Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 188: Atlas Gauntlet



Melihat formasi dan susunan pasukan-nya yang hancur dan berantakan dikarenakan oleh Archie, tak membuat Poisonox dan Riser terlihat mencemaskan hal tersebut.


Mereka berdua bahkan terlihat begitu santai menanggapi hal tersebut, mereka masih bisa sedikit tertawa sambil memamerkan senyuman sombong mereka berdua.


Asal dari kepercayaan diri mereka berdua adalah mereka sudah menemukan benda yang mereka cari yang bisa membuat mereka unggul, dan kali ini mereka akan mencobanya kepada rombongan yang dikawal oleh Archie.


"Panggil si Ashtra!" perintah Riser kepada anak buahnya.


Dengan cepat anak buahnya langsung bergerak untuk mencari orang yang bernama Ashtra tadi. Tak perlu waktu yang lama baginya untuk menemukan si Ashtra, ia begitu mudah dikenali dengan tubuh yang begitu besar dan kuat bagai naga.


Ashtra berjalan ke arah Riser dan Poisonox dengan langkah yang tegap, ia seolah-olah seperti Hercules yang sedang berjalan menuju singgasananya. Walaupun aura yang ia pancarkan tak sehebat Hercules namun di mata Riser dan Poisonox, sosok Ashtra adalah orang yang kuat dan akan mampu melaksanakan tugas yang akan ia berikan.


Begitu Ashtra berada tepat di hadapan Poisonox dan Riser, ia langsung berlutut dengan hormat seperti hormat seorang ksatria kepada rajanya. "Ketua mencariku?" ucapnya dengan suara yang berat.


Riser adalah orang yang tak suka banyak omong, ia langsung saja mengeluarkan benda yang akan membuat Ashtra semakin kuat nantinya.


[Atlas Gauntlet]


[Tipe: Melee Weapon]


[Tingkat: Legendary bintang 6]


[Power: 2000-2250]


[Status Tambahan: Rage, Fire]


[Note Khusus: Senjata kuno yang diyakini digunakan oleh Atlas untuk memporak-porandakan benua Cirus. Hanya bisa digunakan oleh job Hand Combat!"]


Mata Ashtra berbinar-binar melihat status yang dimiliki oleh item legendaris game Cyrus Online yang disebut Arcana itu. Ia tak pernah bermimpi untuk melihat atau mendapatkan item itu, namun saat ini tepat dihadapannya ada item itu.


Selain status yang lebih-lebih bagus daripada item biasa, item khusus seperti Arcana memiliki skill tambahan ketika digunakan oleh pemain yang mendapatkannya. Termasuk juga Atlas Gauntlet tersebut.


Atlas Gauntlet memiliki 2 skill yang sangat-sangat berguna dalam pertarungan besar.


Pertama ada skill yang bernama Atlas Rage. Skill ini membuat pemain memukul-mukul tanah seperti orang yang sedang marah, namun tak sekedar memukul tanah. Tanah yang dipukul tadi akan bergetar hebat seperti gempa bumi dan akan mengeluarkan bebatuan besar yang akan menyerang musuh-musuh di sekitarnya.


Lalu skill kedua yang dimiliki oleh Atlas Gauntlet adalah Vengencefull Punch. Saat pemain menggunakan skill ini, tangan pemain akan mengeluarkan api yang membara hingga menutupi tangan itu lalu memukul. Skill ini bisa ditahan untuk waktu yang lama untuk menimbulkan daya hancur yang lebih besar.


Siapa saja ingin memilikinya, Riser tau sekali tentang hal tersebut. Begitu pula orang yang ada di depannya saat ini, dari matanya saja Riser tahu kalau Ashtra ingin sekali mengenakan Arcana yang baru saja mereka dapatkan dengan cukup susah payah.


Namun jika Riser asal memberi saja akan ada hal yang tak ia inginkan suatu saat nanti, maka dari itu ia memikirkan siasat yang cukup licik untuk mengikat si Ashtra agar terus melayaninya sampai akhir nanti. Riser tidak mau mengambil resiko jika harus berurusan dengan Ashtra nantinya, sebab hal itu akan merepotkan dirinya karena Ashtra yang sudah punya Atlas Gauntlet.


"Aku hanya akan meminjamkan benda ini Ashtra! Bila kau coba macam-macam, aku tak akan mau bertanggungjawab jika kau memiliki masalah dengan Tuan Gaahl!" ujar Riser.


Mendengar nama Gaahl membuat Ashtra merinding, entah kenapa setiap orang-orang yang ada disekitarnya akan merasa seperti Ashtra jika mendengar nama Gaahl. Karena begitu takut, akhirnya Ashtra pun langsung mengiyakan saja apa yang diucapkan oleh Riser.


"Baiklah kalau begitu porak porandakan mereka semua Ashtra!" ucap Riser yang terlihat begitu gembira.


