
Di suatu pagi yang tak begitu cerah..
Di sebuah kelas yang terdapat begitu banyak orang-orang yang terlihat fokus akan satu hal.
Terlihat dua orang laki-laki dan perempuan yang tak sefokus yang lainnya.
Mereka berdua terus-terusan melihat kedudukan kanan mereka.
Di sudut kanan itu, terdapat sebuah kursi dan meja yang terlihat kosong tak bertuan.
Mereka berdua sepertinya mengkhawatirkan orang yang punya meja dan kursi tersebut, karena sudah beberapa minggu mereka berdua tak melihat orang itu datang dan duduk di sana.
Di depan sana, terdapat seorang paruh baya yang tengah memberikan materi tentang ekonomi kepada semua orang yang berada di kelas tersebut.
Dengan gaya khas tokoh revolusioner yang senang dengan gaya pidato berapi-api, ia menyampaikan materinya kala itu.
"Bapak akan terangkan satu hal! Teori ekonomi milik Adam Smith itu adalah omong kosong besar! Teori ekonominya itu berpihak kepada kapitalisme dan akan mengakibatkan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sama seperti yang terjadi sekarang ini!"
Beberapa dari mereka terlihat sangat fokus, beberapa lagi pura-pura fokus dan sebagian dari mereka ada yang menahan rasa kantuknya saat diberikan materi itu.
Karena saking berapi-apinya, beliau bahkan tak menyadari bahwa bel telah berbunyi.
Dengan sangat cepat anak-anak yang tengah berjuang tadi langsung keluar dari kelas tanpa mempedulikan orang tua yang sedang melakukan pidato revolusi tadi.
Karena merasa terabaikan, beliaupun akhirnya marah dan beliau memberikan sebuah ultimatum yang amat mengerikan untuk di dengar oleh mereka semua.
"Bulan depan kita akan final exam! Dan final exam nya adalah kalian harus meriset ekonomi yang seperti apa yang paling cocok untuk kehidupan!" Ucap beliau sambil memamerkan senyum yang terlihat dipaksakan itu.
Namun sayangnya ultimatum itu juga tak dihiraukan oleh mereka semua, mereka semua langsung saja pergi dari sana karena sudah merasa perlu mencari angin kesegaran setelah menerima pidato revolusi tadi.
Si orang tua itu juga tak mempedulikan mereka dan beliaupun lebih memilih merapikan perlengkapan beliau.
Di saat beliau sedang merapikan perlengkapan itu, beliau jadi teringat dengan seseorang yang tak hadir di kelas itu.
Beliau melihat bangku kosong yang berada di sudut kanan ruangan itu dan juga beliau melihat ada dua orang yang masih berada di kelas itu, beliau ingat bahwa kedua orang itu adalah teman dekat dari si pemilik bangku kosong itu.
Beliau akhirnya mendekati mereka berdua dan menanyakan kepada mereka berdua tentang si pemilik bangku kosong.
"Maaf pak kami juga tak tahu dengan kondisinya seperti apa, tapi terakhir kali kami ketemu itu ia masih sehat saja pak!"
"Hmmm baiklah kalau begitu bapak cuma ingin menyampaikan pesan bahwa ia sudah tak masuk selama 3 minggu ini dan bulan depan kita sudah final exam!"
Selepas itu beliau keluar kelas meninggalkan mereka berdua.
Mereka berdua masih berada di kelas dengan perasaan bingung. Mereka berdua kebingungan dengan teman mereka yang tak pernah lagi masuk kelas selama 3 minggu lebih.
Padahal teman mereka itu sama sekali tak pernah absen selama ini.
"Aeits kemana sih si rambut putih itu!"
"Aku juga tak tahu Rama, nanti sore aku akan mampir kerumahnya untuk mengecek keadaannya"
"Ah ide bagus itu Rosa! Apa kau mau ditemani?" Atau kau ingin menikmati waktu berdua dengannya?" Ucap Rama sambil menggoda Rossa
"Bukan urusan mu!" Balas Rossa meninggalkan Rama seorang diri.
Rama tak tau harus tertawa atau menangis karena itu. Ia akhirnya menyusul Rossa yang sudah jauh meninggalkannya.
"Hehehe dasar perempuan! Kalau kau selalu begitu mana mau si rambut putih itu"
**********
Di lain tempat...
Perjalanan Archie, Viola dan Venus untuk menuju Nilfelin rupanya bukan perjalanan yang melewati jalan bebas hambatan.
Mereka bertiga pergi dari Ishavil dengan menyewa sebuah kereta kuda dengan ukuran yang cukup lumayan besar.
Harganya juga tak kalah lumayan, namun semua itu ditanggung oleh Viola dengan senang hati. Sampai-sampai membuat Archie berpikir ratusan kali tentang seberapa banyak uang yang dimiliki oleh Viola.
