
Setelah selesai membuat equipment, Archie pun langsung memasang benda buatannya itu di toko online miliknya.
Baru saja dia memasang barang dagangannya itu, benda itu langsung habis dalam sekejap saja. Bahkan tidak sampai dalam hitungan jam.
10 armor yang baru saja ia pajang kini menghasilkan 5 gold untuknya. Tentu saja 5 gold itu adalah uang yang sangat banyak bagi seorang Archie yang merupakan pemain solo.
Archie pun jadi tersenyum sendiri saat melihat dengan mudahnya 5 gold masuk ke kantongnya, ia bahkan ikut tertawa karena membaca komentar-komentar player lain yang tidak sempat kebagian armor itu.
Ini bukan kali pertamanya Archie berjualan di dalam game, dulu ia juga sempat menjual equipment yang ia dapatkan dari melawan sekawanan serigala di awalan ia memainkan game dan juga saat Archie bersama teman-temannya menjelajahi Grey Tunnel.
Semua barang yang pernah ia jual memang lah barang yang tidak terlalu bagus namun masih memiliki sedikit kualitas, dan juga ia menjualnya dengan harga yang murah sehingga orang-orang merasa puas dengan apa yang ia jual.
Tidak heran saat Archie membuka toko online untuk menjual barang dagangannya, banyak pemain yang juga langsung mengerumuni tokonya dan membuat dagangannya yang sedikit itu akan langsung habis dalam sekerlip mata.
Dalam Cyrus Online memiliki sebuah sistem untuk memudahkan player dalam melakukan interaksi ekonomi. Cyrus Online menyediakan lapak online untuk para player yang ingin melakukan transaksi jual beli dengan cara yang legal.
Setiap player bisa membuat tokonya sendiri, namun juga ada yang namanya sistem sewa seperti halnya di dunia nyata. Biaya sewa toko online itu tergantung dengan betapa besarnya toko yang ingin kita sewa.
Dimulai dari terendah yang hanya mengambil 10% keuntungan dari hasil penjualan, hingga yang terbesar yang bisa sampai mencapai angka 30%.
Namun walaupun begitu, para pemain Cyrus Online masih suka dengan sistem seperti itu daripada mengambil resiko menjualnya dengan cara ilegal.
"Hmm sekarang waktunya memasang itu ke toko"
Archie kembali ke toko onlinenya dan kemudian ia menaruh satu dagangannya lagi disitu. Sebuah Books Skill yang dikhususkan untuk seorang Warrior, Archie merasa tidak membutuhkan itu dan lebih memilih untuk menjualnya.
Ketika dia kebingungan saat menentukan harga dari barang itu, Archie teringat akan perkataan Viola yang mengatakan jika harga satu buah Books Skill itu bisa lebih dari puluhan Gold.
"Jika dulu Viola membeli Books Skill itu dengan harga 80 Gold, apakah tidak apa aku jual dengan harga yang sama ya?"
Archie terlihat masih bimbang dalam menentukan harga Books Skill yang ingin dia jual, dia jadi bingung karena saat itu menurutnya Viola membeli Books Skill dengan harga yang terlalu berlebihan.
Lama dia berpikir akhirnya ia memutuskan untuk menaruh harga 35 Gold untuk Book Skill yang ia dapat dari quest Rutland itu.
Selepas dari bengkel penempaan dan setelah menaruh Books Skill di toko onlinenya, Archie kembali ke tempat Rutland.
Dia kembali kesitu hanya untuk berpamitan kepada Rutland dan Alicia, serta membawa si Jinx yang tidak ingin kembali berpisah dengannya.
"Jadi kau sudah ingin pergi?" Alicia bertanya dengan lirih layaknya seorang Ibu yang melihat anaknya ingin pergi merantau.
Archie hanya mengangguk tanpa berkata sepatah kata pun. Walaupun begitu ia menatap Alicia dengan tatapan penuh keyakinan, seakan di dalam manik matanya itu ada tulisan aku pasti kembali.
Alicia pun hanya bisa pasrah dan kembali membiarkan satu-satunya orang yang pernah berkunjung ke tempat pelatihannya itu, untuk pergi.
"Ayo Jinx kita lihat dunia ini bersama-sama!"
"Hauff"
Lalu Archie pun berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi. Saat dia berada di ambang pintu, ia tiba-tiba mengangkat tangannya dengan tinggi dan memberikan jempolnya ke arah Alicia dan Rutland dan ia pun keluar dari tempat itu.
