
Salika Forest, seperti namanya tempat ini ialah hutan yang sangat luas, saking luasnya para player mungkin bisa tersesat jika tidak ada sistem mini map di dalam game.
Di sepanjang hutan banyak pohon-pohon tinggi menculang seperti menusuk langit. Ada Pinus Mercusii, Casuarinaceae, Araucaria Heterophylla dan beberapa jenis pohon yang lainnya.
Di sepanjang perjalanan, Archie dan Sunny Cloud ditemani dengan suara orchestra dari burung Dicaeum Sanguinolentum yang sangat merdu.
"Serasa ada di dunia nyata dan sensasi ini benar benar seperti di hutan sungguhan" teriak Archie kegirangan.
"Hmmm apa ini baru pertama kali kau bermain game VR?"
"Yah aku akui, aku baru beberapa hari bermain Cyrus Online dan aku tidak tau bahwa game ini sangat realistis"
"Apa? baru beberapa hari bermain Cyrus Online? Tapi mengapa bisa kau mengalahkan salah satu top player Cyrus Online?"
"Entah akupun juga tak mengerti hehe" jawab Archie cengengesan.
Mendengar jawaban asal - asalan dari Archie, Sunny Cloud menggembungkan pipinya dan menatap arah lain.
Melihat reaksi dari Sunny Cloud, Archie hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menceritakan hal yang sebenarnya kepada Sunny Cloud.
Sunny Cloud hampir tidak mempercayai apa yang Archie katakan namun ia mengingat bagaimana mudahnya Archie menghindari serangan kombo dari Marsha sehingga membuatnya percaya dengan Archie.
"Ngomong - ngomong di mana Golem itu berada kita sudah jauh berjalan kedalam hutan tapi tidak nampak juga" ucap Archie.
"Entahlah aku juga tidak tahu dimana Golem itu hehehe. Lebih baik kita jalan aja terus ke dalam sedikit lagi"
"Huh aku kira kau paham betul wilayah ini, baiklah terserah kau saja"
Mereka berjalan lebih kedalam hutan untuk mencari golem. Di saat mereka tengah asik berbincang, mereka dikejutkan dengan bunyi gemersak dari arah atas pohon.
"Apa kau percaya jika itu adalah burung? Jika aku tidak akan percaya burung bisa menyebabkan bunyi sekeras itu kecuali itu burung yang sangat besar" ucap Archie.
"Aku juga tidak percaya itu burung, namun jika bukan burung lantas apa?" Tanya Sunny ke Archie.
Sebelum Archie sempat menjawab pertanyaan Sunny Cloud. Sebuah siluet hitam tiba - tiba dengan cepat melesat ke arah Archie. Beruntung Archie berhasil menahan serangan siluet hitam tersebut dengan pedangnya.
"Archie kamu baik - baik saja kan?"
"Jangan cemaskan aku coba perhatikan disekelilingmu!"
"Eh.... Apa?
Tiba - tiba mereka berdua dikelilingi oleh chelopard yang datangnya entah darimana. Ada puluhan chelopard tengah mengelilingi mereka berdua, seakan - akan mereka adalah santapan lezat bagi chelopard itu.
"Aku kira chelopard itu apa dan ternyata cuma kucing dahan ckckck"
"Ish jangan bercanda Archie kita ini lagi di situasi darurat tau"
"Hahaha kau terlihat imut kalau lagi marah oke dengarkan instruksi ku. Kau harus tetap tenang dan tetap perhatikan setiap sisi, aku akan menahan mereka dan kau fokus untuk memulihkanku dan jika ia terlalu dekat denganmu hantam saja dengan skill menyerangmu oke?"
"Berbicara itu memang gampang. Ish Archie kamu sangat menyebalkan!" Dengan wajah cemberut.
"Haha aku juga suka wajah cemberut itu"
Wajah Sunny kembali memerah setelah mendengar ucapan Archie.
"Archie bodoh..." Dengan pelan Sunny mengatakan itu bahkan semutpun tidak bisa mendengarnya.
"Apa kau menggumamkan sesuatu?" Tanya Archie yang merasa bahwa dirinya sedang dibicarakan.
"Tidak ada apa - apa sungguh. Cepat habisi saja chelopard itu!"
