
"Cepat panggil kepala desa kalian! Apa kalian semua sudah bosan hidup?"
Warga desa tak ada yang berani membuka suara mereka saat utusan dari suku Nightborne tiba-tiba datang ke desa mereka.
Kedatangan suku Nightborne kali ini adalah untuk menagih janji dari kepala desa Baikal.
Sebelumnya kepala desa sudah melakukan perjanjian kepada para suku Nightborne untuk tidak mengganggu aktivitas warga desa dengan membayar upeti dengan jumlah yang lumayan tinggi.
Akan tetapi semua tak berjalan mulus. Saat perjanjian ini berlangsung selama beberapa minggu, ekonomi di desa Baikal makin bertambah buruk karena sebagian besar pendapatan untuk dibayarkan ke upeti sehingga pertumbuhan ekonomi di desa Baikal semakin hari semakin mengkhawatirkan.
"Cepat panggil dia atau kau ku bunuh! " kata salah satu orang dari suku Nightborne.
Orang yang diancam tadi semakin ketakutan karena itu, ia pun tak bisa menjawab bahkan tak bisa bergerak dari tempatnya karena saking takutnya.
Merasa tak direspon dengan baik, orang dari suku Nightborne tadi marah dan menendang orang tadi dengan keras tepat di wajahnya.
"Kau membuatku muak!"
"Sudahlah Rizvtir jangan buat keributan lagi!" tegur salah satu suku Nightborne lainnya
Rizvtir yang tadi ditegur menunjukkan wajah kesalnya kearah orang yang menegurnya tadi, ia memelototi orang itu terus mengeluarkan senyuman yang mengejek. "Kau pikir kau bisa menghentikan ku Azergim?"
Azrgym menaikkan alisnya lalu ia membuang wajahnya sambil berucap. "Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu terhadapmu"
"Hahaha bilang saja kau takut padaku Azergim!" Ejek Rizvtir.
Rizvtir pun kembali mendatangi orang yang tadi ia tendang dengan keras. Orang itu masih kesakitan dan tergeletak di tanah tanpa seorangpun yang membantunya.
Rizvtir kembali menunjukkan senyuman mengejeknya, sesaat kemudian ia menendang orang itu berulang-ulang kali.
Rizvtir sangat menikmati setiap erangan dan teriakan kesakitan dari orang yang ia siksa itu, sambil tertawa gila ia terus menyiksa orang itu sampai tak berdaya lagi.
Warga desa yang lainnya hanya bisa memandangi peristiwa itu dengan wajah penuh ketakutan dan memendam rasa bersalah mereka karena tak bisa berbuat apa-apa. Mereka sadar jika mereka melakukan perlawanan maka nasib mereka tak jauh beda dengan orang itu.
Rizvtir berhenti menendang orang itu, dengan senyuman mengejeknya yang tak hilang-hilang sedari tadi ia memandangi orang yang dia siksa tadi sedang terbaring lemas tak berdaya di atas tanah.
Ternyata Rizvtir masih tak puas dengan hal seperti itu. Ia lalu mengambil kapak miliknya dan mencoba untuk membunuh orang itu.
"Sekarang matilah kau dasar tak berguna!"
Sesaat sebelum Rizvtir mengayunkan kapaknya, Rizvtir dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang langsung menerjang kearahnya. Rizvtir tak mampu menghindari itu dan ia pun harus terpental mundur beberapa langkah karena itu.
"Rizvtir kau baik-baik saja?"
"Tak usah pedulikan aku, aku bukan orang lemah Azergim!"
Rizvtir mencoba menenangkan dirinya lalu ia coba memperhatikan dengan jelas sosok yang telah menyerang dirinya tadi.
Sesosok pemuda berambut putih dengan pakaian yang terlihat lusuh serta dua pedang khas miliknya mulai terlihat jelas di pandangan Rizvtir.
Sosok pemuda itu memolototi Rizvtir dengan nafsu membunuh yang kuat, hal itu membuat Rizvtir merinding. Bukan karena ia takut lebih tepatnya ia merasa senang karena akan mengalami hal yang bagus.
"Siapa kau ha? Beraninya kau mengganggu kesenanganku seperti itu" kata Rizvtir.
Pemuda itu masih memelototi Rizvtir sesekali ia melihat ke arah orang yang terbaring lemas di atas tanah.
Pemuda itu lalu memerintahkan warga desa untuk membantu orang yang terbaring lemas itu.
"Jika ingin tahu nama orang sebaiknya perkenalkan dirimu terlebih dahalu!" Ucap pemuda itu sambil menunjuk ke arah Rizvtir.
Rizvtir lantas tersenyum karena mendengar ucapan itu, ia tertawa sejenak lalu ia pun memperkenalkan dirinya. "Aku adalah salah satu dari lima panglima suku Nightborne yang terhebat... Panglima Beruang Rizvtir!" Ucapnya dengan lantang sekali.
Semua orang yang mendengarnya lalu terkejut karena itu. Lima Panglima suku Nightborne adalah salah satu cerita terkenal di kalangan ras Elf.
Ada lima panglima diantaranya adalah Panglima Beruang, Panglima Kumbang, Panglima Banteng, Panglima Macan, dan terakhir Panglima Burung.
Karena hal tersebutlah para warga desa terkejut bahkan hampir tersedak ludah mereka sendiri mendengar nama Panglima Beruang ada dihadapan mereka sekarang ini.
