
Cepat sekali malam tiba, teriknya cahaya mentari begitu cepat digantikan oleh cahaya rembulan merana.
Ikhsan sekarang ini sudah berada dirumahnya, ia merenungi peristiwa yang terjadi hari ini. Ia merasakan begitu bahagia bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangannya. Hari ini bisa sedikit melupakan apa yang telah ia alami di masa-masa sekolahnya dulu.
Lalu sedikit terlintas di benaknya tentang sikap Rossa hari ini. Ia tidak yakin apakah itu Rossa atau bukan yang ia kenali, karena Rossa yang ia kenali begitu mengerikan bagi Ikhsan.
"Ah sudahlah kalau terlalu lama memikirkan betina itu, bisa-bisa kepala ku pecah!"
Ikhsan langsung menuju kamarnya, ia ingin segera kembali masuk ke dalam Cyrus Online. Setengah hari tanpa bermain itu terasa seperti gigitan nyamuk yang bikin gatal baginya.
Lalu alat seperti kaca mata itu ia kenakan dan ia mulai memejamkan matanya. Seketika ia kembali ke dunia yang begitu berbeda dari sebelumnya.
Ia terbangun di penginapan yang ia sewa beberapa hari yang lalu. Ia memiliki beberapa agenda yang ingin segera ia lakukan. Kali ini satu langkah untuk menuju masa depan cerah ungkapnya dalam hati.
"Uang dari Viola memang begitu banyak, tapi rencana ku tak hanya sampai disitu!"
"Sudah lama aku tak melihat status ku, seingat ku sewaktu melawan boss kemarin aku naik level"
Archie kemudian membuka panel status miliknya, seketika layarnya dipenuhi oleh data-data milik dirinya.
[Status Dasar]
[Nama: D. Archie]
[Level: 23]
[Ras: Manusia/Normal]
[Job: Ronin (Epic Tier) + Enchanter (Basic)
[Fame: 200]
[Mastery: Katana Dual Weilding Mastery lv 1]
[Titel: 5]
[Status Adv]
[STR: 23]
[VIT: 13]
[INT: 80]
[AGI : 25]
[Skill]
[Rapid Slash]
[Judgement Cut]
[Armament]
[Neurotic Cut]
[Dispel]
[Fatamorgana]
[Cresecent Slash]
[Jumping Slash]
[Final Fatal]
[Air Step]
[Titel]
[Lone Wolf]
[Last Man]
[Intelectual Man]
[Wolf Head Seeker]
[Wolf Hunter]
"Wah sudah semakin pesat saja peningkatannya! Tapi apa fungsi dari Fame ya? Mungkin itu semacam ketenaran aja, semakin tinggi semakin terkenal! Hmm baguslah jika hanya 200 jadi masih belum terkenal banget" komentar Archie setelah melihat status miliknya. Ia sedikit keliru memahami salah satu status miliknya, ia tidak mengetahui bahwa ada diantara status miliknya yang akan membawanya ke era kejayaan.
Selepas mengecek status miliknya, Archie langsung meninggalkan tempat itu dan berjalan ke arah selatan kota. Tempat yang ia tuju adalah toko senjata milik Audrey Hepburn, karena ia sudah memiliki janji dengannya.
<<<<<<<<
Di tempat Audrey Hepburn. Pagi itu Audrey menyiapkan tokonya untuk dibuka. Saat ia tengah berberes-beres rumah ia terkejut saat ada sesosok pria berperawakan tinggi dengan pakaian yang lusuh datang ke tokonya.
Ia takut jika pria itu menyerangnya, namun pria itu tidak menyerangnya dan dengan sedikit senyuman mengerikan ia menanyakan seseorang yang barangkali Audrey kenal.
"Kau mencari dia? Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu dan dia?"
"Tenang saja nona aku tidak akan melukai mu atau bahkan orang yang kucari itu! Aku hanya ingin memberikan semua yang ku tahu tentang dunia ini!" Ucap pria misterius itu.
