Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 126: A Long Way to the Darkness



Archie ingat betul saat Murasame tiba-tiba bersinar begitu terang, lalu meledak secara tiba-tiba pula jua.


Dan sekarang Archie berada di tempat yang tak ia ketahui, tempat itu berlatar putih terang nan menyilaukan mata.


Entah bagaimana ia bisa berpindah ke tempat itu Archie masih tak mengetahuinya, yang jelas saat ini ia merasa tempat itu seperti berada di dimensi yang berbeda dari sebelumnya.


Setelah puas mengamati sekitarnya, Archie pun melangkahkan kakinya mengeksplor tempat serba putih itu.


Lama dia berjalan hingga ia menemukan sebuah altar yang berada di tengah-tengah. Di atas altar itu terdapat sebuah kotak berukir, sekilas Archie mengingat lagi bagaimana dirinya menemukan Murasame untuk pertama kalinya.


"Jangan bilang kalau itu Murasame" ucapnya menyadari hal tersebut.


Archie pun mencoba mengambil kotak berukir itu, namun saat dirinya menyentuh kotak itu. Asap hitam langsung keluar dari dalam kotak dan menutupi pandangannya.


"Apa-apaan itu? Apakah ini semacam jebakan Batman?"


Samar-samar Archie melihat ada siluet hitam di dalam asap tebal itu, Archie jadi waspada karena dirinya merasakan hal yang tidak enak.


Begitu asap tebal tadi mulai menghilang, terlihatlah sebuah pedang berwarna hitam gelap dan pekat seperti langit malam tak berbintang, melayang-layang di atas udara yang hampa menunggu tuannya mengambil dirinya.


Archie kenal betul dengan pedang itu, pedang itulah yang menemaninya berpetualang selama ini. Pedang itu tidak lain adalah Murasame yang termasuk dalam beberapa pedang terkutuk.


Archie berjalan ke arah Murasame, ia mencoba menyentuhnya tetapi sekali lagi ia diganggu oleh peristiwa yang aneh.


Murasame tak bisa di sentuh oleh Archie, jika ia coba memaksa menyentuhnya maka Archie akan terkena damage dari hal tersebut. Semakin bingung lah ia dengan semua hal itu, Archie hanya bisa mengamati Murasame dari dekat saja tanpa bisa menyentuhnya atau memegangnya seperti biasanya.


"Sebenarnya kenapa ini? Kenapa aku tidak bisa mengambil Murasame yang seharusnya itu milikku? Apa jangan-jangan penulis buku ini akan memberikan nerf kepada diriku ini? Woy Author, kenapa kau selalu nerf diriku? Sekali-kali lah aku diberikan buff atau plot armor" ujar Archie berbicara dengan dirinya sendiri.


Archie mulai merasa bosan karena hanya berdiam diri di tempat itu tanpa tahu apa yang akan ia lakukan, ia pun berdiri dan mencoba berkeliling lagi berharap mendapatkan jalan keluar.


Akan tetapi baru saja Archie hendak melangkah, ia melihat ada seseorang yang di selimuti oleh aura yang begitu gelap hingga ia terlihat seperti sebuah bayangan yang hidup.


Archie menyipitkan matanya, mencoba melihat dengan jelas siapa itu. Ia sangat terkejut ketika melihat orang itu mempunyai ciri fisik yang serupa dengan dirinya.


Rambut putih yang karut-karutan, armor yang ia kenakan juga sama, bahkan senyumannya pun juga sama walaupun terselimuti oleh aura gelap nan hitam, tetapi Archie masih bisa melihat orang itu tersenyum.


Orang itu tadi berdiri di depan Murasame, dan tanpa basa basi ia dengan mudahnya mengambil Murasame yang bahkan Archie saja tidak bisa untuk menyentuhnya.


Hal itu lantas membuat Archie menggaruk-garuk kepalanya, ia tak habis pikir bagaimana bisa orang itu mengambil Murasame.


"Kau pasti kebingungan dengan ini semua kan diriku yang lain" ucap orang itu.


