Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 187: Terperangkap!



Semua kemudahan yang dialami oleh Archie itu membuatnya gelisah. Archie tidak bisa menenangkan pikirannya karena terlalu gelisah, ia sama sekali tak menganggap hal itu adalah suatu hal yang harus di syukuri. Melainkan hal seperti itu harus di ragukan hingga beberapa kali menurut Archie.


Bukan tanpa sebab Archie meragukan hal tersebut, ada beberapa alasan yang membuatnya ragu. Yang pertama tentang bangsa Dwarf itu sendiri, dan yang kedua adalah ia merasa ada bahaya yang akan menyapa dirinya saat mereka akan menyelamatkan bangsa Dwarf itu.


"Sebenarnya apa yang dicari oleh orang-orang yang berkoneksi dengan Proxyma itu? Apakah mereka juga mencari hal yang sama dengan kami?" Archie bergumam sambil melirik ke arah Proxyma yang terus-menerus mengeluarkan senyuman mencurigakan.


Rombongan yang dikawal oleh Archie hanya berisikan 150 orang dwarf, laki-laki dan perempuan, serta ada yang masih anak-anak dan bayi. Hanya ada beberapa pejuang diantara mereka termasuk Vonarlug Hammersonic dan Radamir Scareye. Sisa dari mereka hanyalah orang biasa yang pekerjaannya menambang, pengrajin serta pembuat arak.


Sebab itulah Archie sedikit khawatir, komposisi itu terlalu riskan jika ada yang menyerang mereka. Walaupun ada Panglima Burung, hal itu juga masih berat karena tidak mungkin bisa Panglima Burung bertarung sambil melindungi para orang-orang dwarf itu.


Walaupun mereka sudah sampai di daerah perbatasan, perasaan was-was itu malah semakin menjadi-jadi. Archie meningkatkan kewaspadaannya, ia melirik kesana-kemari mencari hal-hal yang menurutnya mencurigakan. Tidak ada hal yang mencurigakan yang Archie lihat, selain senyumannya Proxyma.


Akan tetapi Panglima Burung bereaksi. Panglima tiba-tiba berdiam diri sambil memegang erat sarung pedangnya, ia juga memperhatikan wilayah sekitarnya yang sedikit berbatu dan curam itu.


"Sepertinya kita sudah masuk perangkap mereka. Apa kau menyadari hal itu Archie?"


"Sepertinya begitu Panglima. Aku sejak tadi merasakan hal yang tak nyaman ketika kita memasuki wilayah ini"


"Crishy! Alruna! Lindungi orang-orang dwarf!" Perintah Panglima.


Dengan gerak cepat Crishy dan Alruna langsung mendekat ke arah orang-orang Dwarf dan mencoba melindungi mereka dari hal yang akan datang, Vonarlug dan yang lainnya juga tak mau kalah dari kedua Elf itu. Mereka para pendekar bangsa Dwarf juga langsung bergerak ke depan untuk melindungi sanak saudara mereka.


"Untuk yang terakhir kalinya ku bertanya padamu Proxyma! Apa sebenarnya yang mereka inginkan darimu? Apa orang-orang dwarf ini? Atau ada hal yang lebih menarik dari semua ini?" Archie bertanya kepada Proxyma yang sedari tadi mengeluarkan senyum yang mencurigakan.


Proxyma sedikit terkekeh mendengar pertanyaan Archie, namun setelah itu ia akhirnya menjawab pertanyaan tersebut karena merasa sudah tak ada untungnya lagi jika terus ia simpan menurutnya. "Mereka kesini bukan untuk orang-orang dwarf ini, melainkan untuk sebuah pusaka yang disebut Arcana!" Ucap si Proxyma.


Archie langsung geram mendengar hal itu, seharusnya ia sudah mengetahui hal tersebut lebih awal. Namun Archie tak bisa mengalihkan pandangannya sebab tak lama setelah Proxyma mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya, ada beberapa anak panah yang menghujani tempat mereka kini berada.


Dengan susah payah Archie dan yang lainnya menghalau serangan panah itu, sambil terus menghalau serangan panah, Archie mencoba menjauh dari situ dengan menuruni daerah berbukit itu dengan hati-hati.


Namun ternyata pergerakan mereka itu sudah diperkirakan oleh musuh. Musuh ternyata juga sudah mempersiapkan beberapa pasukan untuk menghalangi Archie menuruni perbukitan.


Sekilas Archie melihat lambang burung Phoenix di bahu musuhnya itu, Archie jadi mengingat orang-orang tersebut. Begitu ia ingat, Archie langsung mencoba untuk menerobos langsung karena jika ia harus mundur kembali, Archie akan dihujani oleh anak panah lagi dan keputusan yang paling benar saat ini adalah menerobos pasukan yang menghalangi jalan menuruni bukit.