"Aku tidak tahu kapan ia kemari, tapi aku yakin ia akan kembali ke sini ketika sudah menyelesaikan urusannya. Itu yang ia katakan ke kepadaku waktu itu"
"Hmm begitukah? Berarti ia akan kesini dengan segera karena aku yakin ia akan menyelesaikan urusannya itu dengan cepat"
Lalu Audrey dengan masih ada perasaan takutnya menyuruh pria itu untuk menunggu kehadiran Archie di dalam rumahnya.
Ia merasakan hawa yang tidak biasa dari pria itu, dari banyak orang yang ia temui, tak ada yang lebih menyeramkan dari hawa pria itu pikirnya.
>>>>>>
Archie semakin dekat dengan toko milik Audrey. Ia sudah bisa mencium bau logam terbakar dari tempatnya sekarang ini. Namun ada satu hal yang mengganggu Archie saat semakin dekat ke tempat Audrey. Ia merasakan hawa yang sangat mengerikan sekaligus berwibawa dari arah sana. Ia berlari dengan cepat ke tempat Audrey karena ia mengkhawatirkan keadaan temannya itu.
Sesampainya Archie disana, ia langsung saja masuk dan mencari Audrey ketiap sudut rumahnya. Matanya bergerilya dengan cepat keseluruh tempat, namun ia tetap tidak menemukan Audrey.
"Audrey! Audrey! Dimana kau! Kau baik-baik saja kan!" Teriaknya
Mendengar namanya dipanggil Audrey keluar dan langsung menuju Archie.
Ia menatap dengan perasaan takut sekaligus bersyukur karena orang yang ia tunggu telah datang.
Archie bingung dengan keadaan Audrey, ia menanyakan ke Audrey apa yang terjadi namun tidak ada jawaban sama sekali. Archie lalu berinisiatif untuk menunju ke ruang tamu dan ia melihat sesosok pria yang begitu familiar baginya.
"Ah! Akhirnya kau datang"
"Paman?" Archie langsung keheranan melihat orang yang pertama kali ia temui ada dihadapannya sekarang ini
"Kau pasti ingin menanyakan bagaimana bisa aku kemari kan? Mari kita skip saja pertanyaan itu dan langsung menuju inti pembahasan ini"
Archie masih keheranan, otaknya tidak mampu memproses semua keterkejutan ini, otaknya seperti mengalami bottlenext.
"Apa kau sudah bisa mengendalikan Murasame?"
"Hah?" Archie masih bingung
"Aku tanya apa kau sudah bisa mengendalikan Murasame dan mengeluarkan kekuatan sebenarnya dari senjata itu?"
"Aku masih tidak mengerti dengan apa yang paman ucapkan"
"Ah sudahlah sekarang coba lihat status dari Murasame maka kau akan terkejut!"
Archie lalu melihat status senjatanya itu, awalnya ia tidak melihat hal yang berbeda dari status itu. Namun lama-kelamaan matanya menjadi terbelalak, terputar, terjuling karena ia tak mampu memahami apa yang sebenarnya terjadi.
[Murasame]
Damage: 500
Tipe: Katana (1 or 2 hand)
Soul Taken: 50 (soul) 50 remain to next
"Apa maksudnya ini paman? Seingat ku tak ada informasi seperti itu saat pertama kali menggunakannya"
Lalu si pria misterius itu berdiri sambil mencoba memperkenalkan dirinya dan menjelaskan semua yang ia ketahui.
Dari cerita yang ia jabarkan dengan panjang lebar, Archie mengetahui nama si paman itu, Yan Liu.
Ia merupakan seorang Redguard dari kekaisaran Mongolian yang telah menginvansi Cirus beberapa puluh tahun yang lalu.
Ketika itu terjadi perang maha dahsyat yang mengakibatkan ratusan, ribuan bahkan jutaan orang mati sia-sia. Perang memperebutkan sebuah benda yang bernama ARCANA yang bisa memberikan sebuah keajaiban bagi pemiliknya.