Archie terkejut, kali ini ia semakin was-was sebab orang tadi mengaku sebagai dirinya yang lain.


"Apa maksudmu? Apa kau semacam bayangan ku atau apa ha?"


"Oh jadi kau masih tak mengerti ya? Baiklah simpelnya kau adalah aku, dan aku adalah kau.


Akulah cerminan dari sifat gelap mu itu karena kau memegang senjata terkutuk. Bukankah Yan Liu sudah memberitahu mu hal ini?"


Archie tersentak mendengar hal itu, ia merasakan ada hal sesuatu yang tak beres akan segera terjadi. Ia pun jadi waspada dan mulai memegang gagang senjatanya yang lain.


"Lalu apa mau mu dengan memanggil ku kesini ha?" Tanya Archie.


Archie yang lain tertawa jahat karena pertanyaan Archie, ia memandangi wajah Archie yang mulai tegang dan terlihat begitu waspada, senyuman jahat pun terukir di wajahnya.


"Untuk memegang Murasame maka harus ada salah satu diantara kita yang menghilang, atau bahasa sederhananya, aku akan mengalahkan mu diriku yang lain!"


Diri Archie yang lain tiba-tiba menerjang Archie, dia memberikan sebuah tendangan tepat mengenai dada Archie.


Archie masih tak mengerti apa yang sedang terjadi, ia kembali dikejutkan dengan sebuah tebasan yang mengarah tepat ke arahnya, beruntung Archie masih bisa menangkis tebasan itu dan ia menendang dirinya yang lain agar sedikit menjauh darinya.


"Dia benar-benar ingin membunuhku" ucap Archie


Sebuah notifikasi muncul di layar Archie, tiba-tiba ia mendapatkan sebuah spesial quest.


[Special Quest]


A long way to the Darkness


Kalahkan klon bayangan mu untuk mendapatkan kembali Murasame!


Reward: Murasame (II) dan 2400exp


"Jadi aku harus mengalahkan makhluk gelap itu kah? Oke let's play the game!"


Archie yang lain keheranan melihat Archie yang begitu bersemangat, ia dikejutkan dengan serangan cepat Archie yang hampir saja mengenai dirinya.


Mereka berdua pun bertukar serangan dengan sangat intens, mereka berdua saling mengetahui satu sama lain sehingga menjadikan pertarungan mereka seperti layaknya pertunjukan seni bela diri yang indah.


"Giri-Giri Slash!"


"Giri-Giri Slash!"


Kabooommmmmmm


"Melawan diri sendiri itu memang sangat susah, dia punya semua skill dan gerakan ku, aku hampir tak sanggup lagi" ucap Archie dengan napas yang ngos-ngosan.


Diri Archie yang lain juga berpikir demikian, ia tak menyangka harus begitu kesusahan menghadapi dirinya sendiri, walaupun ia sudah memakai Murasame sedangkan dirinya yang lain tidak, tetap saja itu masih begitu susah.


Mereka berdua kembali maju, mereka kembali bertukar serangan, bertukar tendangan hingga sampai bertukar pukulan namun tak ada satupun dari mereka yang mau mengalah begitu saja.


"Hah hah hah, melawan diri sendiri itu tidak buruk juga"


"Hahaha, kau benar tetapi sekarang aku yang akan menang dasar palsu!"


"Terima pukulan ku ini oraaaa!"


"Kau yang harus menerima ini haaaaaa!"


Mereka berdua terkena pukulan masing-masing, dan kembali mereka jatuh tersungkur ke tanah sambil mengambil napas untuk sejenak.


Terlintas di pikiran Archie untuk menyelesaikan ini semua, ia sudah tidak tahan berlama-lama berhadapan dengan sisi gelapnya itu.


Archie pun mencoba bangkit, ia bertumpu lalu bangkit secara perlahan sambil sesekali ia menyeka luka yang ada di wajahnya.


