Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 79: Ratu Nightborne



Archie beserta yang lainnya dibawa oleh Azergim ke sebuah tempat yang ada tepat di tengah-tengah hutan.


Tempat itu merupakan tempat yang paling besar di hutan itu, tempat itu terlihat seperti rumah dengan bentuk memanjang dan sambung menyambung dan terdiri banyak kamar. Tempat itu memiliki panjang hampir 300 meter, lebar hampir 15 meter dan memiliki tinggi kurang lebih 3 meter.


"Tempat ini disebut Lamin. Lamin terbuat dari kayu Ulin yang banyak tumbuh di hutan ini" Azergim menjelaskan tempat itu kepada mereka semua.


Archie terpanana dengan Lamin, ia tak pernah melihat sebuah kediaman ratu yang seperti Lamin itu. Kebanyakan game selalu membuat sebuah latar istana kerajaan untuk orang-orang penting seperti raja ataupun ratu, namun di komunitas Suku Nightborne pimpinan mereka tinggal di sebuah tempat yang masih terlihat seperti rumah pada umumnya.


"Mari aku antar untuk bertemu dengan ratu"


Mereka semua mengikuti Azergim masuk kedalam Lamin, di dalam Lamin mereka kembali terkejut dengan betapa luasnya tempat itu.


Banyak sekali kamar-kamar yang ada di ruangan itu, tetapi tempat yang paling luas di ruangan itu adalah tengah ruangan yang hampir seperti lapangan bola basket. Bahkan Archie bisa bermain mini soccer di ruangan itu.


Di ruangan tengah terdapat sebuah simbol yang mewakili lima hewan yang dianggap pelindung oleh suku Nightborne. Tepat di bawah simbol itu ada sebuah pintu dengan aksen merah yang menimbulkan kesan seram.


"hoaaam.... Azergim aku ingin tidur dulu, sisanya kau urusa saja ya" Rizvtir meninggalkan mereka semua lalu ia masuk ke sebuah ruangan dengan simbol beruang.


Semuanya langsung memiringkan kepala mereka melihat tingkah Rizvtir yang tiba-tiba meninggalkan mereka semua, Azergim bahkan tak tahu lagi harus berbuat apa selain menggelengkan kepalanya.


"Kami para lima Panglima memang tinggal di tempat ini bersama dengan ratu karena kami harus selalu melindungi ratu dari segala macam bahaya, setiap orang dari kami memiliki kamarnya masing-masing... Kau lihat simbol di atas kamar itu" Azergim menunjuk simbol di atas tempat yang dimasuki Rizvtir tadi.


"Ah benar... Rizvtir Panglima Beruang dan di atasnya ada simbol beruang!"


"Aaaah kapten ada juga yang berlambang Harimau! Hiii aku takut!" Venus langsung berlindung di belakang Viola.


Azergim menghiraukan mereka semua dan ia langsung menuju ke pintu berwarna merah tadi. Azergim langsung bersujud di depan pintu itu sebanyak tiga kali, lalu ia dengan pelan mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali pula.


Archie merasa sedikit aneh dengan sikapnya Azergim, namun ia tak mau ambil pusing dengan itu semua.


"Mungkin itu tradisi disini" batin Archie


Azergim terlihat sedang berbicara dengan sesuatu yang berada di balik pintu itu, sayangnya suara Azergim sangat pelan seperti sedang membaca doa sehingga Archie dan yang lainnya tak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Azergim. Mereka semua hanya menunggu dengan sabar dan tenang.


Setelah Azergim terlihat selesai berbicara, dia langsung pergi menjauh dari situ dan kembali bergabung dengan rombongan Archie dan yang lainnya.


Lalu dengan perlahan pintu berwarna merah itu terbuka. Dibalik pintu itu nampak sebuah siluet hitam tengah berdiri sambil menatap lurus ke arah mereka semua. Siluet hitam itu semakin terlihat jelas setelah ada sedikit cahaya yang menerangi tempat itu.


Sosok siluet itu kini sudah terlihat jelas, seorang perempuan yang terlihat muda dengan rambut lurusnya yang berhiaskan sebuah mahkota bulu burung biru.


Perempuan itu adalah definisi sempurna, walaupun warna kulitnya sangat eksotis tetapi bentuk mukanya yang tirus dan mata yang berwarna biru terang seperti lautan, dan bibir merah meronanya yang sangat natural.


