Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 164



(Markas Legado Del Fantasma)


Terlihat tiga orang tengah duduk di atas sebuah kursi, mereka membentuk sebuah segitiga jika dilihat secara seksama. Di tengah-tengah formasi itu, ada puluhan gadis yang tidak sadarkan diri, entah bagaimana kondisinya tidak terlalu jelas antara cuma pingsan atau sudah mati.


Mereka bertiga seperti sedang menunggu seseorang yang akan memberikan kabar baik pada mereka bertiga, namun sudah terlalu lama mereka menunggu hingga salah satu diantara mereka bertiga protes akan hal tersebut.


"Sabar sedikitlah Raul, mungkin barang kita lagi proses pengiriman!" Ucap seseorang yang duduk di kursi sebelah kanan, bernama Mendoza.


"Aku tahu itu Mendoza! Maksudku apa tidak terlalu lama mereka mengirim barang kita, ini sudah tidak seperti biasanya" ucap seseorang yang memiliki wajah seperti seekor banteng yang duduk di sebelah kiri, bernama Raul.


Mendoza cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat Raul yang terus saja mengoceh itu, ia bahkan tidak tau lagi harus berbuat apa untuk menenangkan banteng itu.


"Santailah sedikit Raul, dinginkan kepalamu yang panas itu. Kau menganggu konsentrasi diriku!" Ucap seseorang yang duduk di sisi bagian atas.


Suara dari orang tersebut begitu berat bahkan terasa mengancam, Raul pun bahkan langsung terdiam dan ia tidak berani mengoceh tidak jelas lagi setelah ditegur oleh orang tadi.


Sedangkan Mendoza semakin menggelengkan kepalanya, ia sudah menduga hal ini akan terjadi namun tetap saja hal yang tidak ingin ia lihat itu benar-benar terjadi tepat di depan matanya.


Orang itu tadi terus berfokus akan sesuatu, ia seperti tengah melakukan riset ilmiah, sangat fokus dan perlu perhitungan yang tepat.


Semakin fokus dirinya, maka akan muncul menyeruak aura berwarna hitam pekat yang membuat seisi ruangan terasa begitu mencekam dan menekan siapa saja.


Raul dan Mendoza yang ada di sana pun juga ikut merasakan hal itu, mereka seperti tercekik dan ditekan oleh gravitasi yang sangat kuat sampai-sampai mereka harus merapatkan gigi mereka karena saking kuatnya tekanan itu.


Setelah beberapa lama aura dan tekanan itu perlahan-lahan menghilang, orang yang duduk di atas tadi yang sudah menyerap semua aura hitam pekat itu.


Matanya terpejam merasakan sensasi, badannya sedikit bergetar, lalu ketika ia membuka mata, ia merasakan kekuatan masuk ke dalam tubuhnya dengan deras.


"Walau masih kurang, namun ini sudah cukup. Jika barang itu sudah datang, kita akan lanjutkan ritualnya!" Ujarnya setelah menyerap semua aura hitam pekat tadi.


Orang itu tadi ialah Escobar, ia adalah pemimpin dari kelompok yang menamakan diri mereka Legado Del Fantasma.


Escobar memiliki tampilan seperti seseorang pemeran antagonis di cerita-cerita kartel narkoba, ia memiliki tubuh kuat dan berisi seperti Hercules, dengan tatapan kejam seperti Dewa Ares yang terkenal akan kekejamannya.


"Singkirkan sampah-sampah ini Mendoza!" Ucap Escobar dengan dingin sambil menunjuk ke arah tumpukan gadis-gadis yang sepertinya sudah tidak bernyawa lagi.


Mendoza dengan sigap segera melaksanakan perintah dari Escobar tadi, prinsip Mendoza sederhana, yaitu ia tidak ingin menumpuk pekerjaan dan membuatnya susah. Ia sangat tidak suka hal-hal yang rumit dan susah.


Di tengah-tengah hal itu, seseorang masuk ke dalam ruangan mereka dengan sangat tergesa-gesa dan wajahnya terlihat seperti habis melihat hantu di siang hari yang terik.


"Hei Alberto mana sopan santun mu? Tiba-tiba masuk dengan wajah ketakutan, seperti baru saja melihat hantu!" Ucap Raul yang protes dengan sikap Alberto tadi.


Alberto yang melihat ada sosok Escobar di situ langsung bersujud seketika, ia semakin ketakutan dan bergetar hebat. Dengan terbata-bata ia mencoba memberitahukan hal apa yang terjadi di Del Comte.


Raul kembali marah pada Alberto setelah Alberto melaporkan semua yang terjadi di Del Comte, ia langsung memukul Alberto hingga Alberto terlempar dan terbentur dinding.


Raul masih belum puas memukul si Alberto, ia mendatangi Alberto yang masih tersungkur setelah menerima pukulan keras dari Raul. Raul mengangkat Alberto dengan cara memegangi kepalanya dengan sangat kuat, ia melakukan itu dengan mudah seperti mengangkat sebuah bilah lidi menurutnya.


Raul mengumpulkan kekuatan di bogemnya dan sudah bersiap melepaskan sebuah rocket punch itu. Namun Escobar buru-buru menghentikan niat Raul itu dan membuat Raul jadi sedikit lebih tenang lagi.


"Jika kau pukul dia, bisa-bisa dia mati dan kita akan kekurangan orang di sini" Ucap Escobar dengan santai namun terasa mengancam bagi yang mendengarnya.


Raul memiringkan kepalanya, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Escobar itu. Lalu Mendoza kembali menjelaskan hal yang sama namun dengan cara dan metode yang lebih mudah di pahami oleh sosok Raul.


