Cyrus Online

Cyrus Online
15. Skull Berseker vs D. Archie



Setelah setengah jam lebih aku beristirahat. Aku kembali berdiri untuk menghadapi Skull Berseker itu. Aku melihat semua teman - temanku dalam keadaan kritis dan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertarung, nampaknya tidak ada pilihan lain selain menghadapi monster itu sendirian.


Aku berjalan dengan santai menuju monster itu dan sekarang aku benar-benar berada di depannya, sambil terus mengamati setiap inci tubuh monster itu, dia berkata kepada ku "apa kau sudah siap menerima kematian mu?"


Aku membalas pertanyaan monster itu dengan senyuman khas ku. Tiba - tiba aura Skull Berseker itu berubah menjadi sangat kuat. Aku perhatikan status dari monster itu, ternyata semua statusnya meningkat, dia benar-benar berubah menjadi makhluk yang sangat menyeramkan.


"Apa - apaan itu, semua statusnya meningkat drastis! Bagaimana bisa kita mengalahkan monster itu?"


"Oi Archie lebih baik kita mundur saja, monster itu sudah sangat mustahil untuk kita kalahkan sekarang ini"


Teman - temanku mulai cemas ketika melihat status monster itu. Aku berusaha tetap tenang dan rileks, aku aliri pedangku dengan Armamen sehingga membuat pedang itu menjadi hitam pekat dan menjadi lebih tajam.


Melihat ku yang tengah bersiap Skull Berseker itu menyerang ku dengan serangan langsung. Aku menutup mataku dan mencoba memvisualisasikan serangan Skull Berseker itu. Seketika aku mampu melihat lintasan serangannya dan aku langsung bereaksi dengan menangkis menggunakan pedangku.


Skull Berseker nampak terkejut melihat tindakanku, begitu juga dengan teman - temanku. Namun kejutannya belum usai sampai disini, setelah menangkis serangan mematikan tadi aku langsung menggunakan skill dispel ke arah Skull Berseker itu dan itu membuat statusnya kembali menjadi normal kembali.


"It's time for revenge. Air Step!" Aku langsung mengaktifkan skill Air Step dan melesat cepat ke arah Skull Berseker. Dengan kecepatan tinggi aku menyerang Skull Berseker itu, ia tidak bisa mengimbangi kecepatan ku sehingga aku selalu berhasil mendaratkan serangan demi serangan ke arahnya.


Tetapi harus ku akui, ketahanan monster ini sungguh di luar batas nalar. Walaupun sudah aku normalkan kembali dengan dispel akan tetapi defensenya masih tinggi, tak bisa ku bayangkan jika aku menghadapinya dengan buff defense.


Ku percepat tempo seranganku terhadap Skull Berseker itu, ia nampak kewalahan meladeni serangan berkecepatan tinggi yang aku lancarkan. Tetapi tiba - tiba ia memutar tubuhnya dan melancarkan serangan berputar.


"Whirlwind Gust!" Teriak Skull Berseker itu dan aku tidak dapat menghindari serangan itu. Aku terpental beberapa meter dan paramater HP ku langsung menunjukkan angka 35%.


"Jangan paksakan dirimu rambut putih! Lebih baik kita mundur saja"


Teman - temanku mulai cemas terhadapku yang tengah dalam keadaan kritis. Tetapi aku hanya mengabaikan mereka dan kembali berdiri sekali lagi untuk menantang Skull Berseker itu.


"Oh ternyata kau masih bisa berdiri" Dengan sombong ia mengatakan itu kepadaku. Aku melihat status monster itu dan ternyata aku hanya mengurangi sedikit HPnya walaupun sudah melakukan banyak serangan, sial umpat ku dalam hati ketika melihat status itu.


Melihatku yang gigih untuk kembali bertarung, si Skull Berseker itu mulai geram. Dia mengeluarkan aura yang sangat mengerikan. Akibat aura kuat itu aku menjadi tidak bisa bergerak dan tubuhku bergetar hebat, sial ternyata aku terkena efek status fear.


Semakin lama, semakin kuat pula aura itu. Aku merasakan tekanan yang sangat dahsyat dan tiba - tiba pandanganku menjadi kabur. Aku mencoba untuk tetap berdiri dengan tegap namun tekanan dari aura itu selalu membuatku tertunduk, dan tiba - tiba saja pedang Skull Berseker itu memancar cahaya bewarna merah kehitaman yang membuatku bergidik ngeri melihatnya.


"Aku hargai perjuanganmu tapi kau akan mati kali ini. Rasakan serangan terakhirku Destruction Wave!"


Serangan dari Skull Berseker yang berbentuk seperti gelombang kejut itu sangat cepat ke arah ku. Aku bahkan tidak bisa bereaksi dan hanya mampu melihat gelombang kejut bewarna merah kehitaman itu.


"Archie!!!!"


"Kak Archie!!!"


"Rambut putih!!!"


*Kaboom!!*


...........................