
Senyuman palsu masih saja terukir di wajah Earl Erasmus. Sedari tadi ia seperti merasa terkesan dengan apa yang disampaikan oleh Diane, namun sebenarnya ia sama sekali tak memperdulikan semua yang di ucapkan oleh Diane.
Baginya semua ucapan Diane hanyalah omong kosong belaka dan tidak ada juga keuntungan bagi dirinya, di balik topengnya itu ada wajah yang begitu bosan dan menganggap rendah Diane.
Namun semua itu diketahui oleh Archie. Archie tahu kalau Earl Erasmus hanya berpura-pura tertarik dengan apa yang di sampaikan oleh Diane.
Senyuman masam terukir di wajah Archie yang tanpa sengaja terukir. Earl Erasmus melihat hal itu dan bertanya pada Archie apa ada hal yang menganggu dirinya.
"Ah tidak-tidak Earl Erasmus, aku hanya merasa senang karena Earl Erasmus mau berkenan untuk menerima kami berdua disini" ucap Archie dengan sangat manis padahal ia sedang menyindir Erasmus.
Namun Erasmus malah tidak merasa seperti itu, ia malah terlihat begitu senang dengan pujian Archie tadi, semakin besar kepala lah Earl Erasmus.
Diane juga ikut memuji kehebatan Earl Erasmus yang menurutnya berhasil membangun kota kecil seperti Appleford ini.
"Ah haha bukan begitu, ini semua berkat kerja keras semua pihak yang terlibat, ini sama sekali bukan yang kau pikirkan Putri Diane" Erasmus merendah namun sebenarnya ia sedang merasa begitu besar kepala.
Archie semakin jijik dengan Erasmus, ia tahu betul bagaimana gelagat Erasmus itu. Archie sudah memperhatikan kondisi kota Appleford ketika ia dan Diane baru saja memasuki kota tersebut.
Jika di lihat sekilas memang tidak ada yang salah dengan kota itu, namun ketika di lihat dengan benar akan terlihat suatu perbedaan yang kontras sekali.
Ketika orang-orang dengan ekonomi yang menengah kebawah sedang berjuang mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup mereka, orang-orang elite dan para bangsawan disini terlihat begitu bahagia sekali tanpa memperdulikan orang-orang di luar sana.
Rumah-rumah warga di kota ini juga kecil dan tidak semewah rumah-rumah para bangsawan, atau kaum elite lainnya. Terlebih betapa megah, besar dan mewahnya kediaman Erasmus ini merupakan bukti nyata adanya marjinalisasi itu.
Archie pun meninggalkan Diane di sana yang masih hendak berbicara dengan Earl Erasmus, ia hanya berkata hendak mencari angin saja.
Archie berjalan-jalan di sekitaran taman, ia merasa tidak enak karena kemanapun ia melangkah Archie merasakan para pengawal yang ada di kediaman Erasmus itu seperti mengintainya.
Belum lagi ia juga merasa orang-orang yang ia lihat di jalanan kota tadi juga masih berada di sekitar situ seolah mengawasi gerak-geriknya dengan Diane.
"Aku merasakan hal yang tak beres di sini! Apa yang harus ku perbuat sekarang ya?" Ucap Archie sambil tersenyum melihat indahnya bunga yang ada di taman milik keluarga Erasmus itu.
Archie terpikirkan suatu rencana untuk membongkar semua rahasia Earl Erasmus itu, ia pun tersenyum licik dan tertawa jahat dalam hatinya.
Archie kembali memasuki mansion Erasmus, ia hendak melakukan rencana yang tadi ia pikirkan.
Aksinya pun ia mulai ketika ia melihat seorang penjaga yang sedang berjaga di sekitaran lorong mansion. Archie diam-diam mengikuti penjaga itu yang ternyata sedang berbincang dengan salah satu penjaga lainnya.
