
"Selamat datang kembali ke Kerajaan Narannas!"
Seorang perempuan elf berparas cantik dengan sebuah pedang di pinggangnya menyambut kedatangan Archie serta Diane dan Caelius di Nilfelin.
Perempuan elf itu tersenyum ramah pada Diane dan Caelius yang berada tepat di belakang Archie, mereka berdua cukup takut ketika mereka mengetahui jika tujuan mereka adalah sebuah kerajaan bangsa elf akhirnya mereka berdua pun cuma bisa mengekor di belakang Archie.
Archie membuang nafasnya melihat tingkah Diane dan Caelius yang berlindung di belakangnya itu, ia sama sekali tidak mengerti kenapa mereka berdua bisa menjadi takut seperti itu ketika tahu arah tujuan mereka sebenarnya.
"Sudahlah jangan takut seperti itu kalian membuatku malu saja. Perkenalkan ini temanku Lusirele, dia ini komandan pasukan kerajaan Narannas!"
"Dan Lusirele, mereka berdua ini juga temanku. Yang perempuan seperti tuan putri tak berguna ini namanya Diane, sedangkan laki-laki yang terlihat seperti kesatria bodoh ini namanya Caelius" Ucap Archie lagi.
Diane dan Caelius langsung protes karena Archie mengatakan hal yang tidak-tidak tentang mereka berdua.
Melihat tingkah laku ketiga manusia yang terlihat absurd di mata Lusirele itu membuatnya tertawa geli, mereka bertiga pun jadi ikut keheranan melihat Lusirele yang tertawa geli itu.
Lusirele langsung mengulurkan tangannya, mencoba untuk mengajak Diane dan Caelius bersalaman dengannya. Awalnya Caelius dan Diane merasa ragu, namun setelah itu mereka pun bersalaman dengan Lusirele tanpa keraguan lagi.
Mereka bertiga di ajak oleh Lusirele untuk segera memasuki kota Nilfelin.
Keadaan kota terlihat berbeda sekali dengan terakhir kali yang Archie lihat, ada beberapa gedung yang terlihat baru dibangun, suasana kota jadi lebih hidup dan ceria.
Archie juga melihat sebuah monumen yang sepertinya baru saja dibuat. Monumen itu berbentuk pedang dan panah yang saling menyilang seperti menggambarkan sebuah persatuan.
Lusirele yang melihat Archie memperhatikan monumen itu akhirnya bergerak untuk mendekat ke arah Archie, ia mencoba menjelaskan tentang monumen itu pada Archie.
"Monumen ini bernama Monument of Unity. Raja membuat monumen itu untuk memperingati hari di mana bangsa Elf dan Manusia bersatu tanpa memikirkan masa lalu mereka masing-masing"
"Monumen ini juga ditujukan untuk kaum Elf agar selalu mengingat hari itu, hari di mana mereka semua dilanda kehancuran dan di selamatkan oleh manusia!" Lusirele menutup penjelasannya.
Archie terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran raja mereka itu.
"Raja kalian itu terlalu berlebihan!" Ujar Archie
"Yah begitulah kau tahu sendiri bagaimana dia, jika kau ingin menceramahinya ayo ikut aku, akan ku antar kalian semua kesana" Ucap Lusirele lalu ia kembali berjalan, menunjukkan jalan kepada Archie dan yang lainnya menuju istana.
………
Mereka berempat sampai di depan istana kerajaan Narannas. Di depan Istana, mereka sudah di sambut oleh beberapa petinggi kerajaan termasuk Raja Narannas, Elondil Hlaenddare.
Melihat ada sosok raja di hadapan mereka, Diane, Caelius dan Lusirele langsung menunduk memberikan sebuah penghormatan kepada Raja. Namun tidak untuk Archie.
Archie dengan santainya berdiri sambil menatap Raja Elondil dengan tatapan mata penuh kesombongan, tak pernah terbesit di benaknya untuk tunduk pada orang itu. Bagi Archie tidak ada orang yang berhak menerima penghormatannya dan ia tidak akan pernah tunduk pada orang lain.
"Hey Archie apa yang kau lakukan? Kau sudah tidak sopan pada seorang Raja!" Ucap Diane yang khawatir dengan Archie yang tidak ikut menunduk itu.
"Oi sifatmu itu tidak mencerminkan sosok kesatria sejati!" Caelius menambahkan.
