
Aura gelap dan pekat semakin menyelimuti tubuh Archie, tatapannya kosong dan tanpa ekspresi.
Dirinya terus berjalan mendekat ke makhluk besar yang sedang mengamuk itu, di pikirannya hanya ada satu yaitu memusnahkan makhluk itu.
Kebenciannya terhadap makhluk itu semakin membesar setelah ia melihat Azergim tewas. Selain karena hal itu, ia juga begitu benci dengan orang-orang yang telah menghancurkan Kota Nilfelin.
Archie menatap benci ke arah sisa-sisa anggota Phoenix Flame yang juga sudah dalam kondisi buruk. Semakin dirinya membenci mereka semua, semakin kuat pula aura hitam yang menyelimuti Archie.
"Archie kau kah itu?" Viola menatap nanar ke arah Archie.
Matanya sedikit sembab melihat keadaan Archie yang seperti itu, ia agak terkejut dan sedih karena hal itu.
Archie tak menghiraukan Viola, ia seakan-akan tak mendengar dan tak merasa ada Viola disitu. Archie tetap saja berjalan lurus, yang ada di kepalanya hanya Lo-Kag dan Phoenix Flame.
Melihat Archie yang sedang mendekat, anggota Phoenix Flame pun menghadangnya dan mencoba menyerang Archie.
Archie langsung menarik pedangnya dan hanya satu tebasan saja, satu orang langsung tewas dengan lengan yang harus terpotong.
Kejadian itu terjadi begitu cepat sampai-sampai membuat anggota Phoenix Flame lupa menutup mulut mereka semua. Wajah mereka langsung berubah hitam setelah kejadian itu, gigi mereka saling bertemu dan gemeretak.
"Kau maju halangi dia!"
"Apa kau gila? Kau ingin aku menghalanginya, jangan bercanda!"
"Kalau kau ingin mati silahkan saja maju sendiri!"
Mereka semua jadi berkelahi satu sama lain, mereka semua tidak ada yang mau maju untuk menghalau Archie menuju Lo-Kag setelah melihat betapa mudahnya Archie mengalahkan salah satu dari mereka.
Tetapi Archie tak memperdulikan keributan itu, ia mengambil inisiatif untuk menyerang mereka semua.
Archie menebas semua orang dengan sangat cepat, dan semua tebasan itu memberikan damage yang sangat besar kepada mereka.
Setiap tebasan Archie, memberikan sebuah efek mengerikan kepada mereka semua. Efek seperti poison, immobilize, doom dan yang lainnya memenuhi layar mereka semua.
Beberapa dari mereka langsung mati seketika setelah terkena tebasan Archie, dan ada juga yang harus merasakan sakit yang luar biasa sebelum akhirnya mati juga.
"Tolong ampuni aku! Aku baru saja naik level 40 kemarin.... Akan ku berikan kau gold dan equipment ku jika kau tidak membunuhku!"
Archie memandangi orang itu dengan tatapan sinis dan benci, di wajahnya tidak terlukis rasa ampun terhadap orang itu.
Tanpa rasa kasihan, Archie menebaskan pedangnya ke arah leher dari orang itu. Kepalanya pun terputus dari badannya dengan ekspresi terkejut yang masih tercetak, lalu beberapa saat kemudian tubuh itu pecah dan menjadi partikel-partikel kecil di udara.
[Anda telah naik level!]
Archie dikejutkan dengan sebuah notifikasi yang muncul di layarnya, ia langsung tersenyum saat mengetahui dirinya telah naik level setelah membunuh orang-orang tadi.
"Ternyata membunuh player lain bisa mempercepat level naik" ucap Archie.
Bar kursor miliknya pun kini semakin menjadi berwarna merah seperti darah, padahal baru saja berubah kembali menjadi oranye setelah insiden dengan Red Scorpion.
Setelah mengalahkan sisa anggota Phoenix Flame, kini fokusnya Archie adalah makhluk besar dan tinggi yang sedang meraung-raung tak jelas sedari tadi.
Archie menarik Murasame yang sudah berwarna sangat hitam dan gelap, aura-aura gelap juga mulai menyelimuti Murasame dan dirinya.