"Oh jadi mereka akan ke sini dan menyerang kita? Hooo... Ayo ke mari! Aku sudah tidak sabar bertempur dengan mereka" Ucap Raul yang sudah mengerti tentang masalah yang akan mereka hadapi itu.


"Tidak apalah, selagi ia masih bisa mengerti, walaupun itu akan merepotkan ku" Mendoza menghela nafas berat sambil menatap Raul yang mulai tertawa-tawa tidak jelas.


………


(Kota Del Comte)


Pada malam hari di kota Del Comte, warga-warga kota masih saja mengadakan pesta untuk menyambut hari baru mereka yang sudah tidak kelam lagi itu.


Warga kota keluar dari rumah-rumah mereka, mereka menyalakan api unggun, dan mulai menari-nari di bawah sinar bulan dan diiringi musik flamenco yang irama gitarnya dimainkan oleh Izzy.


Archie juga ikut menikmati pesta itu, bahkan ia sudah meminum banyak bir dan sempat membuatnya mabuk. Namun setelah lama kelamaan, ia mendapatkan sebuah titel yang bisa menangkal dirinya agar tidak mabuk ketika minum bir.


Archie tidak tahu mengapa namun saat ia pertama kali meneguk bir, ia langsung tertarik dan tidak ia sadari ia sudah meminum banyak bahkan menurut Kidd dia sudah meminum satu tong sendirian.


Tak hanya menikmati pesta dan meminum bir, Archie juga berpartisipasi dalam membuatkan hidangan pada warga kota. Semua warga kota Del Comte begitu menyukai masakan Archie, dan juga Archie bisa belajar dari chef-chef di kota ini dan membuatnya semakin ahli dalam memasak. Bahkan kini Archie sudah sedikit lagi masuk ke tahap intermediate.


Sambil menikmati pesta, mereka. Archie, Diane, Caelius, Lusirele, Persian dan T-Bold juga membahas rencana mereka selanjutnya itu.


Pihak pasukan koboi juga ikut mendengarkan perundingan mereka itu, karena mereka memang sudah menganggap diri mereka adalah bagian dari kelompok Archie juga walaupun secara tidak resmi.


"Apakah ini soal penyerangan ke El Paso?" Tanya Kidd sambil meminum bir yang ada di tangannya.


"Tidak bukan itu. Aku tengah memikirkan strategi bagaimana membuat kota ini sedikit lebih hidup setelah ini, mereka memang lepas dari 7Deadly tetapi setelah itu apa?"


Semua orang langsung masuk ke dalam alam pikiran mereka setelah mendengarkan ucapan Archie tadi, mereka semua berpikir bagaimana cara agar membuat kota ini sedikit maju dari ini.


"Bagaimana kalau kita pasarkan bir dari kota ini, menurutku bir di sini cukup enak dan pasti akan meledak di pasaran kupo!" T-Bold memberikan usulannya dari kacamata seorang merchant yang ulung.


Memang benar apa yang dikatakan oleh T-Bold tadi, bir di kota Del Comte cukup enak dan mungkin saja T-Bold bisa menjual bir ini dan mengenalkannya ke seluruh pelosok negeri dan akan membuat orang-orang akan pergi ke Del Comte.


Selain hal itu Archie juga melihat dari keahlian T-Bold sendiri, ia tahu betul bagaimana lihainya T-Bold menjadi seorang merchant. Bahkan saus tomat yang sederhana itu saja bisa meledak dan membuat pemasukan guild menjadi terus mengalir.


"Usulan yang bagus, namun masih ada masalah di situ. Anggap saja jika bir itu benar-benar meledak, maka masalah yang akan kita hadapi selanjutnya adalah memenuhi permintaan stok itu. Aku kurang yakin kota ini akan sanggup nantinya" Ucap Archie menjelaskan kelemahan dari usulan bagus milik T-Bold.


"Bagaimana jika kita cari bangsawan-bangsawan yang bisa kita buat kerjasama, agar ia menanamkan modal di sini dan membuat pabriknya? Sehingga kita bisa terus memenuhi kebutuhan itu tadi" Kali ini Diane yang mengutarakan pemikirannya.


Semua mata kini tertuju pada Diane, mereka semua menatap wajah Diane dengan tatapan penuh keterkejutan dan hal itu sedikit menganggu Diane sehingga ia pun langsung memalingkan wajahnya.


Archie tersenyum setelahnya, ia sudah menduga bahwa insting seorang pengusaha muncul dari sosok Diane. Darah seorang pengusaha sukses dan tersohor memang mengalir dalam tubuhnya dan itu benar-benar terbukti.


"Inilah pemimpin kita, pemimpin yang bisa melihat suatu tujuan hingga jauh ke depan. Kalian harus memberikan hormat padanya haha!" Ucap Archie setengah bercanda padahal ia mengakui kehebatan Diane itu.


Diane yang semakin kesal setelah mendengar ucapan Archie tadi, langsung ia menarik telinga Archie hingga telinga Archie jadi merah merekah.


"Dasar bodoh! Apa yang kau katakan haaa! Bodoh bodoh bodoh!"


"Aw...aw...aw...! Sakit! Itu sakit Diane tolong hentikan kau membuat kuping ku lepas!" Ucap Archie menjerit kesakitan.


"Aku tidak peduli!" Jawab Diane dan ia tetap menarik telinga Archie bahkan lebih kuat dari yang awal.


Mereka semua tertawa melihat pemandangan yang mereka lihat sekarang ini, warga kota juga ikut tertawa karena sudah menyaksikan sebuah drama klasikal yang sangat jarang mereka lihat akhir-akhir ini.