
"Sepertinya Seth mengalami sebuah masalah yang cukup serius" Ucap Archie yang baru saja membaca sebuah pesan dari Seth.
"Masalah apa itu? Sepertinya masalah ini cukup pelik hingga kau membuat wajah seperti itu" Ujar Diane yang berada di samping Archie sehingga ia melihat perubahan wajah Archie yang tiba-tiba itu.
Archie tak menjawabnya, ia cuma menggelengkan kepalanya dengan pelan dan tersenyum kemudian. Menurutnya hal yang terjadi pada Seth itu masih bisa diatasi oleh Seth sendiri, ia sangat yakin dengan kemampuan Seth itu.
Saat ini Archie serta Diane dan Caelius sedang berada di markas Nebula Re-Estize Empire. Kedatangan mereka kesini adalah untuk membicarakan sebuah perjanjian dan juga untuk mengajak Viola pergi ke Kerajaan Nilfelin nantinya.
Archie, Diane serta Caelius menunggu kehadiran Viola sambil meminum teh yang sudah disiapkan oleh anggota Nebula Re-Estize Empire yang lain.
Sudah lebih dari 10 menit mereka di situ menikmati jamuan teh itu, sudah banyak topik pembahasan yang selesai mereka bicarakan sembari menunggu kehadiran Viola.
"Maaf sudah menunggu lama" Suara manis seorang perempuan terdengar begitu indah.
Melihat sosok yang baru saja tiba itu tidak bisa menahan Archie untuk tidak menggelengkan kepalanya, ia bingung dengan sosok perempuan itu, apa yang ia lakukan sampai membuatnya lama sekali menunggu.
"Lain kali kau harus belajar cara memahami seorang perempuan dek!" Perempuan itu protes pada Archie yang terlihat seperti tidak senang karena keterlambatannya.
"Hei apa yang kakak maksud dengan belajar memahami? Ini Cyrus Online bukan dunia nyata. Untuk apa kau berdandan di sini, semua algoritma yang kompleks itu sudah membuatmu menjadi wanita yang begitu sempurna!"
Sebab ucapan Archie itu tadi, perempuan yang baru saja datang tadi itu yang tidak lain adalah Viola, wajahnya jadi memerah karena tersipu malu. Tidak ia sangka adiknya itu bisa membuat sebuah kalimat yang membuat semua wanita senang.
"Benarkah itu dek? Benarkah kakakmu ini cantik di matamu?" Tanya Viola lagi dengan sikap yang malu-malu.
"Ya itu benar sekali, kau memang sudah cantik sedari awal!" Jawab Archie singkat dan hal itu semakin membuat Viola tersipu malu.
Diane yang melihat semua drama itu hanya bisa membuat wajah tak mengerti, ia sama sekali tak mengerti dengan kelakuan dua kakak beradik itu.
"Sudah hentikan tingkah brocon dan siscon kalian itu! Ada hal yang lebih penting dari sifat brocon dan siscon kalian berdua!" Bentak Diane sambil mengambil membuang nafasnya karena ia tidak tahan dengan sikap Archie dan Viola tadi.
Viola sedikit malu karena dibentak oleh Diane tadi, ia buru-buru duduk dan mencoba untuk menenangkan dirinya kembali. Begitu juga yang dilakukan oleh Archie.
Begitu situasi sudah kembali normal, mereka pun memulai pembicaraan mereka.
Diane mengeluarkan beberapa tumpukan kertas yang berisi poin-poin perjanjian yang akan dilakukan oleh Cero Miedo dan Nebula, khususnya Nebula Re-Estize Empire yang dikomandoi oleh Viola.
Viola membaca surat perjanjian itu dengan sangat seksama seperti seorang pebisnis ulung. Viola lalu menatap ke wajah Archie begitu ia usai membaca semua poin perjanjian itu, entah mengapa ia merasa semua isi dari perjanjian itu dibuat oleh seseorang, dan orang itu sekarang ada di hadapannya.
Pandangannya terhadap Archie kembali berubah, seakan ada sebuah rasa bangga pada sosok adik laki-lakinya itu. Viola bersyukur bisa bertemu kembali dengannya di Cyrus Online, dan ia juga bersyukur bisa melihat semua perkembangan yang ia lakukan.
Merasa dirinya terus-terusan di tatap oleh Viola, Archie pun memalingkan wajahnya dan coba melihat ke arah yang lain. Ia merasa tidak enak terus-menerus di tatap seperti itu.
Viola tertawa geli melihat tingkah Archie, sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan Viola pun menandatangani kontrak perjanjian itu karena ia merasa perjanjian itu cukup menguntungkan bagi Nebula Re-Estize Empire, walaupun tanpa kontrak perjanjian pun, Viola pasti akan dengan tulus membantu Cero Miedo.
"Ternyata gelar master plan dan legenda dari Calcalas Online itu bukanlah isapan jempol belaka" Viola mengulurkan tangannya untuk mengajak Archie bersalaman sebagai tanda kesepakatan mereka bersama.
Tetapi Archie tidak melakukan hal tersebut sehingga membuat Viola memiringkan kepalanya karena sedikit heran dengan Archie.
"Bukan aku ketuanya tetapi dia!" Ujar Archie sambil menunjuk ke arah Diane.
"Oh begitukah? Baiklah"
Viola dan Diane pun bersalaman, dengan ini kerja sama antara Cero Miedo dan Nebula Re-Estize Empire sudah resmi terjadi.
Viola masih berpikir kenapa Archie tidak ingin menjadi ketua Cero Miedo itu sendiri, bahkan waktu itu Archie lah yang menentukan nama dan mengumpulkan semua orang untuk menjadi satu di dalam naungan Cero Miedo.