Dari pembicaraan mereka, Archie semakin di buat kesal oleh Earl Erasmus. Erasmus bermaksud menjadikan Diane sebagai selirnya yang kesekian, atau jika Diane melawan maka dia akan di jual dan akan di jadikan budak.
Kedua penjaga itu juga mengeluhkan pekerjaan mereka yang membosankan itu, mereka juga mengeluh karena sudah tidak diberi upah selama 2 bulan belakangan ini. Mereka juga iri dengan anak baru yang cuma disuruh memegang kunci-kunci ruangan mansion ini.
"Anak baru itu enak sekali hidupnya, dia hanya memegang kunci saja diberi upah 10 silver, sedangkan kita berjaga siang dan malam hanya di beri upah 2 silver bahkan sudah tidak dibayar 2 bulan" keluh mereka
Archie serasa ingin melompat kegirangan mendengar hal tersebut, rencananya kini semakin berjalan dengan mulus. Ia sekarang cukup mencari orang yang memegang kunci itu, namun sebelum itu Archie hendak melakukan penyamaran terlebih dahulu.
Archie masih membuntuti penjaga yang tadi, kali ini ia berjalan ke tempat yang lainnya.
Melihat di sana situasinya begitu pas, Archie pun segera melakukan aksinya. Archie memukul penjaga tadi dengan keras hingga membuatnya pingsan seketika.
"Apa aku harus melakukan ini?" Tanya Archie sambil menatap penjaga yang ia pukul sampai pingsan tadi.
Tanpa berpikir lagi Archie pun melucuti semua pakaian penjaga itu lalu ia kenakan untuk penyamarannya, setelah itu ia menyembunyikan badan penjaga itu di suatu tempat yang cukup aman dari penglihatan orang-orang.
"Nah sekarang saatnya rencana selanjutnya" ucap Archie ia lantas berjalan santai di sekitaran mansion tanpa seorang pun yang curiga.
Hingga akhirnya Archie berpapasan dengan seorang penjaga lainnya, Archie berusaha untuk tetap santai tetapi orang tadi merasa penasaran dengan Archie.
"Hei kau anak baru ya?" Tanya penjaga itu.
Dengan ekspresi yang begitu tenang Archie berbalik badan dan menatap penjaga itu dengan penuh senyum. "Ya aku anak baru disini, aku masih agak kebingungan dengan rumah ini. Apa paman tahu di mana si penjaga kunci ruangan bertugas, aku di suruh untuk menggantikan dirinya sebentar" ucap Archie
"Ah dia berjaga di ruangan arsip di ujung lorong ini, semoga kau betah bekerja di sini anak muda" balas penjaga itu tanpa ada rasa curiga sedikitpun, lalu ia pun bertugas kembali.
Archie melompat-lompat, salto-salto, berguling-guling kegirangan karena berhasil menipu penjaga tadi, ia bahkan sudah merasa seperti layaknya seorang agen CIA yang begitu handal seperti di pelem-pelem keluaran negeri Paman Sam.
Archie terus berjalan hingga ke ujung lorong dan benar saja, di sana ada seseorang yang sedang berjaga di depan pintu yang di atasnya ada tulisan 'Archieve'.
Archie mendekati orang itu, orang itu terlihat sedikit lebih muda daripada dirinya namun hal itu membuat Archie sedikit waspada karena menurutnya tidak mungkin orang seperti Earl Erasmus memilih orang yang sembarangan untuk menjaga tempat seperti itu.
Begitu Archie mendekati orang itu, ia merasa cukup terkejut karena orang itu tiba-tiba tersenyum ke arahnya. Archie pun mengambil langkah dan bersiap untuk menyerang orang itu, namun dengan cepat ia memberi isyarat kepada Archie untuk tidak menyerangnya.
Archie menyipitkan sebelah matanya mencoba untuk meyakini apa yang di ucapkan oleh orang itu, akhirnya Archie pun menyarungkan pedangnya kembali dan membiarkan orang tadi menjelaskan kepadanya.