Tanpa basa-basi lagi Archie langsung mengaktifkan skill Air Step dan melesat cepat ke arah chelopard yang ada di hadapannya.
Ia langsung menebas 2 chelopard sekaligus dan langsung membunuhnya saat itu juga. Sontak hal ini membuat chelopard yang lain merasa terancam akan kehadiran sosok Archie.
Sedangkan Sunny Cloud tampak kesusahan menghadapi beberapa chelopard sekaligus. Walau memberikan perlawanan namun Sunny tetap menerima damage dari para chelopard itu.
"Terima ini kucing nakal Break Staff!"
"Wah ternyata kau hebat juga ya nona cantik pantas saja si Marsha and The Bear itu sangat menginginkan dirimu haha"
"Kau mengejekku ya? Awas saja kau Archie!"
Mendengar ucapan Archie, Sunny Cloud menjadi tersulut emosinya. Ia dengan beringas menghabisi beberapa chelopard yang mengelilinginya tadi.
Melihat hal ini Archie hanya bisa menelan ludahnya sendiri, itulah akibatnya jika kau menghasut seorang perempuan kau pasti akan menderita.
"Nampaknya aku juga tak ingin kalah kemari kau kucing jelek hyaaat"
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya berhasil mengalahkan semua chelopard.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka karena mereka belum menemukan Golem dan Boar.
Disepanjang perjalanan mereka kembali bertemu dengan chelopard namun mereka dengan mudahnya melewati hadangan para chelopard itu.
"Nampaknya cakar chelopard kita berlebihan, apa yang harus kulakukan dengan sisanya nanti?"
"Hmm kau jual saja ke pada Audrey dia pasti mau membelinya"
"Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan kita masih belum bertemu dengan golem dan mengambil kayu nya"
Mereka terus berjalan ke dalam hutan. Saat di dalam hutan, Archie merasakan keanehan pada hutan itu. Ia merasa pohon yang ada di dalam sini berbeda dari pohon sebelumnya.
"Entah memang perasaan ku atau memang kenyataannya, apa kau merasa aneh dengan pohon-pohon disekitar sini Sunny?" Tanya Archie ke Sunny Cloud.
Sunny Cloud melirik - lirik ke segala arah, namun ia tetap tidak bisa melihat perbedaan pohonnya.
"Aku rasa itu cuma perasaan kau saja"
Setelah mengatakan itu, Sunny Cloud berjalan ke arah pohon di dekat Archie.
"Kau mau apa Sunny?" Tanya Archie yang kebingungan melihat tingkah Sunny Cloud itu.
"Aku hanya memastikan saja bahwa tidak ada apa - apa"
Sunny menyentuh pohon yang berada di samping Archie itu. Setelah menyentuhnya ia berpaling ke arah Archie sambil tersenyum yang terkesan mengejek Archie yang telah khawatir berlebihan.
"Lihat tidak ada apa - apa kan..... Eh apa ini aaahhhh Archie tolong aku aku tidak ingin mati sekarang!"
Tiba - tiba pohon yang disentuh oleh Sunny tadi berubah menjadi makhluk yang sangat besar dan terlihat kokoh, inilah yang mereka tengah cari daritadi Golem.
"Sudah kubilang jangan asal-asalan sekarang apa kau telah mengerti ha?"
"Ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat! Ayo selamatkan aku Archie aku tidak ingin dimakan oleh makhluk ini aaahhh turunkan aku tuan Golem"
"Memohon kepadanya tidak akan merubah keadaan, huh apa boleh buat"
Archie langsung melesat ke arah lengan dari Golem itu. Ia bermaksud menebas lengan Golem itu namun hal itu dibaca oleh si Golem. Golem itu menyerang Archie menggunakan tangan kanannya, Archie yang tidak menduga akan hal itu hanya bisa menangkis serangannya menggunakan pedang.
Walau berhasil ditahan namun Archie tetap terlempar jauh akibat pukulan dari Golem itu. Archie meringis kesakitan saat hendak berdiri, beruntung serangan itu hanya berdampak sedikit bagi Archie yang berlevel tinggi.
"Heh ternyata sakit juga pukulanmu ya mas Golem"
Archie mengeluarkan senyuman khasnya, setelah itu ia langsung melompat ke arah Golem tadi sambil memberikan tendangan ke arah lengan Golem.
