
"Coba kakak jelaskan siapa perempuan ini!"
Dengan berlagak seperti ibu kost, Willy mengintrogasi sang kakak kesayangannya. Archie hanya bisa duduk bersimpuh dihadapannya dan tidak berani melihat wajah sang pengintrogasi.
Sunny Cloud si perempuan yang sedang dibicarakan merasa baik – baik saja bahkan ia tidak merasa seperti sedang dibicarakan, ia bahkan asik melihat skill – skill miliknya sendiri. Izzy yang bersama Sunny daritadi hanya bisa menghembuskan nafas berat melihat keadaan ini.
"Sudah kubilang dia bukan orang yang kakak anggap baik selama ini" ucap Seth dengan nada yang seperti meyakinkan kakaknya.
Bukannya menjadi yakin dengan ucapan Seth, Willy bahkan menjadi semakin marah bahkan kali ini sasarannya adalah Seth sendiri. Willy menatap Seth dengan tatapan seorang wanita yang sangat kuat, Seth manjadi takut dan kemudian mengikuti langkah Archie yaitu bersimpuh sambil menundukkan kepalanya hingga tidak melihat wajah kakaknya.
"Apa kakak mu memang segalak ini Seth?"
"Aku juga baru kali ini melihat ia semarah ini"
"Apa yang kalian bisikkan hah?" ucap Willy yang mendengar bisikan mereka berdua.
"Maafkan kami maafkan kami" Ucap mereka berdua serentak. Willy menggelengkan kepalanya dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama kepada Archie.
Sebelum menjawabnya Archie mengehembuskan nafas beratnya terlebih dahulu sambil membaca sebait do'a terakhirnya.
"Nama priest itu Sunny Cloud, ia mantan anggota Black Scorpion namun ia dibuang oleh guildnya sendiri. Aku menyelamatkannya saat ia hendak di lecehkan oleh ketua guildnya sendiri" jelas Archie dengan gaya seorang rapper profesional
"Emmm terus?" tanya Willy yang masih belum puas dengan jawaban Archie.
"Kami sempat berpetualang bersama untuk mencari bahan membuat senjatanya si Izzy itu saja"
Izzy kemudian mengangkat gitarnya tanda memang cerita itu benar namun saat mendengar penjelasan Archie, Sunny Cloud tiba – tiba berdiri dan menyangkal cerita Archie.
"Ah begitu jahatnya dirimu Archie, bukankah hubungan kita istimewa saat kita melakukan 'itu'. Kau dan aku sama – sama mengeluarkan keringat yang sangat banyak dan merasakan sesuatu yang sangat 'nikmat'.
"Oi jangan katakan sesuatu yang tidak – tidak Sunny!"
Mendengar hal itu Archie menjadi sangat gugup, ia melirik ke arah Willy yang ekspresinya semakin tidak terlihat.
"Apa yang sudah kakak lakukan hah?"
Archie meneguk air liurnya ketika melihat wajah Willy yang menampilkan senyuman pembunuh.
"Seth ingat kata – kata terakhirku, jaga terus kakakmu ya dan tolong beri makan gary!"
"Oi jangan berlagak seperti hendak mati dan juga siapa itu gary?" ucap Seth yang kebingungan dengan ucapan Archie.
Setelah itu hanya ada suara retakan tulang – tulang yang terdengar. Kelompok Archie kembali menjadi perhatian publik karena keributan itu, bahkan orang – orang berpikir sedang ada perang dunia CO di kawasan kelompok Archie.
"Huh terserah kakaklah" Willy menjadi tidak semangat setelah puas menghajar Archie. Perlu digaris bawahi bahwa jika player yang disiksa belum mati maka sang penyiksa belum dianggap PK.
"Sudahlah lupakan kesalah pahaman ini biar aku perkenalkan ini Izzy dan Sunny Cloud ia akan jadi bagian kelompok kita selain Rick dan Lynch" ucap Archie sambil mengenalkan mereka.
Saat Willy dan Sunny Cloud bersalaman, terjadi tatapan intens di mata mereka. Tatapan kedua bidadari itu seperti pertarungan antar naga yang bersaing memperebutkan tahta hidup abadi.
Archie, Izzy dan Seth hanya bisa meneguk air liur mereka saat melihat dahsyatnya pertempuran itu.
