
(Beberapa meter dari kota El Paso)
Archie dan yang lainnya sudah berkumpul di dekat kota El Paso, mereka sudah bersiap-bersiap untuk menyerang kota itu nantinya.
Walaupun dengan pasukan yang berkurang karena Archie juga memerintahkan beberapa orang untuk berjaga di kota Del Comte, namun Archie tidak akan mundur dan menyerah begitu saja.
Di depannya saat ini sudah ada pemandangan kota El Paso yang terlihat mirip seperti kota Del Comte namun lebih besar dan ramai, bisa dibilang El Paso adalah kota yang besar dibandingkan Del Comte.
Archie lalu mengumpulkan komandan setiap pasukan yang sudah dibagi-bagi itu. Lusirele, Seth, Caelius, Diane, Persian, Kidd termasuk juga dirinya.
Archie kemudian coba mengingatkan lagi strategi mereka saat melakukan penyerangan mereka nanti.
"Kita akan menyerang mereka dari tiga sisi. Sisi kanan kuserahkan pada pasukan yang dipimpin Seth dan Kapten Persian"
"Sedangkan sisi kiri, akan ku serahkan pada Kidd dan Lusirele, aku percayakan pada kalian!"
Kidd dan Lusirele mengangguk bersamaan setelah mendengar ucapan Archie, dengan wajah yang sedikit tegang namun terlihat ada keyakinan bahwa mereka bisa membawa pasukan yang mereka komandoi.
Dengan formasi yang seperti itu maka Archie serta Dian dan Caelius akan mengawal pasukan melalui jalur tengah, Archie pun tersenyum sambil memandangi kota El Paso dari kejauhan.
"Mungkin usaha kita untuk sampai di tengah-tengah kota akan melalui jalan yang terjal, namun bagaimanapun caranya kita harus sampai ke titik temu kita semua!" Ucap Archie dengan lantang yang diikuti oleh seruan semangat dari semua pasukan.
………
(Kota El Paso sisi bagian kanan)
Penyerangan kota El Paso sudah di mulai, mereka semua membagi pasukan menjadi tiga bagian yang akan menyerang dari sisi kanan, sisi kiri dan jalur tengah.
Setiap pasukan itu dipimpin oleh setidaknya 2 orang komandan. Pasukan yang di bagian kanan di pimpin oleh Seth dan juga Persian, pasukan di bagian kiri di pimpin oleh Lusirele dan Kidd, sedangkan pasukan yang menyerang lewat tengah di pimpin oleh Caelius dan Archie sedangkan Diane di plot sebagai jendral utama yang mesti mereka jaga sampai mereka berhasil menaklukkan kota.
Mereka semua mulai menyerang kota El Paso walau mereka tetap tidak menyerang warga sipil yang tidak tahu menahu soal hal ini, mereka hanya mengincar pada para pasukan dan penjaga kota yang sudah tergabung dalam Legado Del Fantasma.
Sama seperti yang dilakukan oleh pasukan penyerangan dari sisi bagian kanan, mereka semua sudah mulai bentrok dengan para pasukan guild Legado Del Fantasma.
Walaupun pasukan Legado Del Fantasma terkejut dengan serangan kejutan dari pasukan aliansi Cero Miedo, tetapi mereka masih bisa melawan mereka dengan sigap dan juga cukup kuat untuk mereka.
Seth pun mesti bertarung cukup serius ketika dihadapkan pada beberapa pasukan yang menghadang jalannya. Dengan sigap Seth melawan mereka semua dengan memanfaatkan kecepatan dan kelincahan yang dimilikinya, Seth terus bertarung dengan pasukan musuh dan mencoba membuka jalan bagi pasukan aliansi untuk terus bergerak.
"Tidak akan ku biarkan kau lewat!"
"Gruahhh..."
"Arghhh...!"
Seth terus menerjang ke depan dengan sangat cepat, namun ia tidak menyadari ada seseorang yang hendak menyerangnya dari belakang.
"Mati kau!" Ucapnya dan sudah bersiap menusuk Seth.
