Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 85



Kurir yang pembawa pesan pun telah sampai di hadapan Raja Elondil, kecepatan pengirimannya sangat cepat seperti paket kilat di jasa pengiriman barang, namun itu semua terjadi karena situasi yang sangat genting sekali.


Si kurir itu pun menjelaskan situasi yang terjadi saat ini, begitu mendengarnya wajah Elondil langsung berubah pucat dan dia memijit keningnya.


"Segera lakukan evakuasi terhadap warga, bawa mereka ke shelter di dekat air terjun!"


Si kurir tadi menundukkan kepalanya lalu dia pun kembali pergi ke kota untuk menyampaikan perintah Raja.


"Yang Mulia Elondil Anda juga harus ikut mengungsi!" Ucap salah satu pengurus kerajaan.


"Kau bercanda!"dengan nada meninggi. "Aku tak bisa diam saja melihat rakyatku menderita! Aku akan turun tangan dan melindungi rakyatku!"


"Tapi Tuanku!"


"Sudahlah aku tak mau berdebat dengan kalian! Apapun yang terjadi aku akan melindungi rakyatku dengan tangan ini!"


Elondil bangkit dari singgasananya dan berjalan menuju ke arah balkon kerajaan. Cahaya kewibawaan dan kebijaksanaan seakan-akan muncul dari dalam dirinya, dia menatap lurus ke arah makhluk besar yang sedang mengamuk itu dengan pandangan yang penuh rasa benci dengan makhluk itu.


"Akan ku musnahkan kau wahai perusak kedamaian negeriku! Dengan ini aku bersumpah! Aku akan melindungi rakyatku dengan tangan ini" Ucap Elondil sambil mengangkat tangannya tinggi ke atas.


"Sebelah sini! Sebelah sini!"


"Berbaris dengan rapi! Jangan Saling Dorong!"


Setelah mendapatkan perintah dari Raja Elondil, pasukan pengamanan pun langsung menjalankan perintah itu.


Pasukan pengaman membagi diri mereka menjadi dua kelompok, satu kelompok yang membantu mengevakuasi warga dan satunya lagi berjuang untuk mengalahkan makhluk yang sedang mengamuk itu.


"Bagaimana dengan para warga, apa mereka sudah dievakuasi semua?" Tanya si komandan yang punya kumis aduhai.


"Siap komandan! Semua warga sudah dievakuasi ke shelter"


Kumis si komandan naik turun terbawa ayunan kepalanya, dia sudah mengerti sebagian besar situasinya.


"Yosh, semuanya! Ayo kita kalahkan makhluk itu dengan kekuatan yang kita miliki.... Jangan biarkan makhluk itu mengambil kebahagiaan yang kita miliki disini"  Si Kumis memberikan pidato kepahlawanan yang luar biasa kepada para pasukannya.


Karena pidato itu wajah tegang dari mereka semua seperti langsung terangkat begitu saja, rasa takut yang melanda dada mereka langsung berubah menjadi keyakinan yang luar biasa. Pandangan mereka yang awalnya berwana hitam kelam, langsung berganti menjadi warna bias pelangi yang sangat indah.


"Yeaaaaaaahhhhhhh!!!!!!!"


Bagaikan seperti tersengat oleh semut merah yang menyerang kaki, mereka semua langsung menerjang ke arah makhluk itu tanpa rasa takut lagi.


Mereka menyerang makhluk itu dengan habis-habisan dan mereka memberikan semuanya yang mereka miliki.


Makhluk itu jadi memiliki luka di sekujur tubuhnya akibat semua serangan itu, tetapi tak ada tanda-tanda dia akan roboh dalam waktu dekat.


Makhluk itu pun meraung keras karena merasakan sakit melanda seluruh tubuhnya, lalu dia mengibaskan tangannya besarnya dan membuat sebuah angin yang menghempaskan beberapa pasukan.


"Jangan berhenti tetap serang makhluk itu!"


"Siap komandan!"


Mereka kembali menyerang makhluk itu, regu pemanah menembakkan panah mereka yang dicampur dengan sebuah sihir elemen angin yang membuat impact yang lebih besar ke arah makhluk itu.


Sedangkan regu penyihir menggunakan semua sihir terkuat mereka untuk menyerang makhluk itu dengan harapan mereka mampu membuat makhluk itu tumbang.


Benar saja, dengan semua serangan itu dan juga karena regu serangan jarak dekat yang memberikan luka cukup serius juga. Makhluk itu merasakan kesakitan dan membuatnya agak melemah.


"Baik komandan!"


