
"Ah, berapa lama lagi acaranya akan berakhir?" Gerutu seorang perempuan.
Perempuan itu terlihat begitu lelah, ia menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meminum air dingin.
"Tunggulah sebentar lagi, selepas ini Momo-Chan ada sesi tanda tangan" ucap seorang pria dengan kacamata kotak yang lebih terlihat seperti seorang akuntan.
Perempuan yang sedang terlihat lelah itu bernama Momo-Chan. Sebenarnya itu hanya nama panggungnya dan nama aslinya adalah Monica Viraharja.
Ia adalah seorang penyanyi solo yang sering membawakan lagu bertema Jepang dan Korea atau biasa disebut dengan idol.
Selain menjadi idol, ia juga sering mendapatkan job sebagai seorang cosplayer atau orang yang mencoba menjadi karakter di film, komik, ataupun game.
Momo-Chan merupakan seorang gadis yang masih berusia 17 tahun, tetapi ia sudah menjadi superstar dan memiliki kekayaan yang bisa dibilang besar dari hasil kerja kerasnya.
Momo-Chan diberkahi paras yang sangat indah dari langit, ia memiliki wajah yang manis layaknya gadis di usianya. Warna kulitnya putih bening seperti embun di pagi hari, siapa saja yang melihatnya pasti merasa sejuk. Rambut panjangnya terurai dengan warna pirang seperti orang Kaukasia. Dan bola matanya berwarna biru terang yang membuatnya jadi terlihat seperti orang barat.
Memang tidak terlalu berlebihan jika menyebutnya orang barat, karena ia adalah seorang blasteran yang memiliki separuh genetik dari Eropa.
...
Kegiatannya sebagai seorang idol memang ia sukai dan ia tekuni semenjak kecil. Sejak usia 7 ia sudah mulai mencoba untuk jadi idol dan bergabung di salah satu perusahaan yang memayungi grup idol yang terkenal.
Ternyata nasib baik memayunginya, saat baru satu tahun trial Momo-Chan sudah bisa melakukan debutnya sebagai idol bahkan ia langsung meroket setelah debut itu. Semenjak itulah ia terus menekuni pekerjaannya sebagai idol dan cosplayer.
Tetapi perasaannya mulai berubah kali ini, setelah 10 tahun bergelut di dunia entertain, Momo-Chan mulai merasakan hal yang berbeda semenjak debut pertamanya.
Setiap kali ia tur dunia dan melakukan event, ia selalu tak merasa sebahagia dari sebelumnya. Bahkan ia lebih sering mengeluh dan termenung setelah acara berakhir.
Bukan masalah karena sudah banyak saingan di dunia peridolan bukan. Bukan juga masalah internal yang sering melanda di sebuah partai politik bukan. Entah apa yang membuatnya seperti itu hanya Momo-Chan lah yang mengetahuinya.
Jikapun karena sudah banyak idol yang jadi saingan, ketenaran Momo-Chan masih bisa menyaingi para idol yang baru debut bahkan mampu mengunggulinya. Dan jikapun masalah internal yang sering dialami oleh para partai politik, Momo-Chan pun yakin ia tak akan pernah menginjakkan kakinya ke ranah tersebut, karena para anggota partai politik itu juga fans dari Momo-Chan.
Apa yang dialami oleh Momo-Chan ini adalah gejala yang disebut sebagai anti climax star syhndrom. Atau bahasa sederhananya adalah titik jenuh karena sudah mendapatkan apapun yang ia mau.
(Sumber: saya sendiri)
"Baiklah Momo-Chan sesi tandan tangannya segera dimulai, ayo kita kerja lagi" Pria kacamata kotak kembali berucap.
Dengan wajah lesu Momo-Chan bangkit dari kursi dan berjalan menuju entrance. Sebelum keluar untuk menyapa fans-nya, Momo-Chan menepuk pipinya terlebih dahulu dan mulai tersenyum, biar bagaimanapun ia adalah seorang yang profesional.
...
Sesi tanda tangan berjalan dengan normal, walaupun sebenarnya Momo-Chan sudah terlihat lelah karena harus melayani ratusan penggemar yang ingin berjumpa dan meminta tanda tangannya, Momo-Chan terus menerus tersenyum ramah kepada para fans-nya dan menjawab semua pertanyaan dengan sangat ramah dan santun.
