Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 72. Desa Baikal



Archie beserta yang lainnya kini tengah menuju ke selatan kerajaan Narannas untuk melihat kondisi wilayah selatan yang diserang oleh suku Nightborne.


Hal ini merupakan perintah dari Raja Elondil yang ingin memberikan bantuan kepada rakyatnya di daerah selatan, namun juga Raja Elondil mengharapkan agar Nightborne bisa membantu kerajaan untuk mengatasi bencana.


Makanya diperjalanan mereka kali ini ada dua sosok penting yang mungkin bisa membuat pemimpin Nightborne berdiskusi dengan mereka yaitu Tetua Uungor dan Curufin.


Tetapi dimata Archie mereka berdua terlalu kurang meyakinkan. Entah atas dasar apa ia berpikir seperti itu namun saat melihat Tetua Uungor yang sudah terlalu tua dan Curufin yang bahkan hampir tak berekspresi membuatnya tak yakin akan berjalan mulus.


"Jika para suku Nightborne itu tidak setuju dengan penawaran kita dan malah menyerang kita.. Apa boleh aku membantai mereka semua?" Sontak pertanyaan Archie membuat mereka semua terkejut, bahkan Tetua Uungor sampai tersedak nafasnya sendiri yang hampir membuatnya mati konyol karena itu.


Tetua Uungor menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai menegur Archie." Simpan dulu semangat mu itu manusia muda! Kita kesini dengan niat baik"


"Aku setuju sekali dengan Tetua Uungor tetapi bukan berarti aku tak suka cara berpikir mu...


Kau benar jika meraka tak bisa di ajak bicara lagi lebih baik kita bantai mereka semua sebelum mereka bertindak lebih jauh" Curufin menambahkan dengan tanpa ekspresi.


Tetua Uungor tersedak nafasnya lagi, ia tak menyangka akan mendengar jawaban itu muncul dari mulut Curufin akhirnya Tetua Uungor jatuh pingsan dan harus ditandu oleh beberapa prajurit yang dibawa oleh Lusirele.


Lusirele langsung melotot tajam kearah Curufin dan Archie, mereka berdua lalu saling pandang sebelum akhirnya bingung sendiri dengan sikap Lusirele.


"Apa salahku ya?" batin Archie sambil menggaruk rambutnya.


Selang berapa lama mereka semua akhirnya sampai ke daerah selatan di kerajaan Narannas, tempat itu bernama Desa Baikal yang diambil dari nama danau besar yang mengelilingi desa itu.


"Apa aku sekarang berada di Samosir? Dan danau ini apakah danau Toba versi game?" Batin Archie sambil takjub dengan pemandangan yang ada di depannya.


Rombongan Archie langsung disambut oleh kepala desa Baikal dan beberapa warga desa. Tidak ada perasaan senang maupun bahagia di wajah para warga desa walaupun rombongan Archie telah tiba, mereka masih saja terlihat murung bahkan hampir seperti tak punya harapan hidup lagi.


Menyadari perasaan warganya yang begitu suram, kepala desa pun langsung mengajak rombongan Archie untuk menuju ke kediamannya. Akhirnya Archie beserta rombongan lainnya mengikuti kepala desa pergi ke kediamannya.


"Mari-mari masuk.." ajak kepala desa


Mereka semua masuk ke kediaman kepala desa yang terlihat begitu sederhana. Rumah kepala desa itu semuanya terbuat dari kayu yang sangat kuat walaupun sudah berusia tua, terlihat dari guratan-guratan kecil di pinggiran rumah.


"Maaf hanya bisa menjamu kalian seperti ini" Ucap kepala desa dengan wajah yang penuh bersalah.


Tetua Uungor mengenalkan kepala desa dengan Archie, Viola dan Venus. Kepala desa itu bernama Runin Tellynnan. Sebelumnya Runin merupakan seorang petinggi kerajaan di masa raja sebelum Elondil.


Ia begitu muak dengan kekacauan politik di era itu, akhirnya ia memutuskan pergi dari kerajaan hingga sampai ke  tempat ini dan kemudian ia diangkat menjadi kepala desa Baikal beberapa tahun setelah itu.