Sisi gelapnya juga demikian, ia kembali bangkit dan bersiap diri lagi untuk serangan penghabisan.


"Akan ku akhiri dengan hal ini!"


"Kau terlalu naif! Aku tahu semua gerakan mu dan kau yang pasti akan kalah!"


Mereka berdua kembali maju dan pedang mereka kembali berbenturan, menciptakan sebuah suara yang memekakkan telinga.


Archie tersenyum, ia berhasil memancing sisi gelapnya untuk kembali berduel pedang dengan dirinya.


Sisi gelapnya menyadari apa yang di rencanakan oleh Archie, namun semua itu sudah sangat terlambat. Archie sudah berhasil menghisap aura-aura gelap yang menyelimuti Murasame, dan membuatnya berpindah ke pedang miliknya.


"Dengan ini berakhir sudah, Final Reverence!"


Aura gelap itu tadi seperti mensucikan sisi gelapnya, lalu akhirnya sisi gelapnya meledak dan menghilang dari situ meninggalkan Murasame yang tergeletak.


Archie langsung jatuh tersungkur setelah itu, semua hal itu tadi membuatnya kehabisan mana. Ia mencoba merangkak ke tempat Murasame berada hingga akhirnya ia dapat menyentuhnya.


[Quest Selesai! Selamat Anda mendapatkan]


[Murasame (II) dan 2400exp]


Begitu notifikasi muncul, Archie kembali merasa begitu segar. HP dan MP ny kembali terisi dengan penuh seperti dirinya tak pernah bertempur sebelumnya.


Archie memperhatikan Murasame yang kini sudah berevolusi, dari yang tadinya hanya pedang biasa dengan aura gelap yang kuat. Sekarang Murasame memiliki ukiran kepala naga di gagangnya dan besinya yang berwarna ungu gelap yang begitu indah.


[Murasame (II)]


Attack Power: 700


Special Ability: Murasame skill tree


Soul: 0/5000


[Anda mendapatkan skill tree!]


[Murasame skill tree]


Darkness Surrounding


Dark Impulse


Judgement Cut II


Rapid Slash II


Imagin


Devil Trigger


"Murasame II? Jadi beginikah evolusi dari Murasame, jika aku mendapatkan 5000 jiwa lagi, akan jadi seperti apa ini pedang" Archie berkomentar


Setelah itu muncul sinar terang yang menerangi tubuh Archie, ia seperti terhisap oleh sinar itu dan tidak lama setelah itu Archie berpindah tempat ke sebuah hutan.


Tak lama, Archie melihat Diane yang sepertinya sedang mencari-cari keberadaannya. Archie pun mendekati Diane dan ia tertawa melihat wajah cemasnya Diane itu.


"Aku susah payah mencari mu kemana-mana, dan kau malah menertawakan ku? Dasar semua lelaki itu ternyata sama saja, tak pernah menghargai perjuangan seorang perempuan hmpph!" Diane memalingkan wajahnya, ia begitu kesal dengan Archie.


Archie tetap saja tertawa sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal, ia menepuk-nepuk kepala Diane dan berjalan kembali menuju kuda mereka.


Karena ulah Archie tadi, wajah Diane menjadi semerah tomat. Ia pun bergumam dengan sangat pelan sambil berjalan mengiringi langkah kaki Archie. Baginya si rambut putih itu sudah membuatnya sangat kesal hari ini.


................


Markas Besar Guild Nebula.....


Suasana begitu tegang di dalam sana, semua anggota guild hanya diam dan tegang seperti sedang menunggu datangnya hari kiamat.


Beberapa anggota juga ada yang sedang membicarakan sesuatu, yang mereka bicarakan adalah berita panas yang sedang terjadi di dalam Guild Nebula.


Berita itu adalah berita tentang pertandingan antara team milik Poisonox dan team milik Viola.


Sebelumnya Viola begitu enggan menanggapi hal ini, namun dirinya tidak ada pilihan lain selain itu. Dia juga sudah sangat geram dengan segala macam tuduhan yang di lemparkan oleh Poisonox kepadanya.


