Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 131: Pertandingan



"Haaah, jadi seperti itu kah? Nampaknya kita sudah di jebak sedari awal" terdengar suara berat seseorang dari seberang sana. Nafasnya begitu berat seolah dirinya mendapatkan kabar yang begitu buruk.


Saat ini Ikhsan sedang melakukan percakapan via telepon dengan temannya, Rama atau yang dikenal sebagai Rick.


Ikhsan memberitahukan Rama tentang apa yang ia temui saat dirinya dan Viola memaksa Bucky untuk berbicara dengan jujur, begitu dirinya mendengar semua penjelasan dari Ikhsan, Rama pun cuma bisa mengeluarkan nafasnya dengan berat.


"Apa kita tak memiliki sama sekali untuk menang San? Maksudku apakah kondisi kita separah itu?"


"Aku juga tidak tahu kemungkinan besar nanti kami semua bakalan melawan pemain-pemain yang sudah berlevel tinggi dan juga memiliki skill mumpuni"


"Tetapi walaupun begitu, aku tetap tidak ingin menyerah begitu saja! Kata orang bijak zaman dulu, kita tak akan tahu isi sebuah kotak kalau kita tak membukanya kan?" Ucap Ikhsan dengan senyuman penuh percaya diri.


"Hahahaha, bagus sekali bagus. Kau memang Ikhsan yang sudah lama ku kenal hahahaha"


"Hmmmm sudahlah aku malas, lebih baik aku segera tidur"


Ikhsan pun mematikan ponselnya, ia menatap ponselnya itu cukup lama sambil mengusap-usapnya dengan sangat pelan, seperti ada perasaan sentimentil.


"Haruskah aku mengganti mu sobat? Kau sudah menemani ku cukup lama namun-?" Ikhsan tak melanjutkan ucapannya, pikirannya kini melayang jauh mengingat momen-momen awal dirinya bersama dengan ponselnya itu.


………


Beberapa hari setelah itu, pertandingan yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang akhirnya dimulai. Ramai sekali orang memadati sebuah stadium yang terlihat seperti Koloseum di zaman kekaisaran Romawi Kuno.


Koloseum itu adalah ikon kota Vespasian yang juga menjadi kebanggaan Kerajaan Mallorca. Megah dan besarnya Koloseum itu seperti melambangkan betapa megah dan besarnya Kerajaan Mallorca.


Di depan pintu masuk, orang-orang begitu ramai mengantri karena sudah tak sabar segera melihat pertunjukan yang jarang terjadi itu. Bukan hanya bagi para pemain, para NPC pun juga begitu tertarik dengan hal tersebut dan akhirnya mereka juga ikut mengantri demi melihat pertandingan itu juga, dan juga mungkin mereka coba mengundi nasib mereka dengan ikut taruhan.


"Hmmm jadi ini Koloseum kebanggaan kota Vespasian itu? Memang terlihat begitu megah ketika melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!"


"Kota Vespasian merupakan salah satu kota terpenting yang ada di Kerajaan Mallorca, dan yang membuatnya istimewa adalah Koloseum itu!" Viand dengan rasa bangga menjelaskan hal itu pada kelompok Archie seperti seorang pemandu wisata.


Archie dan yang lainnya tak memperdulikan ucapan Viand, mereka malah tengah asik dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri dan itu membuat Viand kesal. Viand pun meluapkan kekesalannya dengan memukul Archie sedang asik memandangi Koloseum Vespasian.


"Awww! Apa yang kau lakukan maniak api! Kenapa kau tiba-tiba memukul ku?" Ucap Archie sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit.


"Kau adik kecil tak tahu diri! Aku sedang menjelaskan dan kau malah sedang asik dengan mainan mu sendiri, begitukah sikap mu pada kakak mu sendiri!"


Melihat kedua adiknya saling membentak, Viola tak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Dirinya sudah sangat lama tidak melihat pemandangan seperti itu, kenangan masa kecilnya dulu kembali terputar spontan di dalam pikirannya.


