
Archie kini menjelajahi sebuah tempat yang terasa seperti sebuah tempat persembunyian, atau juga seperti bunker yang telah lama ditinggalkan.
Bermodalkan penerangan yang diberikan oleh Jink, Archie berjalan dengan tingkat kewaspadaan yang tidak turun-turun semenjak awal dirinya memasuki tempat ini.
Archie tidak mengendorkan pengawasannya terhadap sekitarnya, ia selalu waspada untuk bersiap dalam setiap kesempatan.
Sepanjang perjalanannya, Archie tidak bertemu dengan satu monster pun. Archie hanya ditemani oleh Jink yang bertugas menjadi penerang jalan, serta sarang laba-laba yang sangat banyak di sudut-sudut ruangan.
"Jink berhenti!" Archie tiba-tiba menyuruh Jink berhenti.
Archie mulai merasakan sebuah hawa menyerang dari arah depannya, Archie merasa bahwa hawa itu masih jauh dari dirinya dan Jink, namun semakin lama hawa itu menjadi terasa semakin dekat dengan Archie dan itu langsung membuat Archie menarik pedangnya dan bersiap menebas apa saja yang menghadangnya itu.
Lalu muncul makhluk yang Archie rasakan hawa keberadaannya tadi, sekelompok kelelawar yang menyerang Archie dan juga Jink.
[Tomb Bat]
[Level: 25]
[HP: 100/100]
"Kelelawar kah? Jink kita habisi para kelelawar itu!" Ucap Archie pada Jink yang dibalas oleh Jink dengan lolongan panjang.
Selepas itu, Jink langsung melompat ke atas sambil berputar-putar yang karena itu mampu membuat sebuah tornado api walaupun masih dalam skala kecil.
Akibat serangan yang dikeluarkan oleh Jink itu tadi, banyak Tomb Bat yang terbakar habis akibat serangan Jink.
Archie tidak mau kalah dengan Jink, ia pun menarik Murasame miliknya lalu Archie memberikan sebuah tebasan yang sangat cepat dan seketika membuat kawanan kelelawar itu terpotong-potong hingga ke bagian terkecil.
"Nama monster ini Tomb Bat, berarti tempat ini adalah kuburan atau tempat peristirahatan terakhir"
"Hmmm. . . . Apakah tempat ini adalah tempat peristirahatan terakhir raja-raja terlebih dahulu ya?" Ujar Archie sambil memunguti hasil drop item dari Thomb Item tadi.
Setelah memunguti item-item itu tadi, Archie kemudian melanjutkan langkahnya untuk mencari ujung dari tempat yang ia masuki itu, terlebih lagi saat ini ia juga mengetahui satu hal yaitu ia menemukan sebuah makam kuno yang memungkinkan ada sesuatu yang berharga di dapat oleh Archie nantinya.
………
Archie kini tiba di persimpangan jalan setelah cukup lama berjalan di dalam tempat itu. Pertama Archie mengambil jalan ke sebelah kiri, namun ia kembali ke tempat awal karena ternyata jalur kiri itu merupakan sebuah jalan buntu.
Akhirnya Archie pun berjalan ke arah sebaliknya yaitu kanan, namun tetap saja ia menemukan sebuah jalan buntu di penghujung jalan itu.
Archie pun memilih untuk kembali ke tempat awal, lalu Archie mulai berpikir tentang hal-hal aneh yang menganggu pikirannya itu.
"Di jalur sebelah kiri buntu, tetapi di kanan juga buntu!"
"Apa sebenarnya yang terjadi, apa aku sudah melupakan suatu hal yang menjadikan semua hal ini terjadi?"
Archie lalu teringat dengan beberapa pesan yang ia temui sebelumnya, karena mengingat hal itulah Archie mencoba mencari hal yang serupa di kedua jalur tersebut.
Archie memulainya dari jalur kiri. Sambil mengedarkan pandangannya dengan sangat tajam, Archie mencoba mencari sebuah tulisan kuno seperti yang ia lihat di awal-awal tadi.