Seth terlambat menyadari hal itu, ia pun hanya bisa menyilangkan tangannya untuk mencoba menangkis serangan itu walaupun ia juga tahu pasti serangan itu akan mengenainya dengan telak.
Taaasss...
Orang yang hendak menusuk Seth tadi tiba-tiba kena tembak dan ia jatuh tersungkur sebelum akhirnya berubah menjadi partikel kecil dan melayang di udara.
Seth yang tadi menyilangkan tangannya, ia kini mencari orang yang sudah menembak musuhnya tadi dan menyelamatkannya. Seth lalu melihat ke arah sosok Persian yang memandanginya dengan senyuman manis dan wajah yang menggemaskan, Seth tahu kalau Persian lah yang menyelamatkan dirinya tadi.
"Terima kasih kapten, Aku berhutang nyawa pada kapten!" Ucap Seth
"Tidak usah dipikirkan nak Seth, yang terpenting itu tetap fokus dalam keadaan apapun!" Jawab Seth sedikit memberikan sebuah wawasan pada Seth yang masih belum berpengalaman di medan pertempuran seperti ini.
Seth mengangguk tanda mengerti, ia lalu kembali menembus lautan manusia itu dan mulai kembali beraksi seperti biasanya.
Seth sudah banyak membunuh pasukan musuh dengan sangat cepat, serangan-serangannya yang sangat cepat begitu menyulitkan pasukan musuh untuk meladeni permainan gesit Seth itu.
Persian juga demikian. Dengan segudang pengalaman, ia dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya dan mengarahkan pasukan aliansi untuk terus mempertahankan posisi yang sudah ia atur sedemikian rupa.
Persian juga terus memberikan semangat pada pasukan aliansi agar tidak jatuh moralnya, ia melakukannya dengan cara bertarung dengan cukup elegan dan membuat pasukan aliansi terpukau sehingga mereka ingin mengikuti hal yang dilakukan oleh Persian.
Persian juga terus mengamati pergerakan dari Seth, ia terus tersenyum melihat kebolehan Seth di medan pertempuran. Persian jadi teringat suatu hal yang pernah Archie sebut soal Seth, dan kali ini ia benar-benar melihat apa yang Archie sebutkan itu pada sosok Seth sekarang ini.
"Kapten aku sudah membuka jalannya!" Seth berteriak keras setelah berhasil membuka jalan agar mereka bisa melanjutkan marching mereka ke tempat yang sudah ditentukan.
"Baiklah. Semuanya! Jalan sudah terbuka, ayo kita lanjutkan marching kita ke tempat yang sudah ditentukan!"
"Woooaaahhhh...!"
Mereka semua lalu bergerak maju ke depan lagi setelah melihat jalan yang sudah terbuka itu. Beberapa pasukan musuh langsung menghadang mereka lagi, namun mereka semua dengan cepat kembali dilibas oleh pasukan aliansi yang sudah menggebu-gebu semangatnya.
Hingga pada akhirnya ada seseorang yang mengentikan langkah mereka.
Persian menyuruh mereka untuk berhenti setelah ada seseorang yang berdiri dengan gagah menghadang semua pasukan.
Orang itu lalu langsung memukul tanah dengan sangat keras, semua orang jadi waspada dengan hal itu dan tiba-tiba mereka semua merasakan getaran dari tanah dan mereka semua mulai porak poranda hanya dengan sebuah serangan itu.
"Kapten, dia bukan orang biasa!" Ujar Seth dengan pandangan yang tidak bisa lepas pada sosok itu.
"Kalau tidak salah, dia ini salah satu petinggi Legado Del Fantasma, Raul! Ya aku ingat sekali kepala bantengnya itu kapten!" Ucap Seth lagi.
Kini Seth dan Persian mulai memandangi Raul dengan perasaan was-was, mereka berdua sudah tahu kekuatan orang ini dari hasil laporan Seth kala itu dan mereka tidak ingin berbuat gegabah.
