
Sudah cukup lama pertandingan terhenti setelah pertandingan antara
Marsha melawan Cobalt tadi. Di arena saat ini sudah bersiap seseorang yang
mengenakan jubah yang menutupi sebagian wajahnya, sehingga tidak banyak orang yang
mengenali wajahnya, mereka cuma tahu nama dari player itu Joker.
Saat ini Joker sedang menunggu kehadiran Sunny Cloud yang akan bertarung
dengannya itu, namun beberapa menit sudah berlalu Sunny Cloud tidak muncul juga
dan ini membuat semua orang keheranan.
Pembawa acara pun sudah memanggil Sunny Cloud berkali-kali namun tetap
Sunny Cloud tidak muncul juga, karena hal yang begitu aneh tersebut membuat
Archie menaikkan alisnya hingga setengah derajat dengan tatapan matanya yang
lurus tepat ke arah Joker yang sedang berdiri di tengah arena itu.
Archie mencoba menghubungi Sunny Cloud berkali-kali namun tidak ada
jawaban apapun dari Sunny Cloud, yang lain pun harap-harap cemas menunggu kabar
datang dari Archie.
“Tidak ada jawaban sama sekali, ini aneh jika dia di sini seharusnya dia
masih bisa menjawab pesanku kan?” Ucap Archie lalu ia seperti menyadari sesuatu
Mereka kembali harap-harap cemas, namun wajah berbeda ditunjukkan oleh
Rick dan Persian yang sudah menyadari apa yang sedang terjadi pada Sunny Cloud.
Mereka pun menunjukkan wajah yang begitu berat dan mengedarkan pandangan mereka
coba menerka-nerka siapa yang telah melakukan hal tersebut.
“Kurasa orang itu yang melakukan PK pada Sunny Cloud kapten! Entah kenapa
rasanya begitu kuat dan juga dirinya memiliki aura yang cukup misterius” Archie
menunjuk ke arah Joker.
“Darimana kau mengetahui hal tersebut Archie? Apa semua asumsi mu itu
bisa kau buktikan”
“Aku juga tidak bisa menjamin itu Diane, namun tidak ada hal yang lebih
masuk akal daripada PK. Untuk pelakunya aku begitu yakin dengan orang itu dan
kemungkinan dibunuh oleh Assassin bayaran juga terlalu kecil persentasenya”
Lalu mereka semua mulai menunjukkan wajah buruk dan gelap akibat
penjelasan dari Archie tadi, mereka semua harus menerima keadaan begitu pembawa
acara mengatakan kalau Sunny Cloud telah didiskualifikasi karena tidak berada
di arena selama 5 menit, dan Joker dinyatakan sebagai pemenang dari
pertandingan itu dan berhak maju ke tahap selanjutnya.
…….
“Heeeh sepertinya perempuan tak berguna itu begitu ketakutan
sampai-sampai ia logout dan bersembunyi di bawah kasurnya. Padahal aku ingin
sekali menghajarnya karena dulu ia sudah berbuat kurang ajar terhadap ku”
“Kau ini kenapa Marsha mengapa setiap kali kau ingin menghajar orang
lain? Apa kau punya penyakit kelainan kalau tidak menghajar orang maka seluruh
tubuhmu jadi sakit dan gemetaran begitu?”
“Tutup mulutmu Cobalt! Apa kau ingin merasai lagi Iron Fist milikku heh?”
Cobalt tidak bisa berucap lagi, ia cuma bisa menunjukkan wajah penuh
heran melihat Marsha yang begitu terobsesi dengan memukul orang itu. Melihat
Cobalt yang diam seribu bahasa itu membuat Marsha merasa menang dan berada di
atas angin, ia merasa sekarang ini lebih hebat dari siapapun yang ada di arena
itu.
Marsha menggenggam tangannya dengan erat sambil tersenyum penuh arti,
tangannya bergetar hebat seakan menyadari dirinya sudah mendapatkan kekuatan
tingkat tinggi dari langit. “Dengan tangan ini akan ku hancurkan rambut putih
sialan itu!” Ucap Marsha dengan singkat.
Lalu Marsha dan Cobalt menyadari kehadiran Joker yang baru saja datang
dari arena pertandingan, mereka berdua menatapnya dengan tatapan tidak senang
dan meremehkan Joker yang menurut mereka tidak kuat itu. Joker tidak
memperdulikan mereka berdua, ia terus saja berjalan melewati Marsha dan Cobalt
sehingga membuat Marsha geram dan menghentikan langkahnya.
“Hoi! Kau pikir kau sudah hebat hah? Ingat kau menang hanya karena keberuntungan saja. Musuhmu begitu ketakutan sehingga ia lebih memilih logout”
Marsha melotot tajam ke arah Joker sambil menarik baju Joker.
Satu hal yang tidak diketahui oleh Marsha, jika saja Marsha mengetahui
kalau sebenarnya Sunny Cloud tidak logout melainkan di PK oleh Joker, mungkin
Marsha akan menarik semua ucapannya tadi dan mungkin Marsha akan menundukkan
kepalanya pada Joker.
Namun Joker hanya diam saja, ia tidak memperdulikan semua yang dikatakan
oleh Marsha itu, bagi dirinya ucapan Marsha itu bagaikan suara angin saja.
Karena dihiraukan saja oleh Joker, membuat Marsha semakin marah dan ia
mencengkram kuat baju milik Joker.
“Apa kau terlalu takut untuk bicara ha? Ataukah kau sudah bisu?” Ucap
Marsha sambil menatap tajam Joker.
Akhirnya Joker terganggu dengan ulah Marsha itu, ia tidak bisa lagi menahan
dirinya untuk tidak marah. Joker kini membalas tatapan tajam dari Marsha itu
dengan tatapan yang tak kalah tajam pula, namun di iris matanya itu terdapat
berbagai macam emosi antara marah, sedih dan penuh kebencian.
