
Setelah pertarungan itu, Archie dan yang lainnya kembali ke Corde untuk beristirahat.
Sebenarnya maksud kedatangan mereka awalnya hanya untuk makan dan bersantai, namun semua berubah ketika Archie mengajak duel Cid karena Cid menggoda gurunya, Alicia.
"Jadi begitulah kira-kira awalnya nona Viola" Alicia coba menerangkan apa yang sebenarnya terjadi.
Viola pun mengangguk sambil tetap mencengkram wajah Archie sedari tadi.
Viola nampak begitu kesal dengan Archie karena tingkahnya itu.
"Aku mohon lepaskan cengkramanmu dari wajahku! Aku ingin makan, aku lapar!" Teriak Archie yang masih di cengkraman Viola.
Viola memejamkan matanya lalu ia melepaskan cengkramanya dari wajah Archie, ia membuang muka setelahnya.
Archie menggosok-gosok wajahnya yang terasa aneh setelah lama dicengkeram oleh Viola.
Karena perbedaan level dan status STR, cengkraman yang biasa saja menjadi menyakitkan.
"Apaan sih kau ini Viola! Datang-datang langsung main cengkram wajah orang saja, kalau aku tak tampan lagi apa kau mau tanggung jawab ha?" Archie protes dengan Viola.
"Oh kau merasa tampan ya? Hmmm begitukah?" Balas Viola dengan sambil berseringai tajam.
Melihat ekspresi dari Viola, Archie langsung membuang wajahnya dan lalu ia berbicara dengan bartender sebagai pengalihan.
Ia merasakan hawa mengerikan dari tatapannya Viola.
Viola membuang nafasnya melihat tingkah laku Archie yang begitu absurd itu. Namun setelah itu ia tersenyum karena hal itu, ia kembali merasakan momen yang pernah dulu ia rasakan.
"Ternyata kau tak berubah ya" ucap Viola dalam hatinya.
Setelah mereka memesan makanan dan minuman, mereka kembali berbincang-bincang tentang tujuan mereka berada di sana.
"Sebenarnya tidak ada tujuan khusus untuk kami, kami hanya ingin bersantai di sini" ucap Viola menceritakan tujuan Nebula.
Archie juga mulai menceritakan tujuannya ke kota Ishavil, lalu ia tersadar bahwa ia harus menemukan teman Alicia untuk mengetahui Arcana lebih jauh.
Archie dengan cepat menghabiskan makanan miliknya dan langsung meminum moonshine dalam satu kali tegukan, hal itu menjadi kejutan bagi semua pengunjung bar sebab Archie mampu menenggak moonshine dalam sekali tegukan, sama seperti yang dilakukan oleh Cid.
Bahkan sang raja moonshine Cid juga ternganga melihat aksinya Archie.
"Boleh juga dia" komentarnya.
************
Setelah membayar pesanan mereka. Archie, Alicia dan Jinx si rubah kecil melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari teman Alicia.
Menurut Alicia, temannya itu memiliki sebuah tempat penelitian di kota itu. Dan pada akhirnya mereka bertiga mencarinya sesuai dengan petunjuk dari Alicia.
Mereka mencari tempat itu sambil mengelilingi kota Ishavil. Kota itu begitu ramai dengan orang hilir mudik dan segala macam aktivitasnya.
Dan satu hal yang paling sering di jumpai di kota ini, adalah bengkel penempaan.
Begitu banyak bengkel penempaan yang ada di kota ini. Mulai dari yang besar hingga yang kecil sekali terdapat di kota ini, dan akibat hal itu ekonomi di kota ini begitu maju dan pesat.
Tiada henti dan jemu Archie melihat ke sekelilingnya yang dipenuhi oleh bengkel penempaan dimana-mana, bahkan ia begitu senang datang ke kota ini.
Tingkah laku Archie tak lepas dari sorotan Alicia. Ia jadi penasaran dengan Archie dan ia pun menanyakannya ke Archie.
"Sedari tadi kau selalu melihat bengkel penempaan itu, apakah kau senang bisa kesini?"
"Ahhaha, ya aku senang sekali bisa ke kota ini guru!"
Mereka terus berjalan ke arah mata angin yang membawa mereka, hingga pada akhirnya mereka sampai di tempat yang disebutkan oleh Alicia.
Sebuah gedung biasa, bahkan terlalu biasa untuk disebut. Genteng berlobang di sana-sini, ada beberapa bekas kikisan angin di bagian temboknya, dan yang paling memprihatinkan adalah gedung itu seperti mau runtuh.
Ada keraguan muncul di wajah Archie, ia tidak yakin bahwa ini adalah tempat yang disebutkan oleh Alicia.
Tetapi ia kembali melihat wajah gurunya jtu itu, yang sedari tadi senyum-senyum tak jelas setelah sampai di situ.
'kau bilang tempatnya mewah' batin Archie.
Sambil membuang nafasnya dengan berat, Archie akhirnya masuk kedalam gedung yang sudah sekarat itu.
Kali ini tampilan di dalam gedung lebih buruk lagi. Buku-buku berserakan, lemari terjungkal balik seperti sedang jugling, dan ditengah-tengah itu terdapat seorang pria paruh baya yang sedang terbaring lemas di atas dipan yang terlihat reyot. Lebih buruk dari kapal pecah, lebih parah dari bekas mortar, tapi seperti di terpa tornado yang sering melanda Texas.
Melihat pria paruh baya yang tergeletak itu, Alicia dengan sigap langsung menghampirinya. Alicia lalu menggoyang-goyangkan badan dari si pria tersebut namun masih tak ada respon balik.