Archie terus menebas siapa saja yang menghalangi langkahnya, ia tak peduli apakah orang itu mati atau hanya sekarat saja. Yang ia pedulikan saat ini adalah, ia harus bisa membuka jalan agar mereka semua bisa lewat.


Apa yang dilakukan oleh Archie memicu yang lain juga ikut bergerak, para pendekar dari Dwarf dan Elf langsung mengikuti langkah Archie. Termasuk juga si Proxyma yang terpaksa harus mengikuti hal itu.


Tak beberapa lama mereka semua berhasil merengsek masuk dan membuka jalan keluar untuk mereka semua, melihat jalan yang sudah terbuka lebar itu, orang-orang dwarf pun langsung melewatinya dengan perasaan yang sedikit lega.


Namun kelegaan mereka tak bertahan lama, setelah mereka berhasil melewati pasukan yang menghadang mereka menuruni bukit. Ternyata mereka semua sudah ditunggu oleh beberapa pasukan lagi di sebuah tempat yang cukup terbuka kali ini.


Tidak ada jalan keluar lagi kali ini, satu-satunya jalan adalah menerobos dan mengalahkan semua pasukan itu, atau mengalahkan pemimpin mereka semua.


Pasukan-pasukan itu memiliki warna yang beragam, mereka semua mungkin kumpulan dari banyak orang dan mereka semua menampilkan identitas mereka dengan membawa panji yang mereka miliki.


Pasukan pertama mengenakan armor dan ikat kepala berwarna merah seperti api yang menyala, mereka juga membawa panji berukuran besar dengan arsiran berwarna merah, serta di tengahnya terdapat lambang bergambar burung Phoenix berwarna merah pula.


Archie ingat betul orang-orang tersebut, orang-orang itulah yang pernah mengacau di Nilfelin. Mereka adalah Phoenix Flame yang diketuai oleh Riser yang selalu memiliki ambisi yang membara bagai api.


Namun pasukan yang lain cukup asing di mata Archie. Mereka semua mengenakan armor berat berwarna hijau racun dan juga mereka semua nampak mengenakan topeng yang dihiasi lambang ular. Mereka juga memiliki panji yang tak beda jauh dengan indentitas mereka semua yaitu ular, bisa dibilang mereka semua terobsesi sekali dengan ular.


Namun ketika Archie melihat siapa sosok yang memimpin para pengabdi ular tersebut, Archie juga tak heran mengapa mereka semua terobsesi dengan ular.


"Hei mau kemana kalian semua? Kenapa terburu-buru begitu?" ucap Poisonox yang saat berlagak sombong.


"Kau terlalu banyak omong Poisonox! Seharusnya kita harus segera kembali ke markas setelah mendapatkan itu, namun kau dengan ego yang kau miliki itu malah melakukan hal ini!" Dari arah belakang Riser tiba-tiba muncul dan menyuarakan rasa tidak senangnya atas perbuatan yang dilakukan oleh Poisonox. "Jika terjadi hal yang merugikan tuan Gaahl, kau yang harus mempertanggungjawabkan hal ini"


Panglima Burung maju kedepan dan berdiri tepat di samping Archie, ia terus memandangi orang-orang yang tengah menghadang jalan mereka itu dengan tatapan yang sangat tajam bagaikan burung elang. "Jadi mereka yang mengacau di Nilfelin saat itu?" Tanya si panglima kepada Archie.


"Yah itu benar, bahkan Azergim juga!" Archie menjawab sambil menggenggam erat tangannya.


Melihat ekspresi yang dibuat oleh Archie membuat Panglima juga ikut geram. Tanpa mereka sadari sama sekali, tiba-tiba Panglima langsung maju kedepan dan menyerang beberapa musuh dengan sangat cepat.


2...3 pemain bahkan lebih hilang begitu saja dalam sekejap, setelah merasa cukup Panglima kembali berdiri di samping Archie seolah-olah dia tak pernah beranjak dari tempat itu.


Walaupun sekejap saja, namun efek yang ditimbulkan oleh serangan mendadak dari Panglima Burung membuat musuh terkaget-kaget bahkan ketakutan melihatnya. Mereka semua seperti melihat monster yang siap memakan mereka hidup-hidup dalam diri Panglima Burung, itu baru si Panglima yang maju, mereka tak berani membayangkan jika semuanya langsung maju menghantam mereka.


