
Archie masih merasa agak kebingungan dengan pemberitahuan tadi, dalam pemberitahuan itu ada sebuah informasi tentang Murasame yang memungkinkan untuk berevolusi.
Tentu saja itu membuat Archie bingung karena hal ini benar-benar baru baginya, di game terdahulu dia tidak pernah menemukan hal tersebut.
Archie pun mencoba untuk melupakan hal itu sejenak, ia akan kembali mengecek hal tersebut setelah semua urusannya disini sudah selesai.
Kini ia berjalan ke tempat dimana Nightmare tadi mati untuk mengambil item yang dijatuhkan oleh Nightmare.
Archie tersenyum puas begitu melihat apa yang ia dapat kali ini.
[Anda mendapatkan 10 Gold, 3 Medium HP Potion dan Black Robe]
[Black Robe]
Tipe: Armor
Stats: DEF +50
Element: Dark
Efek Khusus: Memungkinkan penggunaannya untuk menciptakan sebuah clone.
Tanpa basa-basi lagi Archie pun memakai armor yang baru saja ia dapatkan tadi, dan sekarang tampilannya seperti seorang malaikat pencabut nyawa atau mungkin seperti tukang gali kubur.
"Jadi ini sebabnya dia bisa bergerak begitu cepat" Komentar Archie setelah mengenakan armor tadi.
Selain mengambil drop item dari Nightmare, Archie juga mengambil loot yang di jatuhkan oleh Furcifer Chameleon yang baru saja ia kalahkan tadi.
Ia yakin sekali jika monster tingkat Hugo Boss akan mempunyai loot item yang bagus-bagus.
Namun Archie tak menemukan apapun disitu, kecuali sebuah kunci yang kemungkinan untuk membuka pintu yang ada di ruangan tersebut.
Archie hanya bisa membuang nafasnya, begitu pula T-Bold yang nampak kecewa juga.
"Lain kali T-Bold mungkin kita akan mendapatkan hal yang bagus, atau mungkin di balik pintu itu ada sesuatu yang tak kalah bagus pula" Ucap Archie sembari membelai kepala T-Bold layaknya kucing.
Saat Archie hendak membuka pintu itu, Diane langsung menyerang Archie secara tiba-tiba. Archie beruntung bisa menghindari serangan tiba-tiba itu.
"Apa yang kau lakukan Kupo? Mengapa kau malah menyerang Archie?"
"Maafkan aku tetapi aku harus melakukan itu, kau pasti ingin mengambil Arcana yang ada di dalam ruangan itu kan? Dan ketika kau mendapatkan benda itu, kau akan menggunakannya untuk bertindak kejahatan yang kejam! Itu terlihat jelas dari cursor mu yang berwarna merah seperti darah!" Ucap Diane sambil menatap Archie dengan serius.
Archie hanya tertawa saja mendengar perkataan Diane, dia bahkan merasa perkataan Diane tadi bukanlah hal yang harus ia pikirkan.
Karena sikap Archie yang seperti itu membuat Diane sedikit kesal, ia langsung menarik pedangnya dan menghantam Archie, akan tetapi serangannya mampu Archie blok dengan begitu mudah.
"Aku tidak ingin membuang tenaga ku hanya karena suatu masalah yang tak penting bagi ku"
"Ha, tidak penting menurut mu? Aku memerlukan benda itu untuk kepentingan orang-orang yang ada di kerajaan ku! Tidak seperti dirimu yang hanya memikirkan ego mu sendiri!"
Melihat situasinya yang semakin runyam, T-Bold pun berinisiatif untuk menjadi penengah bagi mereka berdua. T-Bold langsung melerai mereka berdua yang masih bersitegang itu.
T-Bold mengajak mereka berdua untuk berbaikan saja karena menurutnya, Diane dan Archie itu adalah orang-orang yang baik.