"Hehahaha bagus sekali kalian menyerang kemari jadi kami tidak perlu repot-repot pergi ke kota bobrok itu! Ayo coba berikan aku sedikit hiburan, otot-otot ku agak kaku sekarang ini jadi usahakan kalian bisa melemaskan semua otot-otot ku ya!" Ucap Raul dengan nada bicara yang sedikit meremehkan Seth dan Persian.
………
Pasukan yang dipimpin oleh Lusirele dan Kidd tidak mengalami kesulitan yang terlalu berarti.
Keahlian Lusirele dalam mengatur pasukannya sudah tidak diragukan lagi, gelar komandan pasukan kerajaan Narannas termuda memang tidak salah ia sandang.
Walaupun tidak semua pasukan yang ia komandoi adalah pasukan elf, namun ia tetap bisa mengaturnya walaupun seorang koboi liar sekalipun.
Hanya ada beberapa orang saja yang tidak bisa ia kendalikan, yaitu Archie dan satunya lagi adalah Kidd yang mengamuk sekehendaknya saja.
Kidd terlalu gila di medan pertempuran, ia terus menembak siapapun yang ada di depannya, kadang tembakannya itu juga mengenai beberapa temannya dan juga pasukan aliansi karena ia sudah terlalu gila untuk bertarung.
Bagaimana tidak, sebelum mereka bentrok dengan pasukan musuh, Kidd malah minum bir dengan takaran yang cukup banyak dan membuatnya mabuk saat ini.
Lusirele cuma bisa menutup wajahnya ketika melihat tingkah laku Kidd, ia jadi teringat sebuah bangsa yang berisi orang-orang kerdil yang suka sekali menegak bir dan menempa, sikapnya sama mengesalkannya bagi Lusirele.
"Tuan Kidd mohon untuk tidak minum lagi, Kau sudah terlalu mabuk!"
"Heee? Kau tidak melihat ini nona Elf? Aku tidak mabuk sedikit pun sama sekali tidak hick..." Ucap Kidd sambil terus meminum bir yang ia selalu ia pegang.
Kidd berjalan sempoyongan karena sudah terlalu mabuk, ia juga dengan asal menembak siapapun dan berlagak seperti seorang penembak jitu walaupun tembakannya meleset semua.
Karena saking mabuk dirinya, ia bahkan sampai menabrak seseorang ketika berjalan. Kidd memandangi orang yang ia tabrak itu, ia lalu ingat siapa orang yang saat ini sedang menatapnya dengan kesal itu.
"Alberto! Lama sekali tidak bertemu denganmu kawan. Apa kau masih menjalankan bisnis dengan Escobar itu? Sudah kubilang hentikan saja karena tidak ada untungnya sama sekali!" Ujar Kidd sambil memeluk pundak Alberto layaknya teman karibnya itu.
Alberto diam saja, ia menggenggam erat tangannya hingga bergetar hebat dan menciptakan sebuah aura yang terpusat. Lalu dengan cepat ia melepaskannya dengan memukul wajah Kidd, namun Kidd berhasil menghindari itu dengan menunduk dan ia terjatuh karena kakinya yang lemas akibat mabuk.
"Tuan Kidd kau baik-baik saja?" Lusirele langsung bergerak cepat ke arah Kidd dan membantunya untuk berdiri.
"Nona Elf tenang saja, Alberto itu temanku dan ia tadi hendak menyalami diriku!" Ujar Kidd yang membuat Lusirele keheranan.
Lusirele kebingungan karena jelas sekali Alberto hendak menyerang dan menyakiti Kidd, ia melihat wajah Alberto yang seperti memendam amarah pada sosok Kidd itu.
Sudut matanya berkedut, keningnya bertemu, wajahnya sedikit kaku, dan tangannya bergetar hebat karena terus menggenggam erat. Mana ada orang yang seperti itu ingin mengajak orang lain bersalaman pikir Lusirele.
"Kidd! Ku pastikan penghianat sepertimu itu akan mendapatkan rasa sakit yang setimpal" Ucap Alberto sambil melemaskan tangannya dan bersiap menyerang mereka.
