Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 148: Del Comte



Setelah mendapatkan perintah dan mendengarkan beberapa patah kata dari Archie. Seth dan Izzy pun memulai perjalanan mereka berdua menuju Del Comte.


Del Comte sendiri merupakan sebuah kota kecil di bagian barat Red Dragon Empire, kota kecil ini sering di sebut sebagai kota kematian karena suasana kotanya yang jauh sekali dari kegembiraan, lebih tepat di sebut sebagai kesedihan.


Perlu 1 jam perjalanan dari lembah ingatan untuk sampai ke kota ini, dari kejauhan Seth dan Izzy memandangi kota itu dengan tatapan mata yang terlihat mencari darimana Del Comte bisa disebut sebagai kota.


Nyatanya Del Comte terlihat seperti kawasan wild west yang terkenal akan koboinya itu. Tempat itu terlalu sunyi untuk di sebut kota dan seperti tidak berpenghuni sama sekali.


"Apa itu benar-benar tempat yang kita tuju Seth?" Izzy mulai meragukan tentang kota itu.


Seth tidak bisa menjawabnya, ia segera menjalankan kudanya untuk memasuki kota itu. Diiringi oleh Izzy dibelakangnya yang masih saja memandangi kota itu dengan tatapan tidak percaya.


Mereka berdua tiba di depan akses masuk kota Del Comte, di sana terdapat dua orang penjaga yang terlihat jelas sekali di wajah mereka rasa malas yang menumpuk, seolah mereka tidak ingin berada di sana.


Kedua penjaga tadi langsung menghentikan langkah Seth dan Izzy yang coba memasuki kota Del Comte, mereka mulai bertanya-tanya tentang alasan mereka berdua pergi ke kota itu.


Sebenarnya pertanyaan itu cuma pertanyaan omong kosong saja. Seth mengingat cara kerja dunia yang di ajarkan oleh sang maha guru yaitu Archie.


Seth mengeluarkan beberapa keping perak dan masing-masing ia bagikan kepada para penjaga itu. Melihat kepingan perak yang berhamburan di tangan mereka itu, membuat mereka berdua cukup senang dan segera mempersilakan Seth dan Izzy memasuki kota.


Seth dan Izzy yang sudah memasuki kota pun mulai mengelilingi kota Del Comte. Tidak banyak pemandangan yang mereka berdua lihat, mereka berdua cuma melihat kesedihan, kehampaan dan keputusasaan di kota tersebut.


Jalanan begitu sunyi, semua orang yang berada di dalam rumahnya masing-masing juga tanpa bersuara membuat suasana di kota itu seperti kota mati.


Namun di antara itu semua, Seth dan Izzy melihat sebuah bar yang cukup besar yang sangat ramai dan berisik, berbanding terbalik dengan semua tempat yang ada di kota ini.


Tanpa basa-basi lagi mereka berdua pun langsung memasuki bar tersebut, kehadiran mereka berdua membuat seisi bar memandangi mereka berdua. Keadaan sempat hening sebelum akhirnya kembali ramai seperti awal tadi.


Beberapa orang melanjutkan cerita mereka yang terpotong akibat kemunculan Seth dan Izzy tadi, namun ada juga beberapa orang yang mulai membicarakan Seth dan Izzy.


Seth dan Izzy berpura-pura tidak mendengar hal itu, mereka berdua langsung menuju meja bartender untuk memesan minuman agar nampak terlihat membaur.


"Kalian berdua ingin minum atau hanya melihat-lihat saja? Aku tidak punya banyak waktu untuk mengurusi kalian!" Ucap si bartender ketus dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali.


"Ah kami berdua ingin pesan minum nona cantik, cobalah untuk sedikit tersenyum pasti kau seindah bunga sakura yang baru merekah" Kata Izzy coba mencairkan suasana yang agak canggung tadi.


Bartender itu tadi tak memperdulikan ucapan Izzy, ia seperti sudah begitu khatam dengan para lelaki yang selalu mengatakan hal tersebut pada dirinya. Bartender tadi hanya fokus menjalankan tugasnya sebagai seorang bartender.


"Hei Izzy, jika aku meminum itu dan jadi mabuk, aku tidak bisa melakukan misi nantinya! Bagaimana ini?" Seth memprotes rencana dari Izzy yang ingin berbaur dengan yang lain dengan cara ikut meminum arak.


Namun Izzy menunjukkan wajah santainya, begitu minuman pesanan mereka datang. Izzy langsung meminumnya dengan lahap dan masih bisa tersenyum pada Seth.


"Caranya gampang, kau cuma harus meminum ini sedikit saja agar kau tidak mabuk. Dan nantinya aku akan melakukan suatu aksi yang bisa merebut perhatian mereka, jadi saat itu kau perhatikan orang-orang di sini dan bila ada yang menurut kau mencurigakan, tandai mereka dan pantau lebih jauh. Mengerti?" Izzy menjelaskan rencananya pada Seth dengan begitu jelas.