Begitu ia sudah cukup bernostalgia, akhirnya Viola pun mulai mendekati Archie dan Viand yang masih berdebat dengan aura yang begitu menakutkan.


Punggung Archie dan Viand merasa dingin begitu mereka merasakan aura mengerikan itu, mereka bahkan tak berani memalingkan wajah mereka untuk melihat siapa yang mengeluarkan aura tersebut, nyatanya mereka sudah tau siapa orang yang mengeluarkan aura seseram itu.


Mereka berdua cuma bisa meneguk air liur mereka sendiri sebelum akhirnya sebuah tangan melesat ke arah telinga mereka dengan sangat cepat dan mengeluarkan udara dingin.


Viola pun kini menjewer telinga kedua adiknya itu, mereka berdua langsung memohon ampun karena merasakan telinga mereka yang sakit dan juga panas akibat jeweran itu, namun Viola masih tak mau melepaskan mereka berdua sebelum mereka berdua berjanji tidak berdebat lagi.


"Baik-baiklah kak, kami berdua tak akan berdebat akan suatu hal yang tak penting lagi. Jadi kami mohon ampuni kami kak Viola, telinga kami sakit sekali!" Ucap mereka berdua serempak.


Mendengar hal tersebut, Viola pun akhirnya melepaskan mereka berdua sambil membuang nafas beratnya. Ia tak menyangka kedua adiknya itu akan begitu merepotkan dirinya. Terlebih sifat Viand yang begitu eksplosif itu sudah sangat membuatnya pusing kepala.


Selain Viand dan Archie yang merasakan kengerian Viola, semua kelompok Archie dan juga anggota guild Nebula Re-Estize Empire juga ikut merasakan hawa mengerikan dari Viola. Mereka semua kini mulai melihat satu hal lain dari Viola, yaitu kengeriannya dan kemungkinan nanti mereka tak akan berani mencari perkara dengan Viola.


"Waaa, sudah sangat lama aku tak merasakan hawa mengerikan darinya. Dulu aku dan Archie sangat sering merasakan hawa mengerikan tersebut ketika Viola mendapati kami berdua sedang melihat majalah panas hehe" ungkap Rick lalu dirinya ditatap oleh semua orang dengan tatapan mengerikan.


(Di dalam Koloseum)


Banyak sekali orang yang memadati Koloseum, tempat duduk juga terlihat penuh beruntung bagi kelompok Archie dan anggota Nebula yang tak ikut bertanding masih bisa mendapatkan tempat duduk yang lumayan nyaman.


Tempat duduk di Koloseum itu terbagi menjadi tiga bagian, bagian awal, tengah dan bagian atas yang sangat istimewa untuk ditujukan pada para eksekutif atau tamu istimewa.


Kelompok Archie dan Anggota Nebula Re-Estize Empire duduk di bagian tengah setelah membayar tiket masuk dengan harga yang cukup mahal. Sedangkan Archie dan yang lain sedang mempersiapkan diri mereka di salah satu koridor Koloseum.


Wajah mereka semua begitu serius seperti seorang atlet yang siap bertanding.


Di tengah keheningan itu, tiba-tiba Archie menyeletuk dengan nada yang sedikit bercanda. "Bukankah kita terlalu serius? Ini tidak baik untuk kesehatan jantung kita semua hahaha"


Mereka semua nampak kebingungan, mereka saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka ikut tertawa bukan karena lucu namun karena mereka merasa harus ketawa entah karena apa mereka juga tidak mengerti banyak.


………


"Halo-halo semuanya! Selamat datang di Koloseum!!" Suara dari sudut kanan Koloseum begitu nyaring menggelegar.


Para penonton langsung bersorak sorai begitu mendengar suara yang nyaring tadi, mereka seakan memang menunggu suara itu tadi. Suara tadi bagaikan seruan perang dari komandan mereka.