[Void Step] langsung ia gunakan, dan dalam sekejap Archie berada di depan wajah Lo-Kag. Archie menebas wajah Lo-Kag sebanyak dua kali, lalu sebelum jatuh ke tanah ia kembali memberikan tebasan beruntun di daerah badan Lo-Kag.
Lo-Kag menjadi kesakitan karena serangan itu, Lo-Kag pun bereaksi dengan memberikan sebuah pukulan lurus ke arah Archie. Tetapi Archie dengan mudah menghindarinya, ia melompat ke arah lengan Lo-Kag dan lalu memberikan sebuah serangan.
Lo-Kag kembali menjerit, ia mundur lalu memandangi Archie yang telah melukai dirinya. Kini amarahnya semakin meningkat, Lo-Kag kembali memukul-mukul tanah dan menimbulkan batu-batu besar terlempar ke segala arah.
Archie meminum MP potion terlebih dahulu sebelum akhirnya menggunakan [Void Step] kembali. Ia menggunakan [Void Step] secara terus menerus sehingga membuat gerakan begitu cepat.
Archie menghindari serangan itu dengan kecepatan yang sangat cepat, lalu ia kembali mendekati Lo-Kag dan memberikan serangan lagi ke arahnya.
Dengan memanfaatkan kecepatan [Void Step] Archie memberikan tebasan beruntun yang sangat cepat, puluhan tebasan sudah ia lancarkan ke Makhluk itu dan ia tutup dengan sebuah tebasan vertical.
Viola kembali tergugah dengan permainan pedang milik Archie, walaupun sebenarnya ini bukan pertama kalinya ia melihat permainan pedang Archie.
"Semuanya ayo bangkit! Kita bantu Archie dengan semua kekuatan kita" Viola memberikan pidato yang membuat mereka semua kembali bangkit.
Pasukan kerajaan langsung berlari kedepan dan mulai memberikan serangan kepada Lo-Kag.
Viola, Lusirele dan Rizvtir juga tak mau kalah dari mereka. Mereka bertiga juga maju dan memberikan semua serangan terkuat mereka ke Lo-Kag.
"Jangan senang dulu! Kau pikir hanya dirimu yang bisa melakukan serangan seperti itu" Ucap Rizvtir dengan nada kesal
"Kau memang kesatria hebat yang pernah aku temui! Jadi jangan sungkan untuk meminjam kekuatan kepada ku, aku dengan senang hati akan meminjamkan pedang ini!" Ucap Lusirele.
"Jangan menanggung beban berat ini seorang diri Archie! Lihatlah sekeliling mu!" Ucap Viola.
Seakan tersihir dengan perkataan mereka, Archie tiba-tiba jadi normal kembali. Aura hitam yang menyelimuti tubuhnya kini sudah menghilang, begitu pula aura hitam di Murasame.
Archie melihat ke sekelilingnya, ia melihat semua orang yang berusaha mati-matian mengalahkan makhluk besar itu. Ia melihat Tetua Uungor dan Curufin yang membantu dengan sihir-sihir mereka dari garis belakang beserta Venus. Ia juga melihat Rizvtir, Lusirele dan Viola yang tanpa henti memberikan serangan demi serangan dari garis depan.
Archie menggelengkan kepalanya menyadari betapa naifnya dirinya berpikir bisa mengalahkan makhluk itu dengan hanya seorang diri. Setelah dirinya sedikit tenang, Archie pun kembali memandangi Lo-Kag dengan tatapan yang penuh ambisi dan serius, kali ini aku akan berhasil begitulah yang terlukis di ekspresinya.
Di kepalanya terdapat sebuah ide yang sangat brilian, ia lalu menyuruh Tetua Uungor untuk menyerang dirinya dengan sihir terkuat miliknya. Dan tentu saja permintaan Archie tadi mengejutkan mereka semua.
"Apa kau gila? Kau ingin aku menyerang dirimu dengan sihir terkuat ku?"
"Sudahlah lakukan saja, aku mohon tetua Uungor"
"Baiklah jika itu mau mu! Rasakan sihir api terkuat di kerajaan Narannas: Fire Radiance!"
