
Wajah Earl Erasmus begitu sumringah, ia berkali-kali menarik nafasnya dalam-dalam seolah dia baru saja menghirup udara yang sangat segar.
Hal itu terjadi karena Archie yang mengampuninya dari semua kejahatan yang ia lakukan itu, memang Archie mengampuninya untuk kali ini namun jika ia tetap seperti itu dan tidak berubah, maka tidak ada alasan lagi bagi Archie untuk tidak menebas lehernya.
Beberapa bangsawan lain yang terlibat dalam bisnis gelap dan korupsi itu juga masih di berikan kesempatan oleh Archie. Melalui perantara Erasmus, Archie mengucapkan hal itu kepada mereka semua dan apabila mereka tidak mematuhi apa yang Archie ucapkan itu, hukuman mereka juga sama dengan yang di terima oleh Erasmus.
"Sudah hentikan senyuman menjijikkan mu itu! Aku jadi tidak selera makan ini" Archie protes pada Erasmus yang tersenyum sedari tadi.
Erasmus pun dengan cepat mengganti ekspresi wajahnya menjadi biasa saja, sambil ia menuangkan air ke dalam gelas Archie ia mencoba melakukan keakraban dengan Archie.
Menurut Erasmus, Archie memiliki aura-aura bangsawan yang begitu kuat, dan Archie mungkin bisa menjadi seorang bangsawan yang sukses bahkan mungkin lebih tinggi dari dirinya di masa depan.
Archie hanya mendengarkan saja semua ucapan Erasmus itu, tak ada keminatan sama sekali dalam diri Archie untuk menjadi seorang bangsawan. Dia lebih suka pergi ke tempat-tempat yang baru dan berpetualang, daripada harus duduk di kursi dan meja besar berjam-jam sambil sibuk memikirkan caranya memperkaya diri sendiri lebih jauh.
Di ruang makan itu juga Archie dan Diane sempat bertukar pikiran dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi lagi.
Kesaksian Erasmus tentang kelompok gelap yang menguasai kota Del Comte, yaitu 7Deadly.
Tentu saja ini masalah lain yang juga harus mereka selesaikan, terlebih lagi juga 7Deadly melakukan sebuah praktik gelap demi mendapatkan Dark Arcana yang bisa saja akan membuat penelitian Archie terhadap Arcana semakin bertambah pesat kemajuannya.
Namun masalah ini juga sedikit berbenturan dengan rencana Archie. Rencana Archie selanjutnya adalah untuk mengumpulkan teman-temannya agar bisa membantu dirinya dan Diane mengurusi masalah lain.
"Di mana kita akan bertemu teman-teman mu itu Archie?" Tanya Diane sambil memainkan rambutnya.
"Kita akan ke Mallorca" jawab Archie singkat
"Mallorca! Mallorca kata mu?" Diane sedikit tersentak mendengar Archie dengan santainya mengucapkan Mallorca.
Bagi semua pemain Cyrus Online, Mallorca adalah kota yang menjadi tujuan utama mereka semua karena di kota itulah banyak sekali Guild terkenal bermarkas, quest yang spesial sampai yang tersembunyi, atau bahkan mencari peruntungan dengan bekerja sebagai pengawal kerajaan atau yang lainnya bisa dilakukan di Mallorca.
Namun bagi Archie, Mallorca hanyalah kota biasa yang di spesial-spesialkan oleh banyak pemain. Ia sering melihat hal itu di CyrusTV dan memang menurutnya Mallorca tak lebihnya kota yang lain di dalam Cyrus Online.
"Kalian hendak pergi ke Mallorca? Aku dengan senang hati akan menyiapkan transportasi untuk perjalanan kalian berdua, serta juga sedikit perbekalan. Anggap saja itu sebagai rasa terimakasih dan maaf ku kepada kalian semua" ujar Earl Erasmus sambil membungkukkan badannya.
Archie berjalan mendekati Earl Erasmus, ia lalu menepuk-nepuk pundak Earl Erasmus yang besar itu sambil tersenyum penuh arti.
"Terima kasih" ucap Archie
Archie dan Diane pun akhirnya pergi dari kota Appleford untuk menuju Mallorca Kingdom, dengan menggunakan kereta kuda yang disiapkan oleh Earl Erasmus.
Sebelumnya juga Erasmus sudah menyiapkan perbekalan untuk mereka berdua termasuk juga puluhan Potion, agar perjalanan mereka bisa nyaman.
Tak lupa Diane memberitahukan Caelius melalui pesan kalau dia sebenarnya sedang melakukan perjalanan ke Mallorca Kingdom bersama dengan Archie.
"Sebenarnya kita ingin bertemu dengan siapa di Mallorca Kingdom? Aku begitu penasaran dengan hal ini Archie" Tanya Diane dari arah depan karena saat ini Diane sedang menyetir kereta kuda itu.
