
Archie dan yang lain telah berhasil menemukan tempat tinggal para bangsa Dwarf yang dianggap mitos oleh bangsa Elf itu. Sambil terus mengekor dengan Vornalug Hammersonic, Archie dan yang lainnya mengamati keadaan desa tersembunyi itu.
Suasananya sedikit suram, hampir sama dengan apa yang mereka lihat sebelumnya saat pertama kali memasuki White Dragon Empire. Namun ada sedikit perbedaan yang terlihat jika diperhatikan dengan seksama, perbedaannya terletak di sikap orang-orang penduduk desa itu.
Jika di Belise mereka semua hanya melihat kegelapan yang mengerikan, di sini mereka melihat sedikit cahaya walaupun redup namun masih terasa sinarnya.
Para penduduk di desa Dwarf ini tidak memiliki waktu untuk bersedih hati setelah dikhianati oleh bangsa Elf, mereka melawan rasa sedih mereka dengan meminum arak atau menempa berbagai macam bijih bisi yang mereka temukan di gua terdekat.
"Eventyr. Begitulah kami menyebut tempat tinggal kami. Setelah kami meninggalkan para Elf itu, kami semua ingin menghilang dari peradaban dan dianggap sebagai fairytale!" Ujar si Vonarlug dengan rasa bangga, entah darimana ia menemukan rasa kebanggaan itu namun bagi Archie aneh saja orang-orang Dwarf ingin menghilang dari peradaban.
Semenjak mereka memasuki Eventyr, mereka semua ditatap oleh para penduduk dengan tatapan penuh selidik dan tajam yang seakan ingin menguliti mereka semua hingga tak ada yang tersisa lagi. Bagi mereka semua, kehadiran Archie dan yang lainnya adalah suatu hal yang menganggu karena mereka semua sudah tak pernah bertemu dengan orang asing bertahun-tahun lama, mungkin juga lebih dari itu.
Namun Archie dan yang lainnya tak terganggu dengan hal tersebut, Vonarlug yang membawa mereka juga tak berkomentar apa-apa selain memberitahukan kepada mereka kalau kediaman pemimpin desa sudah dekat.
Mereka semua kini sudah sampai di tempat pemimpin desa Eventyr. Bentuk rumahnya tidak ada perbedaan mencolok dengan para penduduk desa yang lain, bahkan besar rumahnya pun tak jauh beda dengan yang lain. Ini sedikit membingungkan Archie, karena baru kali ini ia melihat tempat tinggal seorang pemimpin, hampir sama dengan orang-orang yang ia pimpin. Hal ini sedikit melunturkan khayalan Archie tentang tempat tinggal pemimpin Dwarf.
Vonarlug Hammersonic masuk terlebih dahulu kedalam rumah yang tersusun dari bebatuan yang rapi itu, setelah cukup lama Vonarlug di dalam, akhirnya Vonarlug kembali ke luar dan memberitahukan kepada Archie dan yang lainnya bahwa mereka diizinkan masuk ke dalam oleh pemimpin.
Selepas mendengar itu, Archie pun segera memasuki rumah tersebut. Diikuti oleh ketiga elf yang mengekor dibelakangnya dan juga Proxyma yang masih mengikuti mereka sampai sekarang.
Ternyata mereka sudah ditunggu oleh beberapa orang di dalam. Walaupun tubuh mereka terlihat kecil-kecil, namun wajah mereka terlihat begitu garang seperti singa yang tengah mengaung di tengah padang rumput yang hijau. Terlebih lagi, para Dwarf suka sekali memelihara jenggot mereka hingga panjang dan lebat sekali, jenggot yang berwarna kuning kemerahan itu terlihat seperti api yang menyala-nyala.
Belum lagi, semua orang yang sudah menunggu kedatangan Archie dan yang lainnya itu. Mereka semua tengah menenteng senjata mereka masing-masing. Ada yang membawa palu yang besarnya tak karuan seperti milik Vonarlug, ada yang membawa kapak yang terlihat begitu tajam seperti bilah es, dan ada juga yang membawa sebuah gada besar yang mungkin saja bisa melunakkan kepala mereka semua.
Tentunya pemandangan itu bukanlah hal yang baik bagi Archie, ia merasakan ada satu hal yang mungkin saja membuat mereka semua jatuh ke lubang kesialan apabila mereka tidak berhati-hati di sini.
Namun perhatian Archie tertuju pada seseorang yang tepat berada lurus di depannya. Perawakan orang tersebut besar dan terlihat kuat, otot-otot besarnya sudah menggambarkan seberapa kuatnya orang itu. Terlebih lagi terdapat banyak bekas luka di tubuh berototnya itu, mata sebelah kirinya juga terlihat terluka dan sepertinya sudah tak bisa lagi dibuka. Bagaimana Archie tahu kalau orang yang sedang ia perhatikan itu kuat? Jawabannya sederhana, karena bagi Archie hanya orang yang kuatlah yang berani bertelanjang dada di tempat umum sambil tersenyum misterius.