…………
(Bagian tengah kota El Paso)
Pasukan yang dipimpin oleh Archie dan Caelius juga sudah bentrok dengan pasukan musuh.
Walaupun sebenarnya mereka semua hanya melihat Caelius yang beraksi seorang diri menghadapi puluhan pasukan musuh itu.
Caelius seperti ingin unjuk gigi dan memperlihatkan kemampuannya, ia bahkan beberapa kali tersenyum miring ke arah Archie saat ia meladeni puluhan musuh itu. Namun Archie bahkan tidak memperdulikan hal itu, ia cuma duduk di samping Diane yang juga kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Caelius itu.
"Rasakan ini, Knight of Queen!"
"Arghhh…!"
"Urghh…!"
"Ufttt…!"
"Hahaha rasakan itu! Bagaimana apakah kalian melihat kehebatan kesatria pilihan, kesatria terhebat yang dimiliki oleh tuan putri Diane!" Ucap Caelius sambil berlagak seperti orang yang sedang menghayal.
Diane cuma bisa menutupi wajahnya saat ini, ia tidak sanggup melihat apa yang dilakukan oleh Caelius itu bahkan kini ia terpikirkan kenapa Caelius bisa seperti itu.
Archie yang melihat itu hanya bisa berempati dengan Diane, ia juga merasa Caelius adalah seorang yang mengidap penyakit gila nomor 7, yaitu berpikiran kalau dia adalah seorang kesatria sungguhan.
Pasukan aliansi yang kini mulai menyoraki Caelius, mereka semua protes pada Caelius yang membuat mereka tidak bisa bersinar kali ini, karena Caelius lah yang sudah mengambil semua cahaya itu.
Caelius tidak peduli dengan hal itu, ia tetap maju sambil berteriak seperti seorang tarzan dan menembus barikade pasukan musuh.
Tringggg.....
Ketika tengah asik memporak porandakan barikade musuh, Caelius dikejutkan dengan sebuah ayunan pedang yang mengarah padanya dan dengan cepat ia menangkisnya.
Caelius langsung menatap ke orang yang sudah melakukan hal itu padanya tadi, Diane dan Archie pun juga langsung mendatangi Caelius.
Di depan mereka sudah ada sesosok orang berbadan besar yang memegang sebuah pedang besar pula, ia memandang ke arah Caelius dengan malas seperti tidak ingin bertarung dengannya.
"Jadi kau Mendoza salah satu tangan kanan pria bernama Escobar itu? Menarik!" Ucap Archie, ia lalu menarik pedangnya dan bersiap bertarung dengan sosok bernama Mendoza itu.
Namun langkahnya langsung dihentikan oleh Caelius, Caelius menatap Archie dengan serius yang membuat Archie sedikit terkejut, namun akhirnya Archie pun kembali menyarungkan pedangnya sambil terkekeh pelan.
"Tidak ada pilihan lain kah?" Ujar Archie memandang ke langit.
"Kau bawa saja tuan putri ke tempat itu. Aku percaya kau bisa melakukan itu kan?"
Setelah mendengar hal itu, Archie pun mengangguk dan langsung memandu Diane untuk ke tempat Escobar berada.
Namun Mendoza tidak membiarkannya begitu saja, ia bermaksud menghalangi Archie dan Diane yang ingin ke tempat bos nya itu. Namun ia juga ditahan oleh Caelius dan akhirnya Mendoza melepaskan Diane dan Archie begitu saja.
"Musuhmu adalah aku! Caelius sang kesatria pilihan dan kesatria terkuat yang dimiliki oleh Putri Diane!" Ucap Caelius dengan lantang yang membuat pasukan aliansi cukup terkesima.
Mendoza memiringkan kepalanya, ia melihat sosok musuh di depannya ini cukup bermasalah, terutama di otaknya.
"Ah...tidak ku sangka aku akan melawan orang yang bodoh, ini pasti membosankan" Ucap Mendoza sambil menatap Caelius dengan enggan.