
"Viola! Dimana kau? Oi Viola!" Teriak seseorang
Tiba-tiba saja terjadi sebuah keributan di salah satu tempat penginapan di Ishavil.
Keributan itu disebabkan oleh seorang pemuda yang berpenampilan seperti seorang samurai tanpa tuan yang memiliki rambut berwarna putih mengkilap.
Dengan dua pedang yang menggantung di pinggangnya, sangat mencerminkan dia sebenarnya. Namun tidak untuk kelakuannya.
"Hei kau mengganggu orang lain! Jadi berhentilah untuk berteriak!"
"Berisik! Aku ingin bertemu dengan Viola! Dia ada disini kan?"
Si samurai itu masih saja meneriakkan nama Viola tanpa henti-hentinya seperti seorang yang kerasukan jin.
Orang yang berada di penginapan itu juga ikut terusik oleh tingkah si samurai itu, mereka semua komplain kepadanya tetapi si samurai acuh saja.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Terdengar suara perempuan yang begitu manis.
Perempuan yang dicari-cari akhirnya menampakkan dirinya. Dengan membawa sebuah buku kecil di tangannya ia melihat situasi yang tengah terjadi. Buku ini menjadi bukti bahwa ia tengah menikmati quality time miliknya sebelum si samurai datang.
"Muncul juga akhirnya kau! Aku ada perlu dengan mu saat ini, bisa kah kita berbincang-bincang sebentar di sini?" Ucap samurai itu dengan senyuman yang begitu khas.
Perempuan yang dimaksud tadi itupun menjawab ajakan dari si samurai hanya dengan senyuman manis dan tulus, lalu ia berjalan menuruni tangga dan mulai menuju sebuah bar kecil yang ada di penginapan tersebut.
*******
Pembahasan mereka berdua nampak terlihat begitu berat dan sulit sekali. Sesekali kedua belah pihak menimbulkan ekspresi yang sangat susah untuk dibaca.
"Hmm jadi kau memiliki sebuah misi untuk menjelajahi hutan Razolore benar begitu kan Archie?"
"Ah benar sekali itu Viola, makanya aku menemuimu untuk meminta izin"
"Meminta izin? Meminta izin untuk apa?" Tanya Viola keheranan
"Aku minta izin untuk membawa satu membermu yang memiliki ras elf! Atau mungkin player yang memulai petualangannya di salah satu desa elf, seingat ku ada seorang Elf di kelompokmu yang memiliki job Archer"
Pikiran Viola mulai mengambang di tengah lautan khayalan dan imajinasi. Ia mencari-cari seseorang yang dimaksudkan oleh Archie tadi di lautan khayalan itu.
Lalu setelah ia menemukan jawabannya, Viola menjentikkan jarinya sambil tersenyum kepada Archie dengan satu mata tertutup.
Viola kembali naik ke lantai atas meninggalkan Archie yang terdiam seperti orang bodoh. Archie tak mengerti kenapa tiba-tiba ia ditinggalkan oleh Viola setelah ia melakukan gerakan yang manis seperti itu.
Tak selang beberapa menit, Viola kembali turun dan menghampiri Archie yang masih terdiam di tempatnya, namun kali ini ia bersama seorang perempuan bertelinga lancip yang terus-terusan menunduk kebawah.
"Aaa siapa ini Viola?" Tanya Archie keheranan
"Dia ini yang kau cari! Dia adalah salah satu Archer di guild dan ia memilih ras elf. Bukankah itu yang kau sebutkan tadi?"
Archie memandangi perempuan yang dibawa oleh Viola tadi. Semakin Archie menatap ke arahnya, semakin menunduk pula perempuan elf itu, hingga membuat Archie berpikir apakah ia telah menyakitinya.
"Hei namaku Archie!" Sambil menjulurkan tangannya untuk mengajak perempuan itu bersalaman.
"Venus" balasnya dengan suara yang tak begitu nyaring.
Archie jadi semakin bingung dengan perempuan itu. Ia kali ini benar-benar yakin bahwa ia telah melakukan hal yang salah.
