Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 104: Heart of Kindness



[Quest Practice I]


Bunuh 10 monster apapun


Reward: Mage Necklace + 20exp


Status: Selesai!


Wajah Momo-chan langsung sumringah saat dirinya berhasil menyelesaikan misi itu. Ia bahkan berlompatan kegirangan karena hal tersebut, Merlin yang melihat hal itu juga ikut senang.


Merlin berjalan ke sebuah meja yang berada di ujung gedung, ia membuka laci meja itu dan di dalam laci tersebut ada sebuah liontin kecil berwarna merah delima yang sangat indah rupanya.


Merlin tersenyum sejenak memandangi liontin kecil itu, lalu ia kembali ke tempat Momo-chan dan memberikan liontin itu kepadanya.


"Ambilah liontin ini. Ini merupakan tanda jika kau sudah resmi menjadi seorang Mage yang hebat" Merlin mengalungkan liontin itu ke Momo-chan.


[Mage Necklace]


Level: 2


Type: Common


Efek: Menambahkan +2 INT


Senyuman indah langsung terukir di wajah Momo-chan yang tak kalah indah dari senyumannya itu. Ia memperhatikan liontin itu dengan sangat antusias.


"Terimakasih Merlin" ucapnya diiringi dengan senyumannya.


"Tidak usah berterimakasih kepadaku, itu semua adalah hasil kerja kerasmu sendiri"


Setelah berterimakasih kepada Merlin, Momo-chan hendak pergi dari situ dan ingin segera log out karena ia sudah memainkan game dengan waktu yang cukup lama.


"Tunggu sebentar" Merlin kembali menahan langkah kaki dari Momo-chan.


"Kau ingin menjadi seorang Summoner kan? Aku tau seseorang yang mungkin bisa membantumu untuk menjadi seorang Summoner yang hebat!"


Momo-chan langsung tertarik mendengar hal itu tadi, ia menghentikan langkahnya dan berbalik kembali ke Merlin.


"Beri tahu aku Merlin, aku benar-benar ingin menjadi Summoner!" Momo-chan memegangi lengan Merlin seperti memohon kepadanya.


Merlin tertawa sejenak lalu ia mengajak Momo-chan untuk duduk terlebih dahulu.


Duduklah ia bersama dengan Momo-chan di kursi yang ada disitu, dan wajah Momo-chan harap harap cemas menunggu apa yang akan di katakan oleh Merlin.


"Aku punya seorang teman yang merupakan salah satu Summoner berbakat di kerajaan ini" Ujar Merlin membuka cerita.


Momo-chan antusias mendengarkan cerita itu, dibukanya telinga lebar-lebar agar ia tak menemukan satupun kekurangan atau hal yang terlewat dari cerita itu.


"Dia mantan penyihir kerajaan ini, namun ia keluar karena merasa di kerajaan ini terlalu banyak hal busuk dan ia tak terima dengan itu semua"


"Semua orang di kerajaan ini tau siapa namanya, cukup hanya menyebutkan namanya saja sudah membuat orang-orang takut hingga terkencing-kencing. Namanya Misphita"


"Ia pun berkelana kemana-mana dan akhirnya ia tinggal di suatu desa yang aman dan tentram sekali. Nama desa itu Spezia"


"Aku yakin jika kau temui dia, kau pasti bisa menjadi seorang Summoner hebat seperti dia. Dan satu hal lagi, dia sedikit nyentrik jadi kau harus berhati-hati dengan dia ya"


Manik matanya Momo-chan langsung bersinar terang, ia bisa melihat masa depannya di game itu akan cerah. Ia menyalami tangan Merlin bahkan ia cium tangan Merlin sebagai bentuk rasa terimakasihnya.


Setelah itu Momo-chan bergegas pergi dari tempat itu dengan perasaan bahagia, senyumannya tak luntur-luntur dari tadi. Sekarang ini ia sangat ingin cepat bertemu dengan Misphita, namun ia harus log out terlebih dahulu sebelum memulai kembali perjalanannya yang masih begitu panjang, seperti tangga menuju surgawi.


................


Monica keluar dari kapsul besar yang ada di kamarnya itu. Tubuhnya berasa rileks seperti seseorang yang baru saja tidur nyenyak.


Ia menengok ke arah jam dan sekarang sudah hampir tengah malam, jadi dia sudah bermain game selama seharian penuh hari ini.


Setelah mengetahui realita itu, akhirnya dia bergegas pergi ke arah dapur. Ia langsung mengambil segelas air putih untuk ia minum, ia takut kalo dirinya mengalami dehidrasi dan akhirnya menimbulkan penyakit lainnya.


Di teguknyalah air putih itu, seketika tenggorokannya merasakan musim semi setelah badai kekeringan melanda.


Monica mengambil segelas air lagi dan ia kembali meneguknya, ekspresinya tetap sama dari gelas pertama namun sekarang ia terlihat bingung lantaran ia tiba-tiba merasa lapar.


Karena dia punya program diet, akhirnya Monica pun membuat smoothies saja untuk makan malamnya. Dicampurkan nya pisang, apel tanpa biji, lettuce, dan sedikit oats sehingga jadilah smoothies ala ala Monica.


Sebenarnya dia kurang suka minum itu, namun ia harus melakukan itu demi mendapatkan tubuh yang proporsional selalu hingga akhirnya ia pun terbiasa.


Setelah meminum smoothies tadi, Monica membasuh wajahnya sebentar, lalu ia pun beranjak ke kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di kasur empuk itu.


