Cyrus Online

Cyrus Online
62. Bad Situation



"bagaimana keadaan guild dik?"


"Kak Rena tenang saja! Aku pasti akan melaksanakan tugasku dengan baik kok, dan kakak apa sudah sampai ke Nilfelin?"


"Belum. Kami memutuskan untuk beristirahat dulu di hutan Wallnut, baiklah kalau begitu kakak akan kembali kesana, kakak kesian juga dengan si Archie itu"


"Eeh? Kakak menitipkan tubuh virtualmu ke rambut putih itu!"


"Ya, begitulah hehe!" Ucap Rena dengan senyuman manis..


Setelah percakapan singkat itu, Rena kembali ke kamarnya dan dengan cepat ia memakai sebuah benda yang terlihat seperti kacamata namun terlihat lebih canggih.


Rena berbaring di atas kasurnya, dan mulai memejamkan matanya layaknya orang hendak tidur, dan lalu pandangannya tiba-tiba berubah drastis.


Perlahan namun pasti, terlihat kelopak mata yang terbuka dengan sangat lamban.


Perlu beberapa detik bagi kelopak mata itu untuk mekar.


Dan setelah mekar, nampaklah mata yang begitu indah layaknya Ruellia tuberosa yang masih masuk ke keluarga kencana. Berwarna ungu yang indah untuk dipandang mata.


Pemilik dari mata indah itu, tidak lain adalah Viola. Si ketua Nebula Re-Estize Empire itu baru saja kembali ke dalam game dan ia begitu terkejut saat menyadari ada yang salah dengan dirinya.


"Kenapa aku terkurung disini? Dimana ini?" Tanya Viola keheranan


"Ahh kapten, syukurlah Kapten telah kembali huwaa!" Venus menangis saat mengetahui kaptennya telah kembali


"Eeeh Venus? Apa yang terjadi disini Venus? Dimana Archie?"


"Saya juga tak tau kapten! Huwaa"


Viola mencoba menenangkan Venus yang terlalu histeris sambil memahami keadaan mereka berdua.


Viola masih tak tahu kenapa mereka berdua bisa berada di dalam situ, setelah lama berpikir muncullah dua orang penjaga yang memiliki telinga lancip.


"Elf? Jadi kami di tahan oleh tentara Elf" batin Viola


Dua penjaga itu lalu membuka segel dari sel Viola dan Venus. Sebenarnya Viola ingin memberontak disitu, namun keadaannya tak memungkinkan karena senjata miliknya hilang yang kemungkinan besar diamankan oleh tentara.


"Kalian berdua ikut kami! Yang Mulia Elondil ingin bertemu dengan kalian" ucap kedua penjaga


Mereka berdua lalu digiring oleh dua penjaga tadi untuk bertemu dengan Raja Elondil. Viola dan Venus pun mau tak mau harus mengikuti instruksi dari kedua penjaga tadi tanpa memberikan perlawanan.


'Archie kupercayakan semuanya padamu!'


*******


Viola dan Venus lalu dibawa ke hadapan Raja Elondil di sebuah ruangan pertemuan.


Di dalam ruang pertemuan itu banyak terlihat para petinggi kerajaan dan bangsawan elf. Berbagai macam reaksi tercipta di wajah mereka, salah satunya ialah Lusirele.


Komandan pasukan Elf itu begitu terkejut melihat seorang Elf yang dibawa itu. Ia mengingat-ingat siapa Elf itu dan akhirnya ia menemukan jawabannya.


"Venus kau kah itu?"


Venus terkejut saat mengetahui ada seorang Elf yang tahu namanya, ia pun melihat ke arah orang itu dan semakin terkejutlah ia. "Komandan Lusirele?" Ucapnya


"Kau kenal orang ini Lusirele?"


"Yah, saya kenal orang ini yang mulia Elondil! Dia salah satu didikan ku sewaktu mengajar di pelatihan" ucap Lusirele dengan mantap.


Semua orang yang di ruangan itu lalu kaget mendengar hal itu, mereka semua tak menyangka bahwa ada seseorang Elf yang hendak menyerang kaumnya sendiri dan meminta bantuan dari manusia biasa. Begitulah pikiran mereka awalnya.


Raja Elondil pun akhirnya mempertanyakan maksud kedatangan mereka berdua ke Nilfelin. Viola serta Venus pun akhirnya menjelaskan bahwa kedatangan mereka hanya untuk menemani seseorang menjelajahi hutan Razolore.


"Jadi kalian sekutu dari para manusia yang merusak hutan kami itu ya?" Elondil masih tak percaya dengan mereka berdua


"Sekutu mereka? Apa maksud Anda? Kami baru saja datang kesini" ucap Viola dengan suara agak meninggi.