Isi-isi perjanjian yang sangat menguntungkan bagi Nebula Re-Estize Empire namun di sisi lain juga dapat menguntungkan bagi Cero Miedo sendiri, diyakini oleh Viola adalah rencana dari Archie.
Karena semua itu ia cukup kebingungan dengan jalan pikir adik laki-lakinya itu, namun semakin Viola mencoba memikirkan hal gila apa yang akan dilakukan oleh Archie, ia semakin pusing dan hanya bisa untuk tidak berhenti mengagumi sosok samurai beramut putih itu.
Setelah selesai urusannya dengan Nebula Re-Estize Empire, kini Archie serta Diane dan Caelius melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Nilfelin.
Sebenarnya niatan awal Archie adalah membawa Viola ke sana untuk memudahkan semua rencananya, berjaga-jaga jika ada suatu hal yang menghambatnya.
Namun Viola memiliki sebuah urusan di Nebula pusat yang tidak bisa ia tunda-tunda, sehingga mau tidak mau Archie pun berangkat ke Nilfelin tanpa Viola.
Begitu mereka memasuki kawasan Wallnut Forest, Archie sedikit mengalami sebuah perasaan nostalgia ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi Elf.
Saat itu Archie di jebak oleh pasukan kerajaan Nilfelin karena dianggap sebagai perusak hutan dan orang yang dipercayai akan menghancurkan kerajaan, namun di akhir malah ada orang dari kerajaan yang menginginkan kerajaan ini hancur dan menuduh pihak manusia.
"Suram sekali ceritamu itu Archie. Mungkin karena wajahmu yang sudah terlihat seperti seorang penjahat, makanya bisa jadi seperti itu"
"Ya ya, Caelius benar sekali. Kau terlihat seperti penjahat ulung Archie. Dan juga cursor merah itu, apa kau tidak terganggu dengan itu?" Diane ikut menimpali ucapan Caelius tadi.
Archie hanya bisa tersenyum saja, sesekali ia tertawa renyah bila ia mengingat semua hal yang terjadi semenjak dirinya bermain Cyrus Online.
Dalam ingatannya itu tidak ada sama sekali sebuah kebaikan menurutnya, bahkan ia memang seperti seorang penjahat ulung daripada seorang pahlawan sejati.
Archie terkekeh pelan. "Aku tidak peduli dengan kata penjahat atau pahlawan, menurutku hal itu sama saja layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi yang berbeda namun dalam satu bagian. Semua itu hanyalah justifikasi dari orang-orang yang tidak paham dengan arti sebenarnya Pahlawan dan Penjahat!"
Diane dan Caelius saling menatap, mereka sedikit kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Archie tadi. Menurut mereka berdua sudah sangat jelas perbedaan antara Pahlawan dan Penjahat itu sendiri, namun menurut Archie Pahlawan dan Penjahat itu tidak berbeda sama sekali.
"Ah maaf lupakan saja hal itu aku cuma ngelantur tidak jelas saja tadi" Archie meminta maaf karena sudah membuat mereka berdua kebingungan.
Mereka yang tengah asik ngobrol itu, dikagetkan dengan kemunculan 4 monster yang terlihat seperti kelinci namun memiliki ekor yang bercabang tiga dengan hiasan bunga di atasnya.
Monster itu adalah monster yang jinak, mereka tidak akan menyerang player ataupun NPC jika tidak di serang terlebih dahulu.
[Wallnut Hare]
[Level: 18]
[HP: 100/100]
"Ah ternyata hanya seekor kelinci saja" ucap Caelius sembari kembali memasukkan kembali pedangnya.
Namun Caelius dibuat terkejut dengan sebuah bola-bola gelap nan pekat yang tiba-tiba muncul di hadapan keempat Wallnut Hare itu, dan beberapa saat kemudian Wallnut Hare itu tercabik-cabik dan meninggalkan beberapa drop item di sana.
Caelius dan Diane langsung saja memandang ke arah Archie yang berjalan santai sambil memunguti drop item dari Wallnut Hare tadi, Archie memunguti item tersebut dengan wajah penuh kebahagiaan.
"Apa kau sudah tidak punya musuh sepadan atau apa? Monster lemah itu saja kau bunuh" Ucap Caelius yang protes dengan sikap Archie itu.
Archie lalu memandangi Caelius dengan wajah tanpa dosa, Caelius cukup dibuat kesal dengan hal itu. Beruntung Diane terlebih dahulu menenangkannya sebelum sebuah kejadian yang ia tidak inginkan terjadi, yaitu keributan karena hal sepele.
"Coba beri aku alasan kenapa kau harus membunuh makhluk imut itu tadi!" Caelius masih kesal dengan Archie.
"Kau ini bodoh atau apa? Mereka itu monster yang bisa kita bunuh untuk kita ambil drop itemnya, walaupun dia lemah tetapi ia masih berharga"
"Dan kau tahu? Harga daging Wallnut Hare ini cukup tinggi apalagi jika ku olah jadi sebuah makanan, itu bisa jadi investasi guild nanti!" Jawab Archie lalu ia berjalan mendahului Caelius dan Diane.
Caelius tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia kembali ingin mendebat hal itu dengan Archie namun Diane menghentikannya sebelum Caelius sempat bicara.
Menurut Diane, Archie tadi ada benarnya juga. Tidak ada hal di dunia ini yang tidak berharga dan tidak berguna, hanya saja bagaimana cara pengelolanya lah yang menentukan hasilnya nanti.
Caelius pun terpaksa mengakui hal tersebut walaupun sebenarnya ia masih kesal dengan sikap Archie tadi.