"Jadi inikah orang yang kau maksudkan itu Vonarlug?" ucap orang itu dengan suara yang sedikit parau namun masih terasa berwibawa.
"Benar sekali Ketua Radamir Scareye. Mereka semua adalah orang-orang yang saya jelaskan tadi" Ujar si Vonarlug.
Lalu, Radamir pun memperhatikan satu persatu orang-orang yang dibawa oleh si Vonarlug. Dengan tatapan yang seperti hendak menelan mereka semua, Radamir terus memperhatikan mereka sampai pada akhirnya ia sedikit tersenyum dan lalu memalingkan wajahnya.
"Aku terkejut!"ucapnya memulai pembicaraan. "Sejak kapan Manusia, Elf dan Dark Elf bisa berjalan beriringan seperti ini?"
Pertanyaan Radamir sedikit remeh temeh, akan tetapi semua orang bisa merasakan getaran kekuatan dari intonasi cara bicaranya. Hal ini sedikit membuat Archie dan yang lainnya meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka, sehingga mereka hanya diam sambil terus menantikan apa yang akan diucapkan oleh Radamir nantinya.
"Nightborne!" Radamir memandang ke arah Panglima Burung dan juga Crishy, iya merasa nostalgia setelah melihat topeng yang dikenakan oleh Panglima Burung. "Aku jadi ingat saat aku bertempur dengan pendahulu kalian! Kalau boleh tahu, kau Panglima Burung generasi ke berapa?"
"Aku Panglima Burung generasi ketiga!" jawab Panglima Burung dengan singkat.
Kepala Radamir turun naik seperti orang yang baru saja menerima sebuah nubuat, lalu kini tatapannya beralih ke arah Crishy. Radamir menatap Crishy seakan ingin menelannya bulat-bulat, hal itu membuat Crishy gemetaran karena ia merasa ada kekuatan yang sangat besar dari seorang Radamir, instingnya berkata seperti itu.
Saat Radamir menatap Crishy, ia merasakan sedikit kenangan juga. Memori-memori masa lalunya tiba-tiba terlintas di kepalanya begitu saja, dan ia langsung tahu siapa sebenarnya Crishy dengan sekali tatap. "Bagaimana keadaan si Iron Claw?" hanya itu saja yang ia ucapkan, namun pertanyaannya itu langsung membuat Crishy menangis tersedu-sedu seperti teringat akan sosok orang yang berharga dalam hidupnya.
Radamir menutup matanya sambil menarik nafas yang begitu dalam, dengan melihat Crishy dia sudah tahu apa yang terjadi dengan sosok yang ia sebut Iron Claw itu.
Archie juga sedikit terkejut dengan keadaan ini, namun ia langsung menyadari mengapa Crishy bisa sesedih itu. Archie berpikir orang yang di sebut Iron Claw itu adalah seorang guru atau Panglima Harimau sebelumnya, dan orang itulah yang telah melatih Crishy hingga akhirnya ia pun menggantikan posisi gurunya itu.
Lalu kini pandangan Radamir kembali beralih, kali ini ia memandang ke arah Alruna yang merupakan paling muda diantara mereka. Radamir tersenyum puas melihat Alruna, di manik matanya terlihat api kebanggaan yang menyala terang benderang. "Begitu muda namun sudah memiliki tekad yang cukup kuat! Sepertinya para elf sudah berkembang semakin maju" Ujarnya.
Mendengar pujian dari Radamir itu membuat Alruna malu seketika, tanpa sadar ia sudah menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang kini menjadi merah seperti tomat. Hati anak mudanya tidak tahan ketika mendengar semua pujian-pujian itu.
Ia tak berkomentar lebih soal Proxyma, karena terlalu misterius baginya. Kini ia menatap ke arah Archie dan seketika ia langsung tersentak, terkaget, dengan tatapan seolah tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya kali ini.
Saat ia menatap Archie, tiba-tiba saja tubuhnya merasa bergetar seolah mendapatkan ancaman, keringatnya meluncur deras dan dingin, wajahnya kini menjadi pucat pasi.
"Apa-apaan ini? Aura manusia ini begitu gelap dan dingin seolah-olah ia perwujudan dari mimpi buruk!" ucap Radamir dalam hati.
Menyadari perubahan ekspresi pemimpinnya itu, Vonarlug sedikit merasa heran dan khawatir dengan apa yang terjadi pada Radamir.