"Terimakasih sudah mengerti, perkenalkan namaku Wulf Werder, aku warga asli sini yang sangat membenci Earl Erasmus ini!
Dia dengan semena-mena mengambil dan mengeruk semua kekayaan yang ada di kota ini hanya untuk ketamakannya saja. Ketika pertama kali melihat kota ini kau pasti akan berpikir ini kota yang damai dan mempunyai ekonomi yang stabil, namun hal itu hanyalah ilusi semata.
Earl Erasmus yang menjalankan kota ini mempunyai berbagai macam usaha yang itu juga membunuh pengusaha kecil lainnya, dia menguasai pasar ramuan dengan membuat pabrik yang mengelola ramuan itu, namun upah pegawainya sangat sedikit. Berbanding terbalik dengan jam kerja mereka yang seperti kerja paksa.
Earl Erasmus juga gemar mencari wanita-wanita cantik yang masih muda untuk ia jadikan selirnya atau bahkan ia jadikan budak, atau juga ia jual ke rumah bordil yang merupakan usaha milik keluarganya juga yaitu keluarga Gorzez"
Semakin geram lah Archie dengan Erasmus itu, ia kini mengkhawatirkan Diane yang ia tinggalkan sendirian dengan Erasmus.
Archie hendak pergi kembali ke tempat Diane namun ia di tahan oleh Wulf yang hendak menunjukkan sesuatu terlebih dahulu kepada Archie.
Akhirnya Archie menunggu Wulf yang saat ini masuk ke dalam ruangan arsip itu, beberapa menit berlalu Wulf pun keluar dengan membawa sebuah map besar berwarna coklat.
Di dalam map itu berisi beberapa dokumen tentang data 3 orang yang di sewa oleh Erasmus untuk mengawasi jika ada sesuatu yang mengancam dirinya.
Ketiga orang itu merupakan seorang player yang tergabung dalam League of Assassin, yang merupakan sebuah kelompok yang menerima misi untuk membunuh seseorang ataupun memata-matai, singkatnya mereka adalah pembunuh bayaran.
"Ini lah yang membuatku tidak bisa bergerak cukup bebas, jika saja aku bisa menyingkirkan mereka aku pasti bisa menghancurkan bangsawan biadab ini!" Ungkap Wulf dengan amarah yang ia tahan.
Archie mendekati Wulf, ia lalu menepuk pundak Wulf sambil tersenyum agar Wulf sedikit lebih tenang.
"Kau tenang saja, aku yang akan mengurus tiga orang kera itu dan kau beberkan semua data dan bukti itu ke publik biar si Erasmus mati kutu karena itu semua haha" ucap Archie lalu ia pergi dari sana.
Archie bergegas kembali ke tempatnya Diane, ia begitu khawatir jika terjadi apa-apa terhadap perempuan yang satu itu, walaupun sebenarnya ia yakin Diane bisa menjaga dirinya sendiri namun perasaan tidak enak itu tidak bisa di sembunyikan atau bahkan di abaikan begitu saja.
Namun saat dirinya sedang bergegas itu, jalannya tiba-tiba di halangi oleh tiga orang misterius yang berpakaian serba hitam dan juga mengenakan topeng, semakin misteriuslah mereka.
Archie tahu mereka bertiga itu ialah orang-orang sewaan Erasmus yang sudah mengintai dirinya semenjak ia masuk ke kota Appleford, ia lantas tersenyum karena ia tidak perlu repot-repot mencari mereka bertiga lagi.
"Aku sudah melihat data kalian bertiga, dan sepertinya kalian salah memantau orang" ucap Archie sambil tersenyum meremehkan mereka bertiga.
Wajah ketiga orang itu pasti masam jika mereka melepaskan topeng mereka, Archie memang sengaja memancing mereka bertiga agar mereka kalap.