Archie sudah terlihat seperti orang gila yang terlalu asik dengan sendirinya. Dengan tatapan mata yang mengerikan ia terus mencari sebuah simbol, tanda ataupun pesan peninggalan kerajaan kuno itu.
Archie menemukan sebuah benda yang ia pikir cukup misterius. Benda itu adalah sebuah batu yang berbentuk seperti bulan sabit, Archie terus memperhatikan benda itu dan kini ia sudah mulai mengerti tentang pesan tersembunyi yang ada di situ.
"Jadi aku harus mencari satu benda yang seperti ini lagi kah? Berarti satunya lagi ada di jalur sebelah kanan"
Archie lalu bergerak ke jalur sebelah kanan, di sana ia kembali menemukan sebuah benda yang sama persis dengan yang ia baru saja temukan itu tadi.
Kemudian ia kembali ke tempat awal, sambil memperhatikan kedua batu berbentuk bulan sabit itu. Lalu Archie menyatukan kedua buah batu yang berbentuk bulan sabit itu, sehingga menjadi sebuah batu yang berbentuk bulan yang utuh seperti bulan purnama.
Ketika kedua batu itu disatukan oleh Archie, batu itu memancarkan sinar yang sangat terang, sinar itu mengarah ke sebuah dinding yang berada tepat di depan Archie itu.
Ternyata di dinding itu terdapat sebuah lukisan bulan purnama yang begitu terang, Archie berpikir lukisan itu cuma bisa dilihat jika kedua batu sudah disatukan, karena saat ia belum menemukan batu itu Archie sama sekali tidak melihat lukisan apapun di dinding yang menghalangi jalannya itu.
Sinar yang terpancar dari batu itu tadi perlahan-lahan mulai meredup hingga akhirnya tidak bercahaya lagi, setelah itu dinding tadi terbuka secara perlahan.
Dan akibatnya, Archie juga ikut repot karena ulah dari orang yang membuat hal-hal tersebut.
"Jika aku tidak mendapatkan barang yang bagus setelah repot-repot seperti ini, akan ku pastikan aku akan membunuh orang yang sudah membuat hal ini walaupun ia sudah mati sekalipun!" Ucap Archie lalu ia memberi isyarat kepada Jink untuk kembali berjalan menyusuri ruangan itu tadi.
Cukup lama Archie menyusuri lorong itu akhirnya Archie sampai ke titik terakhir dari lorong itu.
Sesuai dengan dugaan Archie, tempat itu memang sebuah makam kuno. Melihat dari betapa rumitnya untuk mencari tempat itu, Archie menduga dirinya akan mendapatkan sebuah harta yang cukup berharga di dalam sini.
Sambil terus berhati-hati, Archie mendekat ke sebuah peti mati yang Archie yakini sebagai orang yang membuat semua hal ini.
Namun ketika ia sudah selangkah lagi, tiba-tiba peti itu mengeluarkan sebuah cahaya berwarna hijau. Cahaya itu seakan melindungi peti itu untuk tidak disentuh ataupun dicuri oleh orang-orang yang sudah pernah memasuki tempat itu, setidaknya baru Archie yang melakukan hal itu.
"Barrier kah? Sampai kapan orang mati ini terus menyusahkan ku?" Ucap Archie begitu ia melihat barrier yang menghalangi peti itu.
Tidak mau menyerah dengan kondisi seperti itu, terlebih lagi karena Archie yang sudah dengan susah payah berjuang hingga ke tempat itu. Archie pun mencoba untuk menyerang barrier itu.
Berbagai serangan dan skill dilancarkan oleh Archie, Archie berpikir jika ia menyerang barrier itu setidaknya hal itu bisa membuat barrier itu melemah ataupun menghilang.
Namun usaha Archie itu sepertinya sia-sia, bukannya melemah setelah diserang tetapi barrier itu malah semakin kuat saja setiap Archie melancarkan serangan ke arah barrier itu.
