Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 116: Pertarungan di Sungai Ogir (I)



"Apa kau baik-baik saja kupo?" T-Bold langsung memberikan sebotol HP Potion kepada Archie yang saat ini sedang tersandar di dinding.


"Terimakasih T-Bold aku baik-baik saja"


Archie bangkit kembali dan menatap pria berjubah hitam yang bersenjatakan sebuah sabit besar berwarna ungu menyala.


Beberapa informasi tentang orang itupun terlihat di visual Archie.


[Nightmare]


Level: 70


Job: Soul Watcher


"Soul Watcher? Job lanjutan dari Reaper? Bagaimana bisa dia mendapatkan job seperti itu?" Rentetan pertanyaan mulai memenuhi isi kepala Archie.


Tiba-tiba Nightmare menghilang dari pandangan semua orang, Archie mencari-cari keberadaan Nightmare dengan melihat ke segala arah namun ia tetap tidak menemukannya.


"Dibelakang mu!" Teriak seorang perempuan.


Archie langsung mengikuti apa kata perempuan tadi.


Nightmare memang tiba-tiba muncul dari arah belakang Archie dan ia langsung memberikan serangannya mengincar punggung Archie, namun Archie sudah mengetahui hal tersebut. Archie menahan serangan itu dengan pedangnya sehingga benturan antara besi dengan besi pun berbunyi nyaring.


"Hoooh jadi kau bisa mengikuti kecepatan ku ya? Ayo kita lihat apa kau bisa menandingi kecepatan yang seperti ini" Nightmare berlari dengan cepat ke arah Archie.


Saking cepatnya Nightmare berlari, ia terlihat seperti sebuah bayangan hitam yang bergerak begitu cepat.


Archie menunggu kedatangan Nightmare, ia memperhatikan seluruh gerakan Nightmare walaupun  Nightmare sudah bergerak begitu cepat.


Dengan sangat cepat sebuah sabetan mengenai Archie, namun Archie masih mampu bereaksi dengan membalas serangan itu dengan sebuah tebasan telak mengenai badan Nightmare.


Nightmare mundur beberapa langkah namun Archie tak membiarkan hal tersebut, ia kembali maju dengan cepat dan kembali menebas Nightmare hingga beberapa kali, setelah itu Archie mengakhirinya dengan memberikan sebuah tendangan keras yang membuat Nightmare terlempar hingga menabrak dinding sama seperti yang di alami Archie tadi.


Ruangan itu kembali bergoyang bahkan lebih hebat dari saat Archie terbentur tadi. Kali ini ruangan itu seakan mau runtuh kapan saja akibat pertarungan Archie dengan Nightmare.


"Hebat juga kau, kau bisa menandingi kecepatan ku ini" ucap Nightmare sambil menyeka darah segar di bibirnya.


Perempuan yang ada di situ tadi kali ini mendekati Archie, ia memeluk Archie dengan kuat sambil menangis sesenggukan.


"Tolong selamatkan aku" ucapnya.


Archie mengangguk, ia lalu menyuruh perempuan tadi pergi ke tempat T-Bold untuk diobati.


"Kau mau lanjut ronde kedua?" Tanya Nightmare dengan senyum dingin


"Aku masih punya banyak waktu" timpal Archie dengan senyumannya yang khas.


Nightmare kembali menghilang dari pandangan Archie, lalu ia tiba-tiba saja sudah berada di depan Archie dan menyerang Archie.


Lidah Archie berdecak karena serangan itu, ia sudah begitu muak dengan serangan tiba-tiba dari Nightmare itu walaupun ia sudah mulai terbiasa dengan hal tersebut.


"Apa skill miliknya itu lebih cepat dari Void Step milk ku?" Batin Archie.


Nightmare kembali menyerang Archie dengan pola yang sama, akan tetapi kali ini serangannya mampu di tangkis dengan tepat oleh Archie.


Karena rasa terkejutnya Nightmare pun tak sadar di serang oleh Archie, dia telah di sayat 2 kali oleh Archie dengan kecepatan yang tak kalah tinggi.


Archie kembali menyerang Nightmare, kali ini Archie menggunakan Void Step yang membuat Nightmare semakin terkejut dengan kecepatan Archie.


"Tidak mungkin dia lebih cepat dari ku!" Nightmare sangat terkejut.


Archie tersenyum melihat ekspresi terkejutnya Nightmare, ia sudah menduga jika Void Step miliknya jauh lebih cepat daripada kecepatan Nightmare itu, namun walaupun begitu Archie harus kehilangan banyak MP untuk menggunakan Void Step.


Jadi Archie harus benar-benar menghitung kapan dia harus menggunakan Void Step dan kapan untuk tidak menggunakan skill tersebut, jika tidak maka skill itu menjadi bumerang bagi nya.


"Dia player yang berbahaya! Aku harus menjaga jarak darinya, aku rasa dia hanya bisa menggunakan skill tadi beberapa kali saja" Batin Nightmare


"Kalau kau tidak maju, maka aku yang maju" Ucap Archie lalu ia berlari menerjang Nightmare.


Nightmare hampir mendapatkan momentumnya, ia hampir berhasil menebas Archie namun Archie masih mampu menghindarinya dengan cara seperti di film matrix.


Lalu pada saat itu juga dengan cepat Archie menebas Nightmare dengan menggunakan pedangnya yang satunya lagi, hingga akhirnya Nightmare kembali mundur beberapa langkah lagi.


