Cyrus Online

Cyrus Online
51. Peristiwa 250 Tahun Yang Lalu



"Jadi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan denganku?"


Alicia sudah menunggu-nunggu jawaban dari lawan bicaranya, Archie. Akan tetapi Archie disibukkan oleh kedatangan seekor rubah kecil yang tak mau pergi darinya walaupun sudah dibuang ia akan kembali lagi ke Archie.


"Oi aku ini menunggu jawaban dari kau loh!" Ucap Alicia sedikit marah ke lawan bicaranya itu.


Tetapi tetap saja, Archie tidak bisa memalingkan wajahnya barang sedikitpun ke Alicia. Ia selalu terdistraksi oleh rubah kecil itu yang agak sedikit mengganggunya.


Rubah itu selalu menarik perhatian Archie dengan sengaja. Ketika Archie hendak berbicara rubah itu melompat, menempel, naik ke atas kepalanya, hingga berguling-guling kesana kemari.


"Apa sih mau mu tong? Mau makan? Minum susu? Atau seperangkat alat sholat?" Ucap Archie sedikit kesal dengan tingkah laku si Rubah.


Tentunya Rubah kecil itu tak mengerti perkataan dari Archie, ia hanya duduk menghadap Archie sambil terus memandanginya layaknya tuannya. Sedangkan Alicia agak sedikit terheran-heran melihat Archie yang berbicara dengan binatang menggunakan bahasa manusia.


"Aku rasa dia ingin mengikutimu kemana pun kau pergi, dia merasa kau itu adalah tuannya atau mungkin ibunya"


"Haaah?"


Archie sungguh tak mengerti kenapa rubah itu mau mengikutinya kemana saja. Sekali lagi Archie memandangi rubah itu dengan serius, begitupula rubah itu yang juga memandangi Archie dengan serius juga.


"Hei rubah kecil apa kau yakin mau ikut dengan ku?"


"..."


"Aku tak punya rumah dan tak punya harta! Oh aku lupa aku baru saja dapat harta"


"..."


"Dan terakhir ini yang paling penting rubah kecil! Apakah kau siap untuk petualang yang mendebarkan? Are you ready kid?"


"..." (Aye captain!)


"Tolong hentikan semua kegilaan ini Archie! Apakah kau sudah tak waras bicara dengan hewan. Sekarang jawab apa sebenarnya yang kau ingin tanyakan kepadaku!" Ucap Alicia sedikit marah.


Merasa dirinya dimarahi, Archie langsung mengembalikan sikapnya. Ia kembali teringat akan sesuatu yang harus ia tanyakan ke Alicia. Archie hendak bertanya kepada Alicia tentang sejarah dunia Cirus, namun sebelum ia bertanya si rubah terlebih dahulu naik ke atas kepala Archie dan duduk dengan nyaman disitu.


Alicia pun akhirnya menjelaskan dengan panjang lebar sejarah dunia Cirus beratus-ratus tahun lalu.


Di dalam cerita Alicia, 250 tahun yang lalu terjadi perang besar antara Arbanas dan Gilzaz.


Dulunya daratan Cirus dibagi menjadi dua kekuatan besar, Arbanas di wilayah timur dan Gilzaz di wilayah barat.


Kedua negara itu selalu berperang karena perbedaan antara dua negara itu, Gilzaz adalah negara yang memiliki kesatuan perang yang tangguh dan selalu meningkatkan teknologi peperangan mereka. Sedangkan Arbanas adalah negara yang memiliki rasa perdamaian tinggi, mereka mempelajari alam dan sekitarnya dan melahirkan ilmu baru bernama sihir. Teknologi tanah Arbanas lebih maju daripada tanah Gilzaz, Arbanas yang mengandalkan akal pikiran untuk kemajuan bersama berhasil membuat iri negara Gilzaz yang selalu berperang dan perang.


Hingga akhirnya tanah Gilzaz yang suram itu melakukan invansi ke Arbanas untuk menghancurkan Arbanas beserta teknologinya.


Namun nampaknya gerakan anti-kekerasan dari Arbanas sedikit menyentuh sebagian besar tentara Gilzaz dan akhirnya mereka malah mengabdikan diri untuk Arbanas.


Namun ada diantara mereka yang memiliki niat untuk menghancurkan Arbanas dari dalam. Mereka berpura-pura menjadi orang Arbanas dan mencari tahu teknologi paling mutakhir dari tanah tersebut, dan teknologi itu adalah Arcana.


Para golongan tadi mengambil Arcana dan menggunakannya untuk menghancurkan Arbanas. Dan karena itulah terjadinya perang tanpa kesudahan antara Arbanas dan Gilzaz.


Perang itu berakhir ketika ada 7 pahlawan dari tanah Arbanas yang berhasil mengalahkan para pengguna Arcana dari Gilzaz.


Dan salah satu diantara 7 pahlawan itu ada seorang penyihir yang dijuluki penyihir paling hebat dari tanah Arbanas karena mampu memanipulasi ruang dan waktu sekehendaknya.


Namanya dikenal dengan Penyihir Ruang dan Waktu D. Archie.


"Hmm karena itukah guru menanyakan hal itu kepadaku saat itu?"


"Benar sekali, aku merasa kau memiliki kesamaan dengan penyihir itu! Bahkan rambut mu saja sangat mirip dengan beliau"


Archie mulai memahami asal usul cerita game ini. Archie menyimpulkan bahwa dugaannya memang benar kalau game terdahulu ada sangkut pautnya dengan game ini. Jika semakin ia tarik, maka kejadian ratusan tahun lalu itu adalah cerita dimana Calcalas Online dimulai.


