
Nimrod hanya bisa pasrah setelah dirinya ketahuan sebagai dalang yang menyebabkan kekacauan melanda kerajaan Narannas beberapa bulan belakangan ini. Selain dirinya ada juga beberapa bangsawan besar yang mendukung gerakan Nimrod. Yaitu bangsawan Amrod, Ruskhore dan Yellow Deer.
Ketiganya merupakan pilar utama dari kerajaan Narannas, akan tetapi tindakan mereka ini sangat merugikan kerajaan dan pihak kerajaan pun mau tak mau harus memberikan hukuman kepada mereka walaupun status bangsawan mereka yang tinggi.
"Aku sebenarnya tak ingin percaya namun memang seperti inilah kenyataannya" wajah Elondil menunjukkan rasa bersalahnya melihat Nimrod yang dikurung di sel tahanan bersama beberapa bangsawan yang lainnya.
"Sudah terlambat.. kalian semua sudah terlambat"
"Apa maksudmu Nimrod?" Elondil menaikkan alisnya mendengar ucapan Nimrod.
Nimrod hanya tersenyum tanpa berkata apapun, hal ini membuat Elondil bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi setelahnya.
Setelah lama berpikir, Elondil akhirnya menyadari tentang bencana besar yang akan mereka hadapi. Wajah Elondil jadi biru karenanya dan ia bergegas kembali keruangan pertemuan untuk membahas hal itu.
Archie langsung pergi ke ruangan penyimpanan setelah mengetahui pedangnya ada disitu. Dengan dikawal oleh beberapa penjaga ia ke ruangan penyimpanan dan akhirnya melihat sebuah kotak berwarna hitam pekat.
Archie langsung mengambil kotak itu dengan cepat, lalu ia membuka isinya dan terlihatlah dua pedang yang memiliki warna kontras, satu memiliki sarung berwarna hitam pekat dan satunya lagi berwarna putih suci.
"Akhirnya! Dengan ini aku bisa memperbaiki keadaan kota jadi sedia kala" ucap Archie lalu ia bergegas pergi ke kota.
Tetapi ia dicegat oleh beberapa penjaga yang terlihat begitu panik, ia memberitahu kepada Archie bahwa Raja Elondil ingin melakukan pertemuan yang sangat darurat dan Archie juga harus ada di sana.
Archie tentu saja kebingungan dengan hal itu, ia sebelumnya berpikir bahwa masalah pemberontakan sudah terbendung dan terkendali, tetapi tiba-tiba Raja Elondil ingin melakukan pertemuan dengan sangat darurat.
Tanpa pikir panjang lagi akhirnya Archie menunda kepergiannya ke kota lalu dengan cepat kembali keruangan pertemuan.
...
Wajah Archie langsung berubah saat melihat kondisi semua orang yang ada di ruangan itu. Ia, Viola serta Venus masih kebingungan dengan apa yang membuat semua orang jadi seperti itu.
Akhirnya ArchieĀ duduk di salah satu kursi dan mencoba bertanya kepada Raja Elondil tentang apa yang terjadi, tetapi ia tak menemukan jawaban selain hanya wajah kecemasan Raja Elondil yang terlihat.
"Aku sudah mendapatkan pedangku, aku sudah berjanji dengan kalian untuk membantu kalian menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh pedangku, dan sekarang ada masalah apa lagi?" Archie coba bertanya sekali lagi dengan seluruh orang yang ada di ruangan.
Semuanya saling pandang satu sama lain sebelum akhirnya Raja Elondil menghela nafasnya dan menjelaskan masalah apa yang akan mereka hadapi.
"Jika benar apa yang dikatakan olehnya maka Kerajaan Narannas hanya akan menunggu waktu kehancuran sebelum suku Nightborne melakukannya" Jelas Raja Elondil dengan suara yang agak lemah.
Semuanya juga jadi lemas setelah mendengar tentang bencana besar yang akan datang dan mereka sama sekali tak pernah berpikir bahwa akan datang secepat itu.
