
Escobar merasa sangat kesal akibat serangannya kepada Archie ditahan oleh seekor rubah yang tiba-tiba muncul begitu saja tanpa sepengetahuan dari Escobar.
Rubah itu sendiri merupakan peliharaan Archie, yaitu Jinx. Karena merasa tuannya terancam akhirnya Jinx dengan kemauannya sendiri langsung bergerak untuk melindungi tuannya dari bahaya yang mengancam.
"Terimakasih Jinx kau sudah menyelamatkan nyawaku!" Archie berseru
Rubah itu cuma meraung keras merespon ucapan terimakasih dari tuannya, matanya masih tertuju ke arah Escobar dengan sangat tajam bagaikan sebuah belati yang bersinar.
Escobar sendiri yang sudah merasa sangat kesal itu akhirnya tidak bisa mengendalikan dirinya, ia langsung maju dan menebas rubah itu dengan satu tujuan yaitu membunuh hewan yang sudah membuat dirinya kesal itu.
Tetapi Jinx menghindari ancaman itu dengan sangat gesit, ia menghindari semua tebasan yang diarahkan Escobar ke arahnya dengan sangat lincah dan gesit. Sesekali juga Jinx berlari-lari kecil dan membuat Escobar terus mengejar dirinya untuk membuat Escobar terfokus ke arahnya.
Memanfaatkan situasi itu, Archie pun kembali berdiri dan mempersiapkan dirinya. Ia meminta Diane untuk kembali memberikan dirinya sebuah buff yang akan memberikan Archie berbagai tambahan poin dan status, lalu juga Archie meminum HP potion untuk memulihkan luka-lukanya.
"Kau sudah memberikan semua yang kau miliki kepadaku Diane?"
"Tunggu sebentar lagi"
Diane masih terus merapalkan mantra untuk memberikan Archie semacam buff yang akan membuat Archie menjadi sedikit lebih kuat, setelah rapalannya selesai Diane langsung mentransfer hal itu ke Archie dan membuat Archie merasa dirinya menjadi sedikit lebih kuat.
Setelah mendapat buff dari Diane, Archie mengaktifkan skill [Clone] untuk membuat beberapa bayangan dirinya. Ia sempat terpikir untuk mencoba hal itu, apakah jika ia menggunakan [Clone] saat dirinya dipenuhi oleh buff-buff maka buff itu juga akan tersalurkan ke bayangannya juga atau tidak.
Dan sepertinya pemikiran dirinya tentang hal itu benar, walaupun bayangan yang tercipta dari skill [Clone] hanya memiliki 20% kekuatan dari Archie namun saat Archie sedang memiliki buff maka buff itu juga diperoleh oleh bayangannya.
Archie tersenyum penuh arti setelah percobaannya itu sukses, dikepalanya kini sudah ada rencana yang cukup apik untuk mengalahkan Escobar.
"Sudah cukup Jinx, sekarang adalah giliranku!" Ucap Archie lalu ia bergerak maju ke depan.
Archie maju bersama-sama dengan para bayangannya langsung menghadang Escobar dari segala sisi. Escobar yang sudah sangat kesal karena ulah dari Jinx tadi, kini ekspresinya semakin buruk melihat Archie yang datang dengan lima bayangannya.
Escobar bersiap kembali untuk melakukan tebasan berputar untuk menyapu bersih Archie dan bayangannya, namun sebelum Escobar mengayunkan pedangnya salah satu bayangannya Archie langsung dengan cepat bergerak ke arah depan dan menyerang Escobar sehingga membuat Escobar harus mundur dan itu artinya membatalkan serangan kuat dari Escobar.
Tambah kesal lah si Escobar kepada Archie, matanya dengan tajam menatap ke arah bayangan Archie yang tadi menganggu serangannya tadi.
Namun karena itu salah satu bayangan Archie yang lain berhasil mendaratkan sebuah tebasan telak dari arah belakang Escobar. Escobar yang terkejut pun mencoba menengok kebelakang dan matanya menemukan sesosok orang yang tersenyum setelah berhasil melukai dirinya itu.
Lagi dan lagi, karena hal tersebut Escobar kembali berhasil di serang oleh bayangan Archie yang lain dari sisi yang berbeda, hal itu terus berlanjut hingga beberapa saat.
Hingga pada akhirnya Archie memberikan serangan terakhirnya, Archie memerintahkan kelima bayangannya untuk menyerang Escobar yang sudah tersudut itu dengan menggunakan skill [Rapid Slash] dari berbagai arah.
Seperti seorang prajurit yang langsung mengerjakan perintah dari perwiranya, bayangan Archie langsung melakukan apa yang Archie suruhkan tadi. Mereka semua menggunakan skill [Rapid Slash] untuk menyerang Escobar dari berbagai arah.
Escobar sendiri tidak dengan senang hati menjadikan dirinya sebagai relawan untuk menerima serangan itu, ia bersiap untuk mengalahkan para bayangan itu dengan satu tebasan yang sangat kuat.