Poisonox tersenyum mengejek ke arah Viola dan para anak buahnya, ia begitu yakin kali ini ia bisa menyingkirkan Viola dari Nebula agar semua rencana yang ia desain bisa terwujud.


Suasana berubah menjadi tambah tegang begitu pimpinan mereka yaitu Emperor tiba di ruangan itu, di temani dengan para wakilnya salah satunya adalah Seraph yang juga merupakan seorang ranker.


Kewibawaan dan keagungan Emperor begitu terlihat, tidak ada satupun dari anggota Nebula yang tak menghormati dirinya termasuk juga Poisonox yang sebenarnya punya maksud tersendiri.


"Kalian semua harap dengarkan baik-baik! Ketua kita, Emperor akan memberikan sebuah pemberitahuan singkat jadi harap dengarkan dengan baik-baik! Silakan ketua" Seraph berteriak dengan sangat lantang


Karena ulah Seraph, Emperor hanya bisa tersenyum canggung, ia sama sekali tak mengharapkan sambutan yang seperti itu.


"Semuanya, aku Emperor ketua Guild Nebula. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, akan ada pertandingan besar antara kubu Poisonox dan kubu Viola yang akan segera terjadi. Aku akan memberitahukan kepada masing-masing pihak tentang peraturannya.


Pertama, masing-masing dari kalian hanya bisa mengambil 1 orang dalam kelompok kalian dan 3 lagi dari orang kenalan kalian atau kerabat kalian.


Kedua, ketua dari kelompok tak boleh ikut dalam pertandingan itu, jadi kalian hanya bisa menonton dan berharap dengan kekuatan rekan kalian.


Ketiga, jika di fase final hanya orang-orang dari salah satu kelompok yang bertanding, maka kelompok itu dinyatakan sebagai pemenangnya.


Dan yang terakhir serta yang paling mantap dari semua peraturan ini..."


Emperor sengaja memotong ucapannya agar semua orang tambah merasa tegang dan detak jantung mereka semakin terpacu.


"Jika team kalian kalah, kalian semua akan dikeluarkan dari Guild Nebula dan tak akan pernah bisa kembali ke sini lagi!"


"Aku akan menantikan pertunjukan yang terbaik dari kalian semua, jadi bersenang-senanglah!"


Emperor pun menyelesaikan pidatonya dan ia pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sontak begitu ramai orang-orang di sana setelah mendengar akhir dari pidato Emperor tadi.


Mereka merasa bersemangat sekali karena akan di suguhkan dengan pertandingan yang seru, pasti juga di antara mereka sudah ada yang mulai bertaruh siapa yang akan memenangkan pertandingan itu.


Poisonox kembali tersenyum mengejek ke arah Viola dan para anak buahnya.


"Sampai jumpa di pertandingan nanti" ucapnya dengan nada yang sombong.


Viand langsung terbakar sumbunya, ia hendak memaki Poisonox namun dengan cepat Viola menahannya dan menyuruhnya untuk tetap tenang.


"Sampai jumpa juga di sana, kita akan lihat siapa yang terakhir kali tertawa nanti" ucap Viola lalu ia dan pengikutnya meninggalkan ruangan tersebut untuk merundingkan siapa saja yang akan bertanding nanti.


................


Catatan akhir:


Hai teman-teman, ini ane Ned_Kelly akan memberitahukan suatu hal kepada kalian semua para penikmat Cyrus Online.


Jadi ini adalah chapter terakhir dari Cyrus Online untuk bulan ini, bulan ini ya bukan akhir dari cerita ini!.


Jadi ane ingin libur dulu untuk sementara waktu, dan kemungkinan Cyrus Online akan kembali pada Januari 2021.


Itu saja dari ane, terimakasih sudah mampir ke cerita ane dan membaca cerita yang hancur ini.


Selamat Natal dan Tahun Baru bagi yang merayakan dan selamat liburan bagi kalian semua.....


Thanks


Ned_Kelly