"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal tersebut?" Tanya Alicia yang membuyarkan lamunan Archie.


"Sebenarnya aku disuruh oleh seseorang yang terlihat seperti paman-paman bernama Yan Liu untuk menanyakan ini kepada mu guru setelah aku membunuh walikota Thousand River City yang ternyata iblis bawahan dari Greed!"


"Apa kau bilang Yan Liu? Greed?" Alicia nampak terkejut dengan apa yang ia barusan dengar.


Archie berusaha menenangkan gurunya tersebut, setelah sedikit tenang Archie kembali menjelaskan dengan santai kepada sang guru.


"Jadi apa rencanamu sekarang Archie?"


"Mungkin aku akan berpetualang di benua ini sambil mencari informasi tentang Dark Arcana sesuai dengan apa yang paman itu sampaikan. Apakah guru mau mementori ku?"


Alicia sedikit terkejut dengan ajakan dari murid satu-satunya itu, ia sedikit agak berat meninggalkan tempatnya walaupun sebenarnya ia memang sudah sangat ingin pergi.


"Hmm kalau guru memang berat meninggalkan tempat ini guru bisa memberitahukan kenalan guru kepadaku untuk mendampingi ku!" Ucap Archie dengan senyuman khasnya.


"Ah sayang sekali, aku tidak memiliki satupun kerabat lain di belahan dunia manapun"


Senyuman manis Archie tadi langsung luntur dan berubah menjadi senyuman kekecewaan, ia hendak berguling-guling seperti rubah tadi namun ia sadar dikepalanya itu ada rubah yang sedari tadi duduk santai.


"Hahaha kau tak usah terlihat kecewa seperti itu! Aku akan menemanimu perjalananmu dan menjadi mentormu, karena kau satu-satunya murid ku" ucap Alicia sambil tertawa melihat tingkah Archie tadi.


Archie sangat senang mendengar hal itu, dan senangnya Archie menular ke rubah kecil yang duduk di kepalanya itu. Rubah itu melompat kebawah dan langsung meloncat-loncat seperti orang yang melakukan selebrasi.


"Oh iya kau ingin membawa rubah kecil ini kan? Berikanlah ia nama dan biarkan aku yang akan membuatnya menjadi familia milikmu"


"Hmmm nama ya? Nama..nama..nama ah aku tahu nama yang bagus!"


Rubah kecil dan Alicia sedikit tegang menunggu nama apa yang akan diberikan oleh Archie. Mereka berdua terlihat seperti orang yang menunggu seorang pesulap melakukan aksinya.


"Nama yang bagus untuk rubah itu adalah Udin!"


"Hei yang benar saja! Berikanlah nama yang baik dan bagus!" Ucap Alicia karena kesal dengan Archie


"Kalau begitu Udin Saptaji?"


"Apa bedanya dengan yang pertama!"


"Amat? Amat Jangkung? Amat Volkanisir? Amat Tubeless?"


"..."


"Sahar? Dodka? Papda? Saprudin Tahar?"


"..."


"Akh! Aku bingung, kenapa semua nama itu ditolak? Dimana buruknya nama Saprudin Tahar wahai guruku tersayang?"


"Berikanlah nama yang bagus! Pikirkanlah nasib dari rubah kecil ini jika kau berikan nama itu kepadanya!" Ucap Alicia dengan wajah yang sedikit merah


"Akh sudahlah aku tak tau, untuk namanya nanti sajalah biarkan saja si Author dan para pembaca cerita ini yang memikirkannya! Untuk author dan para pembaca harap pikirkan nama yang bagus untuk si rubah kecil ini!"


"Kau berbicara dengan siapa Archie?"


"Entahlah aku juga tak tahu berbicara dengan siapa guru"


*****


Di sebuah tempat di kerajaan Mallorca.


Di dalam sebuah ruangan yang gelap, terdapat dua orang yang tengah berbincang-bincang. Salah satu diantaranya adalah seorang elf yang memiliki paras rupawan layaknya elf sungguhan.


Sedangkan satunya lagi terlihat seperti manusia biasa pada umumnya, namun ia seakan memiliki aura seorang raja atau pemimpin dunia, bahkan si elf itupun sangat menghormatinya.


"Jadi Marsha dan guild Red Scorpion dihancurkan oleh player yang sedang trending itu?"


"Benar sekali padahal hamba sudah memperingatkan Marsha untuk tidak bertindak gegabah"


"Hmpp kau sudah bertindak dengan benar Glyfi. World Dominator sebenarnya juga tidak memerlukan Marsha dan Red Scorpion. Mereka semua hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yang tak tahu mana obat yang paling pas untuk mereka!"


"Terimakasih atas pujiannya tuannku! Hamba sangat tersanjung, kalau begitu bolehkah hamba mengetahui apa misi hamba selanjutnya?"


"Tidak.. tidak ada misi untuk sekarang ini, kau hanya perlu beristirahat dan santai sambil terus mewaspadai gerak-gerik dari si rambut putih itu. Jika ia berani melakukan konflik dengan World Dominator atau dengan para afiliasi kita, berikan ia pelajaran tentang game ini!"


"Hamba bersedia tuannku"


Lalu pria yang sedari tadi hanya duduk di singgasananya berdiri dan berjalan menuju balkon yang menampilkan lukisan langit malam yang indah.


Seluruh tubuhnya tak lepas dari kekuatan kegelapan yang begitu jahat dan bengis, sambil memandangi langit malam ia tertawa sejadi-jadinya.


"Zehahahaha, seberapa jauh kau mampu berlari player baru?"