"Sepertinya kau sangat percaya dengan anak muda itu Alicia? Apa jangan-jangan?"
"Jangan! Jangan katakan apapun Rutland atau kau yang akan ku musnahkan"
...---...---...---...---...---
Fiores Meadow, Re-Estize Empire.
Di sebelah Utara kawasan Re-Estize Empire, terdapat sebuah padang rumput yang panjang membentang hingga ke perbatasan Kekaisaran. Nama tempat itu adalah Fiores.
Tempat ini merupakan tempat latihan dan pembiasaan para pemain yang baru saja masuk kedalam Cyrus Online. Karena monster-monster yang ada di sini hanya berada di kisaran level 7 hingga level 15.
Ada berbagai macam jenis monster disini. Dimulai dari Chicktrice, monster berbentuk seperti ayam namun berbadan bulat dan suka berguling-guling.
Chicktrice biasanya bersifat lebih tenang, mereka hanya akan menyerang jika mereka merasa terancam dan mereka hidup secara berkelompok. Level mereka berada diantara level 7 sampai level 8.
Lalu ada Rizmane yang merupakan seekor kuda namun memiliki tubuh yang keras seperti besi. Berbeda dengan Chicktrice yang hidup berkelompok, Rizmane lebih sering terlihat menjauh dari kelompoknya. Bagi player baru seekor Rizmane bahkan bisa membuat mereka kesusahan atau bahkan harus mati konyol, karena Rizmane memiliki level yang cukup tinggi yaitu dikisaran level 12.
Lalu ada monster yang sering dijadikan samsak oleh para pemain baru di Cyrus Online, apalagi kalau bukan monster yang memiliki nama latin Slime morvolis.
Slime merupakan monster terlemah yang ada di seluruh game manapun. Mereka adalah makhluk hidup yang sering jadi bulan-bulanan para pemain game bertema fantasi RPG.
Mereka terbentuk dari cairan lengket yang memadat sehingga menciptakan efek kenyal-kenyal di tubuh mereka. Walaupun mereka adalah monster lemah, namun kalian jangan pernah meremehkannya.
Mereka memiliki tubuh lengket dan kenyal sehingga membuat mereka agak susah untuk di kalahkan, dan juga mereka hidup berkelompok yang bahkan mencapai ratusan, jadi jika kalian salah perhitungan maka yang ada kalian lah yang akan di telan bulat-bulat.
Berbicara tentang Slime, kali ini di padang rumput yang luas itu terlihat dua orang anak muda yang tengah berjuang mengalahkan beberapa kawanan Slime.
Perjuangan mereka bisa dilihat dari bulir-bulir keringat yang bercucuran dari wajah mereka, nafas yang tersengal-sengal dan berkali-kali harus meminum HP potion.
Sudah lama mereka berdua di sana namun rasanya slime-slime itu seakan tidak ada habisnya. Slime-slime itu terus berdatangan ketika mereka berdua berhasil menumbangkan satu diantara puluhan Slime itu.
"Kenapa mereka ini tak habis-habisnya, Teong! Kau tidak bersungguh-sungguh menebasnya"
"Aku juga kesusahan ini Rins! Aku harus menyerang sekaligus melindungi kau dari serangan mereka"
"Dasar! Makanya kan sudah ku bilang job Swordman itu tidak berguna"
"Apa kau bilang Rins? Job Uhlan milikmu lah yang tidak berguna!"
Seakan melupakan Slime yang mengerumuni mereka, mereka berdua malah asik mengencangkan urat syaraf mereka berdua.
Mereka mendebatkan sesuatu yang tak penting sama sekali namun percayalah mereka berdua adalah teman yang begitu akrab.
Karena sudah merasa kesal sekali dengan si Teong, Rins pun tiba-tiba melompat lalu ia menyerang beberapa Slime dengan tangan kosong dan juga tendangan saja. Namun walaupun begitu, semua serangan yang diberikan oleh Rins memiliki impact yang besar dan berhasil menumbangkan beberapa Slime.
Rins adalah pemain yang mengambil job sebagai Uhlan. Job Uhlan sendiri hampir mirip seperti Monk namun mereka memiliki damage yang lebih sakit daripada Monk.
Rins berpenampilan seperti seorang petarung jalanan dengan pakaian khas Novice dan sarung tangan bertarungnya, gaya rambutnya trendy dengan warna kuning pirangnya, tak lupa dengan bandana yang ia kenakan.