Seth mengangguk tanda mengerti, ia lalu meminum arak itu juga dengan takaran yang ia yakini tidak akan membuatnya mabuk. Dan betul saja begitu ia meminum, Seth tidak merasakan hal yang aneh sama sekali, statusnya juga menunjukkan kalau dia masih dalam keadaan baik-baik saja, tanpa buff dan debuff sekali pun.


Izzy melirik ke arah Seth, ia tersenyum begitu melihat reaksi Seth yang cukup menarik baginya itu. Setelah itu Izzy mengeluarkan senjatanya yang berbentuk seperti gitar namun terlihat cukup ngeri dan eksentrik dalam satu waktu.


Izzy memainkan beberapa riff gitar khas musik country, beberapa pengunjung bar mulai memperhatikan Izzy yang memainkan musik itu. Mereka pun bersorak-sorai dan menyuruh Izzy untuk memainkan musiknya lebih keras untuk menghibur mereka semua.


Izzy mengiyakan tawaran mereka itu, dengan senang hati Izzy memainkan gitarnya untuk menghibur orang-orang yang ada di bar itu.


Izzy masih sempat melirik ke arah Seth walaupun ia disibukkan untuk memainkan gitarnya, Izzy mengedipkan matanya pada Seth sebagai tanda untuk mempercayai dirinya bisa mengendalikan situasi di bar itu.


Seth yang memahami kode itu, langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut bar. Ia mencari orang-orang yang ia anggap mencurigakan.


Ada beberapa orang yang masuk ke dalam listnya Seth, namun instingnya mengucapkan kalau beberapa orang tadi bukanlah orang yang ia cari. Lalu Seth melanjutkan pengamatan dan penyisiran orang-orang yang ada di bar tersebut.


Seth kembali mengedarkan pandangannya bahkan lebih luas dari yang awalnya tadi, akhirnya ia pun mendapatkan hasil yang cukup kuat. Ia melihat ada dua orang yang terlihat cukup misterius, mereka berdua sedang membicarakan sesuatu yang tidak dapat Seth dengar.


Kedua orang tadi segera buru-buru pergi dari tempat itu, hal itu dilihat oleh Seth dan Seth memberikan kode pada Izzy bahwa ia akan mengikuti kedua orang tadi.


Izzy memahami hal tersebut, ia langsung berdiri dan melangkah ke tengah-tengah bar sambil terus memainkan lagunya dengan nada yang cukup keras dan menggebu, seolah membuat semua pengunjung bar terhipnotis dalam permainan gitar Izzy.


Setelah mendapatkan attensi yang ia inginkan, Izzy tiba-tiba berhenti memainkan gitarnya dan membuat semua orang menjadi keheranan.


"Iya ayo terus bermain, hibur kami lagi!"


Izzy jadi tersenyum simpul melihat orang-orang yang menantikan permainan gitarnya itu, ia pun kini kembali memegangi gitarnya dan berpose seperti layaknya seorang rockstar yang akan memainkan lagu pamungkasnya.


"Lagu yang satu ini aku menyebutnya Dear Knight!"ujar Izzy yang membuat semua orang kembali bersorak.


Izzy pun memainkan nada-nada yang begitu indah yang memanjakan telinga dan perasaan orang-orang di sana. Dari nada yang dimainkan oleh Izzy itu, mereka seolah bisa merasakan dan mengimajinasikan sosok kesatria yang berjalan seorang diri di antara tumpukan mayat pejuang lainnya.


Pembawaan Izzy yang memainkan gitarnya dengan penuh perasaan itu juga membuat mereka terlarut akan hal tersebut, mereka sampai tidak sadar kalau mereka meneteskan air mata mereka secara perlahan.


Seth yang melihat sudah ada celah bagi dirinya, akhirnya tanpa pikir panjang lagi ia pun menerobos menyelinap di antara orang-orang itu untuk keluar dari bar. Seth ingin mengejar kedua orang yang ia anggap mencurigakan tadi, dan mencoba mencari informasi tentang apa yang terjadi di kota ini.


Izzy yang melihat Seth sudah keluar dari sana pun, kini ia sudah masuk ke bagian akhir lagunya itu. Perlahan-lahan ia menghentikan permainannya, namun tetap memperhatikan kondisi semua orang di sana, begitu permainannya usai semua orang memberikan Izzy sebuah tepuk tangan yang sangat meriah.


"Hebat sekali kau orang luar, kau membuat kami semua seperti merasakan penderitaan kesatria itu!"


"Ya betul sekali, hanya musisi jenius yang bisa melakukan hal itu. Aku bertaruh kau pasti seorang seniman di dunia nyata kan?"