Beberapa menit setelah pertanyaan itu, Diane tetap tidak mendapatkan jawaban dari Archie. Diane mencoba mengintip dari lubang bilik, ia melihat Archie yang sedang asik memperhatikan Murasame sampai-sampai tak mendengar pertanyaan Diane tadi.
Diane pun langsung memalingkan wajahnya sambil menggembungkan pipinya, ia juga menggumamkan sesuatu dengan sangat pelan sampai semut pun mungkin tak bisa mendengarnya.
Sedangkan di dalam bilik itu, Archie masih tertegun memperhatikan Murasame.
[Murasame sudah memakan cukup banyak jiwa, waktunya untuk level II]
[Yes/No?]
Begitulah tulisannya ketika Archie memperhatikan Murasame.
Tidak ada tambahan poin atau apapun, hanya sebuah informasi seperti itu saja yang muncul dan itu membuat Archie agak ragu.
Ia ingat dengan momen saat dirinya mengganti job waktu itu, semua skill yang ia miliki awalnya jadi hilang begitu saja setelah mendapatkan job baru yang diberikan oleh Yan Liu.
Begitulah juga yang kini Archie rasakan sekarang, ia masih gamang apakah ia harus menekan Yes atau No, terlebih ia ingat pedang ini juga dari Yan Liu.
Ketika dirinya semakin bingung, di dalam pikiran Archie tiba-tiba saja muncul wajah Yan Liu yang mengejek Archie dengan senyuman bodohnya itu, semakin kesal lah Archie karena itu.
"Arghhh aku akan terima apapun hasilnya nanti!"
[Yes]
[Murasame akan berevolusi!]
Setelah Archie menekan tombol Yes itu, tiba-tiba saja Murasame terbang melayang di udara dengan di selimuti aura gelap yang sangat pekat, seperti gelapnya jurang terdalam.
Murasame bergoyang-goyang hebat seperti terkena efek gempa bumi, namun semakin lama kegelapan yang menyelimuti Murasame tadi semakin menebal. Dan bumm! tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan di dalam bilik Archie tadi.
Ledakan tadi membuat Diane terkejut-kejut, bahkan kuda yang menarik mereka juga ikut terkejut sehingga mereka berlarian ketakutan karenanya.
Diane harus bersusah payah mengendalikan kuda itu agar tidak berlarian ketakutan, begitu kuda tadi sudah ia bisa tenangkan, ia pun coba mengintip bilik itu lagi.
Diane sangat terkejut dengan apa yang terjadi di bilik itu, semuanya menjadi hitam pekat dan terlihat begitu lusuh.
Ia tak melihat Archie di situ, ia pun turun dari kereta dan mencari keberadaan Archie. Namun tetap saja ia tak menemukannya sama sekali.
"Ahhh kemana perginya sih itu uban!!! Awass kau ya!!!!" Ucap Diane karena kesal dengan Archie yang tiba-tiba menghilang.
Sementara itu di suatu tempat di Re-Estize Empire....
"Ice Breaking!" Seorang perempuan merapalkan sebuah mantra yang menciptakan sebuah ledakan es yang begitu dahsyat dan membunuh monster kadal bersayap.
Salah satu Kadal Bersayap itu dengan cepat terbang ke arah perempuan tadi, dengan instingnya ia tahu perempuan itu akan terlambat menyerangnya karena ia harus merapal mantra terlebih dahulu.
Perempuan itu diam saja melihat Kadal Bersayap yang menerjang cepat ke arahnya itu, bahkan ia tersenyum seakan mengejek Kadal itu.
Sial sekali bagi Kadal Bersayap itu, tiba-tiba tanpa sepengetahuannya ada sesosok orang dengan pakaian hitam-hitam yang menusuk daerah vitalnya.
"Vital Strike sukses besar!" Ucap sosok itu.
Kadal Bersayap tadi menggelinjang kesakitan karena organ vitalnya tertusuk oleh belati milik orang itu, tetapi itu hanyalah sesaat saja, orang itu tadi langsung memberikan serangan penghabisan ke Kadal Bersayap itu dan jadilah ia butiran partikel yang melayang di udara.
[Anda mendapatkan item!]
[Earth Stone x5]
[Lizzard Wing x3]
[Flying Lizzard Skin x5]
"Cukup untuk hari ini dik, kita sudah berburu cukup lama" ucap perempuan tadi
Sosok hitam itu hanya menoleh kebelakang lalu ia mengangguk pelan. Setelah itu ia mengikuti perempuan tadi dari belakang sambil mengawasi sekelilingnya.
Setelah cukup jauh melangkah, mereka berdua melihat sesosok orang sedang berdiri yang menghalangi jalan mereka berdua.
Mereka berdua jadi lebih waspada dan berjaga karena mereka merasakan tekanan yang hebat dari sosok yang berdiri di depan sana.