Reaksi berbeda malah muncul dari pemuda berambut putih itu, ia tertawa terbahak-bahak setelah Rizvtir memperkenalkan dirinya sebagai Panglima Beruang.
Beberapa kali ia tertawa hingga memegangi perutnya, ia hendak berucap sepatah kata namun kembali rasa geli menyerang dirinya sehingga membuatnya kembali tertawa.
"Apa ada yang lucu ha?" Rizvtir emosi melihat tingkah pemuda itu.
Warga desa juga kebingungan dengan pemuda berambut putih itu, mereka merasa riwayat pemuda itu akan habis hari ini juga karena melakukan hal itu.
Tetapi warga desa juga menyadari kenapa pemuda itu tak takut bahkan tertawa setelah mendengar nama Panglima Beruang, karena pemuda itu hanya manusia biasa bukan ras Elf seperti mereka yang sudah tahu legenda tentang lima Panglima. Tetapi mereka juga menyayangkan sikap ketidaktahuan manusia itu.
Butuh waktu beberapa menit untuk pemuda itu bisa menenangkan dirinya, setelah merasa tenang ia mengeluarkan senyuman khas miliknya lalu mulai berbicara panjang lebar.
"Aku tidak peduli apa itu Lima Panglima atau apalah namanya... Bagi ku kau hanya orang yang suka menindas orang yang lebih lemah dari mu!
Namaku D. Archie aku hanyalah manusia biasa yang tak sengaja lewat"
Urat mulai muncul di wajah Rizvtir setelah mendengar ucapan keras dari Archie, ia menggenggam tangannya dengan keras lalu berteriak lantang sambil berlari menerjang kearah Archie.
Archie menahan serangan Rizvtir dengan pedangnya, walaupun Rizvtir menyerang Archie dengan hanya tangan kosong, tangannya sama sekali tak mengalami luka saat berbenturan dengan pedang milik Archie.
Rizvtir meneruskan serangannya, dengan tangannya yang satunya ia mencoba menyerang sisi celah Archie. Tetapi Rizvtir terkejut karena Archie berhasil menahan serangan itu juga dengan pedang yang satunya.
Rizvtir mundur beberapa langkah setelah itu, ia memandangi Archie dari atas sampai bawah sambil mencoba mengukur kekuatan Archie.
"Orang ini... Menarik!" Batin Rizvtir.
Archie juga mulai membetulkan pernafasannya. Ia terkejut dengan serangan terakhir dari Rizvtir, dengan sangat cepat ia mampu menyerang celah miliknya untungnya Archie mampu mengimbangi kecepatan Rizvtir.
"Haha hebat juga kau manusia, tapi kali ini kau akan tamat!" Ucap Elf berbadan gelap itu.
Rizvtir kembali maju untuk menyerang Archie, kali ini ia menggunakan kapak miliknya.
Dengan sangat membabi buta Rizvtir menyerang Archie, Archie hanya bisa menangis semua serangan Rizvtir dan menunggu ada celah yang bisa ia masuki.
Walaupun serangannya tak beraturan dan barbar tetapi hampir tak ada celah yang tercipta dari pola serangannya itu, bahkan Archie berulang kali terkena sabetan dari kapak milik Rizvtir walaupun masih belum menimbulkan efek yang besar.
"Kenapa? Dimana semangatmu tadi manusia! Jika kau tak menyerang balik maka tunggulah Kematian mu!" Ujar Rizvtir.
Rizvtir semakin brutal menyerang Archie, beberapa kali serangannya hampir mengenai wilayah perut, badan, hingga kepala Archie tetapi Archie masih mampu menghindar dan menangkis serangan dari Rizvtir.
Penantian Archie akhirnya berbuah, saat Rizvtir terlalu asik menyerang dirinya ada sedikit celah yang terbuat dari serangan bar-bar nya itu. Archie tak mau membuang kesempatan emas itu, ia langsung maju dengan menggunakan [Void Step] tanpa memperdulikan resiko apapun.
Sebuah serangan sangat cepat tak mampu dihindari oleh Rizvtir bahkan ia tak sempat untuk bereaksi karenanya. Rizvtir mundur beberapa langkah dan darah segar mulai menetes dari badannya.
Tebasan Archie begitu telak mengenai badan Rizvtir dan membuat luka yang cukup dalam untuk Rizvtir.
"Apa apain itu tadi?" Rizvtir begitu terkejut dengan serangan Archie barusan sampai-sampai ia masih tak menerima keadaannya.
"Jangan senang dulu kau manusia!"
Rizvtir kembali maju untuk menyerang Archie. Kali ini ia maju dengan kekuatan penuh miliknya, melihat hal itu Archie juga mempersiapkan dirinya untuk menerima serangan itu.
"Matilah kau manusia! Bloody Impact!"
Rizvtir menyerang Archie dengan menggunakan kedua kapak miliknya, dengan melompat tinggi Rizvtir mengayunkan kapaknya kebawah dengan sangat cepat seperti bintang jatuh.
Benturan tak bisa lagi di hindari, Archie juga hanya bisa mempersiapkan dirinya untuk mencoba menahan serangan itu sebelum mengenai dirinya.
"Hentikan!" terdengar teriakan seseorang yang mencoba menghentikan pertarungan itu, namun suaranya tak sampai ke telinga kedua orang itu sehingga benturan sudah tak bisa dihindari lagi.
Crash....!!!!