidak punya niat sama sekali.


Archie terkekeh melihat Diane yang sudah sakit kepala itu, ia lalu tersenyum dan menjawab pertanyaan Diane dengan begitu entengnya.


"Aku cuma ingin berpetualang di dunia ini awalnya, namun setelah cukup lama berpetualang sepertinya keberadaan Guild itu cukup mengganggu dan berperan besar menurutku. Dan kebetulan juga aku bertemu seorang 'tuan putri' di petualangan ku itu, mungkin jika aku memanfaatkan guildmu itu aku bisa mencapai tujuan-tujuanku dan kau juga seperti itu" Archie menjelaskan keingnan sebenarnya pada Diane.


Diane hanya bisa menelungkupkan wajahnya ke meja yang dingin itu, ia lupa dengan siapa ia sedang berbicara. Seorang player yang menurutnya paling aneh di antara orang aneh yang pernah ia temui, ya dia itu Archie yang saat ini cengar-cengir melihat Diane yang semakin sakit kepala di buatnya.


Beberapa saat telah berlalu, teman-teman Archie yang lain pun mulai berdatangan. Mereka semua sudah berkumpul di ruang pertemuan itu termasuk juga si tangan kanan Diane yaitu, Caelius yang juga sudah hadir.


"Baik semuanya sudah hadir Archie? Ada yang ingin kau sampaikan kan kepada kami semua. Jadi silakan saja sampaikan kepada kami semua rencanamu" Ucap Diane.


Archie memulai penjelasannya dari sebuah pabrik pembuat potion di kota Appleford. Semua teman-teman Archie tampak terkejut dengan berita itu, mereka tidak menduga sama sekali Archie mampu menjalin sebuah kerjasama dengan seorang bangsawan yang memiliki sebuah pabrik pembuat potion, tentunya hal itu merupakan suatu aset penting bagi guild mana saja.


"Tentu saja aku tidak ingin cuma mengandalkan pabrik punya Earl Erasmus itu, bagaimana pun coba bergantung pada satu titik itu cukup riskan. Jadi nantinya aku akan membuat hal yang serupa di beberapa kota lainnya, sehingga kita punya banyak suplai"


"Selain menjadi suplai utama kita, potion itu pun nantinya bisa kita jual sebagai pendapatan untuk kita semua. Dan menurut catatan hasil penjualan potion itu, kita mendapatkan 60 gold!" Archie menambahkan laporannya.


Mereka semua tercengang mendengar laporan Archie tadi, bagaimana tidak pemasukan sebanyak 60 gold itu sudah cukup besar, bahkan guild dengan Third-class seperti mereka pun tidak bisa mendapatkan pemasukan seperti itu.


Belum lagi usaha penjualan saus tomat Archie yang juga begitu meledak di pasaran. Menurut T-Bold yang mengurus dan menjual hal tersebut, pendapatan bersih dari penjualan saus tomat itu berkisar di 30-45 gold. Pendapatan mereka itu sudah melebihi guild tingkat Second-class, namun sebenarnya tingkat guild mereka sudah lebih dari itu karena guild Zero Fear mempunyai aset besar seperti Diane yang anak pembuat game Cyrus Online, serta Lynch yang juga anak seorang pengusaha.


Setelah menjelaskan hal itu, Archie pun lalu melanjutkan presentasinya. Kali ini ia membahas sebuah kelompok yang menamakan diri mereka 7Deadly yang melakukan praktik gelap di pinggiran Red Dragon Empire, Kota Del Comte.


Mengingat hal tersebut, Diane mulai menunjukkan wajah buruk. Ia seperti sudah menunggu momen ini untuk membinasakan kelompok biadab itu. Hal itu pun ditangkap oleh Archie, dan ia coba menenangkan hati Diane.


Diane kembali tersadar, ia cukup menyesali sikapnya tadi yang sudah membuat penjelasan Archie jadi terhenti karena ulahnya.


"Santai saja, jadi 7Deadly ini melakukan semacam ritual untuk membangkitkan sebuah Dark Arcana. Aku tahu kalian semua tahu Arcana jadi tidak ingin aku jelaskan lagi kepada kalian semua, dan ini juga masalah cukup penting" ujar Archie.


