Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 161



(Daerah Perbukitan Del Comte)


"Sesuai dengan peta yang diberikan oleh Seth, tempat ini memang tempat yang sangat cocok untuk melakukan pengintaian dan serangan kejutan!" Archie terlihat senang dengan kemampuan Seth yang benar-benar hebat dalam melakukan pengamatan.


Rombongan pasukan kerajaan Narannas yang dipimpin oleh Archie saat ini sudah berada di sebuah perbukitan di sebelah barat kota Del Comte.


Mereka semua sengaja berdiam di tempat itu karena ada sebuah rencana yang Archie ingin lakukan terlebih dahulu, Archie tidak mau langsung melakukan kontak dengan anggota 7Deadly, ia masih ingin coba melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.


Archie memikirkan sebuah siasat yang menurutnya cukup bagus untuk ia gunakan saat ini.


"Aku akan pergi ke kota dengan Diane, jika apa yang dikatakan oleh Seth benar maka para penjaga itu pastinya akan menahan Diane atau setidaknya mengganggunya" Ucap Archie menjelaskan siasatnya kepada semua orang sambil tersenyum seperti orang licik.


Tentu saja rencana Archie itu langsung dibentak oleh Caelius, Caelius menganggap Archie akan mengorbankan tuan putrinya itu dan ia tidak terima akan hal itu.


"Caelius aku percaya dengan orang ini, selama ini dia tidak pernah sekalipun membiarkan diriku celaka, kita memang tidak pernah bisa menebak isi pikiran orang absurd satu ini!" Ucap Diane dengan wajah penuh kepastian.


Archie kembali tertawa cekikikan sambil terus tersenyum licik, ia sudah menduga Caelius akan membentak dirinya karena tidak setuju dengan usulan itu, namun Diane sangat percaya dengan dirinya dan itu sedikit membuatnya merasa geli.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke kota untuk melihat keadaannya dan menemui Izzy yang mengkomandoi para koboi itu, kalian tunggu aba-aba dariku" Ucap Archie lalu ia menaiki kudanya dan bersiap pergi ke kota Del Comte.


Namun saat Archie hendak memacu kudanya, dirinya dihentikan oleh Caelius yang menatapnya dengan tatapan yang begitu intens.


Archie pun hanya tersenyum saja melihat Caelius yang seperti itu, ia bahkan tidak merasa terancam sama sekali dengan hal itu.


"Jika ada apa-apa terjadi pada tuan putri, aku adalah orang pertama yang akan membunuhmu, camkan itu!" Ucap Caelius sambil berusaha menahan dirinya untuk tidak menarik pedangnya.


Archie cuma tersenyum tidak ada rasa takut sama sekali dengan ancaman itu, bahkan menurut Archie gertakan Caelius tidak ubahnya seperti lawakan. Archie pun pergi berlalu seperti itu saja, Caelius sekarang hanya bisa memandangi punggung si rambut putih itu dengan rasa kesal.


Melihat kondisi yang dialami oleh Caelius itu membuat Persian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan, ia mendekati Caelius dan memberikan sebuah ucapan yang membuat Caelius bisa lebih santai.


"Kau tidak perlu khawatir, nak Archie adalah orang yang tidak pernah meninggalkan teman-temannya, ia akan melakukan apa saja untuk itu walaupun ia harus menjadi iblis sekalipun" Ucap Persian sambil menepuk-nepuk pundak Caelius.


Caelius pun sedikit kebingungan dan juga merasa sedikit lebih ringan dari sebelumnya, ia menatap ke arah wajah kucing Persian yang begitu imut itu. Ia mulai memikirkan kembali apa yang diucapkan oleh Persian itu, dan ia bingung darimana kepercayaan yang begitu kuat itu muncul.


Dan ia baru tersadar dan kembali teringat bahwa Archie adalah sosok legenda dari game terdahulu, dan ia mempunyai beberapa orang teman seperjuangan salah satunya Persian. Caelius yakin mereka dulu pernah merasakan hal seperti di neraka, dan mereka berhasil melewati itu semua sehingga muncullah rasa kepercayaan yang sangat kuat itu.