Melihat tatapan tajam Joker, membuat Marsha seakan-akan menjadi lemas.
Ia pun melepaskan cengkeramannya dari Joker dengan tangan dan badan yang
bergetar hebat seperti habis melihat hantu di siang hari yang panas. Joker pun
meninggalkan Marsha dan Cobalt.
Cobalt kebingungan dengan apa yang terjadi barusan, ia juga sempat
merasakan suatu tekanan yang begitu mengerikan penuh dengan kebencian, dan
membuatnya mematung selama beberapa saat. Sebelum akhirnya ia menyadari Joker
sudah tidak ada lagi disitu dan juga ia melihat Marsha yang begitu ketakutan, tubuhnya
bergetar begitu hebat. Membayangkan itu saja sudah membuat Cobalt
geleng-geleng kepala, ia kini menyadari ada monster diantara mereka itu.
……
Dengan didiskualifikasi nya Sunny Cloud dari pertandingan, membuat Joker
memenangkan pertandingan tadi dengan mudah dan juga membawanya ke tahap semi
final. Dalam tahap semi final nanti, para peserta yang bertanding pun sudah
ditentukan.
Pertandingan Semi-final:
Joker vs Seth
D. Archie vs Marsha
Senyum simpul tercetak di wajah Archie setelah melihat bagan
pertandingan itu, dirinya benar-benar tak menduga akan bertemu lagi dengan
orang berbadan besar seperti beruang itu. Setiap kali ia mengingat kejadian
sewaktu di dungeon membuat dirinya tertawa sendiri.
“Kau tidak berpikir yang aneh-aneh kan Archie? Marsha itu sudah
bertambah kuat, dia bukanlah orang yang sempat kau percundangi di dungeon dulu!”
Celetuk Viola yang menyadari perubahan sikap Archie itu.
Archie melirik sejenak ke arah Viola, ia lalu memberikan senyuman
khasnya. “Kau tenang saja, kau pikir aku meremehkan dirinya? Sama sekali tidak,
kekuatannya memang meningkat sangat jauh dari pertemuan pertama. Namun bukan
berarti aku tidak berkembang juga kan?”
Melihat kepercayaan diri Archie itu membuat dirinya sedikit lebih
tenang, ia juga sangat yakin kekuatan yang dimiliki oleh Archie setara dengan
pemain-pemain berlevel tinggi walaupun Archie sendiri masih memiliki level yang
di bawah. Hal itu sudah sering dilihat oleh Viola, dimulai dari kejadian di
dungeon sampai dengan kejadian di Kerajaan Narannas.
“Baiklah kalau kau bilang begitu maka aku tidak akan risau lagi, jadi
sekarang saatnya kita membicarakan strategi kita!”
Archie dan Seth yang akan bertanding di semi final langsung mendekati
Viola, mereka membicarakan strategi bertanding mereka nantinya. Terlebih lagi
rasa kecurigaan berat Archie pada salah satu peserta yang memiliki nickname Joker itu membuat pikiran
Archie tertuju padanya.
Archie mewanti-wanti Seth agar selalu waspada dengan pemain itu. Menurut
Archie, Joker itu begitu misterius dan ia merasakan kekuatan yang besar dari
Joker. Insting Archie berkata demikian begitu ia berpapasan dengan Joker
sewaktu di koridor dan setiap menatap lurus ke arahnya.
“Aku akan selalu mengingatnya bos!” Ucap Seth penuh patuh seperti
seorang murid dengan gurunya.
“Baiklah aku percaya padamu Seth, majulah ke depan sana dan buktikan
pada mereka semua bahwa kau adalah salah satu pemain yang patut
dipertimbangkan. Hantam mereka semua Seth!”Tutup Archie seperti seorang tokoh
fenomenal yang sedang melakukan orasi.
Seth melirik ke semua wajah yang berharap besar dengan dirinya itu, ia
tidak merasa terbebani sama sekali dengan hal itu, hal itu malah membuat Seth
semakin termotivasi dan berkeinginan untuk menang.
Terlihat api yang menyala-nyala dari sudut mata Seth, jiwanya seperti
bergelora dan perasaannya dipenuhi dengan euforia karena orang-orang berharap
banyak pada dirinya. Seth menatap lurus ke arah Archie yang membuat Archie
sedikit kebingungan dengan itu semua.
“Aku ingin sekali bertarung denganmu bos, semua peningkatan yang ku
alami ini tidak lepas dari arahan-arahan mu”
Archie tersenyum mendengar itu, ia memandangi Seth dengan cara yang
berbeda saat ini. Archie sudah tidak lagi memandang Seth sebagai orang yang
harus ia mentori, namun ia sekarang sudah berubah menjadi sesosok elang muda
yang sudah siap menunjukkan paruhnya.
“Ya aku juga ingin bertarung denganmu Seth. Tetapi kau harus menang
terlebih dahulu melawan orang misterius itu, karena aku sudah yakin tempat ku
itu ada di final hahaha”Ucap Archie penuh percaya diri.
Seth tidak meragukan ucapan dari Archie itu, ia malah memandangi Archie
semakin tinggi lagi dari sebelumnya, sekarang Seth memasuki fase yang bernama
percaya mutlak atau apapun yang diucapkan oleh Archie pasti dia percayai walau
Archie bilang matahari itu terbit di barat pun pasti akan di percayai oleh
Seth.
Melihat Seth yang jadi seperti itu, membuat Viola tidak tahan lagi untuk
tidak menjewer telinga Archie. Menurutnya, Archie sudah memberikan pengaruh
yang buruk bagi anak muda seperti Seth dan itu harus dihentikan sebelum semakin
lebih parah.