"Aku yang akan menyerangnya duluan kak, aku akan menggunakan Stealth dan bergerak ke arah belakang orang itu"
"Baik berhati-hatilah, sepertinya dia bukan orang yang cari mati atau iseng saja"
Adik dari perempuan itu tadi menggunakan skill Stealth dan membuatnya menghilang dari pandangan, ia berniat menyerang arah belakang dari sosok misterius itu.
Sedangkan perempuan itu tetap memperhatikan orang di depan sana, ia juga bersiap kalau sewaktu-waktu orang itu maju menyerangnya.
Orang tadi bergerak, ia langsung berbalik kearah belakang dan mencoba menusuk sesuatu yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Orang tadi sudah tahu rencana yang dibuat oleh adik perempuan itu, serangannya itu berhasil membuat si adik menunjukkan wujudnya. Ia menangkis serangan itu dengan belati di tangannya, namun tangkisan itu kurang sempurna karena ia sempat terkejut sebab orang itu tahu dimana ia sedang bersembunyi.
Melihat adiknya dalam bahaya, perempuan itu merapalkan sebuah mantra yang membuat es dengan bentuk yang tajam dan runcing di ujungnya.
"Icy Strike!" Teriak perempuan itu lalu es itu meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah musuhnya.
Namun serangan tadi berhasil dihindari, orang itu dengan mudah menghindari serangan yang dibuat oleh si penyihir.
Si adik yang merupakan seorang Assassin juga tak mau kalah dari kakaknya yang seorang Mage, dia kembali menggunakan Stealth namun kali ini serangannya ia kombinasi dengan skill Whisper in the Wind.
Serangan dari atas itu juga berhasil di tepis oleh orang itu, ia bahkan memberikan adiknya penyihir itu sebuah serangan lutut yang mengenai wajahnya.
Perempuan penyihir itu marah melihat adiknya di sakiti oleh orang itu, ia langsung merapalkan beberapa mantra skill dan mengarahkannya ke orang itu, yang membuat orang itu kewalahan dan ia pun harus terkena beberapa dari serangan tersebut.
"Dengan ini akan ku akhiri!" Penyihir itu merapalkan sebuah mantra yang mungkin merupakan serangan pamungkas nya, namun belum lagi mantra itu selesai orang itu langsung mengangkat tangannya menandakan ia menyerah.
Penyihir tadi menaikkan alisnya melihat hal tersebut, akan tetapi ia langsung terkejut dan tak bisa berkata-kata begitu orang yang ia serang tadi melepaskan jubah yang ia kenakan.
"Yo halo, rupanya dek Willy dan Seth sudah berkembang cukup pesat" ucap orang tadi yang tidak lain ialah Kapten Toyger.
Willy dan Seth langsung mendekat ke Kapten Toyger, mereka sudah sangat lama tidak bertemu dan harus terpisah oleh agenda masing-masing.
"Aku sudah menduga hal ini tadi, saat aku mencoba menyerang Kapten dari belakang, aku langsung sadar saat Kapten menyerangku dengan pedang Rapier milikmu itu. Ah kau sungguh kuat Kapten!"
"Benarkah itu Seth? Aku baru tahu saat Kapten melepaskan jubahnya itu. Kalau saja Kapten tak melepaskannya mungkin aku akan mengeluarkan skill terkuat ku" ungkap Willy
Kapten Toyger mengiyakan hal tersebut sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya, ia mengetahui tentang bahaya tersebut dan akhirnya ia membuka penyamarannya agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
"Kapten datang jauh-jauh ke mari pasti ada suatu hal yang ingin di sampaikan pada kami kan? Dan itu merupakan suatu hal yang besar akan terjadi dalam waktu dekat ini kan?"
Kapten Toyger tersenyum miring mendengar pertanyaan Seth, ia pun berbalik badan dan mengangguk. Wajah Seth dan Willy semakin berat karena hal itu tadi, mereka memikirkan dan menunggu apa yang akan Kapten Toyger sampaikan kepada mereka berdua.
"Kita akan pergi ke Mallorca, akan terjadi hal yang menarik di sana. Dan ini adalah perintah dari si rambut putih itu!" Ujar Kapten Toyger.
Mendengar hal tersebut wajah mereka berdua langsung berganti bahagia, apalagi Willy yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan Archie sangat bahagia karena ia bisa bertemu dengannya lagi.
Seth juga seperti itu, ia sudah tidak sabar menunjukkan semua hasil dari latihannya selama ini ke Archie. Ia tidak sabar melihat wajah terkejutnya Archie, itulah yang membuatnya begitu bersemangat.
"Hahaha nampaknya kalian berdua terlihat panas, baiklah ayo kita pergi ke Mallorca. Aku yakin di sana sudah ada teman-teman yang lain menunggu kita semua" ucap Kapten Toyger dengan senyum ramahnya.
Lalu mereka bertiga pun berjalan beriringan melintasi daratan itu untuk pergi ke Mallorca Kingdom, tempat tujuan mereka.