Archie mendengus, ia terkekeh lalu sedikit tertawa geli karena itu. "Aku tidak akan sudi bersujud atau menunduk di hadapan orang tua itu!" Ujarnya.
"Hei bocah sialan! Kehadiranmu selalu membuatku darah tinggi, apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun?" Tetua Uungor berucap dengan rasa sangat geram dengan tingkah Archie itu.
Diane dan Caelius yang melihat hal tersebut langsung menjadi panik seketika, mereka sama sekali tak terpikir jika mereka akan berhadapan dengan bangsa elf hanya karena ulah satu orang absurd, yaitu Archie.
Diane pun menatap Archie penuh kesal, ia begitu kesal dengan sikap Archie yang seperti itu. Sudah kesekian kalinya ia melihat sifat itu, namun kali ini rasanya ia sudah tidak tahan lagi untuk melihatnya.
Akhirnya Diane pun menceramahi Archie dengan siraman rohani dengan kecepatan tinggi seperti seorang rapper, namun Archie tetap tidak bergeming karena siraman rohani Diane itu.
Archie bahkan merasa Diane hanya menggerakkan mulutnya saja tanpa ada suara, sebenarnya Diane menceramahi Archie dengan sangat pedas bahkan bisa membuat telinga siapa saja akan memerah jika mendengar ceramah itu. Namun hal seperti itu tidak berpengaruh bagi Archie karena ia menyetel sebuah lagu kesukaannya dengan volume full sehingga ia tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Diane itu.
"Ahhh itu si rambut putih!" Seseorang berteriak dengan nyaring dari kejauhan.
Akibat suara teriakan itu membuat semua orang jadi menengok ke arah sumber suara itu, terlihat seorang perempuan yang berlari sangat cepat ke arah mereka semua dengan wajah yang sangat gembira dan riang.
Perempuan itu terus berlari kencang dengan senyuman lebar di wajahnya, Archie yang melihat perempuan itu hendak menghindar darinya namun sudah terlambat, perempuan itu tadi melompat dan langsung menerjang ke arah Archie sehingga mereka berdua pun jatuh ke tanah dengan posisi Archie berada di bawah.
Semua orang begitu tercengang dan terkejut melihat kejadian itu, Diane bahkan lupa untuk menutup mulutnya begitu ia melihat hal itu. Sedangkan Lusirele cuma bisa menutup matanya berharap hal itu tadi hanyalah khayalannya semata.
"Hei cepat turun dari badanku kau mau membuatku malu tujuh turunan kah ha?" Ucap Archie sambil menepuk-nepuk pundak perempuan itu agar menjauh darinya.
Namun perempuan itu tidak bergeming, ia bahkan lebih erat memeluk Archie yang semakin membuat mereka berdua semakin terlihat memalukan.
"Sudah hentikan tingkah laku kau ini!" Lusirele langsung memukul perempuan itu tadi dengan sangat keras sehingga membuat semua orang semakin terkejut dan tercengang.
"Kau itu salah satu dari 5 Panglima terkenal, jadi jaga sikapmu juga!" Bentak Lusirele pada perempuan itu tadi.
"Lusirele jahat sekali! Tega sekali kau memisahkan Chrishy dengan Archie" Ucap perempuan yang bernama Chrishy itu sambil mengusap-usap kepalanya yang sempat di pukul oleh Lusirele tadi.
Archie pun cepat-cepat berdiri, ia masih dalam keadaan syok karena hal itu tadi. Archie juga melirik ke arah Diane yang mulutnya masih terbuka lebar itu. Dengan perlahan-lahan Archie menutupkan mulutnya Diane itu, dan ketika mulutnya sudah tertutup Diane seperti kembali mendapatkan kesadarannya kembali.
"Apa-apaan itu tadi? Apa aku sudah melihat sesuatu yang menakjubkan?" Hal itulah yang terlontar pertama kali dari mulutnya setelah mendapatkan kesadarannya kembali.
…………
Kini mereka semua berpindah di ruangan pertemuan dalam istana kerajaan Narannas.
Setelah mengadakan jamuan singkat, mereka pun mulai masuk ke dalam pembahasan utama atau tujuan Archie ke Nilfelin.
Diane nampak terkejut akan hal tersebut, ia merasa sedikit gugup saat melihat beberapa petinggi kerajaan Narannas yang menatapnya penuh selidik itu.