Setelah memperkenalkan mereka, mereka berlima mengikuti Archie yang hendak menemui Rick dan Lynch. Sebelumnya Archie sudah memberikan pesan kepada mereka berdua, sekarang ini Archie berjalan ke arah pintu gerbang dungeon, tempat dimana Rick dan Lynch sedang menunggunya.
Tak butuh waktu lama untuk Archie menemukan mereka berdua. Rick dan Lynch saat ini tengah bersama kelompok party mereka di dekat pintu masuk dungeon.
"Yo disini rambut putih" ucap Rick saat melihat Archie. Archie bersama kelompoknya kemudian mendekat ke arah Rick dan Lynch. Rick kemudian dengan semangat mengenalkan kelompoknya kepada Archie.
"Kau bilang kita menunggu seseorang yang hebat disini Rick tapi dimana orang itu?" tanya salah satu anggota party.
"Yap inilah orang yang kumaksud si rambut putih ini" ucap Rick sambil menunjuk ke arah Archie. Seketika semua mata kelompok party itu menuju ke arah Archie, sesaat kemudian mereka tertawa keras bahkan ada yang sampai berguling – guling di tanah.
Rick yang bingung kenapa semua anggota partynya tertawa hendak menanyakan mengapa mereka tertawa, namun keinginannya untuk bertanya menjadi sirna saat seseorang dengan rambut yang agak spiky menatap Rick dengan tatapan tajam.
"Dia memang memiliki perlengkapan yang masih bronze, namun ia memiliki skill di atas kalian semua aku berani menjaminnya" ucap Rick yang terlihat agak marah atas perkataan itu.
Mereka semua kembali tertawa keras ketika mendengar ucapan Rick. Rick yang tidak terima atas perilaku mereka menjadi sangat marah, ia hendak menghajar mereka namun tangannya ditahan oleh Archie yang sedari tadi cuma diam.
"Kami tidak butuh seorang noob di kelompok kami, jika kau masih bersikeras untuk menjadikannya anggota maka sebaiknya kau ikuti saja teman noob mu itu Rick hahahaha....."
Rick semakin emosi ketika ia mendengar sahabatnya dihina habis – habisan,ia sangat ingin menghajar pria berambut spiky itu, namun ia terkejut ketika mendengar sebuah suara yang sangat nyaring. Ternyata suara nyaring itu berasal dari sebuah pukulan yang berhasil mendarat di wajah pria berambut spiky itu.
Ternyata orang yang memukul pria spiky itu adalah Lynch, dengan tangan yang bergetar hebat ia memberanikan diri untuk memukul pria itu.
"Aw aw itu menyakitkan loh Lynch-chan" ucap pria spiky yang meringis kesakitan. Sambil memegangi wajahnya ia mencoba untuk bangkit.
"Berani sekali kau menghina sahabat ku, biar kuberitahu satu hal ia baru saja bermain game ini namun kekuatannya jauh di atas dirimu itu Knox" sambil mencoba untuk tetap tenang Lynch mengatakan itu.
Keadaan menjadi semakin rumit saat Lynch menghajar Knox hal itu menjadi sebuah keributan besar. Seluruh player yang ada disana menatap ke arah kelompok yang tengah berseteru itu. Knox yang masih meringis kesakitan kemudian tertawa sangat keras.
"Tak kusangka kau akan mengkhianati ku juga Lynch-chan, apa sebenarnya yang ia berikan kepadamu hingga kau sanggup membela seorang noob seperti dia hah!" Knox tiba – tiba menyerang Lynch dengan sangat cepat.
Kecepatan serangan dari Knox membuat Rick tidak dapat beraksi apa – apa, begitu juga dengan Lynch. Belati yang dikenakan oleh Knox hampir menyentuh leher dari Lynch namun serangan yang ia kira berhasil itu ternyata mampu diblok oleh seseorang yang bahkan lebih cepat dari serangan Knox tadi.
"Cepatnya apa itu barusan...!" semua pengikut Knox mulai bertanya – tanya apa yang sebenarnya terjadi, namun perlahan pandangan mereka menjadi jelas saat mereka melihat sebuah pedang yang berhasil menghentikan laju serangan Knox.