"Momo-Chan foto cosplay Tifa Lockhart mu kemarin sangat seksi! Aku suka banget" ucap laki-laki gendut dengan kacamata bulat.
Momo-Chan tersenyum ramah lalu berterimakasih kepada laki-laki itu, selepas itu giliran seorang laki-laki kurus yang terlihat seperti tengkorak hidup.
"Momo-Chan kau sangat cantik hari ini! Proyek apa yang sekarang Momo-Chan kerjakan?" Tanya laki-laki kurus itu.
Sebelum menjawab, Momo-Chan memberikan tanda tangannya terlebih dahulu sambil tersenyum dengan manis, lalu Momo-Chan buka suara. "Kali ini Momo-Chan lagi ada projek photoshot tema Summer loh! Tunggu aja ya" ucap Momo-Chan sambil mengedipkan matanya sebelah.
Laki-laki kurus itu langsung mendadak merasakan sakit di dadanya dan tiba-tiba ia jatuh ke tanah sambil memegangi dada dan tersenyum penuh arti. Lalu para petugas dengan segera mengangkat laki-laki kurus itu menggunakan tandu dan mencoba mengecek kondisi si laki-laki kurus.
"Dia terkena penyakit pura-pura! Segera bawa ke rumah sakit!" Teriak para petugas.
Selepas itu kondisi di stand Momo-Chan kembali normal seperti sedia kala.
Butuh waktu 2 jam untuk meladeni semua ratusan fans Momo-Chan yang ingin mendapatkan tanda tangan Momo-Chan. Walaupun dibilang cukup mahal tetapi antusiasme fans Momo-Chan juga sangat tinggi, mereka tidak peduli dengan harga yang lumayan tinggi karena Momo-Chan yang idol kelas dunia, yang mereka pedulikan hanyalah Momo-Chan.
Momo-Chan kembali kebelakang panggung setelah menyelesaikan sesi tanda tangannya, ia langsung menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi sambil membuang nafasnya.
Si pria kacamata kotak hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Momo-Chan, ia membenarkan posisi kacamatanya lalu mencoba bertanya kepada Momo-Chan tentang sikapnya yang akhir-akhir ini.
Tetapi Momo-Chan tak menjawabnya dan segera beranjak pergi dari situ untuk membersihkan tubuhnya, walaupun dengan tubuh yang indah dan paras yang cantik tapi tetap saja yang namanya perempuan itu perlu membersihkan dirinya agar terlihat lebih indah.
Momo-Chan menanggalkan semua pakaiannya dan langsung berendam di bathtub yang sudah disediakan oleh pihak panitia, ini adalah salah satu permintaan khusus dari Momo-Chan setiap ia melakukan show.
Di sela-sela berendam, ia kembali merenungi tentang kehidupannya. Ia semakin larut dengan pikirannya sehingga ia lupa sudah berapa lama ia berendam.
Ia menyudahi kegiatan berendamnya, ia lalu mengenakan pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Ia kembali ke tempat si pria kacamata kotak, si pria kotak menoleh kebelakang dan melihat Momo-Chan yang sudah bersiap untuk pergi dari situ.
"Momo-Chan bisa bersantai dulu, aku mau menyelesaikan beberapa urusan dulu dengan pihak panitia" kata pria kacamata kotak.
Momo-Chan mengangguk lalu segera berkeliling di sekitar mall tempatnya melakukan event tadi, segera saja kemunculan Momo-Chan membuat tempat itu heboh. Momo-Chan terpaksa melayani para fans-nya yang sedang mengerumuni dirinya.
Momo-Chan mencoba untuk pergi dari tempat itu, setelah ia melihat ada celah Momo-Chan langsung bergerak cepat dan berlari dari kejaran para fans-nya.
Ia berlari keluar mall dan terus berlari tanpa henti, di luar mall pun ia melihat banyak orang-orang yang menyadari dirinya dan segera juga ingin menghampiri ke arahnya. Melihat dirinya semakin dikejar orang-orang, Momo-Chan berlari lebih cepat untuk menghindari orang-orang itu.
Momo-Chan melihat ada taxi di hadapannya ia langsung merasa bersyukur karena mendapatkan kemudahan, ia langsung dengan cepat masuk kedalam taxi dan dengan cepat menyuruh supir untuk segera membawanya ke suatu tempat untuk menghindari orang-orang itu.