Archie menunjukkan rasa hormatnya kepada Runin, dalam hatinya ia begitu mengagumi sifat Runin yang bisa keluar dari zona nyamannya dan pergi ke tempat antah berantah seperti ini dan memulai hidup baru, hanya orang yang berhati besar yang mampu seperti itu pikir Archie.


Tetua Uungor merasa heran dengan sikap Archie. Ia tahu Archie begitu menghormati Runin walau ini pertama kalinya ia bertemu, tetapi Archie tak pernah menunjukkan sikap hormatnya kepada Tetua Uungor bahkan lebih sering meragukan dirinya, padahal Tetua Uungor sudah hidup lebih dari 1000 tahun.


"Dasar kau manusia berambut putih! Awas saja kau akan ku buktikan bahwa hidup 1000 tahun bisa membuatmu lebih bijak" batin Tetua Uungor.


Runin menceritakan bagaimana keadaan desa Baikal beberapa tahun belakangan ini. Sebelum terjadi pergerakan dari suku Nightborne, kehidupan di desa masih berjalan dengan normal seperti adanya.


Akan tetapi setelah suku Nightborne melakukan pergerakan tanpa ada yang tahu apa penyebabnya, penduduk desa mulai kesulitan dalam melakukan aktivitas mereka apalagi menjalankan ekonomi.


Karena di keliling oleh danau yang begitu besar, para penduduk akhirnya menggunakan alat transportasi air seperti sampan yang disebut dengan Jukung.


Mereka mengarungi danau Baikal untuk sampai ke kota seberang, atau juga mereka sering membuka pasar terapung di tengah-tengah danau Baikal, tetapi kegiatan ekonomi mereka terhambat setelah suku Nightborne menginvansi mereka.


Suku Nightborne selalu memotong lalu lintas warga desa yang membawa barang jualan mereka untuk di jual ke kota lalu menjarah barang mereka. Atau juga mereka sering mengacau di pasar terapung sehingga membuat para warga desa takut untuk melakukan kegiatan ekonomi mereka.


Karena keadaan yang seperti itu selama berbulan-bulan, dengan ekspresi penuh rasa bersalah Runin mengatakan bahwa kondisi mereka tak akan bertahan lebih lama lagi.


"Tunggu sebentar, Anda bilang suku Nightborne ini bergerak tanpa tahu penyebabnya?" Archie menaikkan alisnya, ia menyadari ada suatu keanehan dari cerita itu.


Semua orang lalu memandangi Archie dengan penuh keheranan, tetapi mereka akhirnya menyadari ada suatu keanehan di dalam cerita itu.


Runin juga tak bisa menjawab kenapa suku Nightborne bisa bertindak seperti itu, ia bahkan tak pernah menyangka bahkan tak pernah mengganggu mereka.


Curufin langsung memandangi Archie dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan. Archie jadi sedikit kebingungan dengan sikap Curufin yang tiba-tiba berubah, bahkan Curufin yang sebelumnya tanpa ekspresi kali ini memunculkan ekspresi namun dengan kondisi yang tak jelas.


"Ah jika kau ingin tahu sejarah mereka, kau bertanya dengan orang yang tepat manusia muda" ucap Tetua Uungor sambil memegang janggut tebalnya.


Walaupun tertutup janggut tebalnya, Archie mampu melihat senyuman mengerikan yang terukir di wajahnya Tetua Uungor. Sekarang Archie mengetahui alasan kenapa Curufin yang selalu tanpa ekspresi jadi berubah 180 derajat, namun semuanya sudah terlambat karena Tetua Uungor sudah membuka mulutnya untuk menceritakan sebuah dongeng pengantar tidur.


Tetua Uungor bercerita panjang lebar tentang suku Nightborne. Selama Tetua Uungor bercerita, rasa kantuk selalu menyerang Archie.


Selain Archie yang merasa bosan dan mengantuk karena cerita dari Tetua Uungor, Curufin juga merasakan efek yang luar biasa juga. Bukannya mengantuk tetapi Curufin berjuang sekuat tenaga menutup lubang telinganya agar tak mendengarkan cerita itu.


Curufin bahkan berguling-guling di tanah sambil menutupi telinganya karena merasakan penderitaan selama berjam-jam.


Lain lagi cerita Venus dan Viola, mereka bahkan sudah lebih dulu keluar dari kediaman Runin setelah baru mendengar cerita itu masih di bagian prolog.