"Anda baik-baik saja ketua? Wajah anda kelihatan pucat sekali!" Pertanyaan Vonarlug itu membuat semua orang di sana juga ikut memperhatikan Radamir dan mereka juga sama terkejutnya dengan Vonarlug saat menyadari ada yang salah dengan ketua mereka.
Archie pun juga merasa heran, akhirnya ia memusatkan perhatiannya pada Radamir hingga beberapa informasi muncul di hadapannya.
[Nama: Radamir Scareye]
[Ras: Dwarf]
[Level: 85]
[Senjata: Autumn Hammer]
[Status: Fear]
[Radamir Scareye merupakan seorang veteran perang yang tersohor di zamannya. Ia adalah pejuang yang sangat dikagumi pengikutnya dan kini ia adalah pemimpin dari sisa-sisa bangsa Dwarf yang telah hidup berpindah-pindah tempat hingga sampai di lembah Duggarum.
"Takut? Apa yang orang ini takutkan? Dan juga dia ini adalah salah satu orang yang pernah berperang bersama dengan pasukan Elf?" Archie bergumam sambil merasa aneh sekaligus takjub begitu melihat informasi-i formasi yang terpampang jelas di hadapannya kini.
Namun rasa menggebu-gebu itu harus terhenti saat Archie menyadari kalau saat ini dirinya dikepung oleh para Dwarf itu. Mereka semua menodongkan senjata mereka ke Archie sambil menatap Archie dengan tatapan yang seperti hendak mendeklarasikan peperangan, mungkin bagi mereka jika Archie berani bergerak satu inchi saja, mereka akan langsung menyerang Archie di tempat saat itu juga.
Melihat reaksi super cepat dari para Dwarf itu, Panglima Burung dan yang lainnya pun hanya bisa terdiam mematung, mereka semua tak bisa menandingi reaksi cepat dari para Dwarf.
Namun Radamir langsung menghentikan kesalahpahaman itu, Radamir langsung menyuruh para pengikutnya itu untuk menurunkan senjata mereka semua. Radamir masih merasa aneh dengan sosok Archie itu, kini ia lebih berhati-hati kepada sosok Archie karena mungkin saja Archie bisa menjadi sosok pencabut nyawa bagi mereka semua atau menjadi penyelamat kaum Dwarf yang sudah di ambang krisis.
"Siapa namamu wahai anak manusia!" Ucap Radamir dengan suara yang sedikit bergetar.
"Aku D. Archie seorang pengembara yang tak sengaja lewat! Dan asal kalian tahu, akulah orang yang menyatukan kaum Elf itu!" Jawab Archie dengan suara yang lebih keras dan lantang, seperti suara jenderal perang di tengah peperangan.
Semua rasa janggal yang dirasakan oleh Radamir tadi terjawab sudah, ia tahu sendiri seperti apa orang-orang Nightborne itu dan saat ia melihat Nightborne dan Elf biasa tiba-tiba berjalan berdampingan seperti tak pernah ada rasa kebencian, ia merasa ada sesuatu hal besar yang sudah terjadi di Kerajaan Elf.
"Jadi itu yang terjadi" Radamir bergumam setelah mendapatkan semua jawaban dari keanehan-keanehan itu, lalu ia menyandarkan dirinya di kursi besarnya seperti orang yang baru saja melepas beban yang berat dari punggungnya.
Melihat pemimpin mereka yang tiba-tiba membuang nafas lega membuat mereka sedikit terheran-heran, mereka ikut memandangi Archie namun mereka tidak merasakan seperti bagaimana yang dirasakan oleh Radamir.
"Tentu saja kalian tak bisa merasakannya, karena manusia itu adalah penyelamat kaum kita seperti yang ada di dalam ramalan itu!" ucap Radamir memberitahukan kepada semua pengikutnya bahwa sebenarnya Archie adalah penyelamat mereka.
Tentu saja hal itu membuat Archie merasa heran, akan tetapi berbeda dengan yang dialami oleh para Dwarf. Mereka langsung berteriak-teriak kehebohan seperti orang yang baru saja menang lotre, bahkan ada yang menangis terisak setelah mendengar apa yang diucapkan oleh pemimpin mereka itu.
Begitu pula Vonarlug Hammersonic, ia juga shock mendengar hal tersebut, lalu tiba-tiba ia menghempaskan senjatanya ke tanah hingga membuat tanah bergetar, lalu ia menatap mata Archie hingga cukup lama sampai membuat Archie sedikit terganggu akan hal itu. Dan akhirnya Vonarlug, langsung terduduk lemas seolah telah menemukan kebenaran yang ia cari selama ini.
"Hei apa yang sebenarnya terjadi? Seseorang jelaskan padaku!" Archie berteriak keras-keras karena ia merasa sakit kepala melihat tingkah laku yang dilakukan oleh Dwarf itu.