Yang ia sadari adalah ia tak tahu seluk beluk kota yang ia datangi kali ini, ini merupakan pertama kalinya ia berkunjung ke daerah ini karena beberapa hari lagi akan ada sebuah acara di perusahaan terkenal yang mengundang dirinya untuk mengisi acara tersebut.
Pak supir pun juga tak tahu si penumpang itu ingin pergi kemana, ia juga tak bisa bertanya karena keterbatasan bahasa atau lebih tepatnya si supir mengira Momo-Chan itu orang barat dan supir itu tak bisa berbahasa Inggris.
Momo-Chan lalu menyuruh si supir untuk berhenti di sebuah tempat yang lumayan sepi karena sedikit orang yang berjalan di daerah itu. Momo-Chan langsung membayar si supir itu dengan uang ratusan ribu dan segera meninggalkan si supir, sedangkan si supir tak bisa bereaksi apapun lagi, ia merasa hari ini langit sedang mempermainkan dirinya.
...
Ternyata sikap yang dilakukan oleh Momo-Chan berdampak negatif terhadap dirinya. Maksud hati untuk mencoba bersantai sambil melihat-lihat isi mall tetapi sialnya Momo-Chan melupakan hal penting dari seorang idol, dimanapun mereka berada pasti akan ada suatu badai, dan itulah yang dialami oleh Momo-Chan hari ini.
Sudah lebih dari setengah jam ia meninggalkan mall itu dan terjebak di suatu wilayah yang ia tak tahui membuatnya sedikit merasa resah, tetapi keresahannya itu juga sedikit berkurang karena ia ingin menikmati waktu seperti ini. Waktu yang tidak selalu bisa ia dapatkan jika ia kembali ke dunia pekerjaannya.
Momo-Chan menikmati keindahan kota di sore hari, ia melihat berbagai macam pemandangan yang selama ini jarang ia lihat. Ia melihat beberapa perempuan yang mengenakan seragam sekolah sedang berjalan bersama sambil tertawa cekikikan, lalu ia juga melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan beriringan sambil saling colek menyolek. Ia lalu merasakan sebuah keirian di dalam hatinya, entah kenapa ia merasa iri ia pun tak mengetahuinya.
Saat ia sedang menikmati keindahan kota di sore hari, ia kembali dikejutkan dengan seorang laki-laki berperawakan kurus kering langsung berteriak dan menunjuk ke arahnya.
"Itu Momo-Chan!" Segera saja teriakan itu memicu orang-orang yang lalu lalang.
"Ah sial!" Momo-Chan langsung mengumpat dalam hatinya, ia menyadari laki-laki kurus kering itu merupakan laki-laki yang ditandu oleh para petugas di acara event tadi.
Momo-Chan kembali berlari-lari demi menghindari para fans-nya yang semakin membuatnya gila.
"Mau sampai kapan aku dikejar seperti ini?" Teriak Momo-Chan.
Ketika ia sedang putus asa, Momo-Chan melihat seorang pria dengan rambut berwarna putih dan memakai pakaian serba hitam sedang berjalan santai menyusuri jalan yang sepi.
Momo-Chan mulai mengikuti si pria itu sambil memperhatikan sekitarnya. Semakin Momo-Chan mengikuti langkah pria itu, semakin tak mengerti dirinya dengan si pria itu. Pria itu terus berjalan tanpa memperdulikan siapapun yang ada di sekitarnya, Momo-Chan kembali merasa iri terhadap pria itu ia mulai mengidamkan hidup seperti pria itu.
Saat sedang asik di dalam lamunannya, Momo-Chan terkejut dengan seorang pria kurus yang tadi mengejarnya kini berada persis di seberang jalan. Momo-Chan bingung, ia memikirkan bagaimana ia bisa lolos dari si pria kurus itu.
Ia kemudian melihat pria berambut putih itu mengenakan jaket yang berwarna hitam, muncul sebuah ide brilian di kepala Momo-Chan jika ini film kartun maka bisa dipastikan ada lampu terang yang mulai muncul di atas kepalanya Momo-Chan.
Momo-Chan memanggil-manggil pria yang berambut putih itu, tetapi tak ada jawaban dari pria itu.
"Hei-hei Mister hei!" Panggilnya lagi.
