
[Furcifer Chameleon]
Level: 50
Tingkat: Hugo Boss
"Pantas saja sejak kita memasuki kawasan ini kita sama sekali tidak melihat monster, ternyata ada monster tingkat Hugo Boss yang menguasai tempat ini" Ucap Archie saat melihat monster bunglon yang berwarna merah darah.
"Hei komentarnya lain kali saja, tolong bantu aku lepas dari makhluk menjijikkan ini!"
Archie hanya memandangi Diane yang saat ini terlilit di lidah Furcifer Chameleon yang begitu lengket.
Diane berusaha dengan susah payah untuk lepas dari lilitan lidah Furcifer Chameleon, namun usahanya terasa sia-sia karena kekuatannya sedikit demi sedikit berkurang akibat efek dari serangan monster itu.
"Apa kita harus mengalahkan monster itu kupo? Itu adalah monster tingkat Hugo Boss berlevel 50! Kau tahu artinya itu kan kupo?"
"Aku harus menyelamatkan Putri itu terlebih dahulu, aku penasaran sekali karena Grim Reaper tadi bilang dia adalah Putri dari sebuah kerajaan dan dia juga seorang pemain sama seperti kita berdua T-Bold. Dan juga benda yang ku cari sepertinya ada di balik pintu itu" ucap Archie sambil menunjuk sebuah pintu besar dengan ornamen gothik.
Archie mencoba untuk menyerang monster itu, namun serangannya gagal karena Furcifer Chameleon menyerang Archie dengan ekornya dan Archie tak bisa menangkis itu sehingga membuatnya terpental.
Dengan satu pedang sebagai penyangga, Archie bangkit kembali sambil menatap bunglon itu. Archie kembali teringat dengan pertarungannya dengan Skull Berseker waktu itu. Senyuman terukir di ujung bibirnya, ia menganggap pertarungannya saat ini tidak seberat waktu dia melawan Skull Berseker.
Archie meminum MP Potion sebelum dia kembali berlari menuju bunglon itu. Dengan menggunakan Void Step, Archie sudah berada tepat di depan wajah Furcifer Chameleon. Tanpa Ragu Archie menebasnya, lalu Archie menyerang lidahnya dan berhasil membuat Diane terlepas dari lilitan.
Dengan cepat Archie menyambut Diane yang melayang di udara. Begitu ia berhasil menangkap Diane, Archie langsung dengan cepat membawa Diane mundur.
"Terimakasih, kau menyelamatkan ku lagi"
"Sudah jangan terlalu sering berterimakasih kepada ku, cepat pulihkan dirimu dan bantu aku mengalahkan makhluk lengket itu. Aku sudah tidak tahan melihat monster itu!"
Selagi menunggu Diane memulihkan keadaannya, Archie mencoba menyerang Furcifer Chameleon untuk mengalihkan perhatiannya.
Diane kembali siap untuk bertarung. Ia mengangkat pedangnya dan langsung menebas udara hingga membentuk silang.
Lalu muncul sebuah cahaya berwarna kuning cerah berbentuk silang dengan ukuran yang cukup besar, Diane mengacungkan pedangnya ke arah Furcifer Chameleon dan cahaya tadi langsung mengarah ke arah Furcifer Chameleon dan mengenainya.
Melihat hal itu Archie pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Archie melompat dan menusuk kepala Furcifer Chameleon sangat dalam.
"Mati mati mati mati!" Ucap Archie sambil menusuk-nusuk kepala Furcifer Chameleon.
Furcifer Chameleon merasa kesakitan, dia mengamuk dan melemparkan Archie keatas tinggi sekali.
"Akan ku coba hal itu!"
Archie menyarungkan pedang yang satunya dan sekarang ini hanya Murasame yang ia pegang.
Ia memposisikan dirinya untuk bisa turun dengan menukik, Murasame menjadi ditutupi oleh kabut hitam pekat yang sangat gelap, seolah-olah kegelapan terkumpul di pedang itu.
"Rasakan ini Giri-Giri Slash!" Teriak Archie.
Giri-Giri Slash Archie begitu telak mengenai monster itu, namun sayangnya serangan tadi masih belum cukup untuk menumbangkan Furcifer Chameleon, monster itu masih hidup walaupun dengan luka di sekujur tubuhnya.
Sedangkan kondisi Archie terlihat buruk, dirinya sudah kehilangan banyak Mana setelah mengeluarkan skill tadi. Untuk berdiri saja Archie sudah tidak bisa lagi, Mana Potion miliknya juga sudah habis.
Furcifer Chameleon langsung menyerang Archie yang sudah tak berdaya, lidahnya langsung menangkap Archie dan membuatnya semakin lemah.