Selepas meninggalkan Ishavil perjalanan mereka langsung dicegat oleh beberapa monster yang menghadang mereka.
Mereka dicegat oleh beberapa kawanan Goblin yang kata kusir itu memang sering nampak di sekitar sini.
"Apakah aku harus turun dan membasmi Goblin itu?" Tanya Archie
"Tak perlu! Biarkan aku saja yang kesana dan membasmi mereka semua!"
"Tapi mereka itu berbahaya Viola! Apalagi jika mereka melihat perempuan dengan body seperti dirimu! Mereka akan semangat sekali untuk mendapatkanmu!"
Viola kebingungan dengan perkataan Archie barusan, ia tak percaya dengan perkataan Archie barusan dan dengan santai ia turun dari kereta.
"Akh habis sudah!" Ucap Archie sambil menepuk jidatnya sendiri..
Viola yang tak percaya dengan ucapan Archie, langsung mendatangi Goblin itu.
Dengan santainya, Viola berdiri di depan para goblin yang menghadang mereka itu.
Dan lalu sebuah keajaiban terjadi...
Para goblin itu terdiam seperti terkena efek stun dan paralyzed.
Mereka semua terdiam dan terus-terusan mengeluarkan air liur dari mulut mereka yang bau busuk itu.
Bahkan beberapa dari mereka ada yang secara refleks memainkan tongkat sakti mereka, dan tentu saja itu membuat Viola keheranan.
'Apa yang mereka lakukan? Apa jangan-jangan?' ucap Viola dalam hati.
Namun keterkejutan Viola agak terlambat sekali, setelah beberapa lama terdiam akhirnya para goblin itu langsung menyerang Viola dengan sangat agresif dan tak beraturan sama sekali.
Viola bahkan tak bisa menyerang balik mereka karena para goblin itu menyerang Viola seperti seorang kuda yang hendak kawin, yap ganas sekali.
Jika mereka jatuh, mereka akan bangkit lagi tanpa merasa sakit. Jika mereka tertebas, maka mereka akan bertahan. Dan itu membuat Viola kebingungan dengan sikap para goblin itu.
"Kenapa goblin ini begitu agresif? Aku tak bisa terus-terusan bertahan"
Akhirnya Viola pun lengah. Ia dikejutkan oleh goblin yang tiba-tiba naik ke atas punggungnya dari belakangnya.
Viola tak mengira akan ada goblin dibelakangnya dan akan menaiki punggungnya.
Goblin itu tak menyerang Viola, namun ia mencoba untuk menyentuh dua bukit kembar Viola yang terlapisi oleh armor miliknya.
Karena merasa tak berhasil, akhirnya goblin itu menusuk-nusuk armor itu menggunakan belati kecilnya dan tentu saja itu memberikan damage kepada Viola.
Melihat musuhnya yang sudah tak berdaya seperti itu, para goblin yang lain juga berbondong-bondong mendekati Viola.
Dengan cepatnya mereka hendak menerkam Viola yang disibukkan dengan seorang goblin yang berusaha mati-matian untuk menghancurkan armornya itu.
Namun gerombolan goblin itu tiba-tiba langsung terjatuh ke tanah dengan luka yang sangat dalam.
Dan goblin yang berada di punggung Viola itu juga mati seketika setelah itu.
Viola kebingungan dengan yang terjadi saat itu. Ia mengamati sekitarnya dan tak ada lagi goblin yang muncul.
Lalu ia melihat kesampingnya, dan terlihat seorang pemuda dengan rambut putih yang baru saja memasukkan pedangnya kembali ke sarungnya.
"Archie? Terimakasih sudah menyelamatkan ku!" Dengan cepat Viola mendekatkan badannya ke Archie.
"Lihat? Kan sudah kubilang jika goblin itu akan menggila jika melihat dirimu" nampak kesal Archie dengan tingkah Viola
"Kenapa goblin itu jadi seperti itu? Bukannya itu monster biasa saja?"
"Argh! Jadi kau masih berpikiran bahwa game ini sama saja seperti game kebanyakan? Teruslah kau berpikir seperti itu dan kau tak akan pernah maju karenanya!" Ucap Archie sambil membangunkan Viola dan membawanya kembali kedalam kereta kuda.
Di dalam kereta, Venus begitu khawatir dengan kondisi ketuanya itu. Viola menjawab kekhawatiran Venus dengan santai dan ia hanya merasa shock saja, namun hal itu masih membuat Venus khawatir terhadapnya.
Lalu perjalanan merekapun kembali berlanjut, dan mereka harus turun beberapa kali lagi untuk menghabisi monster yang mencegat perjalanan mereka untuk sampai ke Nilfelin.
Perjalanan mereka bertiga tentunya merupakan perjalanan yang berat namun mengasikan.
**********
Setelah seharian penuh mereka berangkat dari Ishavil, mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah hutan di kawasan Nilfelin.
Wallnut forest, itulah nama dari hutan tersebut.