Namun Archie mendorongnya untuk terus maju, dengan perlahan Archie menepuk pundak Diane sambil tersenyum ke arahnya. Archie percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh Diane itu, kemampuan yang tidak dimiliki oleh Archie sama sekali, yaitu diplomasi.
Akhirnya Diane pun buka suara, ia mulai menjelaskan tujuannya yaitu untuk menguasai seluruh Benua Cirus, dan ia akan mulai dari Red Dragon Empire.
Hal gila itu langsung membuat semua orang terkaget-kaget, mereka menatap heran lebih ke arah meremehkan pemikiran Diane itu. Namun Diane tidak mempedulikan hal tersebut, ia kembali menjelaskan langkah-langkahnya untuk menaklukkan semua kerajaan yang ada di Benua Cirus.
Penjelasannya begitu rinci dan begitu visioner, beberapa orang yang meremehkannya tadi kini mulai lebih terbuka pemikirannya. Dan kini mereka mulai mempertimbangkan semua hal yang di sampaikan oleh Diane itu tadi, mereka berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba hal-hal gila tersebut.
"Untuk mencapai tujuan ku itu tadi, aku ingin berkerjasama dengan Kerajaan Narannas"
"Emmm tidak, maksudku Kami. Cero Miedo menginginkan agar Kerajaan Narannas mau bekerjasama demi mewujudkan hal tersebut!" Diane merevisi kata-katanya agar terlihat lebih meyakinkan.
Beberapa orang mulai saling berdiskusi satu sama lain, mereka coba menghitung-hitung kemungkinan berhasilnya rencana-rencana yang di jelaskan oleh Diane itu tadi.
"Gadis muda, kau bilang tadi berkerja sama dengan 'kami' siapa yang kau maksud dengan kami itu tadi?" Tanya tetua Uungor.
"Kami itu adalah aku, Caelius dan juga Archie yang ia gabungkan dalam satu kelompok yang ia sebut sebagai Cero Miedo atau Zero Fear" Jawab Diane dengan mantap.
"Oh hoho ternyata kau juga ada andil dalam hal ini dasar rambut putih sialan!"
"Hahaha jaga mulutmu itu orang tua sebelum aku menebas kepalamu itu!" Ujar Archie sambil tertawa.
"Dasar sombong! Lalu apa keuntungan kami jika bekerjasama dengan kalian? Tentunya yang namanya kerjasama itu harus ada hal yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, jika hanya satu pihak saja itu tidak bisa disebut sebagai kerjasama" Tetua Uungor kembali berucap.
"Hahaha bagus sekali, ku kira kau cuma bisa mengoceh tidak jelas orang tua" Archie kembali mengejek Tetua Uungor.
Lalu Archie mengeluarkan sebuah item dari tas inventorinya, ia melemparkan item itu pada Tetua Uungor.
Tetua Uungor menatap aneh item itu, baru pertama kali ia melihat benda tersebut. Tetua Uungor pun membuka penutup wadah benda itu dan terlihat sebuah cairan berwarna merah segar.
"Apa ini?" Tanya Tetua Uungor spontan setelah melihat cairan berwarna merah itu tadi.
"Coba saja maka kau akan tahu" Jawab Archie singkat dengan wajah yang dihiasi senyuman licik.
Tetua Uungor sedikit ragu awalnya, namun akhirnya ia mencoba mengoleskan sedikit cairan itu ke jarinya. Tetua Uungor kembali melirik ke arah Archie, ia melihat Archie menjilat jarinya sendiri dan akhirnya Tetua Uungor mengikutinya.
Tetua Uungor langsung terkejut di buatnya, ia merasakan sensasi segar di mulutnya. Tetua Uungor kembali melakukan hal yang sama dan seketika itu juga ia suka sekali dengan item yang diberi oleh Archie tadi.
"Yang Mulia coba rasakan ini!" Ucap Tetua Uungor dengan penuh antusias.
Elondil pun melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh Tetua Uungor tadi, setelah mencicipi itu tadi Elondil langsung melompat kaget karena merasakan hal yang sama dengan Tetua Uungor.
Semua petinggi kerajaan Narannas jadi keheranan sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi, Elondil pun menyuruh semua orang untuk merasakan hal itu juga dan mereka semua dibuat kaget dengan hal tersebut.
