Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 158



(Ruang Pertemuan Istana Kerajaan Narannas)


"Jadi Seth dan Izzy sudah mengetahui Guild 7Deadly itu? Mereka benar-benar bekerja dengan efektif!"


"Caelius benar, baru beberapa hari semenjak mereka pergi ke kota Del Comte, mereka berdua sudah mendapatkan informasi tentang Guild 7Deadly. Terlebih lagi Seth yang berhasil menemukan markas mereka, itu sungguh mengagumkan!"


Archie, Caelius dan Diane saat ini tengah berada di ruang pertemuan di istana kerajaan Narannas. Mereka tengah membahas laporan dari Seth yang beberapa saat yang lalu diterima oleh Archie.


Pihak kerajaan Narannas juga ikut mendengarkan diskusi antar ketiga manusia di antara kaum Elf itu, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang di bahas oleh ketiga manusia itu. Namun mereka di sana karena Archie yang mengumpulkan mereka, karena ada sesuatu yang ingin ditanyakan oleh Archie.


"Walaupun mereka sudah menemukan beberapa informasi yang berharga dari 7Deadly, tetapi mereka berdua berada dalam masalah yang tidak mungkin mereka bisa atasi. Terlebih lagi Seth yang bahkan saat ini harus bersembunyi dari kejaran 7Deadly, jadi kemungkinan mereka berdua terpisah" ujar Archie dengan wajah yang terlihat khawatir dengan kondisi kedua temannya itu.


Mereka bertiga jadi terdiam seketika, para elf yang berada di tempat itu juga masih kebingungan dengan sosok tiga orang manusia itu. Mereka ingin sekali menanyakan hal apa yang mereka bertiga bahas, namun mereka tidak berani melakukan itu karena melihat wajah serius yang ditunjukkan oleh Archie, Caelius dan juga Diane.


"Archie kau kenapa? Apa ada yang salah? Wajahmu tiba-tiba berubah gelap!" Ucap Diane yang memperhatikan wajah Archie yang terlihat tiba-tiba menjadi buruk.


Archie terlihat memandangi Diane dan Caelius dengan tatapan mata yang penuh kebingungan, lalu ia melirik ke arah para elf dengan ekspresi yang serupa sehingga membuat orang-orang elf benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi.


"Aku mendapat pesan terbaru dari Seth, dia bilang ada kelompok lain yang memberikan perintah kepada 7Deadly untuk mengacau dan menculik perempuan-perempuan di sana. Dan dari Izzy, kelompok yang memerintah 7Deadly adalah Guild Legado Del Fantasma! Apa kalian berdua tahu tentang guild ini?" Archie menjelaskan situasinya kepada Diane dan Caelius.


Diane dan Caelius langsung terkejut mendengar nama guild itu, Legado Del Fantasma bukanlah guild baru di ranah MMORPG.


Legado Del Fantasma merupakan sebuah guild yang sudah ada semenjak Genesis Online. Mereka dikenal sebagai black guild yang sangat suka membunuh orang lain atau PK hanya untuk mendapatkan barang-barang berharga atau memang hanya demi memuaskan hasrat saja.


"Mereka hampir sama seperti Smile Corpse, tetapi mereka lebih tertata dan rapi secara administratif atau bisa kita sebut mereka lebih profesional dalam mengelola guild mereka" ucap Diane menutup penjelasannya.


Mendengar penjelasan dari Diane itu, Archie langsung tahu seberapa bahayanya guild bernama Legado Del Fantasma itu. Ia mencoba untuk berpikir jernih bagaimana membawa Seth dan Izzy keluar dari kota Del Comte tanpa menimbulkan kekacauan, karena musuh yang akan mereka hadapi jauh lebih susah untuk dibayangkan seperti yang sudah-sudah.


Namun semakin Archie memikirkannya, ia semakin jauh dari pemikirannya dan pertempuran memang tidak bisa di halau lagi.


Walaupun mereka berhasil untuk tidak menarik perhatian Legado Del Fantasma, akan tetapi mereka tetap saja harus berurusan dengan 7Deadly dan ketika mereka selesai berurusan dengan 7Deadly, tidak menutup kemungkinan Legado Del Fantasma akan bergerak juga akhirnya.


