
Momo-chan perlu waktu selama 4 jam demi menyelesaikan misi pertamanya itu, ya misi menembakkan [Fire Ball] sebanyak 100x.
Momo-chan terus berlatih tanpa henti-hentinya, mulai dari masih banyak pemain yang memadati tempat itu hingga tidak ada tersisa orang disana, kecuali dirinya dan instruktur.
Si Instruktur sangat tertarik dengan Momo-chan. Bukan karena Momo-chan adalah calon penyihir berbakat ataupun ia bisa menguasai lima elemen sekaligus, ia tertarik karena progres Momo-chan yang seperti orang normal.
Ia sering melihat para pemain yang cuma perlu beberapa menit atau hanya perlu satu jam saja untuk menyelesaikan quest tersebut dan itu membuatnya sedikit bosan.
Namun kasus Momo-chan berbeda, ia merasa tertarik karena Momo-chan perlu waktu selama 4 jam untuk menyelesaikannya. Dan juga tidak semua [Fire Ball] yang ia lancarkan itu tepat mengenai sasaran.
Setelah percobaan pertama mengenai langit-langit gedung dan menghasilkan sebuah lobang yang besar, lalu ada beberapa percobaan yang hampir serupa dengan itu.
Momo-chan sudah membuat lebih dari puluhan lubang di langit-langit ataupun tembok gedung, dan juga ia sempat mengenai target milik orang lain dan membuat semua orang disitu lari berhamburan. Karena itulah si instruktur jadi tertarik.
Nafas Momo-chan tersengal-sengal seperti orang yang baru saja lari 10km tanpa henti. Wajahnya penuh debu karena ledakkan ledakkan Fire Ball itu. Senyum lalu muncul saat ia melihat sebuah notifikasi muncul di hadapannya.
[Basic Mage Quest Completed]
You earn!
Basic Mage Staff X1
EXP 20
[You have a new job: Mage]
"Akhirnya aku berhasil!" Momo-chan langsung terduduk dan ia mencoba untuk merentangkan tubuhnya yang kaku itu.
Si instruktur mendekati Momo-chan yang sedang duduk, ia menepuk pundak Momo-chan dan memberikan senyuman indahnya. Momo-chan pun membalas senyuman itu dengan senyuman yang tak kalah manis pula.
"Selamat atas keberhasilan mu. Dengan ini kau sudah resmi jadi seorang Mage" ucap si instruktur
"Terimakasih instruktur, kalau boleh tau siapa nama Anda? Agar aku bisa lebih mudah memanggil Anda"
Si instruktur menggeleng pelan. "Tidak usah terlalu formal denganku, panggil saja aku Merlin. Aku punya sebuah misi lagi untukmu apa kau mau menerimanya?"
[Quest Practice I]
Bunuh 10 monster apapun
Reward: Mage Necklace + 20exp
Yes/no?
Tanpa pikir panjang lagi, Momo-chan pun mengiyakan quest itu. Menurutnya quest tersebut memang ia butuhkan untuk bisa beradaptasi dengan cepat dalam game ini.
Merlin pun tersenyum puas, iya memberikan sedikit nasihat kepada Momo-chan sebelum ia memulai petualangannya.
"Sebaiknya kau cari party atau kau ajak orang yang bisa bekerjasama dengan mu. Itu akan memudahkan mu untuk menyelesaikan misi ini"
Momo-chan memberikan jempolnya ke arah Merlin, ia mengikuti pose seseorang yang ia kenali. Lalu ia pun pergi keluar dari gedung tersebut dan bersiap untuk merasakan petualangan pertamanya.
...........
Momo-chan kini berada di luar kota. Ia kini berada di sebuah tempat luas yang di penuhi dengan orang-orang yang sedang berburu monster.
Sekarang ini ia hanya berdiri melihat bagaimana orang-orang berburu monster. Ia jadi tahu banyak orang-orang yang bekerjasama untuk berburu, ada yang 3 orang, 4 orang dan sampai 8 orang.
Ia juga melihat ada beberapa orang yang mengalahkan monster cuma seorang diri saja, ia langsung berdecak kagum melihat orang-orang yang berjuang seorang diri itu.
"Aku juga ingin mencobanya!" Momo-chan berdiri lalu ia berjalan mencari monster yang bisa ia buru.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya ia menemukan monster yang bisa ia buru.
[Wild Onion]
Level: 2
HP: 100%
Seekor monster yang menyerupai bawang putih namun memiliki kaki sedang menatap lurus ke arah Momo-chan. Mereka seakan-akan tahu kalo Momo-chan ingin mencelakakan mereka semua, sehingga mereka bersiap-siap untuk menyerang terlebih dahulu.
Merasa dirinya sedang terancam, Momo-chan pun langsung mengeluarkan [Fire Ball] dengan tergesa-gesa sehingga bukannya mengenai Wild Onion melainkan mengenai monster lain yang lebih kuat.