Venus tak dapat berkomentar apapun. Ia bahkan hampir pingsan melihat ketegangan antara Viola dan Raja Elondil.


"Berani sekali kau manusia!"


Makian mulai terdengar di ruangan itu. Semakin lama semakin keras makian itu, hingga pada akhirnya Lusirele menenangkan mereka semua dengan mengeluarkan aura miliknya.


Semua orang yang berisik tadi langsung diam seketika. Sedangkan Viola merasakan tekanan yang berat ketika Lusirele menenangkan publik tadi.


'Auranya begitu berat! Dia bukan sembarang orang" batin Viola


Selepas keadaan sedikit tenang, Raja Elondil kembali bertanya ke Viola.


Tetapi kali ini ia bertanya tentang pedang samurai yang membuat keadaan di kerajaan itu jadi kacau.


"Perlihatkan tayangan itu kepada dirinya" Elondil memberi perintah


Dengan sigap seseorang membawa sebuah benda yang terlihat seperti bola sepak, namun terbuat dari kaca.


Dengan membaca beberapa mantra, bola kaca itu lalu memperlihatkan tayangan keadaan kota.


Mulut Viola tak bisa berhenti ternganga setelah melihat tayangan itu. Ia tak dapat membayangkan apa yang terjadi di kota Nilfelin.


"Jika kau tak bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi! Aku Elondil Hlaenddare bersumpah atas nama Kerajaan Narannas akan memberikan hukuman setimpal untuk kalian para manusia!" Ucap Elondil dengan penuh kemurkaan.


Viola dan Venus semakin tak berdaya dengan ancaman tersebut. Mereka sudah menjelaskan apa yang mereka perbuat namun tak ada seorang pun yang mempercayai perkataan mereka.


Di saat situasi di ruangan itu jadi semakin kacau, tiba-tiba muncul seorang penjaga dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan.


Dengan nafas yang tersengal-sengal ia memberikan sebuah pesan yang langsung mengejutkan siapapun pendengarnya.


"Lapor...lapor! Seseorang! Seseorang!"


"Tenanglah ambil nafas dulu! Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Lusirele


Dengan keadaan yang masih shock, penjaga itu berkata lagi. "Ada seorang manusia yang berhasil masuk ke kota!"


"Apa? Jangan bercanda di situasi seperti ini!" Lusirele sedikit marah, ia mengira penjaga itu sedang bercanda.


"Tidak komandan! Hamba bersumpah atas nama roh agung! Manusia itu berhasil masuk ke kota dan ngerinya lagi manusia itu telah mengalahkan 50 orang kita"


Semua orang lalu tercengang mendengar berita itu apalagi untuk Lusirele. Ia begitu yakin dengan kekuatan pasukan yang ia bawahi.


"Berapa orang yang menyerang kita?" Kali ini Elondil yang bertanya


"Satu orang Yang Mulia! Tidak kurang dan tidak lebih" ucap penjaga itu


Lusirele langsung saja mencengkram penjaga itu dengan sangat kuat. Dengan rasa amarah yang membara ia lalu melampiaskan amarahnya itu ke penjaga tadi.


"Sudah kubilang jangan bercanda! Kau ingin ku penggal disini kah ha?"


"Maafkan hamba Komandan Lusirele, tetapi memang ia hanya seorang saja"


"Bagaimana bisa seorang manusia bisa mengalahkan 50 orang kita? Ha?"


"Hamba juga tak tahu Komandan Lusirele! Manusia itu selalu berteriak 'Kembalikan pedangku!' dan 'Dimana Viola!'"


Lusirele nampak tak senang dengan cerita itu, ia melempar penjaga itu dengan sangat kuat. Dengan amarah yang masih bersisa ia berkata. "Bawa aku menemui manusia itu! Aku ingin melihat dengan mataku sendiri betapa kuatnya dia!"


"Baik Komandan!" Ucap para penjaga yang lain dengan serempak.


Lusirele dan para penjaga meninggalkan ruangan pertemuan dan segera mendatangi manusia yang dimaksudkan tadi.


Ruangan pertemuan yang awalnya ramai tadi, kini jadi senyap setelah Lusirele pergi dari situ.


Elondil pun juga jadi lemas setelah mengetahui kerajaannya di urak-arik oleh seorang manusia. Dan parahnya lagi hanya satu orang, tak kurang dan tak lebih.


Elondil pun hanya bisa memijit keningnya dan rambutnya yang tak gatal.


Sedangkan untuk Viola dan Venus ada secerah harapan bagi mereka berdua untuk lepas dari situasi yang tak menguntungkan itu.


"Damn you Archie!" Ucap Viola dengan senyuman manisnya