"T-Bold apa kau punya suatu item yang mampu mengeluarkan sebuah serangan elemen?"


"Benda seperti apa itu? Sepertinya aku tak memiliki itu kupo" ucap T-Bold dengan wajah yang agak bersalah.


"Aku punya benda itu, tetapi untuk apa kau menginginkan itu? Daya hancur dari benda itu tidak bisa memberikan damage besar kepada orang itu" Ucap perempuan tadi menimpali ucapan Archie.


"Tidak apa itu sudah cukup! Dan lagipula kau tidak perlu menyerang orang itu, kau keluarkan serangan elemen itu ke arah ku itu saja"


Tanpa sadar, mulut perempuan tadi terbuka lebar. Dia merasa heran sekaligus bingung dengan sosok pria berambut putih yang ada di depannya ini.


Selain perempuan itu, T-Bold juga menjadi keheranan dengan Archie. Ia merasa ada sesuatu yang salah telah menimpa diri Archie, ia berpikir mungkin Archie sempat tersandung batu besar dan kepalanya terbentur, karena itu dia jadi agak aneh saat ini.


"Apa ia merencanakan sesuatu?" Nightmare bergumam.


Nightmare kembali bergerak dengan cepat, ia langsung berada di depan Archie dengan sekejap. Namun Archie sudah sedikit terbiasa dengan skill teleportasi milik Nightmare itu, Archie berhasil menangkis serangan dari Nightmare walaupun ia juga harus kehilangan HP karena tangkisan yang kurang sempurna.


"Ayo cepat lakukan yang ku minta!" Archie berteriak nyaring


Perempuan itu pun terpaksa mengikuti perkataan Archie, dengan wajah bersalah ia mengambil sebuah kertas dari tas inventorinya dan seketika kertas itu mengeluarkan sebuah api yang begitu besar. Api itu pun langsung mengarah ke Archie seperti menganggap Archie itu adalah targetnya.


"Maafkan aku maafkan aku!"


"Hei apa yang kau lakukan kupo! Kenapa kau menyerang Archie?" T-Bold protes dengan hal tersebut.


Perempuan itu hanya diam saja sambil menutup matanya, ia juga bingung harus seperti apa karena dari awal Archie menyuruhnya melakukan hal tersebut.


"Hahaha bodoh! Dasar bodoh! Apa kau sudah kehabisan akal putri Diane? Sekarang kau sudah tak punya kesempatan untuk selamat!" Ucap Nightmare


Namun wajah bahagia Nightmare tiba-tiba menghilang dan sekarang berubah menjadi buruk.


Api besar yang menghantam Archie tadi perlahan-lahan mulai mengecil dan seperti dihisap oleh sesuatu. Hingga pada akhirnya api itu habis terhisap dan terlihat Archie yang berdiri dengan tegap sambil mengangkat kedua pedangnya dengan tinggi.


Semua orang yang berada di situ begitu terkejut melihat hal tersebut, terlebih lagi saat mereka melihat kedua pedang Archie bersinar terang berwarna merah dan terlihat kobaran api yang menjalar-jalar di sekitaran pedangnya, seakan-akan api itu tengah menjilati pedang Archie.


"Bersiaplah kau siapapun itu!" Archie berteriak lantang.


Archie langsung mengaktifkan Void Step dan seketika ia muncul di depan Nightmare.


Begitu cepat Archie menyerang Nightmare hingga Nightmare kewalahan dengan semua serangan yang di lancarkan oleh Archie.


Dengan menggunakan kedua pedangnya, Archie mampu menebas Nightmare belasan kali dengan sangat cepat hingga Nightmare benar-benar tak berdaya lagi.


Lalu Archie mengakhirinya dengan sebuah serangan pamungkas. Archie memusatkan kekuatannya ke kedua pedangnya, dan api yang ada di pedangnya terkumpul di satu titik sehingga menciptakan sebuah gumpalan api yang sangat besar.


"Rasakan ini, aku menyebutnya Hell Flame Dragon Burst! Hyaaaa"


Gumpalan api di lepaskan oleh Archie dan langsung menghantam Nightmare yang mengakibatkan sebuah ledakan yang begitu besar dan mengguncang ruangan itu.


Archie langsung tertunduk lemas setelah mengeluarkan serangan itu, T-Bold dan Diane pun langsung menghampiri Archie dan memberikannya HP dan MP potion.


"Terimakasih kau telah menyelamatkanku, namaku Diane" Diane memperkenalkan dirinya


"Aku sudah tahu hal itu tetapi kenapa orang tadi memanggilmu Putri Diane? Kau juga seorang pemain seperti aku dan T-Bold kan? Dan juga kenapa kau sampai ke sini dan berhadapan dengan orang tadi?" Tanya Archie penuh kebingungan


"Ceritanya panjang lebih baik kita pergi dari sini sebelum" Diane tiba-tiba diam sambil memperhatikan sekelilingnya, lantas karena itu Archie dan T-Bold jadi sedikit kesal.


"Sebelum apa! Kalau berbicara jangan setengah-setengah! Teriak Archie


Diane tiba-tiba tertarik oleh sesuatu yang terlihat, ia berusaha menyelamatkan dirinya namun ia merasakan kekuatannya berkurang entah karena apa.


Lalu perlahan makhluk yang menangkap Diane tadi terlihat walaupun masih transparan, Archie langsung menggigit bibirnya setelah beberapa informasi tentang makhluk itu berhasil ia dapatkan.


"Sialan kita malah bertemu monster tingkat Hugo Boss disini!"