Dan benar saja, salah satu diantara mereka langsung maju menyerang Archie dengan cepat. Seperti angin yang berhembus ia bergerak begitu cepat ke depan Archie, dirinya begitu bahagia ketika ia berhasil menebas leher Archie namun kegembiraannya langsung sirna ketika Archie yang ia kira sudah ia tebas itu perlahan-lahan memudar hingga akhirnya menghilang dari pandangannya.
Sebelum ia ditebas, Archie terlebih dahulu menggunakan skill pasif yang ia dapatkan ketika memakai Black Robe. Archie membuat sebuah clone sebelumnya, lalu ketika clone itu tertebas, clone itu pun memudar dan ketika orang yang menebas tadi menyadari ada yang salah, dirinya sudah di tusuk oleh Archie dari arah belakangnya.
"Hehe kau pasti terkejut ya? Tapi selamat tinggal!" Ucap Archie sebelum ia mencabut pedangnya dan menebaskannya beberapa kali hingga orang tadi mati.
"1 gugur, sisa 2 lagi hehe" Senyuman Archie terlihat begitu menyeramkan bagi kedua orang itu.
Mereka berdua mencoba untuk tidak takut dengan Archie, mereka pun mulai mengepung Archie karena menurut mereka sehebat apapun orang, kalau di keroyok pasti kalah.
Akan tetapi semua itu tidak terjadi sesuai pikiran mereka tadi, saat mereka menyerang Archie secara bersamaan. Archie bisa membaca arah serangan mereka, akhirnya serangan mereka di hindari oleh Archie dan salah satu dari mereka mendapatkan hadiah sebuah tendangan lurus ke dada yang membuatnya terpental hingga membentur pilar mansion.
Tendangan Archie tadi cukup membuat salah satu dari mereka merasakan kesakitan untuk beberapa saat, dan Archie pun punya waktu untuk meladeni yang satunya lagi.
Archie menggunakan [Void Step] dan membuat kaget musuhnya karena tiba-tiba muncul di hadapannya seperti hantu. Tanpa aba-aba lagi, Archie memberikan sebuah kombinasi pukulan yang ia akhirnya dengan sebuah serangan lutut tepat mengenai wajah musuhnya itu.
Selepas memberikan kombinasi serangan itu, Archie menebasnya tiga kali dan serangan terakhirnya ia arahkan ke leher dari musuhnya, sehingga kepala orang itu melayang begitu saja dan saat menyentuh tanah, kepala itu pecah menjadi partikel-partikel kecil berwarna biru terang.
Melihat kedua temannya mati, orang yang tersisa itu mulai merasakan perbedaan kekuatan yang ia miliki dengan Archie. Ia merasa tidak akan pernah menang dengan Archie dan ia pikir ini misi yang mustahil, atau memang ia yang terlalu bodoh karena menerima misi itu.
Ia pun berniat untuk membunuh dirinya sendiri, namun sebelum belatinya mengenai lehernya sendiri, Archie dengan cepat berada di hadapannya dan menahan tangan orang itu.
Archie mempunyai rencana lain untuk orang yang satu itu, ia tidak ingin membunuhnya begitu saja seperti kedua orang lainnya. Archie pun memukul perut orang itu dengan sangat keras, lalu ia memukul-mukul wajahnya hingga orang itu hampir mati karena pukulan-pukulan Archie tadi.
"Sepertinya sudah cukup, sekarang aku akan membawa kau untuk bertemu dengan Erasmus itu" ucap Archie lalu ia menggendong orang itu.
Sambil tersenyum dengan puas, Archie berjalan kembali ke tempat ruangan Diane tadi. Ia sudah tidak sabar bagaimana reaksinya Erasmus ketika ia mampu menguak semua kebusukan-kebusukan yang ia lakukan selama ini.
..........................
Catatan kecil
Pelem: Bahasa Melayu atau sebutan orang-orang Melayu untuk Film.