"Ternyata dia mirip sekali dengan bapak Hitler, terlalu membosankan jika menjelaskan!" batin Archie.


Inti dari penjelasan panjang itu mampu Archie pahami walaupun ia sudah diujung batas.


Suku Nightborne merupakan salah satu suku dari ras Elf. Mereka seperti suku wood Elf yang hidup di hutan, namun mereka punya teritori mereka sendiri.


Ciri fisik mereka juga sangat berbeda dengan Elf pada umumnya, mereka lebih mirip dark Elf yang memiliki kulit gelap, dan sedikit lebih mirip ke night Elf.


Tetapi mereka tak pandai menggunakan busur panah seperti Night Elf, mereka lebih mahir menggunakan senjata seperti mini axe atau giant axe, bisa dibilang mereka ini adalah suku barbarnya bangsa Elf.


Tetapi masih ada yang membuat Archie bingung, dari penjelasan panjang lebarnya Tetua Uungor suku Nightborne tidak suka mencampuri kegiatan suku lainnya. Mereka lebih suka berdiam di teritori mereka sendiri dan tidak peduli dengan kehidupan di luar teritori mereka, sedangkan kali ini mereka malah menyerang daerah selatan ini.


Karena hal itu jugalah Runin tak memperkirakan hal ini terjadi, bahkan dirinya merasa tak pernah mengganggu suku Nightborne.


"Aku jadi semakin penasaran dengan suku Nightborne ini.... Dimana tempat mereka berdiam Paman Runin?" Tanya Archie


"Oh mereka hidup di sebuah pulau yang bernama pulau Kadap... Kau harus mengarungi danau Baikal terlebih dahulu untuk bisa kesana" Runin menunjuk jauh ke ujung danau Baikal yang terlihat seperti tak berujung.


Archie hanya bisa manggut-manggut setelah mengetahui keberadaan suku Nightborne dan pulau Kadap, ia tak sabar bisa berkunjung kesana dan melihat seperti apa tempat yang disebut pulau Kadap itu.


"Jangan bilang kau ingin kesana manusia muda?" Tetua Uungor langsung mengetahui maksud Archie yang menanyakan keberadaan suku Nightborne.


Archie menunjukkan senyum canggungnya ke arah Tetua Uungor sedangkan Tetua Uungor hanya bisa menepuk jidatnya sendiri setelah mengetahui niat gila Archie.


Viola juga ikut tertawa renyah melihat isi kepala Archie bisa dengan mudah ditebak oleh Tetua Uungor.


"Aih kau pikir kesana itu mudah ha? Pulau itu dijaga oleh roh spirit yang memiliki perjanjian dengan suku Nightborne, jadi jika ada orang luar yang ingin macam-macam bisa-bisa mereka hilang tanpa ada kabar lagi setelahnya"


Wajah Tetua Uungor langsung berubah, tidak ada lagi kecerahan terlihat di wajahnya. Hanya ada kegelapan yang menyelimuti dirinya pertanda dia benar-benar kesal dengan tingak laku Archie saat ini.


"Yang dikatakan Tetua Uungor itu benar" Runin menambah. "Jika kita nekat mencari keberadaan pulau itu, yang ada hanya maut yang menunggu kita disana..


Belum pernah ada orang yang sampai ke pulau itu setahuku, bahkan pulau itu menjadi sebuah misteri hingga saat ini, hanya mereka yang dari suku Nightborne yang bisa kesana dengan mudah"


Archie tak tahu lagi harus seperti apa, ia saat ini dilanda kebingungan yang ganjil hingga pada akhirnya ia hanya bisa menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil membuat ekspresi kecewa.


Di tengah pembahasan mereka itu, tiba-tiba datang salah satu warga desa yang masuk ke kediaman Runin dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti sedang melihat hantu.


Butuh beberapa menit untuk membuatnya sedikit lebih tenang hingga pada akhirnya ia menceritakan apa yang sedang terjadi.


"Suku Nightborne datang ke desa! Mereka menginginkan perjanjian kemarin itu"


"Perjanjian? Perjanjian apa paman?" Selidik Archie


"Ceritanya lain kali saja kita harus ke desa sekarang juga sebelum terlambat" Runin langsung bergegas pergi menuju desa diiringi oleh yang lainnya.