Semua orang sedikit bergetar melihat sosok itu bahkan mereka lupa mereka harus bersujud setelah Azergim menyebut sosok itu sebagai Yang Mulia Ratu. Mereka semua akhirnya sujud dengan masih memiliki getaran di dalam jiwa mereka, namun tidak untuk Archie.


Archie bahkan lebih merasa shock dari mereka semua, saking shocknya dia, dia bahkan tak bisa lagi berpikir dan semua sarafnya seperti mati begitu saja hingga membuatnya diam mematungi sambil memandangi sosok itu.


"Aaaah bodoh sekali rambut putih itu! Dia selalu cari masalah" Curufin langsung mengumpat melihat tingkah Archie yang menurutnya begitu bermasalah.


Keterkejutan Archie memang bukan tanpa dasar atau murni karena kesongongan dirinya. Saat pertama kali melihat sosok itu Archie langsung merasa seperti terkena efek stun dan paralyzed karena aura yang dimiliki oleh sosok itu. Aura dari sosok itu bahkan lebih hebat daripada yang dimiliki oleh Tetua Vundafes menurutnya.


"Ada apa bocah? Kenapa kau setegang itu? Santai saja"


Tiba-tiba saja sosok yang dipanggil Yang Mulia Ratu oleh Azergim tadi muncul tepat di hadapan Arhcie. Jantung Archie langsung berdetak sangat cepat seperti ingin meledak, Archie bahkan tak bisa mengeluarkan satu katapun di dekat sosok itu.


Hanya keringat dingin saja yang membasahi dahi dan keningnya Archie, badannya juga bergetar begitu hebat seperti orang yang kena meriang. Archie merasakan siksaan mental yang begitu menyakitkan hanya dari keberadaan sosok itu.


"Archie kau baik-baik saja?" Viola mengkhawatirkan kondisi Archie yang tiba-tiba berubah.


Yang Mulia Ratu sejenak melirik ke arah Viola yang terlihat khawatir dengan Archie, ia lalu kembali memfokuskan perhatiannya kearah Archie yang masih membatu di hadapannya.


"Oh jadi kau yang bernama Archie...Azergim banyak bercerita tentang kau tadi, jadi jangan tegang seperti itu...lihat kekasihmu bahkan sampai mengkhawatirkan dirimu. Seorang laki-laki itu tidak boleh membuat kekasihnya khawatir kan?"


Archie melihat Yang Mulia Ratu tersenyum padanya, perasaan takut dan ragu di hatinya seakan hilang begitu saja begitu ia melihat senyuman darinya. Archie lalu memandang ke arah Viola yang tadi mengkhawatirkan dirinya.


Merasa dirinya dipandangi oleh Archie. Viola pun langsung membuang wajahnya karena ia tak mau memperlihatkan wajah merah tomatnya ke arah Archie.


Selain Archie yang merasakan shock, ada seorang lagi yang merasakan shock bahkan kebingungan tak terhingga semenjak Yang Mulia Ratu menampakkan diri.


Orang itu memang tak seburuk Archie kondisinya, tetapi orang itu merasakan sakit kepala yang teramat karena dia sangat kebingungan dengan apa yang ia lihat di depannya saat ini.


Orang itu bahkan mengalami Vertigo dan langsung terduduk lemas karena kebingungan yang ia alami, ia ingin tak mempercayai apa yang ia lihat namun semua yang ia lihat itu adalah kenyataan yang tak bisa di sangkal.


Yang Mulia Ratu menyadari sikap aneh dari orang itu, ia memandangi dengan seksama orang yang sedang kebingungan itu dari atas sampai bawah.


Wajah orang itu tak kelihatan sama sekali karena tertutupi janggut tebal berwarna putih, tetapi Yang Mulia Ratu seperti mengenal orang itu walaupun tak melihat wajahnya.


"Uungor kau kah itu? Aaah Uungor kau sudah tua sekali lihatlah janggut tebal yang menutupi wajahmu itu dan juga keriput keriput itu" Ucapnya.


Tetua Uungor langsung merasa seperti tersambar petir karena mendengar ucapan Yang Mulia Ratu, kini ia semakin sakit kepala karena hal itu.


"Tidak mungkin.... Kau!.... Kau!... Titania!"