Sebuah bola api besar langsung mengarah ke arah Archie. Viola jadi sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan Archie nantinya, walaupun ia melihat Archie tersenyum ke arahnya, tetap saja ia jadi khawatir.
Dan sekejap bola api besar itu menghantam Archie yang sedang menunggu bola api itu, lalu setelah itu bola api besar tadi seperti terhisap akan sesuatu.
Tetua Uungor jadi kebingungan dengan apa yang terjadi, ia melihat serangan terkuatnya seperti terhisap perlahan-lahan oleh sesuatu yang tak ia ketahui.
Perlahan namun pasti, bola api besar tadi menyusut dan semakin menyusut lalu hilang tanpa bekas begitu saja. Menyisakan Archie yang berdiri di situ tanpa terluka sedikitpun.
"Akhirnya!" Ucap Archie kegirangan.
Tetua Uungor seakan mau melompat tinggi saat melihat serangan miliknya tadi rupanya terserap oleh pedang milik Archie. Kedua pedang milik Archie jadi berwarna merah menyala dengan efek api yang menjalar-jalar keluar. Pedang miliknya kini terlihat seperti sebuah matahari kecil yang ada di genggamannya.
"Hebat sekali! Itu bersinar sangat terang" Venus langsung berkomentar setelah melihat pedang itu.
Venus langsung menutup wajahnya karena perkataan Archie tadi, entah kenapa ia merasa wajahnya saat ini begitu panas sehingga ia harus menutupinya.
"Hoi sudahlah! Lebih baik kau cepat kesini, makhluk ini begitu kuat!" Ucap Rizvtir yang begitu jengkel dengan sikap Archie.
Sambil tersenyum garing Archie kembali berjalan mendekati Lo-Kag. Saat ini ia sangat yakin ia bisa mengalahkan makhluk itu.
"Semuanya tolong pinjamkan kekuatan kalian!"
Semua orang kembali bersemangat untuk mengalahkan Lo-Kag, pasukan kerajaan pun kembali menyerang Lo-Kag dengan begitu berani.
"Rasakan ini Divine Thrust
"Goddess Sleep Slash"
"Bloody Impact"
"Multiple Arrow"
"Thunder Dome"
"Fire Radiance"
Semua serangan terkuat diberikan oleh mereka semua, dan semua serangan itu mengenai Lo-Kag dengan sangat telak.
Archie langsung tersenyum melihat hal itu, di hatinya ia begitu senang mempunyai teman-teman yang bisa ia andalkan di kala genting.
"Terimakasih teman-teman" ucapnya dengan suara berfrekuensi rendah.
Archie bersiap memberikan serangan terakhirnya, ia menyilangkan kedua pedangnya yang semakin menyala-nyala.
"Dengan ini akan ku akhiri!"
Sebuah tebasan lalu mendarat di badan Lo-Kag, bahkan tebasan itu langsung memberikan sebuah luka berbentuk tanda silang yang sangat dalam dan terlihat seperti terbakar api yang sangat panas.
Karena tebasan Archie itu, Lo-Kag pun akhirnya roboh dan kalah.
[Lo-Kag sudah dikalahkan!]
[Anda telah naik level]
[Anda telah naik level]
[Anda telah naik level]
Puluhan pemberitahuan sistem langsung memenuhi layarnya, kebanyakan pemberitahuan itu berisi tentang kenaikan level dan beberapa informasi tentang item yang Archie dapat setelah mengalahkan Lo-Kag.
Semua orang langsung bersorak-sorai setelah melihat makhluk besar itu sudah tak berdiri lagi, ada yang meneteskan air mata mereka setelah berjuang dengan sangat keras.
Elondil yang masih sedikit terluka pun langsung kembali ke tempat pertarungan, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana makhluk besar itu jatuh dan tak bisa bangkit lagi setelah menerima serangan terakhir dari Archie.
Ia juga melihat betapa dalamnya luka yang Archie tinggalkan di badan makhluk itu, terlebih juga masih ada nyala api yang menjalar di sela-sela luka itu.
"Kita berhasil Archie, kita berhasil" Viola kegirangan lalu langsung memeluk Archie yang sedang terduduk lemas.