[Black Coeurl]
Level: 9
HP: 100%
"Oh mama mati aku!"
Monster yang mirip seperti macan kumbang itupun langsung menerjang ke arah Momo-chan dan itu membuatnya kaget sehingga Momo-chan dengan refleksnya langsung melompat ke samping.
Sialnya saat ia melompat itu, cakar dari black coeurl masih mengenai badannya dan membuat HP miliknya tersisa 70%.
Black Coeurl kembali menyerang Momo-chan, namun kali ini Momo-chan berhasil menghindarinya dan ia langsung mengeluarkan [Fire Ball] yang kali ini tepat mengenai monster itu.
Black Coeurl mengambil jarak dari Momo-chan, serangan darinya tadi cukup membuat insting monster itu berfungsi, monster itu sedikit berhati-hati dengan Momo-chan.
Namun suatu kesalahan terjadi, Momo-chan terlalu fokus dengan Black Coeurl sehingga ia lupa dengan keberadaan Wild Onion. Momo-chan dikejutkan dengan 5 Wild Onion yang menyerang dirinya secara bersamaan.
"Aduduh sakitnya. Aku lupa dengan makhluk kecil itu" Momo-chan meringis setelah menerima serangan dari Wild Onion.
Momo-chan tak bisa berbuat apa-apa lagi, kini ia dikerumuni oleh Wild Onion dan juga Black Coeurl yang masih hendak menyerang dirinya.
"Ah apa aku harus mati terlebih duluan, aku baru saja memulainya" Momo-chan pasrah dengan keadaannya.
Dikala dirinya sudah pasrah tiba-tiba ada sebuah bola api besar yang mengenai monster yang mengerumuni Momo-chan tadi.
"Kau baik-baik saja? Sini aku bantu berdiri" Seorang perempuan mengulurkan tangannya ke Momo-chan.
Momo-chan menerima uluran tangan itu, ia berterima kasih ke perempuan itu dan hanya di balas senyuman manis olehnya.
"Namaku Fiorena aku juga seorang Mage seperti mu dan juga aku seorang pemula juga" perempuan itu memperkenalkan diriĀ
"Namaku Momo-chan kau bisa panggil Momo saja"
"Woy apa kalian sudah selesai berkenalannya? Aku sudah tidak tahan dengan monster yang satu ini" Laki-laki tadi berteriak ke arah mereka berdua dengan sebelah lengan yang menahan serangan Black Coeurl.
Mereka berdua hanya bisa tersenyum melihat laki-laki itu kesusahan, akhirnya mereka pun membantu laki-laki itu dengan menembakkan Fire Ball secara bersamaan.
2 Fire Ball langsung tepat mengenai Black Coeurl, lalu laki-laki itupun menebas Black Coeurl beberapa kali sampai monster itu berubah menjadi partikel-partikel kecil.
"Fiorena! Sudah kubilang kalau di medan pertempuran itu kau harus tetap fokus" Laki-laki tadi langsung marah-marah ke Fiorena.
Fiorena hanya menutup telinganya rapat-rapat, dia tidak ingin mendengarkan ocehan-ocehan yang keluar dari mulut laki-laki itu.
"Oh iya kenalkan dia ini laki-laki yang paling berisik yang ku kenal, namanya Double"
"Hei Fiorena! Apa maksudmu ha?"
Fiorena hanya tertawa saja melihat reaksi dari Double, sedangkan Momo-chan merasa sedikit iri dengan kedekatan mereka berdua akan tetapi ia kembali teringat sosok temannya yang membuatnya jadi lebih tenang kembali.
"Kenapa kau berburu sendirian? Kau itu seorang Mage yang punya HP sedikit jadi jangan sok keras!"
Fiorena berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Double, ia pun jadi geram sehingga ia tak kuat untuk menahan keinginannya untuk menjewer telinga si Double.
"Kau jangan dengarkan dia Momo, bagaimana jika kau ikut kami berburu?" Ajak Fiorena tak lupa dengan senyuman manisnya, nampaknya Fiorena ini adalah orang yang senang sekali tersenyum.
Sebenarnya Momo-chan hendak menolak ajakan Fiorena akan tetapi ia melihat wajah tulus dari Fiorena akhirnya ia pun mengikuti mereka berdua.
Mereka bertiga pun akhirnya berburu monster bersama-sama. Banyak monster yang mereka buru, mulai dari yang paling lemah seperti Wild Onion hingga yang cukup kuat seperti Black Coeurl.
Mereka bertiga berburu monster selama lebih dari 4 jam, sehingga membuat level mereka naik signifikan. Momo-chan yang awalnya level 1, sekarang ini sudah hampir mencapai level 4.