"Kau boleh saja menghina ku sepuasnya namun tidak untuk menghina teman – temanku atau bahkan bermaksud membunuhnya" dengan nada santai Archie mengatakan itu. Knox menjadi merasa diremehkan ketika Archie menangkis serangannya dengan santai.
Ia kemudian mencoba sekali lagi menyerang Archie dengan cepat, namun kali ini Archie hanya menghindari serangannya kesamping. Setelah itu tinjuan maut berhasil bersarang di perut Knox dengan cepatnya hingga membuat Knox tidak mampu bereaksi.
Knox kemudian jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya yang sakit. Para pengikutnya menjadi khawatir melihat Knox yang tidak berdaya, mereka semua bergegas mendekat ke arahnya sambil menanyakan keadaan bosnya itu.
"Biarkan aku membunuhnya Archie, ia sudah sangat lancang terhadapmu sebagai sahabatmu aku tidak bisa menerimanya" ucap Lynch yang tengah bersiap menghunuskan belatinya ke Knox, namun Archie menahan tangannya dan mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.
"Biarkanlah ia, aku tidak ingin membuat keributan yang lebih dari ini mari kita pergi dari sini" ucap Archie yang berusaha menenangkan Lynch.
Archie dan yang lainnya berjalan menjauh dari sana bermaksud mencari satu anggota yang lain. Rick dan Lynch masih berdiri di sana sambil memandangi Knox yang masih tersungkur.
"Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu Knox, mari Rick kita tinggalkan orang yang tidak berguna ini" ucap Lynch dengan sarkas.... lalu mereka berdua meninggalkan Knox dan kelompoknya untuk mengejar rombongan Archie.
"Sial.... D. Archie akan kuingat ini sampai kapanpun. Aku pasti akan membunuhmu uhuuk" ucap Knox sambil mencoba untuk bangkit namun rasa sakit itu tidak bisa berkompromi dengan dirinya hingga kembali membuat dirinya tersungkur.
"Sabarlah bos jangan memaksakan dirimu untuk berdiri dulu"
Mereka semua lalu berjalan meninggalkan kelompok Knox, saat mereka berjalan ke arah tempat awal mereka berkumpul tiba – tiba ada seseorang yang sangat misterius mendatangi kelompok Archie. Orang itu memakai jubah bewarna merah yang menutupi seluruh badannya. Wajahnya juga tertutup dengan topi besar yang melingkar di kepalanya.
Semua pengikut Archie mulai waspada dengan orang misterius itu, mereka semua mulai mengeluarkan senjata mereka dan bersiap untuk skenario terburuk.
Archie tetap tenang dan mencoba mengamati orang misterius itu, ia kemudian menyuruh teman – temannya untuk menyarungkan kembali senjata mereka, tentunya hal ini banyak di protes oleh pengikutnya namun karena melihat Archie yang tetap tenang mereka akhirnya menuruti perkataannya.
"Apa kau yang bernama D Archie?" ucap si orang misterius memulai percakapan
'Yap benar sekali aku D Archie" dengan tenang Archie menjawab
"Kelompokmu kekurangan orangkan untuk masuk ke dungeon? Jika memang begitu izinkan aku untuk ikut kelompokmu, aku jamin aku akan berguna untuk kelompokmu"
Archie mencoba menimbang – nimbang keputusannya, ia menoleh ke arah teman – temannya yang agak cemas dengan orang misterius itu dan kemudian ia mengeluarkan senyuman khasnya. Teman – temannya yang tahu maksud dari senyuman itu hanya bisa pasrah dengan keputusan ketua mereka itu.
"Baiklah kau boleh ikut bersama kami tapi peraturannya adalah aku berhak atas semua resep yang di drop monster nanti bagaimana?" Archie mencoba bernegosiasi dengan orang misterius itu, tentunya ia tidak bisa sembarangan membawa orang asing ke dalam kelompoknya, besar kemungkinan orang itu akan memanfaatkan mereka lalu membuang mereka dengan mudahnya.
"Baiklah aku tidak keberatan sama sekali dengan penawaranmu" ucap orang itu dan mereka berdua bersalaman tanda negosiasi berjalan lancar
"Entah kenapa aku merasa sangat dekat dengan orang misterius ini, aku merasa pernah bertemu dengannya namun aku tidak tahu dimana" batin Archie saat menjabat tangan orang misterius itu.