Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 84



"Perkenalkan ini Crishy, dia merupakan salah satu dari lima panglima, yaitu Panglima Harimau" Azergim memperkenalkan Crishy kepada mereka semua.


Crishy tersenyum ramah ke mereka, tanpa malu Chrishy mengulurkan tangannya untuk mengajak Archie dan yang lainnya bersalaman dengannya. Dia begitu ramah dengan mereka semua, apalagi saat melihat Archie.


Crishy tak bisa menahan dirinya untuk mengenali lebih jauh diri Archie, ia langsung menarik Azergim menjauhi mereka semua dan mulai berbisik-bisik tetangga.


"Argh!" Azergim membuang nafas beratnya. "Namanya Archie hanya itu saja yang ku tahu" jawab Azergim sekenanya.


Crishy menggembungkan pipinya, ia merasa begitu kesal dengan Azergim yang tak menanggapi pertanyaannya dengan serius.


Crishy kembali mengalihkan pandangannya ke arah Archie yang sedang asyik meminum yang ia sebut air surga. Archie yang merasa sedang di tatap langsung memutar bola matanya ke sekeliling arah demi mencari orang yang menatapnya.


Karena hal itu, Crishy langsung mengalihkan pandangannya lagi sebelum Archie menyadari dirinya lah yang menatapnya, dan itu membuat Azergim jadi menepuk jidatnya.


Namun reaksi Viola berbeda. Karena melihat hal itu, tangan Viola jadi bergetar hebat sampai-sampai memecahkan gelas yang ia pegang. Ada juga hawa kegelapan yang keluar dari tubuhnya hingga membuat Venus dan Lusirele jadi bergidik ngeri melihatnya.


"Ah! Rupanya kau sudah kembali Crishy" Titania datang bersama dengan Tetua Vundafes yang berada di sampingnya.


"Yang Mulia Ratu aku kangen!"


Crishy langsung berlari ke arah Titania dan memeluknya sambil menggesek-gesekkan pipinya.


"Hei hentikan kebiasaan mu itu dasar bocah macan! Apa kau tidak malu dengan reputasi mu itu"


Mendengar celotehan tetua Vundafes, Crishy langsung memejamkan matanya dan menjulurkan lidahnya ke arah tetua Vundafes.


"Dasar Tetua dongkol! Aku tau Anda itu hanya iri dengan aku yang bisa melakukan hal ini ke ratu, apa itu karena Anda yang sudah menjomblo hingga 350 tahun?"


Muncul urat-urat di wajah Vundafes setelah mendengar ucapan Crishy, hawa disekitar situ juga ikut berubah menjadi lebih mengerikan.


"Sudah sudahlah jangan melakukan hal yang bodoh disini! Kau juga Vundafes!" Titania langsung memarahi mereka berdua.


"Bukankah ada yang harus kau sampaikan kepadaku Crishy?" Titania bertanya ke Crishy dengan raut wajah yang mengerikan.


Melihat hal itu, Crishy langsung menggaruk rambutnya sambil tersenyum canggung.


Crishy mulai menyampaikan beberapa informasi yang ia dapat dari misinya selama ini. Dari laporannya alasan terjadinya kesalahpahaman ini memang sebuah settingan dari seseorang petinggi di kerajaan Narannas yang ingin berkuasa.


"Para oknum itu memang sengaja memancing keributan dengan pihak kita tanpa sepengetahuan orang-orang Kerajaan....


Dan juga ada indikasi mereka mendapatkan bantuan dari pihak manusia, aku sempat bertarung dengannya dan berhasil mengalahkannya tetapi anehnya tubuhnya malah melebur jadi butiran kecil yang membuatku kebingungan" Crishy menjelaskan situasinya kepada mereka semua.


Archie langsung berdiri setelah mendengar itu, dia mendekati Crishy dan menatapnya dengan tatapan biasa, namun bagi Crishy tatapan Archie itu seperti masuk ke dalam raganya.


"Kenapa kau ini? Aku hanya ingin bertanya ciri-ciri orang yang kau lawan itu" Archie jadi keheranan dengan Crishy


"Aaahaa haha" Crishy sedikit salah tingkah namun sedetik kemudian sikapnya kembali. "Tidak ada ciri spesifik yang aku lihat, dia terlihat seperti manusia pada umumnya tetapi aku melihat dia memakai pakaian dengan gambar burung Phoenix!"