"Tidak ada cara lain, kita harus berperang dengan mereka semua!" Ujar Archie lalu ia memukul meja karena kehabisan ide-idenya.


"Jadi kita memang harus berperang dengan mereka kah?" Diane mendesah pelan, ia sangat tidak menyukai hal itu namun tidak ada cara lain lagi.


"Tuan Putri Diane tenang saja, aku Caelius pasti akan selalu melindungi tuan putri seperti sumpah setiaku sebagai seorang kesatriamu!" Ucap Caelius dengan mantap sambil mengangkat pedangnya dengan tinggi.


Para elf yang menyaksikan dari tadi perundingan antara tiga orang manusia itu, akhirnya tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak bertanya.


Seorang petinggi kerajaan Narannas mengangkat tangannya tinggi-tinggi, yang membuat Archie, Caelius, dan Diane melirik ke arahnya.


"Sedari tadi kalian membahas apa? Dan perang? Memangnya kalian ingin berperang dengan siapa?" Tanya sosok Elf itu dengan ragu-ragu


Archie menyadari kesalahannya itu, ia meminta maaf kepada para elf yang ada di sana, termasuk pada Raja Elondil.


Archie lalu kembali menjelaskan kepada mereka semua situasi yang dialami oleh kelompok Archie, para Elf mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Archie itu.


"Jadi maksudmu, kalian akan berperang dengan orang-orang itu tadi? Dan kau masih tidak yakin dengan kekuatan yang kalian miliki sekarang ini?"


"Begitulah situasinya Elondil, kami masih belum punya pasukan yang hebat, tangguh serta pemberani seperti pasukan-pasukan yang dimiliki oleh Kerajaan Narannas. Kami baru memiliki sumber daya dan kekuatan di bidang ekonomi saja" Ucap Archie lalu ia meminum tehnya.


Mereka pun hanya mengangguk penuh setuju, mereka akan mengikuti apapun yang diucapkan dan diperintahkan oleh raja mereka itu.


"Archie dan teman-temannya!" Raja Elondil berseru yang membuat Archie dan yang lainnya langsung menatap ke arah Elondil.


"Izinkan kami semua membantu kalian berperang dengan mereka itu, Lusirele akan memimpin 200 pasukan kerajaan Narannas untuk berperang di sisi Cero Miedo" Ucap Elondil dengan mantap.


Caelius dan Diane langsung menyambut uluran tangan bangsa Elf itu dengan senang hati, mereka berdua merasa punya peluang untuk menang dalam perang itu jika mendapatkan bantuan dari pihak elf.


Tetapi hal berbeda ditunjukkan oleh Archie. Archie langsung menolak usulan itu yang langsung membuat semua orang di sana tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Archie.


"Kau ini kenapa Archie? Mereka ingin membantu kita tetapi kenapa kau malah menolak uluran tangan mereka?" Tanya Caelius yang keheranan dengan Archie itu.


"Sombong sekali kau rambut putih sialan! Apa kau tidak punya rasa malu setelah menolak tawaran bantuan dari kami?" Tetua Uungor juga ikut geram dengan tingkah Archie kali ini.


Namun Elondil buru-buru menengahi hal itu, ia dengan bijak menegur mereka semua untuk tidak langsung menyalahkan Archie dan ia menyuruh Archie untuk memberikan penjelasannya kenapa ia menolak pertolongan dari pihak elf itu.


"Bukannya aku bermaksud untuk tidak menghormati kalian atau apa, tetapi hanya satu hal yang menganggu diriku!" Archie bergetar hebat seperti menahan sesuatu.


"Apa yang menganggu dirimu Archie? Tidak biasanya kau seperti ini" Elondil melihat Archie yang gemetaran itu, ia mencoba mencari tahu apa yang membuat Archie seperti itu.