Satu hal yang menjadi kelemahan dari karakter Escobar adalah kelambatan dirinya untuk melakukan sebuah skill dan itu sudah diketahui oleh Archie dan berhasil ia manfaatkan dengan sangat baik, di saat Escobar membuat kuda-kuda untuk melakukan serangan kuatnya di saat itulah Archie yang asli bergerak ke depan dan menahan Escobar untuk tidak melakukan hal itu.
Archie sendiri hanya bisa tertawa geli sambil memandang mata Escobar dalam-dalam, bagi Archie mungkin Escobar adalah orang yang cukup merepotkan dirinya namun masih mudah untuk ia atasi.
Archie lalu mendorong Escobar dengan menggunakan kekuatannya, lalu dengan sangat cepat ia menyerang Escobar yang masih belum sempat untuk bereaksi.
Dengan menggunakan skill [Rapid Slash] Archie menyerang Escobar yang di depan matanya itu, diikuti juga dengan kelima bayangan Archie yang juga menggunakan skill yang sama dan mereka menembus Escobar dengan begitu mudahnya, lalu setelah mereka semua memasukkan pedang mereka kembali, Escobar pun tercabik-cabik dengan ganas dari berbagai arah.
Belum puas dengan hal itu, Archie kembali menyerang Escobar karena ia merasa hal itu masih belum cukup untuk mengalahkan Escobar.
Kali ini Archie menggunakan skill [Judgement Cut] yang juga diikuti oleh para bayangannya, sehingga menimbulkan enam buah bola distorsi yang mengepung badan Escobar dan lagi-lagi mencincang-cincang Escobar.
Setelah [Judgement Cut] berakhir, Archie kembali maju untuk memukul Escobar sebelum dirinya jatuh ke tanah. Kelima bayangan Archie juga mengikuti apa yang dilakukan oleh masternya itu, dan keenam pukulan dengan mudah mendarat di wajah Escobar dan membuat Escobar terlempar jauh dan jatuh tersungkur.
Kondisi Archie juga tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh Escobar, setelah melakukan semua hal itu, Archie juga jatuh tersungkur dengan lemas karena mana poinnya terkuras begitu banyak setelah melakukan berbagai macam serangan itu.
Diane dan Jink pun dengan segera bergerak menghampiri Archie. Diane langsung memberikan HP dan MP Potion kepada Archie dan meminumkannya karena khawatir dengan kondisi Archie itu.
Wajah Diane penuh sumringah karena Archie berhasil mengalahkan sosok Escobar dan memenangkan pertempuran ini, begitu pula Jink yang melompat-lompat kegirangan seperti baru saja dibelikan mainan baru oleh tuannya.
Namun Archie menunjukkan ekspresi yang berbeda, sadar akan hal itu Diane pun berubah ekspresinya dan bertanya kepada Archie tentang apa yang mengganggunya.
"Aku masih belum menang…jika aku sudah menang seharusnya aku melihat butiran-butiran kecil berwarna biru sedang melayang-layang indah di udara bagaikan kapas"
"Maksudmu Escobar masih selamat setelah kau memberikan semuanya yang kau miliki kepadanya Archie?" Ucap Diane seakan tidak percaya dengan apa yang barusan Archie katakan.
Diane hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tak menduga bahwa Escobar begitu kuat sampai-sampai membuat Archie harus memberikan segalanya yang ia miliki.
Dan kepanikan yang dialami oleh Diane karena Escobar yang masih belum kalah itu akhirnya terbukti.
Dari reruntuhan muncul sesosok orang dengan aura hitam yang sangat gelap dan pekat, bahkan lebih pekat dari yang sebelumnya.
Aura hitam itu menyelubungi sosok itu, yang bukan lain dan bukan tidak adalah Escobar itu sendiri.
Archie sendiri hanya menatap sosok Escobar yang kini diselimuti oleh aura hitam yang sangat pekat itu dengan tajam, seolah dimatanya menggambarkan Escobar sebagai sosok yang berbeda dari yang tadi.
"Sepertinya aku harus berurusan dengan apa yang disebut iblis lagi" Archie berujar sambil berusaha berdiri.
Escobar yang kini diselimuti oleh kegelapan itu saat ini berdiri tegak sambil memandang ke arah Archie dan Diane berdiri, Jink sendiri sangat ketakutan melihat sosok Escobar yang sekarang ini, begitu pula dengan Diane yang tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri dan hanya bisa mengeluarkan keringat dingin.
"Permainan masih belum berakhir! Kali ini akan ku pastikan kalian semua merasakan apa yang namanya mimpi buruk itu!" Ucap Escobar sambil mengacungkan pedang besarnya ke arah Archie dan Diane.
Archie sendiri tanpa rasa takut tetap menatap Escobar dengan tajam, ia berjalan dengan pelan ke depan untuk menyambut tantangan dari Escobar itu.
Sambil berjalan ke depan Archie pun berkata. "Orang bijak pernah berkata… Lawanlah api dengan menggunakan api. Lawanlah iblis dengan iblis pula…!"