Persian mengangkat tangannya coba menanyakan sesuatu pada Archie, dan Archie mempersilakan Persian untuk bertanya karena memang ia ingin semua orang terlibat pada pembicaraan ini.


"Bagaimana cara kita untuk memastikan hal ini nak Archie? Pastinya kita tidak berangkat ke sana ramai-ramai dan mulai memporak-porandakan kota itu kan?" Tanya Persian sambil tersenyum penuh arti ke arah Archie.


"Tentu tidak seperti itu Kapten Persian" Jawab Archie sambil menggelengkan kepalanya pelan dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Aku sebenarnya ingin melakukan hal tersebut, tetapi itu akan menghambat proses rencana yang lain jadi aku sudah memikirkan rencana yang lebih bagus"


"Ah rencana seperti apa itu nak Archie? Tanya Persian lagi dengan senyuman yang penuh makna.


"Hahaha Kapten memang suka sekali mengujiku. Rencananya adalah aku akan mengirim seseorang yang sangat ahli dalam misi penyamaran dan tentunya dia juga ahli dalam melindungi dirinya, aku ingin mendapatkan beberapa informasi terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan lebih lanjut"


"Untuk itulah misi ini aku percayakan kepada Seth dan juga Izzy!"


Seth dan Izzy langsung berdiri sambil menatap Archie dengan tatapan penuh kemantapan hati. Archie yang melihat itu kemantapan hati mereka berdua, hanya bisa mengangguk pelan coba mempercayakan hal tersebut kepada mereka berdua.


"Setelah selesai pembahasan ini, aku ingin kalian berdua pergi ke kota Del Comte dan beritahukan kepadaku secara berkala situasi yang terjadi di kota itu"


"Baik siap laksanakan!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.


Archie mengangguk pelan dan ia kembali menjelaskan rencana selanjutnya.


"Mungkin besok aku ingin pergi ke Kerajaan Nilfelin bersama dengan Viola, mungkin kau juga harus ikut Diane serta ajak juga tangan kanan mu itu"


"Untuk apa kami ke sana Archie? Apa kau sedang menjebak tuan putri? Dan berniat mengambil alih kerajaan yang hendak ia bangun ini?" Caelius langsung bertanya pada Archie dengan penuh selidik.


Diane yang tidak tahan dengan sikap Caelius itu langsung memukulnya, yang membuat Archie cuma bisa menarik nafasnya melihat hal tersebut.


"Aku hanya ingin membantu Diane untuk mewujudkan impiannya, dan aku pernah membantu kerajaan itu jadi sepertinya mereka akan dengan senang hati membantu kita semua. Mereka juga punya kekuatan pasukan yang cukup lumayan" ucap Archie dengan wajah yang penuh keheranan.


Mendengar penjelasan Archie itu membuat Diane cukup tercengang, ia sudah tidak sanggup lagi melihat kejutan-kejutan yang dimiliki oleh Archie.


Bagi Diane, Archie itu seperti seorang pesulap. Selalu punya kejutan dan trik di setiap tangannya, sehingga akan membuat penonton selalu terhibur dan terpukau melihatnya.


Bekerjasama dengan Archie mungkin adalah hal yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh Diane, namun itu juga mungkin akan membuat semua rencananya akan berjalan dengan baik dan tercapai nantinya. Kali ini Diane mulai memandang Archie dengan tatapan yang berbeda dari yang sebelumnya, dan karena tatapan Diane yang menurut Archie aneh itu akhirnya Archie pun coba memalingkan wajahnya, dan Archie teringat akan satu hal yang harus ia beritahukan kepada Diane.


"Oh iya aku dapat pesan dari Bapak Tjokro Chandra, katanya kau harus membayar sisa pembayaran pembelian gedung itu" Ucap Archie coba mengalihkan pembicaraan.


Mendengar hal itu, Diane pun terdiam mematung seolah kehilangan jiwanya, dia baru ingat kalau dia belum membayar sisa pembayaran itu. Kini ia jadi malu sendiri dan cepat-cepat mentransfer sejumlah uang kepada perusahaan milik Tjokro Chandra.


Karena hal tersebut, semua orang yang berada di dalam ruangan itu jadi terheran-heran dengan tingkah Diane. Namun berbeda dengan Archie, ia malah tertawa geli melihat Diane yang sedang kalang kabut itu.