"Rasakan ini mas Golem Twieo Ap Changi!"
Tendangan itu berhasil mengenai lengan dari Golem itu. Sang Golem pun terpaksa melepaskan Sunny Cloud. Archie langsung melompat untuk menangkap Sunny Cloud yang masih mengambang bebas di udara.
Melihat reaksi Sunny Cloud, Archie hanya bisa tertawa ringan dan melepaskan dekapannya.
"Alright nona ini adalah pertarungan berat sebelah jadi kau fokus untuk menyembuhkan diriku saja dan jangan lakukan sesuatu yang bodoh"
Sunny Cloud hanya bisa mengangguk menanggapi perkataan Archie, ia paham betul dengan kesalahan yang telah ia lakukan tadi.
Archie tersenyum melihat Sunny yang telah kembali kesadarannya.
"Kau curang mas Golem. Kau terlalu besar dan terlalu keras untuk ku lawan. Kau tau saat aku menendangmu tadi rasanya tulang kakiku ini pecah seperti kaca"
"Kau ini memangnya Golem itu paham dengan celotehan mu itu hahaha kau sungguh orang yang asik Archie"
"Sudah jangan menertawakan aku, aku hanya kesal saja dengan Golem ini"
Archie kembali menarik pedangnya dan mengalirinya dengan Armamen. Archie kini tengah serius untuk menghadapi Golem itu, melihat Archie yang serius Sunny Cloud merasa takut, ia merasakan tekanan yang sangat besar dari seorang Archie.
"Ayo kita mulai pestanya!" Ucap Archie dengan lantang.
Archie menebas kaki Golem itu, serangan itu berhasil membuat Golem meringis kesakitan. Belum sempat bereaksi, Archie kembali menebas Golem itu tepat di badannya.
Merasa dirinya terancam, Golem itu pun membalas serangan Archie dengan menembakkan laser tepat dari matanya. Serangan itu tidak diprediksi oleh Archie dan berhasil mengenainya.
"Archie!" Teriak Sunny Cloud ketika ia melihat Archie tertembak laser itu.
Melihat musuhnya terluka, Golem itu kembali menembakkan lasernya secara membabi-buta. Archie langsung bereaksi cepat untuk menghindari serangan itu, ia bergerak dengan cepat ke kekanan dan kekiri untuk menghindari hujan laser itu.
Namun ternyata serangan hujan laser itu hanyalah pancingan untuk Archie, ia tidak menyangka ketika sebuah tendangan keras mengenai perutnya dan membuatnya terlempar hingga ketempat Sunny Cloud berdiri.
"Uhuk huk eh sakit sekali rupanya"
"Kau ini seorang masokis kah? kau terlihat senang ketika disakiti"
"Tidak sama sekali tidak aku hanya kagum dengan rasa sakit yang benar - benar nyata ini"
"Baiklah tunggu sampai aku selesai menyembuhkanmu"
"Sebaiknya kau cepat karena Golem itu tidak punya waktu untuk menunggu kita"
"Eeh tunggu sebentar mas Golem Dewi penyembuh tolong sembuhkanlah segala luka yang ada di dunia ini, cure"
Seketika tubuh Archie menjadi kehijauan dan bar HP nya kembali penuh. Ia langsung bangkit dan mengaktifkan Air Step, ia langsung berada dihadapan Golem itu dan langsung mendaratkan pukulan keras kearahnya.
Golem itu tidak sempat bereaksi apa - apa dan pukulan itu sukses membuat Golem terjatuh ke tanah.
Melihat pukulan sekeras itu, Sunny Cloud tidak bisa berkata apa-apa, bahkan ia mulai mempertanyakan apa sebenarnya job dari Archie sehingga mampu membuat pukulan sekeras itu. Bahkan pukulan Marsha masih terlihat lemah ketika ia melihat pukulan Archie.
"Akan kuhabisi kau sekarang mas Golem, Judgement Cut!"
Seketika tebasan gelombang elektromagnetik mengenai badan Golem yang telah terjatuh di tanah. Bunyi retakan terdengar setelah gelombang elektromagnetik itu menghilang dan tiba - tiba tubuh Golem itu meledak dan menjadi partikel - partikel yang melayang di udara.
"Archie kau hebat seka....."
