Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 142: Duel Yang Merepotkan



“Sudahlah Seth jangan sedih begitu kak Archie pasti tidak akan menyalahkanmu kok! Kakakmu ini yang menjaminnya”


Willy mencoba menghibur adiknya, Seth yang baru saja mengalami kekalahan melawan Joker tadi. Seth datang ke bangku penonton dengan wajah suram dan gelap, seperti orang yang kehilangan tujuan hidup dan mencoba mengakhiri hidupnya. Dan karena melihat adiknya seperti itulah, membuat Willy prihatin dan dia coba menyemangati kembali Seth.


Seth begitu kesal pada dirinya sendiri, ia menyadari betapa lemahnya dirinya masih. Terlebih lagi ia kalah dari Joker tanpa memberikan serangan yang berbekas pada Joker, sehingga itu membuat dirinya begitu tertekan.


Namun rasa tertekan yang Seth alami begitu cepat berlalu, ia kembali melihat sebuah tujuan baru saat melihat ekspresi kebanggaan pada teman-teman sekelompoknya atau dari anggota Nebula Re-Estize Empire. Bahkan Viola begitu mengapresiasi perjuangan Seth yang sudah berjuang keras hingga babak terakhir.


“Aku tahu kau kecewa karena kalah dan tidak bisa menghadapi orang yang kau anggap mentor di final, namun bukan berarti perjuanganmu tidak berarti kan?” Viola berucap dengan senyuman manisnya.


Seth menjadi lebih tenang, ia mulai berusaha keluar dari bayang-bayang pertandingannya tadi sedikit demi sedikit.


“Yang terpenting saat ini kita dukung saja orang tengil berambut putih yang lagi berjuang di sana” Ucap Viola lagi dengan tatapan mata yang lurus ke arah Archie yang sudah berada di arena pertandingan.


……….


Di tengah-tengah arena sekarang ini, sudah ada Archie yang berhadapan dengan seorang laki-laki bertubuh besar dan kokoh seperti beruang liar. Laki-laki itu pernah dijumpai oleh Archie di awal-awal ia bermain Cyrus Online, laki-laki itu adalah ketua Guild Red Scorpion yang cukup populer di kawasan Re-Estize Empire. Laki-laki itu bernama Marsha.


“Yah haha kita bertemu lagi big guy, bagaimana kabarmu dan keadaan guildmu akhir-akhir ini?” Archie mencoba berbasa-basi namun agak canggung.


Marsha mendengus kesal, ia sudah dipenuhi dengan rasa kesal dan benci semenjak ia mendengar nama D. Archie ada di pertandingan ini. Sehingga saat ia bertemu langsung dengan Archie berhadapan, rasa bencinya semakin menumpuk tinggi hingga berubah menjadi dendam.


Marsha mengepal tangannya hingga bergetar hebat, ia memusatkan kekuatannya pada satu titik saja


yaitu di tangannya itu hingga terlihat seperti semua kekuatannya memenuhi tangannya yang mengepal itu. Marsha ingin sekali mengalahkan Archie dengan satu pukulan itu, seperti sebuah anime yang pernah ia tonton yang karakter utamanya berambut pelontos seperti kacang polong!


“Akan kuhabisi dalam satu pukulan kau bedebah!” Gumam Marsha.


Archie tentu menyadari pikiran Marsha, itu terlihat jelas sekali di wajah Marsha bagaimana dirinya begitu membenci Archie. Tanpa belajar ilmu membaca gestur wajah untuk mengungkapkan psikologi seseorang, tentunya siapa saja pasti bisa mengetahui rasa benci Marsha pada Archie dengan melihat ekspresi Marsha yang seperti menahan buang hajad.


3


2


1


“Mulai!!!”


Betul saja apa yang dipikirkan oleh Archie tadi. Begitu pertandingannya dimulai, Marsha langsung


bergerak cepat ke depan Archie dan mengeluarkan tinjuan super yang ia sudah siapkan sedari tadi.


“Mati kau bedebah! Iron Fist!!” Marsha meneriakkan nama skillnya lalu ia dengan sekuat tenaga mencoba memukul Archie.


Kabooommmmm…..


Pukulan dari Marsha yang begitu keras tadi menimbulkan sebuah suara ledakan yang cukup hebat dan


membuat tanah di arena itu bergetar dan meledak menjadi sebuah kawah besar. Jika saja Archie tidak menghindari serangan itu, bisa saja Archie akan kalah dalam satu pukulan saja sama seperti yang diharapkan oleh Marsha tadi.


Namun Archie mampu menghindari hal itu, ia langsung melompat kebelakang dengan begitu cepat sebelum serangan Marsha itu mengenai dirinya.


“Huwahh seram sekali, apa kau tega membuatku menjadi ayam geprek big guy?” Archie berpura-pura takut


dengan serangan yang baru saja diperlihatkan oleh Marsha tadi, padahal sebenarnya Archie sama sekali tak merasakan ketakutan saat melihat [Iron Fist] Marsha sedari awal ia melihat skill itu.