Mereka semua bersiap untuk melakukan serangan penghabisan, akan tetapi sebelum mereka melakukannya, makhluk itu kembali bangkit dan mulai mengamuk lagi bahkan lebih ngeri dari pada yang awal.


Lo-Kag menyerang para pasukan dengan sangat brutal, walaupun serangannya hampir tak mengenai mereka semua tetapi karena angin yang tercipta akibat serangan itu, membuat mereka harus terhempas puluhan meter dan mereka mengalami luka yang cukup serius.


Ada juga beberapa pasukan yang terkena pukulan atau bahkan injakan dari Lo-Kag dan kondisi mereka begitu buruk, terlebih bagi mereka yang terinjak. Mereka jadi seperti sayur tomat yang terlindas motor.


"Tidak mungkin! Ini semua tidak mungkin!"


"Kita sudah kalah! Tak ada harapan lagi!"


"Komandan apa yang akan kita lakukan!"


Mental mereka langsung turun drastis saat melihat mereka saudara seperjuangan mereka terluka atau bahkan gugur dalam kondisi yang mengenaskan. Pelangi yang mereka lihat tadi kembali berubah menjadi hitam kelam bahkan lebih gelap dari sebelumnya.


Si kumis juga tak bisa berkata-kata, badan dan kumisnya tak bisa berhenti bergetar karena hal itu, dia menggenggam erat tangannya dan menyesal tak bisa berbuat apa-apa.


"Jangan gentar wahai prajurit ku! Kalian lebih kuat daripada makhluk tak berakal itu, percayalah!" Tiba-tiba ada suara yang begitu nyaring bergema di langit.


Mereka semua lalu mencari sumber suara itu dan mereka melihat ada seseorang yang sedang berdiri di atas sebuah bangunan sambil menatap lurus ke arah Lo-Kag.


"Itu...itu Yang Mulia Elondil!"


"Yang Mulia Elondil? Kau bilang Yang Mulia Elondil?"


Elondil pun langsung melompat dari atas bangunan itu dan menebas Lo-Kag, tebasan dari Elondil berhasil membuat sebuah luka yang cukup dalam di tubuh Lo-Kag.


Elondil memakai jirah berwarna emas dan pedang besar yang juga berwarna emas, Elondil seperti kilauan cahaya emas di tengah-tengah pertempuran itu.


"Itu harta Kerajaan Narannas, Golden Rose Adamantian Sword! Konon katanya pedang itu dibuat dari cangkang kura-kura adamantian yang lebih keras dari baja dan dilebur bersama dengan mawar emas yang sangat langka!" Ucap salah satu prajurit yang melihat pedang itu.


Melihat kedatangan raja mereka, moral mereka jadi sedikit lebih meningkat. Namun mereka juga sedikit khawatir dengan raja mereka itu yang harus turun ke medan pertempuran.


"Jelaskan dengan singkat kepadaku situasinya" ucap Elondil


Si kumis pun menjelaskan dengan singkat bagaimana situasi yang terjadi disitu, Elondil langsung mengangguk dan kembali bersiap menyerang Lo-Kag.


"Berarti tinggal sedikit lagi kita bisa mengalahkan makhluk itu! Ayo semuanya berikan kekuatan kalian padaku, mari kita kalahkan makhluk sialan itu dan kembali ke rumah dengan senyuman"


"Yeeeeeaaaahhhhh!"


Sama seperti sebelumnya, mereka kembali seperti orang yang kerasukan jin tomang setelah mendengar pidato hebat dari Elondil. Tanpa ragu lagi mereka maju dan menyerang Lo-Kag.


Namun langkah mereka terhenti setelah ada beberapa orang yang menghalangi mereka semua.


Orang-orang itu memandangi para pasukan kerajaan Narannas dengan tatapan menghina dan merendahkan mereka semua. Orang-orang itu memiliki ciri yang sama, yaitu terdapat lambang burung Phoenix di pakaian mereka.


"Siapa kalian semua? Apa kalian yang telah menyebabkan semua kekacauan ini?" Tanya Elondil.


Orang-orang itu tak menjawab pertanyaan Elondil, bahkan mereka semakin mengejek pasukan kerajaan dengan senyuman penuh hinaan mereka.


Lalu muncul seseorang dengan wajah yang tampan dan memiliki rambut yang panjang, matanya berwarna coklat terang sama persis dengan rambutnya. Dia memakai jubah berwarna merah dengan lambang burung Phoenix di belakangnya, yang terlihat begitu sangar.


"Maafkan aku tapi Kerajaan ini akan jadi milik kami semua, Phoenix Flame" ucap laki-laki itu.