"Hari ini adalah hari yang kalian tunggu-tunggu, sebuah pertandingan besar akan di selenggarakan beberapa saat lagi"


"Pertandingan besar kali ini diselenggarakan oleh salah satu Guild tersohor yang ada di Cyrus Online dan juga di Kerajaan Mallorca. Tidak lain dan tidak bukan Guild Nebula!"


"Hari ini adalah pertandingan yang menemukan salah satu cabang guild dengan cabang guild lainnya dengan masing-masing diantara mereka akan menunjukkan siapa yang terbaik diantara mereka!"


"Baiklah tanpa berpanjang lebar lagi kita panggil saja sang penantang. Mereka semua menamakan diri mereka Cero Miedo atau Zero Fear!"


Begitu pembawa acara tadi mengucapkan nama Cero Miedo, kelompok Archie pun langsung naik ke panggung dengan wajah penuh kepercayaan diri.


"Wah apa itu Cero Miedo? Namanya cukup keren!"


"Iya Zero Fear! Namanya cukup gahar"


"Semoga saja mereka sama dengan nama team mereka, mereka tak akan takut dengan apapun!"


Penonton memberikan komentar-komentar mereka terhadap nama dari kelompok Archie, Archie pun tak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa karena hal itu.


"Hahahaha rencana pertama ku sudah sukses, dengan ini mereka semua akan ingat dengan nama Cero Miedo!"


Namun belum sempat Archie menjawab pertanyaan Seth, suara sirine begitu nyaring terdengar di telinga mereka semua. Sirine itu adalah penanda pertandingan pertama akan segera di mulai.


Sebelum pertandingan pertama di mulai, Emperor selaku ketua Guild Nebula melakukan sambutan pertama sekaligus membuka resmi pertandingan itu.


"Berdasarkan keputusan bersama dari tetua-tetua Guild, peraturan kali ini agak berbeda. Kali ini kubu penantang hanya akan di isi oleh 4 orang saja dan mereka akan bertahan dari kubu yang ditantang!"


"Jika 4 orang dari kubu penantang sudah kalah semua sebelum berhasil masuk ke final maka mereka semua dinyatakan kalah, namun jika salah satu diantara mereka bisa bertahan hingga ke final maka mereka akan bertanding dengan pemimpin kelompok sebelah dan jika menang maka kubu penantang akan dinyatakan sebagai pemenang!" Emperor memberitahukan kepada semua orang tentang peraturan baru itu.


Semua orang saling memandang satu sama lain, mereka agak kebingungan dengan perubahan peraturan mendadak itu, tetapi mereka juga sudah tak sabar melihat pertandingan sehingga mereka kembali bersorak kegirangan.


"Baiklah tanpa menunggu lagi mari kita mulai pertandingannya!" Ucap Emperor dengan penuh semangat.


Begitu Emperor selesai berucap, sebuah layar lebar mulai menyala dan mulai mengacak sebuah nama yang akan bertanding pertama nantinya.


Lalu nama acak tadi berhenti dengan nama D. Archie yang tercetak dengan sangat tebal dan besar.


"Hahaha memang bintang utama harus selalu yang pertama kali" kata Archie begitu tau dirinya yang bertanding pertama kali.


"Kak Archie jangan kalah ya, aku yang akan mengalahkan Kak Archie nantinya jadi jangan sampai kalah!" Ucap Seth sambil menepuk-nepuk pundak Archie.


Archie hanya tersenyum saja sambil mengangguk pelan, dirinya juga tak berpikir akan kalah dalam pertandingan pertama.


"Jangan sampai kalah kau uban! Kalau kau sampai kalah maka aku tak akan menganggapmu sebagai adik lagi!" Kali ini Viand yang berkata.


"Haah siapa juga yang ingin punya kakak yang terlihat seperti penyihir maniak api!"


"Kau penjahat kecil!"


Mereka semua langsung kembali ke tempat mereka, namun sebelum kembali Sunny Cloud tiba-tiba mendekati Archie lagi. Ia memberikan sebuah kalung yang menurutnya bisa menjadi sebuah jimat keberuntungan.