“Cih, jangan senang dulu kau bedebah! Kau harus membayar apa yang pernah kau lakukan terhadapku waktu itu”


Marsha mulai mendekat ke arah Archie lagi, kali ini ia ingin menghadapi Archie dalam jarak dekat dan


beradu keahlian dalam bertarung. Archie pun meladeni tantangan yang tak secara langsung di layangkan padanya itu, Archie mengeluarkan pedang samurai yang satunya untuk menghalau dan menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Marsha pada dirinya.


Marsha memberikan semua keahlian terbaiknya dihadapan Archie, ia memukul, menendang atau bahkan membanting Archie sampai-sampai itu membuat Archie sedikit kewalahan. Sedangkan Archie cuma bisa bertahan saja, suara dentingan pedangnya dengan pelindung tangan milik Marsha begitu nyaring terdengar, mengancam setiap telinga yang mendengarnya.


Walaupun cuma berfokus untuk menahan, tentu saja Archie tidak bertujuan seperti itu. Ia menahan serangan yang dilancarkan oleh Marsha sambil menunggu-nunggu momen untuk melakukan sebuah counter yang dapat mengejutkan Marsha.


Akan tetapi rencana Archie itu mampu dibaca oleh Marsha. Setelah memberikan beberapa pukulan keras


yang cukup merepotkan bagi Archie. Marsha lalu berdiri dengan satu kaki terangkat ke atas seperti gaya seorang kungfu master.


“Coba tahan ini. Dragon Kick!!!” Marsha lalu menendang Archie yang belum siap untuk menerima tendangan itu.


Brruuukkkkkkk…..


Archie terpental jauh hingga membentur dinding, bahkan di dinding itu langsung tercetak struktur


tubuh Archie yang tadi membentur dinding dengan sangat keras. Archie terkejut dengan serangan barusan, ia tidak menduga serangan Marsha akan begitu membuatnya kerepotan.


“Sepertinya ia sudah lebih kuat dari pertemuan awal kami” Ucap Archie sambil menatap lurus ke arah Marsha.


Marsha sendiri tersenyum melihat impact yang tercipta akibat skill miliknya tadi, walaupun tidak membunuh Archie langsung namun ia sudah bisa tertawa ringan melihat Archie yang menerima damage cukup besar itu. Marsha kembali berlari ke arah Archie dan berniat untuk menyerangnya kembali.


“Hahaha kali ini aku pastikan kau benar-benar mampus!” Ucap Marsha sambil terus berlari ke depan.


Archie sendiri kembali memfokuskan dirinya, ia coba menebak ke arah mana kali ini Marsha akan


menyerang dirinya.  Bola mata Archie bergerak ke atas mengikuti gerakan Marsha yang melompat begitu tinggi dan bersiap menghantam Archie dengan keras lagi.


Melihat hal itu Archie langsung menarik tubuhnya dan mulai membentuk kuda-kuda menyerang, ia memfokuskan tubuh dan pikirannya sebelum mengeluarkan sebuah skill berpedang miliknya.


Setelah itu muncul semacam dimensi di hadapan Marsha yang jika Marsha mengenai itu maka dirinya


akan tercabik-cabik dan tersayat-sayat, seolah Archie yang melakukan hal tersebut pada dirinya. Namun Marsha sudah pernah melihat serangan itu, ia pun memutar tubuhnya sewaktu di udara sehingga ia mampu menghindari [Judgement Cut] Archie.


Archie terkejut melihat hal itu, Marsha semakin menggila karena itu. Begitu jarak dirinya dengan Archie sudah semakin dekat ia pun langsung melancarkan serangan terkuat yang ia miliki.


“Iron Fist!” Marsha kembali melancarkan serangannya pada Archie.


Melihat hal itu Archie tiba-tiba tersenyum, ternyata Archie sengaja memancing Marsha untuk bergerak mendekatinya dan umpannya tadi ialah Judgement Cut tadi. Marsha terlambat menyadari hal itu, sehingga sudah begitu terlambat bagi dirinya untuk menghindari apa yang terjadi.


“Rapid Slash!” Archie mengucapkan nama skillnya lalu dengan sangat cepat ia menebas Marsha sampai-sampai Marsha tidak bisa bereaksi lagi.


Serangan tadi membuat Marsha sedikit terkejut bahkan damage yang ia terima pun begitu besar. Marsha menjadi semakin marah pada Archie karena merasa sudah di bodohi oleh pria berambut putih itu.


Sedangkan Archie tersenyum begitu rencana yang ia susun berhasil dengan matang, Archie


menunjukkan ekspresi wajah yang siapa saja melihatnya akan menjadi kesal. Begitu pula Marsha yang gampang sekali terbakar api amarah dengan hal-hal yang remeh saja.


Sambil berusaha bangkit, Marsha menatap Archie dengan tatapan penuh kebencian dan bersiap untuk menghabisi Archie saat itu juga.


“Apa kau sedang marah big guy? Uh aku jadi takut ini”


“Tutup mulutmu bedebah! Ayo kita buktikan siapa yang terkuat di antara kita!!”