Tetap saja si pria itu menghiraukan Momo-Chan, merasa dihiraukan Momo-Chan langsung memonyongkan bibirnya ke depan lalu berlari ke depan pria itu.
Setelah berada di hadapan si pria berambut putih, Momo-Chan langsung merentangkan tangannya untuk menghalangi langkah si pria itu.
Pria itu akhirnya berhenti saat jalannya di halangi oleh Momo-Chan, ia langsung menaikkan alisnya dan kebingungan dengan perempuan yang menghalanginya jalannya itu.
"What do you want? Are I know you?" Tanya pria itu keheranan
Menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris langsung membuat Momo-Chan langsung melompat kegirangan, Momo-Chan langsung memegang tangan dari pria itu dengan wajah yang penuh harap.
Si pria berambut putih itupun semakin tak mengerti dengan situasi yang ia alami, ia yakin saat meninggalkan rumah tadi ia sama sekali tak pernah menantang langit untuk memberikannya kesialan.
Momo-Chan lalu menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam bahaya dan ingin si pria berambut putih itu melindunginya. Pria itu semakin yakin kali ini ia sedang di uji oleh langit karena suatu kesalahan, lalu Momo-Chan mengatakan untuk meminjam jaketnya sebentar saja.
Akhirnya pria berambut putih itu meminjam jaketnya kepada Momo-Chan, lalu Momo-Chan menyuruhnya untuk berjalan disampingnya agar melindunginya dari orang yang berada di seberang jalan.
Pria berambut putih menengok ke seberang jalan lalu mendapati seorang pria kurus kering yang sedang celingak-celinguk seperti mencari koin satu sen.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap pria berambut putih di dalam hatinya.
...
Lama mereka berdua menyusuri jalan itu, mereka berdua pun akhirnya berkenalan dan Momo-Chan terkejut karena si pria berambut putih yang bernama Ikhsan itu tak mengenali dirinya.
"Kau yakin kau tak pernah mendengar namaku barang sekalipun?" Tanya Momo-Chan sekali lagi, ia pikir laki-laki disampingnya itu sedang berpura-pura tak mengetahuinya.
Ikhsan menggelengkan kepalanya dengan lamban, lalu muncul wajah bersalah di wajahnya karena tak mengenali wanita itu. Momo-Chan pun akhirnya hanya membuang nafasnya dan mencoba menjelaskan siapa dirinya.
"Kau pernah dengar lagu My Little Star? Lovely Story? Atau Playing Word?"
Wajah Ikhsan berubah-rubah, lalu ia kembali menggelengkan kepalanya. Momo-Chan semakin sering membuang nafasnya, ia terlalu naif jika dirinya selalu dikenal oleh orang yang penyindiri, apalagi Ikhsan terlihat seperti orang penyendiri dan tak punya pasangan dimatanya.
"Jika kau tanya aku pernah dengar lagu Sweet Child O Mine, November Rain, American Idiot, Toxicity ataupun A Little Piece Of Heaven pasti aku jawab dengan lantang iya" ucap Ikhsan.
Wajah Momo-Chan langsung berubah mendengar semua judul lagu yang Ikhsan katakan tadi, ia tak pernah mendengar semua lagu tersebut tetapi ia terhenti di sebuah judul lagu A Little Piece Of Heaven. Ia merasa pernah mendengar lagu itu tapi ia lupa dimana.
Momo-Chan semakin larut di dalam pikirannya sampai ia tak menyadari hari sudah hampir gelap, ia pun menanyakan kemana sebenarnya tujuan dari Ikhsan tapi ia terkejut mendengar jawaban setelahnya. Momo-Chan tak menyangka bertemu orang yang bahkan ia sendiri bingung kemana sebenarnya ia hendak melangkah dan tau-tau ia sudah berjalan menyusuri jalan sampai hari mau gelap.
Saat sampai di ujung jalan Ikhsan segera mempercepat langkahnya karena di depannya ada sebuah mini market, Momo-Chan akhirnya mengikuti Ikhsan karena ia juga merasa sangat haus setelah melangkah tanpa arah dan dikejar-kejar oleh fans.
Momo-Chan segera mengambil beberapa botol minuman ringan untuk dirinya sedangkan Ikhsan mengambil beberapa mie instan terlebih dahulu sebelum mengambil minuman juga.