Untuk masuk kehutan ini, mereka harus meninggalkan kereta kuda dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Malam sudah semakin larut, mereka bertiga masih saja berjalan menyusuri hutan itu untuk segera sampai ke Nilfelin. Tetapi nampaknya tujuan mereka itu masih jauh dari sana.
"Hari sudah semakin gelap, apa kita harus membuat kemah disini Archie?"
"Ya benar sekali Archie, Venus sudah sangat lelah!"
Archie melihat ke arah dua rekannya itu. Ia tak tega melihat kedua rekannya dalam kondisi seperti itu, akhirnya ia memutuskan untuk berisitirahat disitu dan membuat kamping.
Mereka bertiga dengan cepat membuat kamping disitu.
Dengan membagi tugas masing-masing, mereka mampu membuat tempat kamping dengan sangat cepat.
Venus yang berasal dari hutan ia ditugaskan untuk mencari bahan makanan. Archie yang memiliki kekuatan lebih akhirnya ditugaskan untuk mendirikan tenda dan mencari beberapa kayu bakar, sedangkan Viola yang memerintah mereka berdua.
Setelah semua persiapan telah selesai, akhirnya mereka mulai berisitirahat dan mulai memakan yang ada di persediaan mereka semua.
"Terlalu riskan jika melanjutkan perjalanan kita di malam hari seperti ini, sebaiknya kita bersantai di sini dan melanjutkan perjalanan kita besok pagi" ucap Viola.
Archie dan Venus juga mengerti hal itu dan mereka berdua mengiyakan saran dari Viola tadi.
"Jadi kalian berdua ingin log off? Jika ia maka silahkan kalian log off duluan dan biarkan aku berjaga"
"Eh kenapa kau tak ikut log off juga? Apa yang kau rencanakan ha?" Selidik Viola ke Archie.
"Tidak ada, aku cuma khawatir kalau saja ada player yang usil dan menyerang kita bertiga disaat kita semua log off"
Viola dan Venus akhirnya mengerti maksud dari Archie itu. Namun mereka berdua masih menatap Archie dengan tatapan yang mengancam yang membuat Archie takut.
"Oh sudahlah! Aku tak akan berbuat hal aneh dengan tubuh kalian aku berjanji! Janji ku janji seorang pelaut!"
Setelah mendengar ucapan Archie itu, mereka berdua akhirnya log off setelah masuk ke dalam tenda mereka berdua, meninggalkan Archie yang masih berada di sana.
"Entah kenapa aku merasakan hawa yang aneh di sekitar sini, apa itu cuma perasaan ku saja?" Batin Archie..
*******
Malam semakin larut, bulan sudah mengambang tinggi di langit, angin malam semakin lama semakin terasa dingin sekali.
Archie menghabiskan waktunya untuk melihat-lihat status miliknya dan membaca beberapa info yang terlihat di layarnya.
"Aku naik ke level 13 ya, hmm aku tambahkan AGI saja poin bonusnya"
"Aku masih tak mengerti dengan job baruku ini Sebenarnya kekuatannya seperti apa ya?"
Ditengah kegiatannya itu, Archie mendengar beberapa suara yang menganggu. Ia merasakan bahwa ada seseorang yang tengah mengincar tempat kamping mereka.
Dengan penuh waspada Archie melihat ke arah sekelilingnya, namun karena gelapnya malam membuat penglihatan Archie berkurang.
Suara gangguan semakin lama semakin keras. Archie tak percaya jika ada hewan ataupun monster yang mampu membuat suara gemersik rumput yang nyaring, ia yakin sekali bahwa ada seseorang yang sedang mengintainya dari kegelapan.
Dan nampaknya kekhawatirannya akhirnya terjadi, dengan sangat cepat dan tepat ada sebuah anak panah yang mengarah ke jantung Archie.
Beruntungnya Archie masih bisa menghindari anak panah tersebut namun ia tak bisa menghindari anak panah yang lainnya yang berhasil mengenai lengan Archie.
"Argh kenapa aku merasa pusing?"
"Argh aku mengantuk"
[Sistem]
[Anda terkena efek confuse dan sleep]
[Segeralah minum elixir untuk menghilangkan semua status negatif dari tubuh Anda?]
"Argh yang benar saja? Rupanya anak panah itu memiliki efek! Urgh"
Seketika Archie ambruk dan tak bisa bangkit lagi. Di sela-sela kesadarannya masih tersisa, Archie melihat beberapa orang dengan telinga lancip sedang menatap ke arahnya dan juga mereka membawa Viola dan Venus.
"Kita kurung mereka bertiga!"
"Baik kapten!"
Archie hendak bangkit untuk menyelamatkan Viola dan Venus, namun efek dari status negatif itu membuatnya tak bisa bertahan lama dan akhirnya Archie kehilangan kesadaran sepenuhnya.
"Vi...ola!"