"Burung Phoenix? Kau yakin itu lambang burung Phoenix? Bukan buwoung puyuh kan?" Tanya Archie sambil menggoyangkan badan Crishy.


"Ini gawat! Kita harus segera kembali ke Kerajaan, Tetua Uungor, Curufin, Lusirele! Aku merasakan hal buruk akan terjadi di Kerajaan!"


Azergim! Ajak Rizvtir agar ikut dengan kau ke Kerajaan Narannas dan bawa beberapa pasukan bersama kalian berdua!" Titania memberi mandat ke Azergim


Dengan gerak cepat, Azergim langsung melaksanakan perintah dari Titania. Azergim langsung menuju ke Rumah Lamin terlebih dahulu untuk membangunkan Rizvtir yang masih tidur.


"Yang Mulia Ratu! Izinkan aku pergi kesana juga ya!"


"Tidak! Crishy harus disini dulu untuk mempersiapkan pasukan kita, nanti kau akan menyusul dengan Vundafes serta satu panglima yang belum kembali"


Crishy langsung kecewa berat dengan keputusan dari Titania yang tak mengizinkannya untuk pergi ke Kerajaan juga, dia akhirnya hanya bisa menatap Archie dengan tatapan sedih sambil melambaikan tangannya dengan lesu.


Sementara itu di Kerajaan Narannas....


Keadaan pagi itu masih terlihat begitu damai. Orang-orang hilir mudik menjemput nasib mereka masing-masing.


Ada yang pergi ke pasar, ke kantor-kantor kerajaan, ada juga yang pergi ke sekolah untuk membantu anak-anak mencapai mimpi-mimpi mereka.


Mereka semua saling tegur sapa, sahut menyahut seperti layaknya seekor burung di pagi hari. Melihat mereka yang begitu semangat memulai hari, membuat diri jadi ikut bersemangat seperti mereka.


Keadaan Kota Nilfelin jadi lebih hidup setelah insiden waktu itu. Walaupun sempat bersedih karena hal itu, tetapi mereka semua sadar jika bersedih hati tak akan membuat mereka maju.


Walaupun secara perlahan, mereka semua mulai menerima keadaan mereka dan kembali melanjutkan hidup menjadi lebih baik.


Namun, kedamaian mereka nampaknya akan terganggu sekali lagi. Mereka tidak menyadari jika dibalik kedamaian itu kekacauan sedang mengintip dari celah sempit.


Di pagi hari yang damai dan tenang itu, tiba-tiba saja seekor makhluk bertubuh besar seperti raksasa yang sering kita lihat di televisi, datang dan mulai mengacau di tengah kota.


Walaupun kota Nilfelin sudah dikelilingi oleh tembok besar nan kuat, nampaknya tembok itu layaknya sebuah kerupuk cingur bagi makhluk itu.


Dia dengan mudah membuat lubang besar di tembok besar itu dengan tinjuan miliknya. Karena hal tersebut para warga kota akhirnya berlarian menyelamatkan diri, jika dilihat dari atas, mereka semua seperti anai-anai yang habis keluar dari sarangnya.


Beberapa prajurit kerajaan pun mulai berdatangan, mereka dengan sigap menyerang makhluk itu dengan berbagai serangan. Mulai dari serangan jarak dekat hingga jarak jauh.


"Regu pemanah bersiap!"


"Regu penyihir bersiap!"


"Tembakkkk!"


Prajurit kerajaan menyerang makhluk besar itu secara bersamaan, hal itu sedikit membuat makhluk itu merasakan sakit.


Namun karena hal itu, makhluk tersebut mulai jadi lebih agresif. Makhluk itu menyerang para prajurit dengan membabi buta, beberapa prajurit pun terluka karena serangan dari makhluk itu.


Serangan itu juga membuat beberapa bangunan jadi hancur lebur, dan tak sedikit pula warga kota yang terluka karena tertindih reruntuhan bangunan.


Komandan pasukan itu jadi bergetar hebat melihat makhluk setinggi 4 meter itu, hal itu bisa diketahui dengan hanya melihat kumis tebalnya yang bergetar-getar syahdu.


"Segera laporkan kepada Yang Mulia Elondil! Yang kita hadapi ini adalah makhluk legendaris Lo-Kag!" Ucapnya.


Si kurir itu pun langsung bergegas pergi menuju istana untuk melaporkan situasi yang tengah terjadi di kerajaan.