Matanya berwarna merah menyala apalagi saat ia dipanasi oleh Teong tadi, saat ia berhasil menumbangkan beberapa slime, Rins pun bergaya seperti aktor filem kungfu.
"Begitu saja aku pun bisa!" Teong langsung maju ke depan menerjang semua Slime yang ada di depannya.
Teong memainkan pedangnya dengan sangat lihai dan cepat, pedang yang cukup berat itu terasa ringan sekali saat ia mainkan.
Lalu beberapa menit setelahnya semua Slime yang ada di depannya langsung mencair dan meninggalkan beberapa item yang bisa di ambil oleh pemain.
[Anda mendapatkan!]
Liquid Water x10
Jelly x3
"Bagaimana apa kau bisa melakukan itu kah Rins?" Teong kembali memanasi Rins dengan berlagak seolah dia telah mengalahkan raja iblis.
Teong adalah teman baik si Rins baik di dunia nyata maupun di dalam game.
Teong sendiri merupakan seorang swordman yang baru saja memainkan game ini bersama dengan Rins sahabatnya itu.
Teong memiliki paras yang mirip seperti artis-artis boyband Korea, ditambah gaya rambutnya yang berponi dan berwarna coklat gelap semakin membuatnya terlihat seperti anggota Boyband.
Walaupun mereka adalah seorang sahabat, tetapi jika mereka bermain game mereka seperti anjing dan kucing yang susah sekali akur. Game apapun yang mereka mainkan, mereka pasti akan berdebat tentang siapa yang paling hebat atau bahkan berdebat tentang pemain favorit mereka.
Bahkan saat bermain Cyrus Online saja mereka sempat berdebat tentang job apa yang paling bagus di game itu. Teong bersikeras bahwa swordman lah yang paling hebat karena menurutnya pendekar pedang sangat keren dan mereka mampu mengalahkan naga.
Sedangkan Rins begitu suka dengan pemain yang mengambil job Monk, Uhlan ataupun sejenisnya. Menurut Rins, pemainnya yang mengambil job itu adalah tipikal lelaki sejati karena mereka bertarung dengan tangan kosong saja.
"Sekali pencinta pedang tetap pencinta pedang!" Ucap Rins saat Teong sudah menghabisi slime-slime tadi.
"Dasar pemeluk pohon!" Teong terpancing karena ucapan Rins lalu mereka malah berguling-guling di atas rerumputan itu.
Disaat mereka asik berguling-guling seperti kucing berkelahi itu, ternyata sudah ada puluhan Slime yang mengintai mereka. Slime-slime itu dengan sabar menunggu mereka berdua untuk menyadari keberadaan dirinya.
Salah satu diantara Slime itu mendekati mereka berdua lalu Slime itu menitikkan setetes air ke arah mereka berdua, tentu saja air itu membuat mereka berdua sedikit merasa panas.
"Kenapa tiba-tiba kulitku merasa panas ya Rins?"
"Iya Teong aku juga merasakan begitu, kau tidak mengompolkan Teong?"
"Enak saja kau menuduhku begitu! Kau yang ngompol"
Tes
Air menitik lagi dan mengenai Teong sehingga membuatnya tak bisa menghiraukan itu.
Teong pun memeriksa hal itu dan ia dikejutkan oleh seekor Slime yang tersenyum ala gadis yandere ke arahnya.
Mengetahui dirinya dalam bahaya, Teong pun langsung berdiri dan berteriak nyaring. "Selamatkan diri kalian huwaaaa! Kerabakan woyyyyy!"
Melihat Teong yang lari terbirit-birit, Rins pun jadi ikut lari dengan cepat bahkan kecepatannya seperti seseorang yang sedang dikejar anjing satu kompleks.
Para pemain lain yang ada disitu hanya bisa menggelengkan kepala mereka, mereka seakan sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Berbagai macam komentar pun terlontar dari mulut mereka.
"Lagi? Mereka berdua kembali berulah lagi"
"Aku bingung kenapa mereka suka sekali melakukan hal tersebut"
Teong dan Rins bahkan tidak punya waktu untuk meladeni komentar mereka semua, mereka berdua harus memikirkan cara agar bisa selamat dari kelompok Slime itu atau level mereka kembali berkurang karena harus mati di dalam game.
Saat mereka lari semakin jauh, mereka bertemu dengan seorang pemuda dengan pakaian serba hitam dan memiliki rambut putih sedikit pirang, tengah berjalan santai bersama dengan peliharaannya.