Poisonox dan Riser pun juga ikut terkejut, mereka berdua bahkan tak bisa melihat dengan jelas bagaimana beberapa orang-orangnya menghilang dengan begitu cepat. Mereka berdua langsung memfokuskan pandangan mereka ke arah Panglima Burung untuk mencari tahu informasi tentangnya, namun sayang mereka semua tak bisa melihat apa-apa kecuali nama dan ras.


"Apa-apaan makhluk itu! Apakah itu kesalahan sistem?"


"Bukan! Aku rasa bukan kesalahan sistem Poisonox, akan tetapi ia benar-benar monster yang berbahaya!"


Poisonox tampak tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Riser. Ia lalu menyuruh para pasukan elite-nya untuk menyerang Panglima Burung sekali lagi.


Lima orang pemimpin pasukan elite Vipernest langsung maju kedepan dan menantang Panglima Burung. Panglima pun menerima tantangan itu dengan tanpa keberatan sama sekali, bahkan Panglima langsung menyuruh kelima pimpinan tadi untuk menyerangnya secara bersamaan.


Para pemimpin pasukan elite itu langsung tertawa mendengar hal tersebut, mereka benar-benar meremehkan si Panglima Burung yang mereka pikir tengah menggali kuburnya sendiri.


Wajar saja mereka berpikiran seperti itu, Poisonox mengumpulkan pemain berlevel 60-70 untuk menjadi pemimpin pasukan elite. Selain level, persyaratan yang lainnya juga termasuk seperti perlengkapan kelas atas, dan benar-benar paham akan job yang mereka pilih.


Dan ketika mereka semua melihat NPC yang menantang mereka untuk menyerang bersamaan sekaligus, tentu hal tersebut mengundang gelak tawa mereka.


"Jangan salahkan kami jika kau mati hari ini dasar NPC tak tahu diri!" ujar salah satu pimpinan pasukan elite sebelum pada akhirnya mereka langsung menyerang Panglima Burung dari segala sisi.


Panglima Burung tetap begitu tenang walau dirinya sedang dikepung oleh pimpinan pasukan elite, ia tetap memperhatikan setiap dari mereka. Saat mereka semua mulai menyerang, dengan sangat mudah Panglima Burung menghindari serangan mereka semua dan lalu Panglima Burung pun melakukan tebasan berputar yang mengenai dengan telak para pimpinan pasukan elite itu.


Mereka semua hampir tamat di tangan Panglima Burung dengan hanya menggunakan satu jurus, namun kondisi mereka begitu mengenaskan dan kritis. Pada akhirnya Panglima Burung pun tak memberikan kesempatan pada lawan-lawannya, ia langsung menghabisi lawannya yang sudah terluka itu tadi.


Kemenangan Panglima Burung membuat rombongan dwarf bersorak-sorai. Selain mereka, Archie juga ikut bersorak namun tidak untuk merayakan kemenangan Panglima Burung, akan tetapi untuk menggerakkan prajurit Dwarf untuk maju dan menyerang pasukan musuh yang sudah turun moralnya setelah melihat pimpinan pasukan elite mereka yang tumbang dengan mudahnya.


Pertempuran terbuka pun terjadi, Archie dan yang lainnya mengamuk sesuka hati mereka menerjang pasukan musuh yang lari kocar-kacir karena mental mereka sudah runtuh.


Proxyma juga tak mau kalah, ia dari garis belakang membantu dengan serangan anak panahnya untuk melindungi Archie atau yang lainnya. Terlebih ia juga membasmi beberapa pemanah yang tengah berusaha untuk membantu pasukan dari arah belakang.


Namun Poisonox dan Riser begitu tenang melihat pasukan mereka yang diporakporandakan oleh Archie dan kawan-kawannya itu, mereka bahkan seolah tak peduli sama sekali.


Poisonox bahkan terkekeh melihat semua yang terjadi, ekspresinya seolah menggambarkan kalau hal seperti ini memang ia rencanakan sebelumnya. "Sudah saatnya kita mencoba benda tersebut Riser!" ucapnya sambil terus terkekeh


"Ya kau benar sekali Poisonox! Aku juga sudah tidak sabar melihat kehebatan Arcana kita dapatkan kali ini" Riser melirik kesamping kanannya yang kini muncul sesosok orang bertubuh besar dan kuat bagaikan kingkong, dan memiliki pandangan tajam seperti singa yang berkuasa.


Sosok itu sudah terlihat ingin sekali turun ke medan pertempuran dan mencoba kekuatannya di sana, bahkan gelang tangan yang ia kenakan saja saat ini sudah memunculkan petir-petir kecil yang seolah-olah ingin segera keluar dan menyambar semua orang yang ada di tempat pertempuran.