Marsha membuat kuda-kuda bersiap untuk menyerang, melihat hal itu Archie sempat membuang nafasnya dengan begitu berat sebelum akhirnya dirinya bersiap menghadang serangan Marsha walaupun begitu enggan dirinya.


Sekali lagi Marsha maju menerjang Archie, benturan mereka berdua pun tak bisa dihindari. Setelah itu


Marsha memberikan rangkaian pukulan tanpa henti pada Archie, Archie kewalahan menahan itu dengan satu pedang. Ia pun langsung mengambil Murasame yang masih tersarung dan mulai menangkis serangan Marsha.


Hal itu terjadi cukup intens dan membuat tegang para penonton, mereka semua dibuat menahan nafas


melihat pertukaran serangan antara Marsha dengan Archie itu. Sebab bisa saja diantara mereka berdua akan kalah jika kehilangan fokus mereka dan itulah yang membuat para penonton gugup menunggu siapa yang akan tumbang.


Archie cukup kewalahan karena Marsha, walaupun ia sudah menahan setiap serangan Marsha dengan kedua


pedangnya namun tetap saja daya hancur yang ditimbulkan dari setiap pukulan Marsha begitu menyeramkan, akhirnya Archie lebih memilih untuk mundur beberapa langkah.


Lalu ia membalas serangan Marsha dengan menggunakan Judgement Cut dengan beruntun.  Marsha pun dibuat sibuk untuk menghindari setiap sebuah dimensi penuh cabikan yang mengarah pada dirinya, dengan lihai Marsha menghindari serangan itu, ia melompat ke sana kemari bahkan beberapa kali ia melakukan gerakan akrobat untuk menghindarinya.


Archie sendiri terus menerus mengeluarkan skillnya itu hingga bulir-bulir keringat memenuhi


wajahnya, ia tak menduga Marsha akan membuat dirinya kerepotan seperti ini. Usaha kerasnya itu membuahkan hasil, serangannya berhasil mengenai kaki dari Marsha dan membuat Marsha kehilangan momentumnya.


“Dengan ini berakhirlah sudah!” Archie berteriak lantang dan ia kembali mengeluarkan [Judgement Cut] ke Marsha yang tidak bergerak itu.


Namun sekali lagi Marsha berhasil menghindari serangan itu, Marsha langsung melakukan gerakan


kip-up dan ia melompat ke atas setelahnya. Archie terbelalak karena itu, ia yang tadinya begitu yakin sudah menghabisi Marsha kini dihadapkan dengan realitas yang berbeda.


“Hehahaha dengan ini aku yang akan memenangkan pertandingan ini! Iron Fist!!” Marsha menukik cepat


dari atas seperti scene legendaris di film Kungfu Hustle disaat pemeran utamanya mengeluarkan jurus tapak budha yang legendaris.


Archie menggigit bibir bawahnya, ia merasa begitu kesal karena merasa sudah dipojokkan oleh Marsha. Tak pernah terlintas dipikirannya untuk menggunakan rencana terakhir yang ia miliki, ia bermaksud menggunakan ini saat pertandingan finalnya nanti.


Archie pun menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia mencoba untuk memblokir serangan pamungkas milik


Marsha itu.


“Bodoh kau pikir kau bisa menahan Iron Fist ku? Ini adalah versi terkuatnya dari tehnik Iron Fist!”


Boooooommmmm…….


Iron Fist Marsha menghantam pedang Archie dengan sangat keras dan menimbulkan suara yang tak


kalah keras pula, namun Marsha dibuat keheranan dengan Archie yang mampu menahan serangan terkuatnya itu. Bukan apa-apa, tetapi Iron Fist yang dikeluarkan oleh Marsha saat ini adalah serangan terkuatnya dan bisa membuat orang yang menangkisnya terlempar atau bahkan membuat senjata si penangkis akan patah menjadi


berkeping-keping.


Namun Archie mampu menahan serangan itu tanpa mengalami kerusakan pun dan itu membuat Marsha bertanya-tanya.


“Bagus dia tak sadar ternyata, akan ku akhiri sekarang juga” gumam Archie.


Gerakan selanjutnya semakin membuat Marsha terkejut, Archie mendorong Marsha dan membuat Iron


Fistnya seperti tak berguna dan itu membuat Marsha kehilangan mentalnya. Archie yang melihat ekspresi ketidakpercayaan itu, hanya bisa tersenyum dan mulai melancarkan serangan terakhirnya.


‘Maafkan aku big guy tetapi sepertinya aku yang akan menang” Lalu Archie menebas Marsha yang masih


shock dengan sangat santai, akan tetapi damage yang diterima oleh Marsha begitu besar. Hal itu terjadi karena Archie menggunakan [Final Reverence] yang mana skill itu Archie gunakan saat menahan Iron Fist terakhir dari Marsha tadi.


Skill itu bukan cuma membuat Archie mampu menahan serangan super duper kuat milik Marsha tadi, tetapi juga skill itu mampu untuk mengembalikan serangan yang ditahan tadi hingga dua kali lipat kekuatan aslinya.


“Pemenangnya D.Archie!!!”