Nafas Archie tersengal-sengal, tubuhnya kelelahan dan berkeringat banyak, dia sudah kehabisan cara untuk meladeni barrier itu.
Tetapi ia tetap tidak ingin menyerah dan mengalah begitu saja, terlebih lagi saat ini harta karun itu sudah di depan matanya.
"Aku harus mencoba hal itu" ucapnya dengan senyuman khasnya.
Lalu Archie pun menutup matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam, ia mencoba untuk memakai Devil Trigger itu.
Tetapi baru saja ia hendak mencobanya, Archie sudah di serang oleh sesuatu yang ia tidak ketahui dan ia pun kebingungan dengan hal itu.
Archie melihat kesekelilingnya, ia mencari-mencari apa yang sudah menyerangnya tadi namun ia tidak menemukan apapun selain peti mati yang dilindungi oleh barrier berwarna hijau itu.
"Kau tidak akan bisa menggunakan kekuatan iblis di sini, di sini adalah tempat suci!" Terdengar suara yang begitu berat di udara.
Archie pun jadi ikut melihat kesana kemari karena suara itu, lagi dan lagi ia tidak menemukan apapun di situ. Hanya ada dirinya seorang di dalam situ, namun suara itu begitu jelas terdengar di telinga Archie.
"Siapa kau? Apa urusan kau denganku ha?"
"Bukankah itu pertanyaan yang harus ku lontarkan kepadamu wahai manusia! Apa yang kau lakukan di sini? Dan bagaimana caranya kau bisa sampai di tempat ini? Ini adalah tempatku!"
Archie langsung sadar kalau suara yang ia dengar itu tadi berasal dari orang yang membuat tempat ini, dan kemungkinan besar hal itu bersumber dari peti mati yang terhalang barrier itu.
Archie jadi lebih berhati-hati kali ini, ia mulai menyiapkan dirinya jika nantinya ia harus berhadapan dengan suatu hal yang merepotkan bagi dirinya.
"Apa kau orang yang membuat semua ini?" Tanya Archie.
"Ya, itu benar sekali. Aku yang membuat tempat ini untuk menyembunyikan suatu pusaka yang dapat membunuh monster yang hanya diriku yang bisa membunuhnya"
"Katakan padaku wahai anak manusia, apa yang membuatmu datang ke tempat ini? Apa kau ingin mencuri benda pusaka itu dariku?" Ucapnya lagi.
Lalu dari peti itu, barrier berwarna hijau itu tadi berkumpul dan membentuk sesosok orang yang terlihat seperti seorang Elf namun wajahnya terlihat begitu berwibawa dan memiliki aura seorang raja yang agung.
Archie pun merasa tertekan dengan aura yang dipancarkan oleh sosok itu, namun Archie mampu menahannya walaupun kakinya bergetar hebat akibat hal itu.
"Oh ternyata kau hebat juga bisa menahan aura ku ini, rasanya aku jadi teringat seorang manusia yang sempat bertarung denganku di masa lalu" ucap sosok itu dengan wajah tersenyum.
"Omong kosong! Apa hubungannya diriku dengan masa lalu milikmu itu ha? Sekarang kau hanyalah roh mati penasaran!" Ucap Archie yang sangat kesal dengan ulah dari sosok roh itu.
Sosok itu hanya tertawa kecil mendengar ucapan Archie itu, ia kembali jadi teringat orang yang sempat ia singgung tadi.
Entah kenapa bagi sosok itu, ketika ia melihat Archie ia seperti melihat orang yang pernah ia temui itu. Wajahnya, perangainya, hingga aura yang dikeluarkan Archie pun juga begitu mirip dengan sesosok orang yang pernah ia temui itu.
"Katakan padaku sekali lagi wahai anak manusia, apa tujuanmu datang kemari. Aku akan berbaik denganmu sesuai dengan apa tujuanmu datang ke sini!" Ucap sosok itu lagi.