Momo-Chan menyuruh Ikhsan membayar semuanya dengan uang miliknya karena ia tak bisa ke kasir takutnya si kasir mengenali dirinya. Saat hendak memberikan uang ke Ikhsan, ternyata Ikhsan terlebih dahulu membayarnya dan segera mengajak Momo-Chan kembali.
Di perjalanan pulang keduanya lebih banyak diam daripada sebelumnya. Momo-Chan lebih sering memikirkan sikap Ikhsan yang biasa saja terhadapnya, ia selalu merasakan jika orang-orang yang ingin berteman dengannya selalu ada maksud tersembunyi dan selalu berubah sikap.
Sebenarnya Momo-Chan punya banyak kenalan sesama idol mulai dari yang laki-laki sampai yang perempuan, tetapi semuanya pasti ada maksud tertentu jika ingin berteman dengannya dan itu membuatnya benci.
Tetapi laki-laki yang disampingnya itu tak demikian, bahkan ia tak terlalu peduli dengan status Momo-Chan yang idol. Dan juga Momo-Chan merasa laki-laki di sampingnya itu sama sekali tak berpura-pura dengannya.
"Kau memikirkan apa?" Tanya Ikhsan yang langsung membuat lamunan Momo-Chan pudar seketika.
Momo-Chan menggeleng lalu sedikit tersenyum, ia berpikir apa seperti ini rasanya punya teman yang sebenarnya tetapi ia langsung menepis itu semua karena ia baru beberapa jam kenal dengan Ikhsan.
"Kau belum makan kan? Aku mengajakmu untuk kekontrakan ku untuk makan malam lalu aku akan mengantarmu kembali ke manajermu, aku yakin ia sedang cemas saat ini"
Ucapan Ikhsan itu langsung membuat Momo-Chan sedikit kaget, ia langsung melihat Ikhsan dengan intens Momo-Chan sedikit ragu dengan ajakan Ikhsan, Ikhsan pun lalu meyakinkan Momo-Chan. " Jika kau ragu aku bisa langsung mengantarkan kau saja bagaimana?"
Keraguan Momo-Chan sedikit berkurang entah apa yang membuatnya seperti itu tapi ia yakin orang yang disampingnya ini benar-benar ingin mengajaknya karena alasan sederhana saja, lapar.
...
Selepas makan Ikhsan langsung menyalakan motornya gado-gadonya untuk mengantarkan Momo-Chan kembali.
Sebelumnya Momo-Chan begitu senang dan bahagia hanya karena dapat memakan mie instan. Sebenarnya Ikhsan ragu untuk membuatkan mie instan untuk seorang idol, Ikhsan tahu bahwa seorang idol memiliki jam dan menu makanan yang sudah diatur sedemikian rupa demi si idol itu juga.
Tetapi Momo-Chan menyuruhnya untuk membuatkan mie instan yang Ikhsan beli di mini market tadi, jika Ikhsan menolak maka ia akan memberikan keterangan palsu bahwa ia diculik oleh seorang laki-laki bernama Ikhsan.
Tentu saja Ikhsan tak ingin kehidupan damainya jadi terganggu akibat sebuah pertanyaan palsu, ia juga menyadari bahwa Momo-Chan seorang idol kelas atas dan pasti pernyataannya akan dipercaya oleh banyak orang, Ikhsan sudah skakmat.
Dengan wajah yang masih tercetak senyum manis tak luntur-luntur, Momo-Chan menunggu Ikhsan yang sedang berusaha menyalakan motor gado-gadonya.
Setelah bersusah payah akhirnya motor gado-gadonya menyala, Ikhsan langsung saja memukul motornya dan itu membuat Momo-Chan tertawa geli.
"Mohon maaf sebelumnya tapi aku tak bisa mengantar dengan mobil atau pesawat jet, yang ku punya hanya motor gado-gadonya yang tinggal ketupat nya saja" ucap Ikhsan sambil tersenyum pahit.
Momo-Chan lantas tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ikhsan, ia pun lalu menggelengkan kepalanya dan segera naik ke motor gado-gado.
Lalu mereka berdua pun menyusuri ramainya jalanan di malam hari, sambil Momo-Chan menikmati dinginnya angin malam. Ia tersenyum lalu tanpa ia sadari air mata mulai mengalir membasahi pipi mulusnya itu di sepanjang jalan.