"Apa ini? Ini terasa seperti tomat namun memiliki rasa yang lebih kuat tetapi juga ringan, aku sama sekali tidak mengerti" Ucap Lusirele setelah mencicipi cairan berwarna merah itu.
"Hahaha benar sekali Lusirele, itu memang tomat namun tomat yang sudah ku olah menjadi sebuah cairan yang disebut sebagai saus!"
"Saus? Di buat dari tomat?" Ucap semua orang-orang Elf di situ.
Melihat hal tersebut tidak bisa menahan Archie untuk tidak tertawa, ia lalu naik ke atas meja sambil tertawa licik nan mengerikan, seperti tertawa seorang bos dalam sebuah video gim.
"Aku mempunyai resepnya dan aku juga memiliki bisnis saus tomat itu, aku menawarkan kepada kalian kerjasama dagang"
"Kalian boleh memproduksi saus itu dan kalian pasarkan secara massal, aku hanya meminta 30% keuntungan dari hasil penjualan kalian tetapi jangan khawatir. Selama kita bekerjasama, kalian semua akan ku pastikan mendapatkan keuntungan lebih juga, pasukan-pasukan kalian akan dilatih oleh orang-orang ku yang kehebatannya bahkan melebihi ku!"
Semua orang terkejut dengan semua yang diucapkan oleh Archie tadi, banyak sekali yang ia dapat jika bekerjasama dengan kelompok Archie. Kerajaan Narannas akan semakin maju jika mereka menyetujui rencana itu.
Kehadiran saus itu saja sudah hampir membuat mereka menyetujui rencana kerjasama itu, namun beberapa keuntungan lain yang diucapkan oleh Archie tadi semakin membuat mereka yakin sekali.
"Padahal kau tidak perlu melakukan hal seperti ini saja kami sudah pasti akan mau bekerjasama dengan kalian semua, bagaimanapun kau adalah penyelamat negeri ini Archie!" Ucap Elondil dengan tatapan penuh keyakinan pada Archie.
"Aku hanya tidak suka jika harus berhutang budi dengan kalian hahaha!" Ucap Archie diakhiri tawa yang terdengar seperti tawa bos terakhir.
"Hmmmm dasar sombong! Siapa juga yang ingin melakukan hal tersebut dengan dirimu!" Tetua Uungor menanggapi ucapan Archie tadi.
Selepas itu mereka semua tertawa berbarengan, seperti melepas semua rasa kaku beberapa saat yang lalu. Di kala semua orang tertawa itu, Diane dan Caelius bingung bereaksi seperti apa. Mereka akhirnya ikut tertawa walaupun sebenarnya mereka berdua tidak mengerti kenapa mereka harus tertawa.
Selepas pembicaraan perjanjian yang menurut Archie membosankan itu, Archie pun pergi menuju ke balkon istana.
Di sana ia dengan santai memandangi pemandangan kota Nilfelin yang indah. Dari situ juga ia dengan jelas melihat rakyat Nilfelin yang menjalani kehidupan mereka dengan antusiasme tinggi, hal yang jarang ia temui di dunianya.
Namun Archie tidak sendirian di situ, ia merasa ada seseorang yang sedari tadi mengawasi dirinya dengan sembunyi-sembunyi. Walaupun ia sudah sembunyi-sembunyi, tetap saja Archie bisa merasakan ada kehadiran orang lain selain dirinya di situ.
"Mau sampai kapan kau berdiri di sana?" Ucap Archie seperti berbicara dengan angin.
Walaupun terlihat bicara seorang diri, tetapi akibat hal tersebut ada seseorang yang menjadi terkejut sendiri karena persembunyiannya sudah di ketahui oleh Archie.
Mau tidak mau akhirnya Chrishy yang mengikuti Archie dan diam-diam memperhatikannya tadi akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya, ia keluar dari tempat persembunyiannya dengan senyuman renyah karena ia sudah ditemukan oleh Archie.
Archie menyuruh Chrishy agar lebih dekat dengan dirinya, ia coba menunjukkan apa yang ia lihat tadi pada Chrishy.
Chrishy pun ikut senang sekaligus bahagia melihat pemandangan kota Nilfelin bersama Archie, Archie juga ikut senang melihat ekspresi kegembiraan yang ditunjukkan oleh Chrishy tadi.