Begitu Riser mentransfer item itu kepada Ashtra, Ashtra langsung mengenakannya dan maju kedepan dengan sangat berani. Ashtra langsung membuat ksatria bangsa Dwarf terkejut dengan kekuatan yang baru saja ia dapatkan. Beberapa ksatria Dwarf mampu ia kalahkan dengan sekejap, ada juga yang memberikan perlawanan namun tetap bisa diatasi oleh Ashtra.


Melihat teman-temannya yang tumbang membuat Vonarlug langsung mengarahkan pandangannya ke arah Ashtra yang sedang melawan 2 ksatria Dwarf dengan begitu mudah.


Vonarlug langsung menerjang Ashtra dengan kekuatan penuhnya, namun hal itu masih bisa ditahan oleh Ashtra dan Ashtra memberikan sebuah pukulan balasan kepada Vonarlug, yang juga bisa ditangkis oleh Vonarlug.


"Heeh sepertinya kau terlihat kuat!" ujar Ashtra sambil membersihkan debu-debu yang ada di tubuhnya.


"Berani sekali kau menghina para ksatria bangsa Dwarf! Aku Vonarlug Hammersonic akan menjadi lawan-mu!"


Sekali lagi mereka berdua saling hantam, saling sikut. Suara dua logam yang saling bergesekan dan berbenturan begitu memekakkan telinga para pendengarnya, keduanya bertarung dengan begitu sengit hingga terlihat seperti mereka berdua setara.


Namun terlihat jelas perbedaan mereka berdua, Ashtra terlihat lebih unggul karena Arcana yang ia gunakan. Vonarlug melawannya dengan sekuat tenaga namun masih belum bisa menundukkan Ashtra. Sebaliknya, Ashtra masih belum mengeluarkan seluruh kekuatannya melawan Vonarlug, namun hal itu sudah cukup membuat Vonarlug sedikit kewalahan.


Begitu Ashtra melihat celah yang dibuat oleh Vonarlug, Ashtra langsung menggunakan skill Vengencefull Punch yang telak sekali mengenai perut Vonarlug hingga membuatnya terlempar cukup jauh.


Hal itu membuat Archie dan yang lainnya terkejut, mereka semua tak menduga Vonarlug akan bisa dikalahkan dengan mudah. "Ada yang tidak beres dengan semua ini. Semuanya berhati-hatilah!" Archie memperingatkan mereka semua.


Archie langsung mendekat ke arah Vonarlug terbaring. Archie masih bisa bernafas lega setelah mengetahui Vonarlug baik-baik saja, Vonarlug hanya sedikit terluka namun serangan telak tadi cukup membuatnya untuk tidak bisa bertarung untuk sementara waktu.


Sesaat Archie hendak mendekat ke arah Ashtra, ia langsung dicegat oleh Panglima Burung yang mengetahui niatan Archie itu.


"Apa yang kau lakukan?"


"Kau ingin menyerang orang itu kan?"


"Iya lantas kenapa kau menghalangiku?"


"Biarkan aku membantumu! Ku lihat orang itu tidak terlihat cukup kuat namun ada sesuatu yang membuatnya kuat seperti itu"


Archie tak ingin memperdebatkan hal itu lebih jauh lagi, ia pun mengiyakannya saja permintaan Panglima Burung tadi. Namun Archie bergerak lebih dulu, dengan menggunakan skill Void Step ia dengan sangat cepat berada tepat di hadapan Ashtra dan membuatnya terkejut.


Archie memanfaatkan momentum yang ia dapatkan itu, setelah Ashtra yang tak menduga kehadiran Archie, Archie langsung memberikan dua buah tebasan yang mengenai bahu dan badan Ashtra.


Ashtra terpancing emosinya setelah melihat dirinya yang dapat dilukai oleh Archie, ia maju tanpa pikir panjang untuk menyerang Archie. Dan hal itu memang sudah ditunggu oleh Archie, begitu Ashtra memutuskan untuk maju menyerang Archie, Ashtra sudah terperangkap oleh jebakan Archie.


Archie tersenyum mengerikan lalu mundur beberapa langkah, sebelum akhirnya ia mengeluarkan skill Judgement Cut. Karena itu, Ashtra kembali menerima damage akibat serangan dari Archie. Sudah dua kali Archie berhasil menyerang Ashtra dengan begitu telak, namun hal itu masih membuat Archie merasa was-was karena ia masih tidak tahu trik apa yang disembunyikan oleh Ashtra dari balik lengannya.


Dengan susah payah Ashtra berdiri kembali setelah terkena serangan dari Archie, ia pun langsung meminum HP Potion yang ia miliki, karena serangan dari Archie tadi membuat luka yang begitu fatal bagi dirinya dan hampir membunuhnya.


Sirine tanda bahaya tiba-tiba didengar oleh Ashtra saat ia menatap ke arah Archie, jika kali ini ia main-main mungkin ia akan kalah dengan Archie pikirnya.