Belum sempat Sunny menyelesaikan ucapannya, ia dikejutkan dengan puluhan Golem tengah menatap ke arah dirinya dan Archie.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan Archie?"
"Untuk sekarang ayo kita kabur dari sini!"
"Hah kabur"
Sebelum dapat berbicara lagi, Archie langsung menggenggam tangan Sunny Cloud dengan erat dan membawanya berlari secepat mungkin.
"Kita kabur dari sini karena aku tidak ingin lagi melawan Golem" ucap Archie sambil berlari
"Tapi kita kan butuh 4 buah Wood Golem"
"Tidak perlu Golem tadi sudah menjatuhkan 5 Wood Golem jadi jika kita menghadapi puluhan Golem itu, itu cuma bunuh diri!"
Mereka berdua terus berlari sampai mereka tidak tahu kemana mereka pergi.
"Anu, Archie bisa kau lepaskan tanganku"
"Ahhaha maaf - maaf aku kelupaan"
"Kelupaan atau kebiasaan?"
"Hehehe"
"Hmmpp, nampaknya kita sudah menjauh dari para Golem itu. Akh rasanya lelah sekali harus berlari secepat itu"
"Sebaiknya kita beristirahat dulu disini sebelum kita berkeliling hutan ini lagi untuk mencari Boar"
"Ah kau benar juga Archie, disini terlihat sangat nyaman untuk beristirahat"
"Kita bergantian log off kau duluan baru aku biar lebih aman"
"Oke mas Archie aku titipkan tubuh virtual ku ini ya! Tapi awas kalau macam - macam dengan tubuh ini" sambil mengepalkan tangannya dan dengan wajah psyhco Sunny Cloud mengancam Archie.
"Oke - oke akan ku jaga kau bisa percayakan kepada ku"
"Hehe baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti"
Seketika Sunny Cloud terpejam dan tidak aktif lagi. Archie yang tengah sendirian itu menatap Sunny Cloud dengan sangat kuat.
"Apa benar di game ini ada juga efek kenikmatan seksual? Ah apa yang kupikirkan, berpikir positif berpikir positif" gumamnya
*Di lain tempat*
"Hmmm D Archie ya? Orangnya cukup tampan dan terlihat ramah. Aku jadi penasaran dengan dirinya di dunia asli. Hmm sudahlah lebih baik aku bergegas makan malam, kesian juga dia kalau aku tinggal lama"
Si perempuan itupun akhirnya keluar dari kamarnya setelah seharian tidak keluar. Ia melangkah kedapur untuk menyiapkan makan malam untuknya.
"Tunggu ya Archie aku tidak lama kok makan cuma 2 jam aja hehe"
*Salika Forest*
"Berpikir positif berpikir jernih berpikir positif berpikir jernih"
*Suara hatinya Archie*
"Apa kau tidak ingin merasakan kenyalnya oppai, ini kesempatan besarmu"
"Jangan dengarkan dia, dia ditutupi biji wijen!"
Terjadi pergulatan batin yang sangat amat berat di dalam diri Archie. Archie yang tengah bersemedi itu tiba - tiba merasakan ada sesuatu yang menghampiri tempat mereka berdua.
Archie mengambil kuda - kuda menyerang untuk antisipasi dari ancaman yang akan datang.
Suara gemersik itu semakin mendekat ke arah tempat Archie berisitirahat, hingga akhirnya muncullah seekor makhluk yang menghampiri tempat mereka berdua.
Seekor **** hutan dengan ukuran jumbo tengah berhadapan dengan Archie. Archie yang melihat besarnya makhluk itu hanya bisa menelan ludahnya sendiri.
Tiba - tiba **** hutan itu menyerang Archie, hampir saja sebuah serudukan maut mengenai Archie jika ia tidak berguling ke arah samping.
Archie langsung berlari ke arah tubuh Sunny Cloud. Ia langsung menggendongnya dan berlari secepat kilat meninggalkan **** hutan itu.
"Maafkan aku Sunny Cloud, aku menggendong tubuhmu tanpa seizin darimu. Namun aku juga berterima kasih kepadamu. Karena hal ini aku bisa merasakan kenyal kenyalnya yupi milikmu haha terimakasih Sunny chuwaaaan!^_^"