Dan Yan Liu dikenal sebagai seorang pembantai, karena ia selalu membantai siapa saja yang ada dihadapannya dengan menggunakan senjata Murasame itu.
Ia mengatakan bahwa Murasame akan mengambil alih jiwa dan pikiran manusia dan seketika membuatnya menjadi liar dan akan membunuh siapa saja.
"Jadi aura kehitaman itu bukanlah salah satu skill dari senjata itu?"
"Benar sekali, itu adalah bentuk representasi dari perasaan kau sendiri. Jika kau sangat ingin membunuh musuhmu maka Murasame akan diselimuti oleh aura hitam pekat, semakin kuat perasaan mu maka semakin pekat pula warnanya" jelas Yan Liu.
"Terus maksud dari soul itu seperti apa?"
"Itu akan terjadi ketika kau berhasil memberikan jiwa kepada Murasame, maka Murasame akan berubah wujud dan kekuatannya akan semakin mengerikan! Jika kau tak siap mengemban semuanya maka kau akan dilahap oleh Murasame!"
"Makanya aku menemui mu untuk memberikan sebuah kekuatan yang bisa membuat mu sanggup menanggung semua itu!"
"Apa kau ingin memberikan ku quest mustahil lagi?" Selidik Archie
"Hahaha benar sekali, tapi aku yakin kau akan menerimanya"
Lalu muncul sebuah pemberitahuan di layar Archie ketika Yan Liu selesai berbicara.
[Hidden Quest: Bunuh si Walikota Tamak!]
Reward:????
Time: Sore hari di alun-alun
Difficulty: Impossible
Archie langsung saja memicingkan matanya setelah melihat pemberitahuan itu, ia terus menyelidiki si paman yang memberikan quest itu. Quest itu sangat misterius, layaknya si pemberi quest yang juga tak kalah misterius.
"Apa kau yakin paman? Membunuh walikota Thousand River City aku bisa di bunuh di tempat itu juga!"
"Kau harus menggunakan akal mu untuk membunuhnya, aku ingin kau membunuhnya saat ia mengadakan pidato di alun-alun sore nanti!"
Archie masih menimbang-nimbang tawaran dari Yan Liu, ia sedikit ragu namun ia begitu penasaran dengan reward yang tanda tanya itu. Ia memiliki sebuah kenangan manis dengan reward tanda tanya, ia jelas ingin sekali mengetahui apa yang akan ia dapat. Inilah judi yang akan ia mainkan.
"Soal rewardnya itu kau pasti akan senang sekali jika mendapatkannya, tapi yang jelas aku tidak memberikan mu sepeser uangpun"
"Ah baiklah paman akan ku coba, tapi aku masih ada waktu kan? Sekarang ini aku ingin mencoba menempa sesuatu dulu. Audrey aku pinjam tempat penempaan milikmu ya!"
Audrey yang juga ikut mendengarkan kisah kilas balik tadi, hanya memberikan sedikit respon ke Archie. Ia juga tidak sabar melihat hasil tempaan milik Archie yang bisa dibilang seperti anak murid baginya.
>>>>>
Selama 6 jam lebih Archie di dalam ruang penempaan milik Audrey. Dari 6 jam itu ia hanya mendapatkan 15 hasil tempaan armor yang ia punya, ia lalu berpikir bahwa menempa itu begitu susah menurutnya pantas saja jarang yang mengambil kelas penempa.
Namun dari semua itu, ia juga mendapatkan sebuah skill pasif yang mungkin bisa berguna bagi dirinya.
[Hand Mastery lv 1 didapatkan]
(Meningkatkan kecepatan dan kelihaian dalam menggunakan tangan sebanyak 7%)
[Handycraft Mastery lv1 didapatkan]
(Meningkatkan tingkat keberhasilan membuat benda sebanyak 5%)
[Beginner Forger Lv2]
(Keberhasilan suatu tempaan meningkat sebanyak 3%)
(Anda mendapatkan titel!)