"Maaf T-Bold tapi aku masih tidak percaya dengan rambut putih itu! Aku akan menggunakan skill yang ku punya untuk mengetahui apakah ia berbohong atau tidak" Diane mendekati Archie dengan senyuman penuh kemenangan.
Berbeda dengan Diane, reaksi Archie cukup sederhana. Ia hanya tertawa kecil lalu menyuruh Diane untuk segera mengaktifkan skill itu, Archie begitu percaya diri dengan dirinya sendiri.
"Baiklah kalau itu mau mu! Truth Seeker!
Pertanyaan pertama, untuk apa kau mencari benda itu!"
Dengan senyuman yang masih belum hilang Archie menjawab. "Aku hanya ingin tahu lebih dalam akan sesuatu yang di sebut dengan istilah Arcana itu"
Setelah beberapa saat kemudian skill milik Diane yang bernama Truth Seeker tadi berfungsi.
Namun Diane terkejut dengan hasilnya, ia tak menyangka jawaban Archie tadi tidak mempunyai maksud tertentu apapun di dalamnya, begitu murni dan suci apa adanya.
"Tidak mungkin seperti ini! Mungkin dia hanya beruntung saat ini, kalau begitu akan ku lanjutkan ke pertanyaan kedua!
Archie, apa yang akan kau lakukan jika kau mendapatkan sebuah Arcana?"
Archie sempat berpikir untuk menjawab pertanyaan kedua ini, ia meletakkan telapak tangannya di dagunya dan bola matanya berputar ke atas seakan-akan dia mencari sebuah jawaban di langit.
"Ah mungkin jika aku mendapatkan sebuah Arcana, jika aku tak suka dengan Arcana itu maka akan ku jual saja. Tetapi jika aku dapat Arcana yang ku suka maka akan ku pakai itu"
Skill Diane kembali tidak menemukan sebuah kebohongan dari ucapan Archie tadi, malahan kali ini Diane yang kembali terkejut bahkan lebih parah dari yang pertama tadi.
"Dia bilang mau menjual Arcana? Yang benar saja, orang-orang berlomba-lomba bahkan mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk mencari keberadaan Arcana, tetapi orang ini dengan santai menjawab dia akan menjual Arcana!" Diane bergumam.
"Hei apa pertanyaan mu sudah habis? Kalau sudah habis maka izinkanlah aku untuk masuk keruangan itu!"
Karena Diane yang hanya berdiam diri, Archie pun langsung saja membuka pintu itu dan segera memasuki ruangan tersebut.
Tidak ada yang spesial di dalam situ, kecuali ada sebuah mahkota yang terbuat dari emas dengan hiasan batu-batu permata yang begitu indah.
Archie dan T-Bold berjalan lebih dekat ke mahkota itu. Archie menyuruh T-Bold menggunakan skill apprisal atau skill untuk menilai suatu barang, bagus atau tidaknya.
[Royal Crown Insignia]
Tipe: Aksesoris Arcana
Kekuatan: Jika seseorang memakai mahkota ini, orang tersebut akan mempunyai kharisma seperti Raja Insignia yang begitu dicintai oleh rakyat kerajaan Insignia.
"Rasanya perjalanan panjang kita tidak berarti karena kita hanya menemukan mahkota peninggalan raja saja kupo!" Ucap T-Bold dengan nada yang agak sedikit lesu.
Archie menepuk-nepuk kepala T-Bold dengan lembut sembari berkata.
"Tidak ada perjalanan yang tidak berarti kawan! Ini adalah keseruan dari perjalanan itu, karena setiap perjalanan ada misterinya masing-masing contohnya ialah mahkota ini! Lagipula benda ini akan sangat cocok untuk perempuan itu!"
Begitu keluar dari ruangan tadi, Archie langsung melemparkan mahkota tadi ke arah Diane yang membuat perempuan itu sedikit keheranan dengan Archie.