Archie juga terus menerus berpikir tentang langkah apa yang harus mereka lakukan dan juga Archie tak memiliki informasi tentang bencana besar itu yang membuatnya tambah sakit kepala sampai menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Sebaiknya aku harus membersihkan kota terlebih dahulu sebelum memikirkan masalah bencana itu. Setidaknya kita masih punya harapan jika situasi sudah menjadi normal" ucap Archie
Semuanya lalu menatap Archie dengan tatapan penuh harap, mereka sadar bahwa mereka tak bisa mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk menghadapi bencana itu, namun jika situasi kembali normal akan tidak mungkin mereka bisa bertahan dari bencana tersebut.
Setelah mendapatkan persetujuan dari semua orang yang ada Archie lalu bergegas meninggalkan istana untuk menstabilkan kota dari kutukan itu. Dengan sangat cepat ia berlari agar bisa lebih cepat menangani situasi tersebut.
Viola dan Venus juga mengikuti Archie ke kota, mereka berpikir mungkin Archie akan memerlukan bantuan mereka berdua selama ia melakukan tugasnya itu.
Suasana di kota terasa semakin mencekam. Tidak ada lagi warna harapan di kota itu, semuanya berharap agar mereka mati dengan cepat karena merasa tersiksa dengan kutukan itu.
Archie yang melihat semua pemandangan itu merasa sakit, ia menyalahkan dirinya karena telah melakukan kelalaian yang berakibat seperti ini. Tanpa aba-aba lagi Archie mencoba untuk menggunakan skill [Elemental Absorber] untuk menghisap kutukan yang bisa Archie lihat dengan sangat jelas.
Seketika juga Murasame aktif dan mulai bercahaya keunguan, Archie sempat terkejut dengan hal tersebut namun ia tetap mencoba memfokuskan dirinya agar bisa melakukan tugasnya dengan baik.
Wajah Archie langsung berubah setelah dengan lama menghisap kutukan itu, akan tetapi tidak ada tanda-tanda kutukan itu segera menghilang ataupun berkurang. Archie kembali menggunakan [Elemental Absorber] sekali lagi dan terus mengulangi hal tersebut.
Sampai pada akhirnya kutukan itu terlihat menipis namun juga Archie sudah kehabisan mana miliknya dan langsung jatuh berlutut seketika. Viola dan Venus langsung menghampiri Archie dan segera memberikan MP potion kepadanya.
Setelah meminum MP potion itu, Archie kembali melakukan hal yang sama sampai mana miliknya kembali habis, namun kali ini ia berhasil menghilangkan kutukan yang ada di kota.
Viola langsung cemas setelah melihat Archie yang mulai mengerang kesakitan setelah berhasil menghilangkan kutukan itu. Viola sadar bahwa saat Archie menyerap kutukan itu ia juga merasakan kesakitan karena sebenarnya kutukan itu bukan menghilang melainkan ada di tubuh Archie. Ditambah lagi muncul bercak hitam di wajah Archie yang tambah menguatkan pemikiran Viola, namun ia tak berani menghalanginya karena sadar itu tak akan disukai oleh Archie.
Setelah selesai dengan yang ada di udara kota, Archie lalu mulai mendatangi orang-orang yang terkena kutukan itu. Satu persatu orang yang ditolong Archie mulai membaik setelah ia serap kutukan itu, akan tetapi Archie juga terus menerus mengkonsumsi MP potion karena orang yang ada di kota itu jumlahnya mungkin ratusan orang.
Archie juga sampai ke air mancur tempat ia melihat seorang pemuda yang memohon kepadanya. Archie bersyukur lega karena pemuda itu masih bernafas walaupun sudah sulit, ia langsung saja menyerap kutukan itu dan pemuda itu mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
Pemuda yang ditolong itu langsung mengingat wajah Archie saat ia mulai memiliki kesadarannya kembali, ia langsung saja bangun dan bersujud di depan Archie sambil terus-terusan berterimakasih dalam isakan.
"Sudahlah mari berdiri tidak perlu melakukan hal itu kepadaku" Archie berusaha membangunkan pemuda itu. Setelah berdiri pun pemuda itu masih terisak, ia sadar bahwa nyawanya hampir tidak tertolong jika Archie tak menolongnya. Apalagi setelah melihat sang penyelamatnya juga menahan rasa sakit saat menyelamatkan nyawanya malah tambah membuat pemuda itu terisak-isak.