[Small Thing]
(Menambahkan tingkat keberhasilan suatu barang olahan menjadi 10%)
Tentunya usaha tidak pernah mengkhianati hasil, walaupun masih jauh dikata hebat, akan tetapi semua hal yang Archie dapatkan akan sangat berguna nantinya.
Dari 15 hasil olahannya, ia mendapatkan satu barang olahan yang berkualitas paling bagus, sisanya hanya biasa saja.
[Red Crazy Monkey Armor]
[Defense: 200]
[Durability: 400]
[Tingkat: Fine Silver]
(Spesial item! Anda bisa memberikan tanda nama di benda ini)
Archie tentu jelas tak mengerti akan hal itu, ia lalu menanyakan hal tersebut ke Audrey dan ia mendapatkan jawaban yang tepat sekali.
"Jadi aku bisa membuat sebuah tanda nama di armor ini?"
"Ya begitulah, nantinya armor itu akan terlihat berbeda dari yang lainnya karena ada sebuah tanda nama penempa di situ!"
Tanpa waktu lama, Archie langsung memberikan sebuah signature di armor itu. Lalu tiga huruf tercetak di armor itu dengan sangat indah dan elegan. A.C.I itu lah signature milik Archie.
Setelah memberikan signature itu, Archie memberikan dua buah kertas berisi resep untuk membuat armor seperti miliknya.
Audrey heran dengan sikap Archie yang seperti itu, ia tidak pernah berpikir bahwa Archie dengan senang hati memberikan resep penempaan miliknya.
"Aku sudah mencatatnya di kertas lain jadi tenang saja, aku kan sudah berjanji untuk membantumu membangun toko ini, maka pajanglah armor itu di toko ini!"
"Hahaha dasar kau ini aneh sekali. Kau tau berapa mahalnya sebuah resep penempaan? Kau malah memberikannya secara gratis! Aku tidak akan menerimanya kecuali kau juga mengambil keuntungan dari ku bagaimana kalau 50-50?"
"Tidak aku tidak mau kalau 50-50, lebih baik 70-30 saja, kau harus mau negosiasi ditutup!" Ucap Archie lalu dia segera menghindari Audrey karena ia tahu sebentar lagi ia akan dilabrak olehnya.
"Dasar! Ah kalau begini caranya aku bisa jatuh cinta, kau memang penjahat wanita Archie!"
"Hahaha terimakasih atas pujiannya!"
********
Sore itu di sekitaran alun-alun kota Thousand River City tengah ramai orang berkumpul.
Hari ini adalah jadwal walikota Thousand River City memberikan pidatonya kepada semua rakyatnya termasuk player.
Banyak player yang juga melihat walikota itu berpidato, ada pula player yang maju untuk menyerahkan quest yang sedari awal sudah di rencanakan oleh walikota.
"Aku berjanji akan memberikan kehidupan yang layak kepada seluruh warga Thousand River City dari golongan manapun semuanya sama bagi ku!" Ucap si walikota dengan nada seperti seorang tokoh revolusioner asal Soviet.
Ditengah-tengah keramaian itu, terdapat seseorang dengan pakaian serba hitam tengah asik mendengarkan pidato itu sambil menyantap tomat segar yang barusan ia beli dari seorang pedagang.
Tentunya para player mengetahui orang yang memakan tomat itu adalah player, karena ia membawa senjata dan equipment yang sangat terlihat seperti seorang novice.
"Oi lihatlah player itu, ia menghabiskan uangnya hanya untuk beli tomat!"
"Haha bodoh sekali rupanya novice itu, itu hanya akan menghabiskan uangnya!"
"Aku yakin ia tidak memiliki uang sisa lagi"
Banyak komentar terhadap si player serba hitam itu namun ia tetap mendengarkan pidato dari si walikota walaupun sebenarnya ia tak mendengarkannya juga. Ia tahu bahwa semua yang diucapkan oleh walikota itu hanyalah janji palsu yang akan menghancurkan warganya sendiri.