"Sudah jangan pasang wajah keheranan seperti itu, kau memerlukan itu kan untuk kerajaan mu? Aku tidak perlu benda itu, yang aku perlukan adalah laporannya saja untuk ku sampaikan ke seseorang" ucap Archie
"Terimakasih Archie tetapi apa kau yakin ingin memberikan ini padaku? Bukankah kau bisa saja menyimpan ini dan menjualnya seperti kau bilang"
Archie hanya tersenyum, ia pun memilih untuk keluar dari gua tersebut karena memang sudah tidak ada lagi yang ia cari disitu.
Sedangkan Diane masih terdiam disitu sambil memandangi mahkota yang ia pegang saat ini. Memang benda itu adalah hal yang sangat berguna baginya saat ini.
....................
Sementara itu di Mallorca Kingdom...
"Apakah kak Viola hendak menyerah begitu saja? Setelah apa yang dilakukan oleh Poisonox kakak tetap diam saja? Kemana wibawa Viola si Ratu Es itu!"
"Sudahlah aku tidak peduli dengan hal tersebut, apalagi dengan gelar itu. Itu semua hanya panggilan orang-orang saja bagi ku Viand"
Di dalam sebuah ruangan terlihat dua orang perempuan tengah beradu argumen yang cukup intens. Mereka berdua adalah Viola dan Viand yang merupakan salah satu petinggi guild Nebula bagian Re-Estize.
Adu argumen itu terjadi akibat Viola yang awalnya tak tahu tentang pertandingan antara kubu Poisonox dan kubu Viola yang awalnya di wakilkan oleh Viand kala itu.
Viola hendak menolak hal tersebut karena ia sudah merasa malas dengan semua itu, namun Viand tak terima kalau kakaknya itu menyerah begitu saja dan membiarkan Poisonox semena-mena terhadapnya.
Viand sudah muak dengan tingkah laku Poisonox yang selalu memburuk-burukan Viola dan menyebarkan berita yang palsu terhadap mereka.
"Apa kakak melembek hanya gara-gara Archie? Huh apa yang ia pikirkan jika melihat kakak yang seperti ini!" Viand mencoba memprovokasi kakaknya itu, dan benar saja Viola seperti termakan umpan Viand.
Viola langsung menarik baju Viand dan menatap tajam ke matanya, namun bukannya takut tetapi Viand seperti merasa senang melihat Viola yang seperti itu.
"Inilah Viola yang ku kenal di sini! Ayo lebih marah lagi! Apa harus aku menyerang kakak agar kakak bisa tambah marah?" Ucap Viand dengan sedikit sombong.
Viola melepaskan Viand begitu saja, ia kembali duduk dengan wajah yang ia tundukkan kebawah seperti menyesali sesuatu.
"Kak! Kakak itu tidak perlu sesedih itu. Mungkin Archie masih tidak bisa menerima kejadian waktu itu, namun bukan berarti dia tidak mau memaafkan kakak kan? Dan lagi penting, kita harus melawan kubu Poisonox bagaimanapun juga demi nama baik Nebula Re-Estize!"
"Kau benar Viand! Maafkan atas sikapku selama ini. Dan satu hal lagi, apa kau sudah menyiapkan orang-orang yang akan bertarung? Kau tau kan Poisonox adalah orang yang licik jadi kemungkinan besar ia akan memakai jasa pemain-pemain dari luar guild Nebula"
Dengan senyuman yang penuh arti, Viand menatap Viola. Senyumannya itu seakan memberitahu bahwa ia juga sudah menyiapkan sebuah strategi yang tepat untuk pertandingan nanti.
"Kakak tenang saja, aku sudah mengontak orang-orang terpilih yang akan membuat semua orang terkejut!" Ucap Viand dengan penuh percaya diri.
Viola coba menerka-nerka apa maksud dari Viand tadi, lalu wajahnya langsung berubah setelah ia mengetahui apa yang Viand maksud.
Viola pun tak sanggup lagi berkata-kata, ia tak menyangka Viand akan berani melakukan hal tersebut, namun disisi lain Viola juga khawatir jika rencana dari Viand ini akan mengalami kegagalan.