"Terimakasih tuan penyelamatan kau sudah menyelamatkan nyawaku, aku tak akan pernah melupakan ini selama aku hidup" ucap pemuda itu dengan terisak-isak.
Semua yang diselamatkan oleh Archie juga mengucapkan terima kasih mereka, tak sedikit pula yang bersujud di depan Archie dan membuat yang lain juga ingin bersujud walaupun dalam keadaan yang menitiskan air mata.
Melihat pemandangan itu, Viola dan Venus juga tak bisa membendung perasaan sedihnya. Viola mulai berpikir bahwa yang sedang ia mainkan ini bukanlah game seperti biasanya, ia meragukan bahwa game memiliki unsur yang seperti itu.
"Sisanya aku serahkan kepada kalian, aku akan ke hutan Wallnut dulu karena disana juga ada beberapa orang yang terkena kutukan" ucap Archie lalu berlari dengan cepat menuju hutan Wallnut.
Belum sempat Viola berkata, Archie sudah jauh meninggalkannya. Viola hanya bisa memandangi punggung Archie yang lama-kelamaan menghilang dari pandangannya sambil merasa bersalah.
"Kau tak pernah berubah, kau selalu menanggung beban berat itu sendirian. Setidaknya berikan beban itu sedikit padaku" Viola bergumam sambil menggigit bibir bawahnya.
...
Archie terus menerus berlari dengan cepat menuju hutan Wallnut, walaupun nafasnya sudah tersengal-sengal ia tetap memaksakan untuk berlari dengan cepat sekuat tenaganya.
Namun langkah Archie tiba-tiba terhenti setelah hampir memasuki kawasan hutan Wallnut. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri puluhan orang yang tergeletak di tanah tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Archie mencoba untuk tak mempercayai apa yang ia lihat, lalu ia coba mendekati ke salah satu orang yang terkapar itu.
Seluruh tubuh orang itu kini menjadi hitam pekat seperti disambar petir, mulutnya terbuka lebar seperti sedang menjerit kesakitan, matanya juga menunjukkan bahwa ia telah mengalami hal yang sangat buruk di dalam hidupnya.
Archie pun mengumpat di dalam hatinya setelah melihat itu, ia memukul tanah dan terus menerus mengumpat karena merasa dirinya tak berguna.
Setelah itu Archie melanjutkan langkahnya untuk memasuki hutan Wallnut dan berharap ada orang yang masih bisa ia selamatkan, tetapi sejauh yang ia lihat tidak ada tanda kehidupan dari orang-orang itu, semuanya menunjukkan kesakitan yang luar biasa dan itu membuat Archie sakit.
Lalu Archie tiba di tempat ia bertemu dengan pemuda yang memberikannya belati kecil, ia mencoba mencari keberadaan pemuda itu namun nihil.
Archie terus menerus mencari pemuda itu sambil berharap pemuda itu masih hidup, akan tetapi semuanya menjadi sirna. Pemuda itu juga sudah tak bernyawa setelah ditemukan oleh Archie, ekspresi pemuda itu sedikit berbeda dengan yang Archie lihat sedari tadi.
Jika kebanyakan yang dilihat Archie tadi merasakan sakit yang luar biasa, pemuda itu malah tersenyum seolah ia sudah melakukan hal yang terbaik di akhir hidupnya. Tetapi karena hal itu juga Archie semakin terpukul, ia mencoba menangis tetapi tak ada air mata yang keluar.
Archie kembali mengutuk dirinya lalu ia mengangkat jasad dari pemuda yang memberikannya belati kecil itu. Lalu ia berjalan kembali menuju kota dengan ekspresi yang sangat sulit untuk dijelaskan.
"Terimakasih" Archie mencoba mencari sumber suara itu namun tak bisa ia menemukan siapa yang mengatakan itu, lalu Archie melihat ke arah pemuda yang sedang ia angkat itu. Archie langsung tersadar dan seketika juga tubuhnya bergetar hebat sambil berteriak sejadi-jadinya.