Kini Caelius malu sendiri setelah mencurigai Archie, jangankan untuk percaya dengan Archie, Caelius saja tidak bisa mempercayai Diane yang sudah berteman dengannya sejak lama. Ia kini menyadari betapa naifnya dirinya sendiri, di dalam hatinya ia membulatkan tekadnya untuk berubah menjadi orang yang setidaknya bisa diandalkan oleh Diane, begitulah pikirnya.


Persian dan Lusirele yang melihat perubahan ekspresi Caelius itu, hanya bisa tersenyum. Mereka berdua seperti melihat seorang kesatria yang baru saja bangkit dari kekalahannya, dan hal itu merupakan sebuah langkah yang bagus untuk Caelius kedepannya..


………


"Kau ingat kan rencana kita? Kau harus bisa berakting seolah-olah kau itu pacar ku, atau lebih tepatnya pasangan ku!"


Setelah Archie menjelaskan rencananya pada Diane, Diane menjadi diam seribu bahasa dengan wajah yang tiba-tiba memerah.


Archie terus-menerus menanyakan pada Diane apakah ia mengingat rencananya itu, namun saat Diane kembali mengingat hal itu ia semakin tidak punya kekuatan untuk mengeluarkan satu kalimat dari mulutnya, ia benar-benar dilanda kebingungan, keraguan, keanehan, dan ketidakpastian dalam waktu yang bersamaan.


"Gawat dia benar-benar sudah K.O. Padahal hanya melakukan akting saja ia sudah setengah mati seperti itu, ahhhhhh terpaksa aku sendiri yang menyelesaikannya!" Ucap Archie sambil membuang nafasnya ketika melihat ekspresi Diane yang sudah tidak tertolong itu.


Mereka berdua sampai di pos masuk kota Del Comte, seperti yang diperkirakan oleh Archie, penjaga itu akan merasa bosan sekali dengan pekerjaannya sebagai seorang penjaga dan Archie dengan mudah masuk setelah membayar beberapa koin perak.


Namun masalah terjadi saat Diane hendak masuk. Penjaga itu seakan menahan Diane untuk tidak memasuki kota, bahkan penjaga itu ingin Diane tetap berada di sana sampai ada seseorang yang segera ke tempat mereka itu.


Diane sedikit terkejut dengan hal itu, ia secara tidak sengaja bersikap seperti gadis polos yang tidak tahu apapun, bahkan ajakan dari penjaga itu pun tanpa ragu ia iyakan saja.


Archie tertawa dalam hatinya melihat akting tidak terduga oleh Diane itu, walaupun ia tadi tidak mendengarkan rencana Archie namun sekarang akting gadis polos Diane itu cukup membuat Archie terpukau.


Penjaga tadi nampak terkejut karena kedatangan Archie itu, ia marah pada Archie yang sudah menganggu waktunya dengan Diane itu. Ia bahkan mengancam akan membunuh Archie jika ia tidak segera pergi.


Tidak mau kalah dengan akting Diane, Archie pun berpura-pura ketakutan dengan penjaga itu bahkan ia sampai berlutut dan bersujud demi aktingnya itu.


Diane yang melihat itu sedikit tercengang, ia tidak menyangka Archie akan berlutut dengan penjaga itu, padahal itu hanyalah akting namun Diane tidak memahami hal itu.


"Cepat pergilah sebelum aku bunuh kau disini! Biarkan aku bersantai dengan gadis ini, aku bahkan tidak pernah mencicipi gadis-gadis itu!" Ucap penjaga itu.


"Ampuni aku tuan penjaga, tetapi kau menahan pasanganku jadi aku tidak bisa pergi jika tidak bersama dengannya, bagiku dia adalah segalanya!"


Diane cukup terkejut dengan ucapan Archie itu, wajahnya langsung jadi semerah tomat bahkan ia tidak sanggup untuk melihat sosok Archie sekarang ini.


Sedangkan penjaga itu tersenyum licik setelah mendengar ucapan Archie itu, ia kini mulai memikirkan hal-hal yang mengerikan yang akan ia tunjukkan kepada Archie.