"Kami. Aku, Caelius dan Diane adalah orang luar. Kami semua orang dari dunia atas yang memainkan game ini dan bertemu dengan kalian semua. Kami semua mempunyai sebuah sistem, jika kami mati maka kami akan dihidupkan kembali di katedral terdekat atau kami bisa kembali masuk ke dalam dunia ini setelah beberapa saat, intinya kami ini adalah makhluk yang bisa disebut abadi"


"Berbeda dengan kalian yang memang berasal dari sini, kalian juga seperti kami di dunia atas yaitu punya latar belakang masing-masing. Jika kalian mati, maka hidup kalian benar-benar akan tamat! Itu berbeda sekali dengan kami yang bisa hidup kembali, apa kalian mengerti apa yang ku maksud?" Archie menjelaskan kepada mereka semua perbedaan antara pemain dan para NPC itu.


Setelah berucap demikian, Archie masih terus bergetar hebat. Ia mengingat momen dimana ia melihat dengan jelas kematian yang dialami oleh para NPC itu, yang paling ia ingat adalah kematian Azergim yang masih membekas di ingatannya.


Chrishy yang juga berada di sana, juga ikut sedih setelah melihat keadaan Archie. Ia tahu betul mengapa Archie begitu enggan menerima pertolongan dari bangsa elf, karena ia tidak ingin melihat hal itu lagi.


Caelius dan Diane yang baru mengetahui hal itu langsung terkejut. Mereka berdua tidak menduga ada sikap yang seperti itu dari sesosok Archie yang hampir tidak memiliki hati bagi mereka itu, dan kini mereka mulai memikirkan hal yang sama oleh Archie.


Tetapi Elondil hanya tersenyum saja, ia memegangi pundak Archie dan seketika Archie tersadar dari lamunannya itu. Archie yang melihat senyuman hangat Elondil itu, juga ikut merasakan kehangatan merasuki tubuhnya dan kini beban pikirannya sedikit lebih berkurang.


"Kau itu sebenarnya orang baik Archie, tetapi kau selalu menutupi kebaikanmu itu dengan bersikap seolah-olah kau bukanlah orang yang baik. Aku mengerti sekali dengan apa yang kau khawatirkan itu, tetapi aku sudah pernah bilang kepadamu"


"Daun-daun yang layu, suatu saat akan digantikan oleh daun-daun yang lebih muda dan segar. Berapun daun-daun yang sudah jatuh itu, daun-daun yang segar akan tetap tumbuh, seperti itulah dunia ini dan itulah semangat kaum Elf!" Ucap Elondil dengan mantap.


Archie tercengang dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Elondil itu, Archie bahkan tersenyum tipis dan terkekeh karena Elondil. Jauh di dalam hatinya, Archie memang sudah mengakui bahwa Elondil adalah raja yang begitu ia kagumi selama ini, ia bahkan pernah berharap jika saja Elondil bisa ke dunia nyata dan menjadi seorang kepala suatu negara, mungkin negara yang ia perintah itu akan maju dan harmonis seperti halnya Narannas.


Melihat Archie yang sudah sedikit tenang itu membuat Elondil kembali tersenyum tanpa sadar, ia berpaling dengan begitu gagah dan dengan lantang memberikan perintah kepada kaumnya.


"Semuanya! Kita akan berperang di sisi kelompok Cero Miedo, kita akan membantu penyelamat kita dengan segenap hati kita. Lusirele, siapkan 100 prajurit atau kalau bisa lebih untuk berperang dengan kita!"


Lusirele langsung memberikan penghormatan pada Raja Elondil, ia lalu dengan cepat melaksanakan perintah dari rajanya itu.


Sedangkan Archie yang melihat sosok Elondil itu tak bisa menahan dirinya untuk tidak kagum dengan sosok raja yang bahkan menurutnya tidak mempunyai aura seorang raja yang berwibawa, tetapi ia bisa melampaui ekspetasi dari orang-orangnya sendiri hingga sangat dipercaya oleh masyarakatnya.


"Sialan kau Elondil! Andai saja aku punya kekuatan seperti dirimu itu, arghhhh rasanya kesal sekali melihatnya seperti itu!"Gumam Archie.