"Nampaknya kau bahagia sekali"
"Ah haha iya benar sekali, aku jadi naik level berkat bantuan kalian berdua aku jadi sangat senang sekali. Bolehkah kita saling berteman? Aku tidak mau hubungan kita cuma seperti ini saja, aku ingin jadi teman kalian" Momo-chan mengeluarkan semua apa yang ingin ia sampaikan.
Fiorena dan Double saling pandang satu sama lain, mereka berdua lalu tertawa bersamaan dan itu sedikit membuat Momo-chan jadi kebingungan.
Fiorena berjalan mendekat ke arah Momo-chan sambil memberikan senyuman manisnya ia pun berkata. "Tentu saja Momo. Kami juga mau berteman denganmu, bukankah lebih banyak teman lebih bagus benarkan Doubel?" Dia melirik ke arah Double dan Double hanya menundukkan wajahnya sekali.
Sebuah perasaan haru mulai muncul di benak Momo-chan, ia tak tahu kenapa perasaan itu muncul namun ia merasa hangat ketika mendengar perkataan Fiorena tadi.
Namun perasaannya harus terhenti begitu saja. Momo-chan melihat Double yang tiba-tiba berdiri dan menghunuskan pedangnya sehingga membuat Momo-chan sedikit khawatir.
"Hey kalian berdua menjauh dari sana! Ada sesuatu yang mendekat kesini, aku merasakan hal buruk akan datang" Double berteriak keras sehingga membuat Momo-chan dan Fiorena bergegas mendekat ke arah Double.
Benar saja ada sesuatu yang berukuran cukup besar sedang mendekat ke arah mereka bertiga. Ternyata yang mendekat ke arah mereka adalah seekor Wild Bear yang memiliki badan besar dan bulu berwarna hitam serta memiliki level yang lebih tinggi dari mereka bertiga.
[Wild Bear]
Level: 15
HP: 100%
"Seekor Wild Bear? Yang benar saja!"
"Bagaimana ini Double? Apa yang harus kita lakukan?"
"Kita lawan saja dia, bukannya kita menang jumlah ya?" Sebuah pertanyaan polos keluar begitu saja dari mulut Momo-chan.
Akibat hal itu Double dan Fiorena sempat menatap ke arah Momo-chan, mereka berpikir apakah Momo-chan benar-benar polos atau hanya pura-pura. Namun mereka juga berpikir kalau sebenarnya apa yang diucapkan oleh Momo-chan tadi ada benarnya juga.
"Baiklah kalian berdua. Aku akan berperan sebagai umpan dan kalianlah yang menyerang beruang besar itu. Buatkan aku sedikit celah lalu aku akan membereskannya mengerti?"
Momo-chan dan Fiorena mengangguk tanda setuju, lalu Double pun berlari menerjang Wild Bear, ia mencoba menarik perhatian monster itu dengan memberikan beberapa tebasan-tebasan ringan.
Fiorena dan Momo-chan menembakkan Fire Ball secara terus-menerus tanpa henti, ketika mana mereka habis mereka berhenti sejenak untuk meminum MP potion dan lalu melanjutkan serangan-serangan mereka.
Double juga terus memberikan tebasan-tebasan, sambil memberikan damage kepada monster itu ia juga menghindar-hindar agar ia tak terlalu terkena damage.
Setelah lebih dari 10 menit menyerang monster itu dengan metode simpel, mereka pun akhirnya berhasil menumbangkan Wild Bear dengan sebuah tebasan tepat mengenai dada dari Wild Bear.
"Akhirnya!" Momo-chan langsung memeluk Fiorena setelah berhasil menumbangkan Wild Bear itu.
Sedangkan Double bergaya seperti seorang pendekar pedang yang baru saja mengalahkan naga sebesar 12 hasta, sehingga membuat Fiorena sedikit geli melihat itu.
"Karena kalian berdua level ku naik lagi, terimakasih terimakasih"
"Haha kau tidak perlu berterimakasih seperti itu, aku dan Double kan sudah jadi teman mu kan?"
"Fiorena aku hendak cepat-cepat log out, perut ku sudah lapar sekali" Double berkata sambil memegangi perutnya.
"Hahaha iya dasar tukang makan, baiklah Momo-chan kurasa kita harus berpisah sekarang. Terimakasih sudah menemani kami berburu!"
"Tidak tidak seharusnya aku lah yang berterima kasih kepada kalian"
Mereka berdua pun log out, meninggalkan Momo-chan seorang diri di sana.
Momo-chan merasa senang kali ini. Keputusannya untuk bermain game bukanlah sesuatu yang buruk, ia seakan mendapatkan warna baru dalam hidupnya sekarang.
Ia menatap langit jingga dengan penuh senyum, ia pun pergi melangkahkan kakinya menuju kembali ke kota karena ia ingin menyerahkan misinya yang telah selesai.