Namun sebelum ia melakukan hal itu, ia dikejutkan dengan gerakan Archie yang tidak bisa ia lihat. Ia bahkan tidak menyadari kalau kepalanya saat ini sudah terlepas begitu saja dari tubuhnya, bahkan ekspresi terkejutnya masih tercetak di wajahnya saat kepalanya melayang dan jatuh ke tanah sebelum akhirnya menjadi partikel kecil.


"Kau...kau membunuhnya?" Ucap Diane terbata-bata setelah melihat kejadian super cepat itu.


"Ya aku memang ingin membunuhnya, apalagi setelah melihat senyuman bejatnya itu aku ingin sekali membunuhnya saat itu juga, dan ia sudah membuatku merendahkan diriku jadi dia memang pantas untuk ku bunuh" jawab Archie tanpa ekspresi sambil memasukkan pedangnya kembali.


"Jadi semua yang kau lakukan tadi hanya akting saja? Itu bukan yang seharusnya kau lakukan begitu?" Tanya Diane sekali lagi.


Archie menatap lurus ke arah Diane dengan ekspresi bingung, tentu saja ia melakukan hal itu hanya akting saja, siapapun bisa melihat itu dengan jelas. Namun Diane tidaklah menyadari hal itu, ia pun kembali teringat dengan ucapan Archie yang tadi membuatnya merasa malu itu, begitu ia menyadari hal itu hanyalah rekayasa saja ia langsung marah pada Archie.


Diane langsung membabi-buta menyerang Archie, rasanya ia sangat kesal dan marah pada Archie namun ia tidak tahu entah mengapa. Ia hanya ingin menyerang Archie dan kalau bisa ia ingin membunuhnya saat itu juga untuk memuaskan hasratnya itu.


………


Tidak sulit untuk menemukan tempat yang dikatakan oleh Izzy, kini Archie dan Diane sudah berhasil ke tempat itu dengan selamat.


Archie pun melihat pasukan koboi yang dikatakan oleh Izzy, ada 20an orang di sana dan semuanya adalah player bukan NPC. Kebanyakan koboi yang NPC sudah disingkirkan oleh 7Deadly karena berani sekali mengganggu mereka, dan kali ini giliran para player yang sudah tidak tahan dengan tingkah laku 7Deadly yang sudah semakin gila itu.


Archie juga bertemu dengan sosok yang dianggap sebagai koboi paling hebat di situ, yaitu Kidd.


Archie yakin Kidd adalah perwujudan dari koboi itu sendiri, karena secara penampilan Kidd benar-benar seperti seorang koboi lengkap dengan topinya itu dan juga bersenjatakan revolver.


"Jadi berapa banyak prajurit yang datang bersamamu?"


"Tidak banyak, mungkin 150 orang" jawab Archie singkat.


"150 orang!!!"


Semua orang di dalam sana langsung terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Archie tadi, Archie pun sedikit kebingungan kenapa mereka begitu terkejut dengan hal itu.


"Kau tahu, 7Deadly hanya memiliki kurang dari 100 orang. Dan jika kau menyerang mereka maka sudah jelas kau akan menang"


"Yah kau benar sekali Kidd tetapi, apa kah tahu ada keberadaan dua monster di sana yaitu Raul dan Mendoza"


"Tetapi Archie, menurut pesan terakhir yang diberikan oleh Seth padaku. Raul dan Mendoza sudah pergi dari kota, ini sudah dikonfirmasi oleh Seth!"


Archie tersenyum puas mendengar informasi itu, baginya tidak adanya Raul dan Mendoza akan semakin memudahkannya untuk menduduki kota ini dan 7Deadly, tetapi ia tetap ingin berwaspada karena ia masih tidak ingin terlalu terbawa suasana atau ia akan gagal total.


"Baiklah kalau begitu sudah saatnya memanggil sang pengintai kita ke sini, dan sudah saatnya kita membicarakan rencana kita!" Ucap Archie dengan senyuman khasnya.