
Death Forest semakin kelam rasanya ketika dimasuki semakin ke dalam. Hawanya sangat jauh berbeda dari pertama kali masuk ke Death Forest.
Hawa membunuh meningkat, cemas dan gelisah begitulah atmosfer di Death Forest bagian terdalam.
Sumber cahaya pun mulai memudar di dalam sini, warna gelap semakin mendominasi wilayah dalam hutan karena cahaya bulan tidak bisa masuk kedalam hutan itu.
Walaupun dengan kondisi seperti itu, para kesatria pemberani dari dua kubu yang berbeda tetap membelah hutan itu tanpa rasa takut sekalipun.
Bahkan rasa lelah mereka dari pertarungan sebelumnya juga tidak mereka pikirkan lagi, yang ada dipikiran mereka cuma untuk keluar segera dari dalam situ.
Semua musuh yang ada dihadapan mereka, mereka tebas tanpa hentinya. Peluh mulai membanjiri badan mereka semua, tenaga sudah hampir diambang batas, serta lelah fisik dan mental semakin terasa. Akan tetapi dungeon itu sepertinya tidak menunjukkan bahwa perjalanan sudah berakhir.
Semakin masuk mereka ke dalam, semakin susah juga tingkatan untuk membunuh monsternya. Diawal mereka cuma melawan moon rabbit, dark sugar glider atau beberapa kawanan moon wolf. Mereka semua dengan mudah disapu bersih, apalagi masalah serigala mereka semua akan lari ketika melihat Archie yang mempunyai titel [Wolf Hunter] dan [Wolf Head Seeker].
Di kedalaman hutan, musuh yang mereka hadapi kembali beragam. Ada Meznir seekor kuda kegelapan yang memiliki tendangan kuat sekuat tendangan Hyuga Kojiro; ada Alpha Moon Rabbit yang hampir serupa dengan Moon Rabbit biasa tetapi hanya lebih besar dan lebih kuat; Dan ada juga beberapa ular dahan alias Wood Snake yang tidak terlalu berbahaya akan tetapi sangat sulit untuk di takedown.
Berjam-jam sudah mereka di dalam hutan akan tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa dungeon ini akan selesai, persediaan mereka sudah diambang batas. Mereka sekarang hanya punya beberapa HP dan MP potion tingkat rendah, jika ada muncul boss monster dihadapan mereka bisa jadi itu akan persinggahan terakhir untuk mereka semua.
"Rasanya dungeon ini seperti tidak ada ujungnya!"
"Berapa lama lagi kita akan bertahan disini? Aku sudah terlalu lelah"
Player dari Guild Nebula mulai mengeluh akan keadaan mereka. Viola dan Viand juga mengetahui itu, semakin lama mereka disini maka semakin jatuh juga mental para pemain lain karena merasa melakukan sesuatu yang sia-sia.
"Tetaplah bertahan! Aku yakin kita semua sudah di penghujung jalan. Semua yang kita lakukan saat ini tidak sia-sia, cobalah kau ingat level berapa kalian sekarang?"
Para player dari Guild Nebula sedikit tersadar dengan perkataan Archie. Saat mereka melihat status dan level mereka sekarang ini, mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan saat ini tidak sia-sia. Mereka mengawali dungeon dengan level yang masih rendah, dan sekarang mereka sudah lebih dari cukup untuk dinilai sebagai pemain ahli.
Viola tersenyum melihat para anggotanya yang kembali mendapatkan semangatnya, ia mulai memikirkan cara untuk mendapatkan Archie ke Guild Nebula.
"Kau hebat juga ya"
"Hebat apanya?" Archie kebingungan dengan tingkah Viola yang tiba-tiba menghampirinya
"Kau bisa menenangkan para anggotaku bahkan aku yang ketua mereka saja tidak bisa melakukan hal itu, aku rasa kau punya bakat untuk menjadi seorang pemimpin kelompok"
"Aku hanya melakukan hal yang biasa jadi tidak bisa disebut hebat, tidak seperti kau yang menjabat sebagai ketua cabang guild besar seperti Nebula berarti mereka melihat potensi dari mu kan?" Archie menunjukkan kerendahan hatinya, Viola sedikit terkejut dengan reaksi Archie barusan. Ia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu dari seorang pemain hebat dimata Viola.
Viola sedikit tersenyum lalu kemudian ia menimpali kembali perkataan Archie.
"Aku baru menemui pemain hebat yang tidak ingin diakui sebagai orang hebat, kau memang aneh Archie!"
"Yap terimakasih atas pujiannya"
*******
Mereka semakin masuk kedalam hutan. Semua hambatan telah mereka lalui dengan susah payah, sehingga sampailah mereka ketempat yang tidak memiliki jalan keluar lagi. Ya mereka tengah berada di penghujung hutan kematian.
Melihat keadaan yang seperti itu, Viola berinisiatif untuk memberikan sedikit arahan kepada para pengikutnya untuk tetap waspada.
"Aku tau kalian semua sudah sangat kelelahan sekarang tapi mau tidak mau kita harus bersiap akan semua kemungkinan yang ada!"
""*Ohhhh!"""
"Melihat mereka entah kenapa aku juga jadi tidak mau kalah ya kan Archie?" Tanya Rick
Archie tidak menjawab pertanyaan Rick, ia melihat sekelilingnya dan mencoba untuk tetap fokus. Setelah sedikit mengerti tentang hal itu, ia kemudian mengambil pedangnya dan mulai bersiap untuk menyerang.
"Ia datang!"
Hanya itu yang Archie ucapkan namun itu sudah cukup untuk membuat semua orang menjadi bersiap.
Lalu muncul musuh yang selama ini mereka cari-cari, seekor kera besar berwarna merah dengan gigi tajam runcing menjulang tinggi.
Kera itu menggunakan senjata bola besi yang ditarik menggunakan tali khusus. Besarnya bukan main, jika itu ada di dunia asli bisa saja manusia yang terkena senjata itu akan mati ditempat itu juga.
[Red Crazy Monkey]
[Elite Boss]
[Level 35]
"Sebuah Elite Boss? Jangan bercanda kita semua sudah tidak memiliki persediaan cukup untuk melawan Elite Boss!"
"Seharusnya begitu, Viand. Tapi itu sudah menjadi resiko kita setelah masuk kedalam dungeon ini" ucap Archie
******
Di entrance dungeon terjadi suatu peristiwa yang cukup mengejutkan. Para player yang berada di sana dikejutkan dengan kemunculan lebih dari 100 player yang terlihat sangar.
Di bahu mereka terdapat lambang kalajengking berwarna merah menyala. Karena lambang itu jugalah para player yang berada di sana menjadi panik dan mulai meninggalkan tempat itu.
Di ratusan player dengan lambang kalajengking merah tadi, terdapat seorang player bertubuh paling besar dari mereka semua.
Tanpa hentinya ia tersenyum, tertawa, hingga menendang-nendang udara yang tak salah sama sekali. Ia sepertinya tengah terlalu gembira atau juga sudah kehilangan akal sehatnya.
"Hahahaha kali ini tamatlah riwayat kau rambut putih! Akan ku tunjukkan bagaimana rasanya jika berurusan dengan Guild Red Scorpion!"
"Boss besar dimana orang yang berani melawan kita itu? Aku sudah tidak sabar untuk membunuhnya"
"Hahaha kita tunggu saja disini, jika ia keluar maka habis sudah riwayatnya!"