Monica merasa senang hari ini, mungkin ini adalah hari terbaiknya di awal tahun yang baru. Dia merasa menjadi orang yang berbeda sekarang, ia begitu jatuh cinta dengan dunia game yang barusan ia mainkan tadi.


Pikirannya sekarang dipenuhi dengan bayangan-bayangan keindahan dunia Cyrus, dia juga jadi tidak sabar untuk kembali berpetualang di sana sebelum dirinya kembali harus melakukan tur dunia.


Tanpa terasa, matanya kini sangat berat untuk membuka, dan pikirannya sekarang juga menjadi sangat rileks. Berapa saat kemudian dirinya sudah berpindah ke alam mimpi, dia bagaikan seorang putri yang sedang tertidur pulas, begitu anggun.


.................


Pagi harinya Momo-chan kembali log in kedalam game karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan seseorang yang di sebutkan oleh Merlin.


Jarak antara kota yang Momo-chan tempati sekarang ini dengan Desa Spezia cukup lumayan jauh, jika dia berjalan kaki saja mungkin ia akan sampai dalam waktu 30 menit. Itupun jika ia tidak dihadang oleh monster.


Mengetahui situasinya itu otaknya pun berpikir cepat mencari solusinya, akhirnya ia mendapatkan sebuah ide bagus yaitu ikut dengan rombongan pedagang yang hendak keluar dari kota. Momo-chan pun akhirnya berlari dengan cepat menuju pasar, mencari rombongan pedagang yang hendak pergi keluar.


Sesampainya dirinya di pasar Momo-chan pun langsung mencari sana sini pedagang yang membutuhkan jasanya. Sebenarnya banyak pedagang yang hendak ke luar kota dan membutuhkan pengawalan namun sebagian besarnya memiliki arah yang berlawanan dengan dirinya sehingga Momo-chan pun terpaksa menolaknya.


Sudah sepuluh pedagang yang ia tawari namun tidak ada yang menuju ke arah Desa Spezia ataupun kota terdekat dari Desa Spezia, namun Momo-chan belum mau menyerah, ia terus mencari pedagang yang hendak pergi ke sana.


Saat dirinya beristirahat, ia melihat seorang pria paruh baya yang agak kesusahan mengangkat sebuah kotak untuk di taruh di kereta kuda.


Melihat pria paruh baya itu membuat Momo-chan merasa sedikit tersentuh. Ini adalah kali pertamanya melihat hal seperti itu di dunia game, dan ia merasa hal ini benar-benar nyata sampai ia bertanya pada dirinya sendiri sebenarnya dia berada di mana.


"Mari paman sini aku bantu" Momo-chan langsung mengangkat kotak yang cukup besar.


Kotak itu lumayan berat bagi seorang perempuan seperti Momo-chan, ia sebenarnya tidak kuat mengangkat kotak itu namun ia tetap memaksakan dirinya untuk membantu pria paruh baya itu. Menurutnya kotak itu tidak ada apa-apanya sama sekali.


Belasan kotak pun sudah terangkat, stamina Momo-chan pun sedikit terkuras karena itu namun Momo-chan tersenyum karena ia sudah membantu pria paruh baya itu.


Saat dirinya duduk bersantai sambil mengatur nafas, ia dikejutkan oleh beberapa pesan dari sistem.


[Kamu telah melakukan latihan fisik secara manual, kamu mendapatkan tambahan STR +1 dan VIT +1]


[Kamu telah menolong orang lain tanpa pikir panjang. Kamu mendapatkan titel]


[Heart of Kindness]


Fungsi: Orang orang akan menganggap mu sebagai orang yang baik hati dan kamu akan mudah membangun hubungan dengan mereka semua.


"Eh aku dapat titel dan tambahan poin dengan hanya membantu orang lain?" Momo-chan masih sedikit kebingungan dengan cara kerja sistem di Cyrus Online.


"Gadis muda terimakasih sudah membantuku berkemas, kau sungguh orang yang baik hati"


"Tidak usah berterimakasih padaku paman, aku hanya ingin membantu saja kok paman"


"Namaku Ruksel aku pedagang biasa yang sudah beberapa hari berdagang di kota ini. Sekarang aku ingin pulang ke tempat asalku Spezia, aku dengar tadi kau ingin pergi kesana kan? Sebagai rasa terimakasih ku, akan ku antar kau kesana" Pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya sekaligus menawarkan diri untuk mengantarkan Momo-chan ke desa Spezia.


Mendengar hal itu, wajah Momo-chan langsung sumringah. Memang betul kata orang-orang, jika kita berbuat baik makanya kita sendiri akan memetik buah dari perbuatan baik kita itu.


Akhirnya Momo-chan pun berangkat ke desa Spezia dengan menumpang kereta milik Ruksel.


Di sepanjang perjalanan, Ruksel banyak bercerita tentang desa Spezia dan juga kehidupan dirinya. Dari kisahnya Ruksel, Momo-chan bisa menangkap bahwa Ruksel memang orang yang baik dan juga ramah.


Momo-chan pun juga tak sungkan untuk bercerita pula, ia juga mengatakan jika ia ingin bertemu dengan seseorang yang bernama Misphita di desa tersebut.


"Misphita? Ah maksudmu si perempuan tembakau? Aku peringatkan padamu gadis baik, dia itu perempuan yang sedikit aneh namun semua orang di desa segan kepadanya"


Wajah manis Momo-chan pun menjadi sedikit berkerut karena mendengar hal itu, ia semakin penasaran dengan Misphita ini.


"Sebenarnya seperti apa orangnya yang bernama Misphita ini? Kenapa dirinya selalu membuat aku kebingungan?" Ucap Momo-chan dan akhirnya ia pun terlarut dalam pikirannya.