Sebab itulah kini Ashtra nampak serius, ia memusatkan kekuatannya di Gauntlet miliknya dan hal itu membuat Gauntletnya bercahaya terang sebelum akhirnya mengeluarkan api yang membara.


Api itu terus menggumpal dan membesar sampai ke titik terbesarnya. Setelah itu Ashtra pun langsung mengarahkan bola api besar tadi ke Archie, dengan perasaan yang membara ia merasa sudah mampu untuk mengalahkan Archie dengan hal tersebut. Namun ia kembali dikejutkan dengan hal yang tak ia duga sama sekali.


Api yang besar itu terlihat menyusut hingga kecil sampai pada akhirnya hilang begitu saja setelah berada di hadapan Archie. Ashtra nampak kebingungan dengan apa yang terjadi, tetapi ia melihat pedang yang Archie pegang kini ada api yang menjalar dan menyala yang terlihat begitu terang dan panas.


Setelah itu Archie langsung melompat dan menerjang ke arah Ashtra yang masih terkejut, dan ia berhasil menebas Ashtra dengan menggunakan pedang miliknya yang masih menyala-nyala oleh api milik Ashtra tadi.


Ashtra pun terkena tebasan Archie, dan setelah itu tubuhnya langsung terbakar karena serangan miliknya tadi dibalikkan oleh Archie lewat tebasannya tadi.


Tetapi Archie sedikit salah perhitungan, ia mengira ia sudah berhasil mengalahkan Ashtra dengan hal itu. Namun ternyata Ashtra masih bisa bertahan, dengan sisa tenaganya ia langsung mengeluarkan skill Atlas Rage dan membuat semua orang terlempar dan terhempas, termasuk juga Archie yang begitu dekat dengan Ashtra.


Beruntungnya Archie tidak terluka cukup parah, ia sempat ditolong oleh Panglima Burung sebelum akhirnya mereka berdua ikut terhempas dan membentur batu yang cukup besar.


Semua orang jadi terluka karena serangan Ashtra, entah itu lawan ataupun kawan.


Archie langsung buru-buru meminum HP dan MP Potion, sebab serangan terakhir dari Ashtra memberikan damage yang begitu besar pada Archie. Dan juga Archie sudah mengeluarkan skill Elemental Absorber yang perlu banyak mana.


"Apa-apaan itu tadi"


"Awww! Rasanya badanku patah semua"


"Ini cukup gawat teman-teman!"


Ketika mereka cukup terluka dan babak belur, muncul Poisonox dan Riser yang terukir senyuman puas di wajah mereka berdua.


Riser sudah cukup puas melihat kehebatan Arcana yang ia dapatkan itu, ia memberikan potion kepada Ashtra yang juga terlihat sudah babak belur karena serangan dari Archie.


"Inilah akibatnya jika kalian terus menghalangi langkah Tuan Gaahl untuk menaklukkan Benua Cirus! Ini hanyalah langkah awal sebelum kami benar-benar akan melenyapkan siapa saja yang menghalangi kami" Riser berpidato dengan penuh membara seperti lambang guildnya.


Situasi yang dialami Archie dan para Dwarf lainnya sangat tak menguntungkan sama sekali, mereka saat ini dikepung oleh gabungan pasukan Phoenix Flame dan Vipernest. Tidak ada jalan keluar lagi bagi mereka saat ini, kecuali mengalahkan mereka semua. Namun tentunya hal itu bukanlah hal yang mudah bagi Archie sebab diantara mereka semua hanya ada beberapa ksatria saja yang bisa bertarung dengan mereka.


Namun walaupun sudah dalam keadaan seperti itu, Archie masih belum mau menyerah begitu saja. Sikap Archie yang seperti itu juga diikuti oleh para ksatria elf dan dwarf yang merasa masih bisa bertarung.


Tetapi Riser dan Poisonox pun tak akan membiarkan mereka semua keluar dari sini dengan selamat, mereka berdua langsung memerintahkan seluruh pasukan gabungan itu untuk menyerang Archie dan yang lainnya secara bersamaan dan agar bisa menghabisi mereka.


Namun sebuah hal aneh terjadi di tempat pertempuran, dari arah samping pasukan gabungan terlihat sesosok orang yang sedang berlari sangat cepat sambil memporak-porandakan barisan pasukan di sisi kiri.


Lalu ada pula sebuah serangan dari sisi kanan, kali ini hanya dua orang saja yang menyerang dari sana namun semua musuh yang menghadang mereka berdua bernasib sama dengan pasukan di sisi kiri.


Kehadiran ketiga sosok itu membuat Poisonox dan Riser serta pasukan mereka berdua terkejut, banyak dari mereka yang kembali mundur setelah melihat ketiga sosok orang tersebut.


Begitu pula kelompok yang dipimpin oleh Archie, mereka juga sedikit khawatir dengan ketiga sosok itu. Archie sama sekali tak mengenali mereka bertiga, namun Archie merasa pernah bertemu dengan salah satu sosok orang yang baru muncul tersebut.