Izzy cuma bisa cengar-cengir mendengarkan semua pujian-pujian yang tertuju pada dirinya itu, sambil menggaruk belakang kepalanya Izzy coba mengendalikan dirinya agar tidak besar kepala seperti kebanyakan artis yang pernah ia lihat.


"Ah sudah lama sekali kita tidak dapat hiburan seperti ini!"


"Kau benar sekali, terakhir kali kita dapat hiburan saat gadis bard itu belum di tangkap oleh 7Deadly!"


Beberapa orang membicarakan tentang seorang gadis yang sempat menghibur mereka juga beberapa waktu yang lalu, namun gadis itu sudah tidak pernah ke sana lagi karena menurut kabar yang beredar 7Deadly sudah menangkapnya.


Hal itu pun membuat Izzy tertarik untuk menggali lebih jauh lagi, memanfaatkan ketenaran yang baru saja ia dapatkan tadi, Izzy pun mencoba menanyakan hal-hal seputar tentang gadis tadi dan 7Deadly pada orang-orang di bar.


Izzy tak sembarangan melakukan hal tersebut, ia juga sudah mempertimbangkan beberapa hal sebelum menanyakan hal tersebut. Selain memanfaatkan ketenarannya tadi, Izzy pun berspekulasi kalau sebenarnya orang-orang di bar ini merupakan orang-orang yang berada di luar 7Deadly dan mereka terjebak di kota mati ini tanpa bisa berbuat apa-apa karena ulah 7Deadly.


Dan dugaan Izzy tadi ada benarnya, saat ia bertanya tentang hal tersebut semua orang jadi menunjukkan wajah yang buruk, lebih mengarah ke kekesalan yang terpendam.


Lalu ada seseorang dengan tubuh yang agak besar yang maju ke depan dan menemui Izzy, ia memberikan beberapa informasi tentang apa yang terjadi di kota ini dan 7Deadly.


"Sebenarnya Del Comte merupakan kota yang asik pada awalnya, ya kota ini adalah kota wild west dengan banyaknya orang-orang yang mengambil job sebagai Cowboys berkumpul di sini"


"Namun semua berubah ketika 7Deadly datang ke kota ini, mereka jadi membuat kota ini seperti kota mati!" Ujar pria bertubuh besar itu.


"Lalu kenapa kalian tidak melawan mereka? Banyaknya jumlah kalian pasti akan berpengaruh jika kalian memberikan perlawanan pada mereka" Tanya Izzy dengan nada penuh keheranan.


Pria bertubuh besar tadi agak kebingungan menjawab pertanyaan spontan dari Izzy itu, ia coba menggaruk rambutnya yang botak itu sambil berharap jika ia melakukan hal itu maka ia akan mendapatkan jawabannya.


"Mustahil untuk melawannya. Mereka memiliki guild lain di belakang mereka dan guild itulah yang membuat semua orang tak berani menyinggung 7Deadly. 7Deadly hanyalah pengalihan saja!" Ucap seseorang yang lain.


Izzy mencari-cari keberadaan orang yang berucap tadi, matanya tertuju pada seseorang laki-laki yang tengah santai menegak bir miliknya.


Laki-laki itu mengenakan topi khas koboi berwarna coklat, dengan sepatu kulit ular berwarna hitam mengkilap. Di pinggangnya terdapat dua buah pistol revolver berwarna merah dan putih yang semakin membuatnya terlihat seperti koboi sejati.


"Siapa kau? Dari mana kau tahu semua itu?" Izzy secara spontan bertanya ketika ia melihat sosok laki-laki itu.


Laki-laki itu hanya tersenyum ke arah Izzy, ia kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu menegak bir dengan begitu rakus.


Setelah gelas birnya sudah kosong melompong, ia terlihat seperti kesal karena hal tersebut. Laki-laki itu tadi pun berjalan ke arah Izzy yang membuat Izzy menjadi waspada terhadapnya.


Namun laki-laki itu hanya merangkul bahu Izzy bagaikan teman lama yang baru kembali bertemu. Hal itu membuat Izzy keheranan dan bertanya-tanya apakah laki-laki itu terlalu mabuk sehingga sudah kehilangan akalnya.


"Hahaha santai saja tidak usah terlalu tegang begitu. Kenalkan namaku Kidd, kau ingin semua informasi itu kan tuan Rockstar? Kalau iya kau bisa mentraktir ku beberapa gelas bir dan aku akan senang hati memberitahukan apa yang ku ketahui tentang 7Deadly dan kota busuk ini!" Ucapnya dengan senyuman khas seorang koboi.


Izzy yang mendengar hal tersebut cuma bisa tersenyum ke arah Kidd, ia mulai berpikir kalau nantinya ia akan menemukan beberapa kesialan lagi jika ia berlama-lama dengan Kidd.


"Baiklah kalau begitu aku akan mentraktir mu beberapa gelas bir" ucap Izzy