'apakah wajahku terlalu mengerikan untuk ia pandangi?' batin Archie.
"Jadi Venus apakah kau tau kota Elf Nilfelin?"
Pertanyaan Archie itu langsung membuat Venus berubah seketika.
Jika awalnya ia selalu menunduk bahkan ketika semakin di dekati atau ditanyai ia akan semakin menundukkan wajahnya.
Tapi kali ini ia terlihat begitu antusias dan bahkan ia seperti melupakan tabiat awalnya tadi.
'eh apakah aku berbuat salah lagi?' Archie kembali menanyakan pertanyaan yang sama ke dirinya.
Dengan penuh semangat membara, Venus mulai bercerita bahwa ia memulai perjalanannya dari kota Elf Nilfelin.
Ceritanya Venus layaknya dongeng sebelum tidur yang selalu diberikan oleh para ibu yang memiliki pendidikan lebih ke anaknya yang selalu mengiba untuk diberikan dongeng itu.
Viola juga turut mendengarkan cerita itu, ia kini mulai mengetahui latar belakang dari salah satu anggotanya, ia yakin bahwa yang ia lakukan sekarang ini akan sangat berguna untuk seorang pemimpin seperti dirinya.
"Nah rupanya kau bisa juga terlihat riang seperti ini!" Ucap Archie menimpali cerita Venus.
Bak tersiram air es, Venus langsung kembali ke tabiat awalnya. Ia yang tadi periang dan semangat lalu tiba-tiba ia kembali jadi murung dan selalu menunduk.
"Sudah kuduga aku melakukan hal yang buruk kepadanya"
"Hihihi kau tak melakukan kesalahan apapun Archie, Venus hanya malu saat bertemu orang lain cuma itu saja" ucap Viola sambil memamerkan senyumnya yang manis.
"Jadi sekarang apa yang kau rencanakan Archie? Kau sudah mendengar semua kisah dari Venus kan?"
Archie menunjukkan wajah serius sebelum menjawab pertanyaan Viola. Hal ini membuat Viola dan Venus juga sedikit tegang menunggu perkataan Archie berikutnya.
"Venus maukah kau membantuku untuk pergi ke Nilfelin? Karena yang kutahu manusia tak bisa sembarangan untuk memasuki wilayah bangsa Elf makanya aku perlu bantuanmu" ucap Archie sambil menunduk memohon.
Venus langsung grogi setelah mendengar permintaan dari Archie apalagi melihat Archie yang merupakan player hebat menundukkan kepalanya ke arahnya.
Viola lalu bangkit dan mendekati Archie, kemudian ia membangunkan Archie yang sedang menunduk memohon itu.
Sambil terus tersenyum ia berucap...
"Kau pernah menolong ku dan Nebula jadi sekarang izinkan aku menolong mu juga, tetapi dengan satu syarat!"
"Apakah itu Viola? Apakah uang? Seberapa besarnya pasti aku akan berikan! Atau kau mau yang lain?"
"Hihi tidak aku tak perlu uang, aku hanya ingin ikut dengan mu ke Nilfelin karena aku harus mengawasi Venus. Aku tak mau anak buahku yang manis ternodai oleh dirimu!" Ucap Viola
Archie lalu ternganga mendengar ucapan Viola. Ia merasa seperti penjahat wanita karena itu, ia hendak kesal namun ia takut kalau Viola berubah pikiran dan pergi meninggalkan dirinya sendirian.
"Oh iya satu hal lagi! Kau tak bisa membatalkan apa yang sudah ku sebutkan tadi, oke?"
"Bagaimana dengan guildmu? Apakah tak papa jika kau tinggalkan begitu saja?"
"Oh tenang saja, aku punya wewenang lebih untuk mengelola guildku dan disini masih ada Viand yang akan membantuku selama aku tak ada jadi tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan"
Kemudian Viola dan Venus kembali naik ke lantai atas meninggalkan Archie yang masih tak terima dengan kondisi seperti itu.
Namun ia terpaksa menerimanya karena ia tak ingin pula berpetualang kesana hanya seorang diri saja.
'Perempuan itu! Argh!!!!"