Archie mengetahui bahwa si pria itu hanya lemas saja karena tak makan berhari-hari, dan juga si pria tersebut sedang menikmati pelukan dari Alicia, ya muncul sebuah kesimpulan di kepalanya Archie bahwa pria itu adalah orang yang cabul.
"Oi paman mau berapa lama lagi kau ingin menikmati pelukan dari guruku ha? Kau punya pilihan untuk bangun segera atau aku akan membuat mu tidur selamanya!" Ucap Archie sambil mengeluarkan pedangnya.
Alicia jadi sedikit bingung dengan Archie, akan tetapi berbeda dengan si paman mesum itu. Ia langsung bangkit dari pingsan semuanya dan langsung bersikap cool.
"Jadi mau apa kalian kesini?" Ucap si paman mesum dengan gaya yang cool dan sambil memainkan kumisnya.
Alicia yang merasa terbodohi oleh tingkah si paman mesum itu, akhirnya ia mulai melampiaskannya ke paman mesum itu yang berakhir dengan kemenangan Alicia via tap out.
**********
"Perkenalkan orang mesum itu adalah pemilik gedung ini sekaligus temanku semasa di Akademi dulu namanya Rutland!" Alicia memperkenalkan si paman mesum ke Archie.
Archie terus terusan memandangi Rutland dengan tatapan serius. Ia berpikir bahwa hari-harinya akan sangat berat kedepannya.
Setelah perkenalan singkat, akhirnya mereka mulai menuju ke pembahasan yang lebih serius lagi.Archie mulai menanyakan perihal Dark Arcana ke Rutland.
Lalu setelahnya tanpa bicara, Rutland beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah tumpukan buku.
Ia memilih-milih buku yang ada di tumpukan itu, setelah menemukan buku yang kiranya benar Rutland lalu membersihkan buku itu dari debu-debu yang menempel.
Ia kembali ke tempat duduk sambil membacakan isi buku tersebut kepada Archie. Archie memperhatikan apa yang disampaikan oleh Rutland, ia merasa bahwa Rutland seperti dosendi kampusnya yang sangat suka mengajar dengan cara seperti itu.
Ia terus-menerus mencoba bertahan dengan rasa kantuk yang ia terima karena cerita yang di bacakan oleh Rutland sangat membosankan, bahkan Alicia dan Jinx sudah lebih dulu out karena hal tersebut.
"Dark Arcana adalah benda magis yang dibuat oleh orang-orang Gilzaz untuk menandingi Arcana buatan Arbanas"
"Dark Arcana memberikan efek samping kepada para penggunanya dan mungkin saja Dark Arcana akan mengambil alih jiwa dari penggunaannya"
Archie mulai paham dengan Dark Arcana. Dan hanya satu masalah lagi yang ia alami, yaitu dimana ia menemukan Dark Arcana yang disuruh oleh Yan Liu.
"Kenapa kau ingin mencari Dark Arcana? Apakah kau ingin menggunakan Dark Arcana dan akan menghancurkan kerajaan ini?"
"Tidak, aku hanya ingin menyelesaikan permintaan dari seorang paman yang memberikan ku pengetahuan tentang Arcana, ia memintaku untuk mengamankan Dark Arcana" jawab Archie
Rutland memandangi Archie dengan tatapan intens, namun Archie juga membalasnya dengan tatapan yang serupa. Hingga pada akhirnya Rutland mengerti maksud dari pemuda yang berada di hadapannya itu.
"Jika kau ingin mencari Dark Arcana aku juga sedang meneliti hal tersebut, dan menurut data penelitian ku ada sebuah Dark Arcana yang tersimpan jauh di dalam hutan Razorlore"
"Cari benda itu dan aku akan menelitinya bagaimana?"
Di saat Archie sedang berpikir, tiba-tiba muncul sebuah pemberitahuan di visualnya yang memberikan penjelasan tentang quest yang ia dapatkan.
[Pencarian di Hutan Razorlore!]
[Hidden Quest]
[Reward: Fame dan Book Skill]
[Terima/Tidak?]
Lalu Archie dengan penuh keyakinan menerima quest tersebut, walaupun rewardnya tak seberapa tetapi Archie juga ingin menjelajahi hutan tersebut.
Tetapi setelah misi itu Archie terima, wajah Rutland jadi berubah sangat serius. Ia seperti sedang mewanti-wanti Archie dengan tatapan mengerikannya tersebut dan mau tidak mau Archie menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Untuk kesana tidaklah mudah! Hutan itu adalah salah satu hutan suci bangsa Elf, dan jika kau kesana tanpa permisi kau akan dihabisi oleh mereka!"
Archie syok mendengar pemaparan itu, jika saja ia langsung kesana tanpa persiapan mungkin ia tak akan bisa kembali lagi.
"Sebaiknya jika kau punya seorang teman dari ras Elf itu akan sangat membantu, ya walaupun aku tidak begitu yakin tentang hal tersebut karena bangsa Elf lebih mementingkan harga dirinya terhadap manusia"
Mendengar ucapan barusan, Archie mulai ingat dengan seorang Elf dari Nebula yang ia jumpai beberapa saat yang lalu.
Dengan cepat Archie kemudian menghubungi Viola dan mulai membicarakan tentang situasi yang ia alami.
"Tenang saja asal ada seorang Elf di sisi ku kan? Nah sekarang kemana dulu aku harus menuju?"
"Nilfelin!"
"Sip aku pergi dulu sebentar tolong beritahukan ke guru ku bahwa aku pergi ke tempatnya Viola!"
Dengan cepat Archie meninggalkan gedung reyot itu dan melaju ke tempatnya Viola dan teman-temannya sedang bersantai.
Di sisi lain, Rutland nampak begitu kesal dengan Archie yang belum selesai mendengarkan penjelasannya.