Teong dan Rins langsung saja bergerak mendekati pemuda itu dan berlindung di belakangnya.
Pemuda itu tentu saja merasa aneh dengan tingkah Teong dan Rins, dia hanya bisa menaikkan alisnya tanpa berkata apa-apa.
Lalu ia pun melihat ada sekawanan Slime yang mendekat ke arahnya, si pemuda itupun akhirnya mengerti kenapa mereka jadi berlarian seperti dikejar Undead.
"Dasar bocah-bocah!" Gumamnya lalu ia mengeluarkan pedang samurainya yang hitam gelap.
Melihat tuannya sudah mau beraksi, peliharaannya yang terlihat seperti seekor rubah itu juga ikut bersiap menghadang kawanan Slime itu.
"Jadi kau mau beraksi juga Jinx?" Pemuda itu menoleh ke arah peliharaannya itu.
"Hauff" jawab si Jinx seperti mengerti apa yang diucapkan oleh tuannya itu.
Rins dan Teong menjadi saling pandang satu sama lainnya, mereka berdua nampak bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh player yang ada di depan mereka itu.
"Jangan-jangan dia mau melawan puluhan Slime itu seorang diri Rins?"
"Ya kau benar Teong! Ah maafkan kami bang" Rins berpose seperti seorang yang lagi berdoa.
Saat Slime itu sudah berada di hadapan mereka, Pemuda itu pun berjalan santai ke arah puluhan Slime yang lapar itu.
Teong dan Rins langsung terperanjat dan ternganga melihat seorang player yang nekat berjalan santai ke arah sekawanan Slime.
Namun kekhawatiran mereka menjadi keterkejutan, mereka berdua kembali ternganga melihat slime-slime itu satu demi satu mati seperti kena tebasan, padahal pemuda itu hanya berjalan santai.
Berbeda dengan si tuannya, rubah itu begitu bar-bar menyerang para Slime itu. Ia menggigit, mencakar hingga mencabik-cabik slime itu tanpa ampun sehingga membuat Rins dan Teong lupa menarik nafasnya melihat hal itu.
"Teong nampaknya kita dalam bahaya yang lebih besar!" Rins menepuk bahu Teong dan pikirannya mulai kacau karena melihat kejadian yang baru saja ia lihat.
Teong sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dia seperti terkena efek stun, silence dan petrify dalam waktu yang bersamaan.
Rins pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal dan pasrah menerima keadaan yang akan ia terima setelahnya.
Namun saat Slime itu sudah dihabisi oleh orang tadi, ia seakan melupakan keberadaan Rins dan Teong.
Pemuda tadi berjalan saja tanpa menghiraukan mereka berdua yang masih ternganga, sambil mengayunkan pedangnya ia tetap berjalan lurus menuju tempat yang ingin ia tuju.
Rins dan Teong jadi saling berpandangan, di kepala mereka tiba-tiba muncul sebuah pemikiran yang hebat sekali.
"Kau berpikir seperti yang kupikirkan Teong?" Rins bertanya lalu dibalas dengan anggukan oleh Teong.
Mereka berdua pun bergegas mengejar si pemain yang berpenampilan serba hitam tadi, mereka tak ingin rencana di kepala mereka saat ini gagal begitu saja.
Lalu saat mereka menemukan pemain tadi, mereka langsung memblokade jalan pemain itu sehingga membuatnya harus menaikkan alisnya setengah derajat karena ulah mereka berdua.
"Apa mau kalian bukannya masalah kalian sudah ku atasi? Atau kalian mau ku jadikan seperti Slime tadi?" Ia mulai memegang gagang pedangnya dan mulai mempersiapkan diri untuk menyerang.
Dengan wajah yang penuh kepastian dan tekad baja, mereka berdua lalu membungkuk dan bersujud di hadapan orang itu sehingga membuatnya semakin kebingungan dengan sikap mereka.
"Tolong jadikan kami berdua muridmu bang! Eh tidak, guru!" Ucap mereka secara bersamaan.
Pemain itu semakin merasa kebingungan dengan permintaan mereka yang tiba-tiba itu, ia pun hanya bisa memandangi mereka dengan tatapan penuh selidik dan sesekali ia menggaruk rambut putihnya itu.
"Mereka berdua ini kenapa? Apa mereka habis minum jamu buyung kupik ya?"