Elondil tersenyum ke arah Archie, di dalam hatinya ia begitu berterima kasih kepada manusia yang bahkan sempat ia curigai itu. Kini orang itu bahkan dianggap sebagai penyelamat serta pahlawan kerajaan Narannas.
Beberapa saat setelah kalahnya Lo-Kag, bala bantuan dari suku Nightborne pun akhirnya telah datang.
Tetua Vundafes dan Crishy yang mengawal mereka semua begitu terkejut setelah melihat keadaan kota Nilfelin.
Crishy langsung berlari ke arah Archie yang sedang terduduk lemas di pelukan Viola, tentu saja Viola menyadari kehadiran Crishy dan semakin memperkuat pelukannya sampai membuat Archie sedikit tercekik.
Crishy pura-pura tak melihat hal itu, ia hanya fokus kepada Archie dan menanyakan situasinya kepadanya.
"Lalu dimana Azergim bukannya dia bersamamu?"
Archie hanya diam, ia menunjukkan ekspresi kekesalannya karena pertanyaan dari Crishy. Crishy langsung menyadari ekspresi Archie itu, ia langsung pergi berlari cepat meninggalkan Archie menuju tempat perawatan. Namun langkahnya langsung dihentikan oleh Tetua Vundafes yang sudah melihat bagaimana keadaan Azergim.
"Lepaskan aku Tetua Dongkol! Aku ingin melihat keadaan Azergim... Lepaskan aku lepaskan!" Crishy memukul badan Tetua Vundafes sambil menangis.
Vundafes hanya bisa menggigit bibirnya, ia sangat mengerti bagaimana rasa sakit yang dialami oleh Crishy. Begitu pula Archie yang merasakan hal serupa.
"Apa yang sudah terjadi?" Muncul seseorang yang mengenakan sebuah topeng kepala burung elang.
Tetua Vundafes langsung bergetar ketika melihat orang itu, ia pun langsung sujud kepada orang itu dan memberikan hormatnya.
"Jadi Panglima Banteng sudah gugur kah? Berarti kita harus segera mencari penggantinya" ucapnya
Karena ucapannya itu. Rizvtir, Tetua Vundafes dan Crishy hanya bisa menggigit bibir mereka. Mereka semua sebenarnya sedikit tak terima dengan apa yang di ucapkan oleh orang itu, namun mereka tak punya pilihan lain.
Saat orang itu hendak pergi dari sana, tiba-tiba saja Archie langsung menerjang ke arahnya dan memberikan sebuah tebasan. Tetapi serangan Archie mampu dengan mudah ia hindari.
"Hoi kau manusia kenapa kau tiba-tiba menyerang" Rizvtir langsung terkejut karena itu
"Berisik!"
Archie kembali menerjang orang bertopeng itu, ia menebaskan pedangnya ke arah orang itu. Orang itu hanya menangkis tebasan Archie dengan pedangnya, tetapi karena itu pedang pemberian Audrey langsung patah menjadi dua.
Archie begitu terkejut karena hal itu, ia juga bahkan tak menyadari dirinya sudah terbebas oleh orang bertopeng itu. Seketika saja layar Archie langsung berubah menjadi putih terang.
Seketika saja pandangannya berubah menjadi begitu gelap, saat ia membuka matanya ia menyadari bahwa ia telah mati di dalam game dan kembali ke dunia asli.
"Jadi aku telah mati di dalam game ya? Ahhh sudah lama aku tak merasakan kesal seperti ini" ucapnya.
Ikhsan mencoba untuk masuk kembali ke dalam game, tetapi ada sebuah pemberitahuan yang membuatnya tidak bisa langsung masuk ke dalam game.
"Harus menunggu selama 4 jam? Seingat ku tidak ada hal seperti ini, ah sudahlah"
Merasa tak ada yang bisa ia lakukan, akhirnya Ikhsan lebih memilih ke dapur dan memasak untuk makan malamnya.
Di sela-sela kegiatannya, ia masih kepikiran tentang orang yang sudah membunuhnya tadi. Tiba-tiba tangannya bergetar karena merasa sangat merasa kesal dengan dirinya sendiri.
"Aku harus bertambah kuat untuk melindungi orang-orang yang ku sayangi"