"Terimakasih Sunny" ucap Archie dengan senyuman begitu tulus dan membuat siapa saja akan merasa senang melihat senyuman itu.


Sunny Cloud yang melihat itu cuma bisa menundukkan wajahnya, ia tak ingin memperlihatkan wajah merahnya itu pada Archie. Ia pun segera berbalik badan dan cepat-cepat pergi menjauh dari situ.


Archie cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat hal itu sebelum dirinya dikejutkan dengan suara perempuan dari arah belakangnya.


"Apakah kau sudah selesai romantis-romantisannya? Sungguh aku sangat jijik melihat hal itu, itu sama sekali tidak indah!" Ucap perempuan itu.


Archie menatap musuhnya itu sambil menaikkan sebelah alisnya, ia cukup heran sekaligus kesian dengan perempuan itu.


'Dia pasti korban buaya!' gumam Archie.


"Aku pasti mengalahkan mu dalam sekali langkah!" Perempuan tadi kembali berkoar ke arah Archie.


3


2


1


Mulai!!!


Begitu pertandingan di mulai, perempuan tadi langsung menerjang Archie dengan sangat cepat. Perempuan itu melompat berniat menghabisi Archie dalam sekali serang.


Namun bukannya takut, Archie malah tiba-tiba tersenyum melihat hal tersebut. Ia mulai membuat kuda-kuda menyerang dan bersiap menarik pedangnya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud kasar tapi aku harus mengalahkan mu disini" kata Archie seperti menyesali perbuatannya nanti.


"Apa yang kau maksud dasar ubanan!"


Perempuan tadi langsung menukik tajam coba menyerang Archie, namun persiapan Archie sudah selesai. Kini ia menutup matanya dan menarik pedangnya secara perlahan-lahan.


"Judgement Cut!" Teriak Archie dengan lantang.


Tiba-tiba sebuah gelombang kejut tercipta di tengah-tengah udara, gelombang kejut itu menutupi badan dari perempuan itu tadi dan cukup membuat dirinya merasa aneh dengan itu.


Namun keterkejutan dirinya berubah menjadi sebuah keburukan, saat dirinya masih teralihkan dengan gelombang kejut tadi, ternyata dirinya juga tertebas oleh gelombang kejut itu berkali-kali menciptakan sebuah visual seperti orang yang sedang tersayat-sayat dalam sebuah dimensi kedap suara.


Begitu gelombang kejut tadi menghilang, tubuh perempuan yang tadi masih di atas udara, jatuh tersungkur ketanah seperti seonggok daging yang jatuh ke lantai.


Archie kemudian perlahan-lahan kembali memasukkan pedangnya, dan begitu pedangnya masuk ke sarungnya, sekali lagi tubuh perempuan tadi tertebas dengan sendirinya dan membuat perempuan itu benar-benar tak bisa melanjutkan pertandingannya karena sudah kalah.


Mengetahui dirinya sudah menang Archie hanya berjalan dengan santai menuju koridor ruang tunggu lagi, sedangkan para penonton masih tak bisa mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam beberapa detik yang lalu.


"Pemenangnya D. Archie!"


Suara yang begitu nyaring seperti menyadarkan mereka semua dalam lamunan mereka, namun tetap saja mereka masih kebingungan dengan itu semua.


"Kau lihat itu tadi? Dia mengalahkan musuhnya dengan satu gerakan saja!"


"Hoi-hoi apaan itu tadi? Kejadiannya begitu cepat terjadi!"


Semua orang masih terkejut dengan hal tadi sampai mereka melupakan satu hal, Archie sudah tak berada di arena lagi dan kini ia sudah kembali ke ruang tunggu untuk bersiap kembali menunggu pertandingan selanjutnya.


.........


Catatan Penulis:


Harap selalu dukung Cyrus Online ya dengan memberikan vote dan komen serta like nya ya. Dan juga jadikan Cyrus Online sebagai favorit kalian agar selalu mendapatkan notifikasi saat Cyrus Online sudah update (walaupun seringnya sistem agak gak sinkron).


Sayonara.... Ciao...