"Ternyata disini juga seperti ini ya politiknya! Hmm aku sedikit muak dengan ucapan si walikota itu" ucap si player
"Oi berhati-hatilah ketika berbicara, kau bisa ditangkap oleh penjaga"
Namun teguran dari player itu tak ia dengarkan. Ia semakin muak dan akhirnya melemparkan tomatnya ke arah walikota.
Tomatnya tepat mengenai pakaian walikota. Semuanya tercengang karena melihat player misterius itu dengan berani melempar walikota menggunakan tomat.
Namun yang lebih mencengangkan adalah walikota tidak menggubris hal itu, ia tetap melanjutkan pidatonya dengan senyuman manis di wajahnya.
Melihat hal itu si player misterius kembali melempar tomatnya, namun kali ini ia melemparkannya tanpa henti.
Tomat itu tepat mengenai walikota tak ada satupun meleset, dan tomat terakhir sangat telak mengenai wajah si walikota dan membuatnya wajahnya penuh merah tomat.
"Hoi kau berlebihan penjaga akan memenggal mu!" Ucap player lainnya
Namun mereka semua terkejut ketika melihat para penjaga tidak ada yang peduli akan hal itu, para penjaga itu memang melihat si pelempar tomat namun mereka tetap tidak peduli bahkan tak bergerak satu inchi pun.
"Oi berhentilah berbicara omong kosong dasar **** gendut!"
Kali ini sikapnya sudah keterlaluan, para player lain hanya bisa geleng-geleng kepala namun tidak bagi para penjaga, mereka tetap di tempat mereka.
"Penjaga tangkap orang yang menghina ku itu!" Perintah si walikota
Para penjaga tetap dengan kayakinan mereka, mereka tidak bergerak dari tempat mereka dan membiarkan hal itu terjadi.
"Penjaga! Penjaga! Kau tidak dengar perintah ku dasar penjaga tak berguna!"
Semua sikapnya sebenarnya si walikota terpampang jelas ke seluruh penjuru kota Thousand River City. Mereka begitu kecewa melihat walikota mereka ternyata begitu licik dan picik.
"Kemari kau *******, kau berani sekali menghina ku di hadapan rakyatku!"
Ternyata sebelum walikota itu memanggil si player yang melempari tomat tadi, ia sudah berada di hadapan sang walikota. Lalu hanya dengan beberapa momen saja, sebuah kepala terpenggal dan menggelinding dengan manja di tanah White River City.
Semua yang melihat kejadian ini langsung heboh, para NPC panik, player ikutan panik karena berpikir mereka akan mengalami hal buruk jika masih berada di situ.
"Dia membunuh walikota!"
"Oi player itu gila! Ia merusak sistem game!"
"Oi lari dari sini sebelum para penjaga menangkap kita! Karena dia kita mungkin mengalami hal yang buruk!"
Para penjaga yang sedari tadi diam, kini mereka bergerak langsung mengepung sang pembunuh walikota. Mereka berniat menangkap si pembunuh dan melakukan hukuman yang berat terhadapnya, namun mereka terkejut saat melihat tubuh dari walikota kembali menyatu namun dengan keadaan yang aneh.
Kepala dari walikota itu kembali tersambung ke badannya, namun seketika kepala itu berpecah menjadi 3 bagian yang memiliki wajah berbeda-beda.
Dan badannya yang gemuk seperti ****, semakin membesar dan seperti membentuk bola besar.
"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh paman itu! Kalau begini maka tak ada cara lain selain membunuh si gendut tiga rupa ini!" Ucap si pembunuh sambil melepaskan penutup kepalanya dan terlihatlah rambut putih yang begitu terang.
"Rrrrr kau....berani sekali kau....akan kubunuh kau waaaa...!!"