Setelah menangkap Archie monster tadi itu langsung melemparkannya hingga membuat Archie terlempar begitu jauh dan membuat Archie dalam kondisi kritis.
"Archie!" T-Bold langsung bergegas ke tempat Archie.
"Itu adalah botol terakhir yang ku punya, kita harus segera pergi dari sini sebelum kita yang mati konyol Kupo!" T-Bold mengkhawatirkan kondisi mereka yang tak memungkinkan untuk menang.
Tetapi bukannya takut, Archie malah tersenyum saja dengan kondisi yang seperti itu. Manik matanya terlihat begitu penuh keyakinan, semangat juangnya masih begitu besar, dan rasa ingin menangnya semakin menguat.
Diane yang melihat semangat juang Archie juga ikut termotivasi. Dirinya merasa terlalu cepat merasa kalah selama ini, namun begitu ia melihat semangat juang Archie ia merasa malu karena seperti itu.
"Aku akan meminjamkan semua kekuatan yang ku punya Archie! Ayo kita habisi monster itu!" Ucap Diane lalu di balas anggukan oleh Archie.
"Haste Aura, Golden Aura, Blessing Aura, No Man Lands!" Diane meneriakkan nama skill nya
Lalu tiba-tiba tubuh Archie bersinar sangat terang, begitu pula Diane. Selain tubuh bersinar, Archie juga mendapatkan buff yang banyak sekali.
Faith, Bravery, Haste dan beberapa buff lainnya langsung memenuhi visual Archie dan seketika juga tubuh Archie seperti merasa begitu ringan dan semangat juangnya bertambah dua kali lipat.
Sekarang ini Archie merasa tidak ada yang bisa mengalahkannya ataupun menghentikannya, dengan keberanian seperti seorang prajurit yang siap mati untuk kerajaan yang di bela nya Archie pun maju untuk menerjang bunglon itu.
Mengandalkan buff Haste, Archie bisa bergerak dua kali lebih cepat daripada kecepatan normalnya sehingga membuat Archie bergerak dengan sangat lincah.
Archie meliuk-liuk kesana kemari dengan cepat, lalu ia juga menyerang Furcifer Chameleon dengan begitu cepat hingga puluhan tebasan berhasil ia daratkan ke seluruh tubuh monster itu.
Merasakan dirinya dalam bahaya, insting dari Furcifer Chameleon itu bangkit. Makhluk itu membuat dirinya menjadi transparan sehingga terkesan menghilang dari pandangan mereka semua.
Melihat hal itu Archie pun hanya bisa menaikkan alisnya, namun ia merasa jika makhluk itu masih dekat dari dirinya dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang dirinya.
Akhirnya Archie kembali memusatkan pikirannya, ia menutup matanya dan mengosongkan pikirannya untuk membuat indera yang lainnya berfungsi lebih.
Lalu tiba-tiba Archie bisa merasakan di mana Furcifer Chameleon itu berada, ia pun kini membuat kuda-kuda dan memusatkan seluruh kekuatannya ke Murasame hingga membuat pedang itu kembali di penuhi dengan kabut gelap yang begitu hitam pekat.
"Dengan ini akan ku akhiri! Haaaa Giri-Giri Slash!"
Archie memutar tubuhnya 180 derajat, lalu ia menebas sesuatu yang tak kasat mata bagi T-Bold dan Diane.
Cprasshh
Tebasan Archie tadi ternyata memang benar-benar mengenai Furcifer Chameleon yang bermaksud untuk menyerang T-Bold dan Diane dengan diam-diam.
Akibat dari tebasan Archie tadi, kegelapan yang menyelimuti Murasame tadi seperti menelan Furcifer Chameleon hingga tak bersisa.
Lalu muncul sebuah pemberitahuan yang membuat Archie dan yang lainnya bisa bernafas dengan begitu lega.
[Anda telah mengalahkan monster tingkat Hugo Boss! Anda berhak mendapatkan titel]
(Hugo Boss? You Mean A Pawn?)
Efek: Menambahkan +10 ke semua status setiap naik level.
Memberikan tambahan exp ketika membunuh monster
[Murasame sudah memakan banyak jiwa, saatnya berevolusi! Apa anda ingin langsung mengevolusi Murasame?]
"Apa-apaan itu? Apa maksudnya dari evolusi itu?" Archie begitu terkejut dengan pemberitahuan tentang Murasame miliknya.
Namun rasa terkejutnya jadi menghilang saat Diane tiba-tiba memeluknya setelah ia berhasil mengalahkan monster tadi, bahkan Diane juga menangis karena hal tersebut.
Ekor T-Bold hanya bisa bergoyang-goyang dengan cepat melihat hal tersebut, sedangkan Archie tak tahu harus bersikap seperti apa saat ini.