
Archie cukup terkejut dengan sosok Escobar yang kini berdiri tegap menatap lurus kearahnya, bagaimana tidak. Gambaran tentang sosok Escobar itu benar-benar terlihat persis seperti apa yang ia pikirkan.
Archie membayangkan sosok Escobar sebagai sosok para penjahat di film-film mafia, dengan tubuh yang cukup berisi serta memiliki aura misterius. Begitulah juga penampilan Escobar.
Dia mengenakan sebuah armor berwarna hitam dengan aksen berwarna merah gelap di daerah lengan hingga bahu, bermotif seperti naga sehingga membuat sosok Escobar menjadi mengerikan dan mengancam bagai naga.
Warna kulitnya sedikit gelap seperti kebanyakan orang-orang latin pada umumnya, dengan rambut hitam sedikit keriting, serta ia memiliki tatapan yang begitu tajam bagaikan elang yang tengah memperhatikan mangsanya.
Sambil terus memperhatikan gerak-gerik dari Escobar, Archie juga masih sempat melihat luka yang disebabkan oleh serangan dadakan dari Escobar tadi. Archie tersenyum simpul melihat itu, dari hal itu Archie sudah tahu kalau orang di depannya ini bukanlah orang sembarangan yang cuma menghabiskan waktunya untuk mengelola suatu kelompok kecil seperti Legado Del Fantasma.
"Archie biar ku sembuhkan luka mu itu" Kata Diane sambil berjalan mendekati Archie.
Namun langkah Diane terhenti seketika, ia merasa langkahnya seperti tertahan oleh sesuatu yang tak ia ketahui. Lalu tiba-tiba saja setelah itu Escobar muncul tepat di hadapan Diane dan berniat menyerangnya.
Diane yang terkejut itu pun tidak bisa bereaksi apa-apa selain berdiam diri dengan kepala yang berisi semua kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi, beruntung Archie cukup cepat untuk menghalangi niatan Escobar yang hendak menyerang Diane. Archie berhasil menahan serangan yang dilancarkan oleh Escobar pada Diane, namun walaupun bisa menahan dan menangkisnya Archie tetap kalah dalam kekuatan sehingga membuat Archie mundur beberapa langkah setelah menangkis serangan itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku benar-benar tidak bisa mencerna apa yang barusan terjadi" Ujar Diane.
"Hei Diane sebaiknya kau mundur saja, orang itu cukup berbahaya dan mungkin saja aku akan kesulitan dalam menghadapinya…Aku perlu bantuanmu saat itu terjadi" Ucap Archie pada Diane.
Diane langsung mengangguk, ia pun mundur dan mulai bersembunyi di balik tubuh Archie. Walaupun sebenarnya Diane bisa bertarung namun menurutnya apa yang Archie bilang tadi ada benarnya juga, ia sendiri tadi hampir saja berhasil dikalahkan oleh Escobar dengan hanya satu gerakan saja jika saja Archie tidak sempat menangkis jalur serangan dari Escobar.
Diane kini semakin ngeri saat ia menatap Escobar, perasaan ngeri dan mengancam masih saja menyerang dirinya saat menatap ke arah Escobar bahkan perasaan itu semakin menjadi-jadi dalam waktu yang lama.
Archie yang melihat hal itu tidak tahan untuk tidak berdecak kesal, masalahnya Escobar sudah berhasil memberikan serangan yang begitu kuat terhadap mental Diane walaupun tadi Archie sudah sempat berhasil menahan serangan fisik Escobar.
"Hebat juga kau berhasil melukai orang tanpa memberikan bekas luka pada orang yang kau lukai" Archie memberikan komentarnya pada Escobar.
Escobar hanya tertawa kecil sambil memusut pelan pedangnya, beberapa kali ia juga menggeleng pelan seperti menolak dengan apa yang Archie ucapkan itu.
"Kau tahu? Untuk melukai seseorang kau tak perlu pedang yang tajam, yang kau perlukan hanyalah sebuah kebencian dan dendam untuk memberikan ketakutan pada lawan mu!" Ungkap Escobar.
Tak ingin berlama-lama, Archie pun memutuskan untuk menyerang Escobar terlebih dahulu. Menghindari serangan Archie cukup mudah bagi Escobar, semua tebasan yang diarahkan Archie ke Escobar begitu mudah ia hindari. Bahkan Escobar tidak terlalu menguras tenaga dan staminanya hanya untuk menghindari serangan itu.
Menyadari semua serangannya begitu mudah dihindari, Archie pun menghentikan aksinya dan mengambil jarak. Diane cukup terkejut melihat hal itu karena baru kali ini ia melihat seorang Archie begitu waspada terhadap lawannya, biasanya Archie cuma mengandalkan insting bertarungnya dan sedikit rencana, namun sekarang Archie terlihat lebih berhati-hati dalam mengambil langkah. Sosok Escobar benar-benar mengerikan begitulah pikir Diane.
"Diane berikan aku buff untuk meningkatkan kecepatan serangan yang ku miliki"
"Aku tidak punya skill seperti itu, kalau buff untuk meningkatkan keberanian aku punya"
"Yasudah itu saja cepat!"
Diane langsung mengikuti perintah dari Archie, ia memejamkan matanya sambil mengarahkan tangannya ke arah Archie.
"Blessing Aura!" Diane merapal nama skillnya dan tiba-tiba sebuah aura berwarna biru cerah mengalir ke tubuh Archie.
Seketika Archie langsung merasa begitu percaya diri dan bersemangat, ia saat ini tidak akan gentar oleh apapun. Ini adalah efek skill Blessing Aura yang akan memberikan sebuah buff Bravery.
"Efek Bravery hanya bertahan dalam 20 detik, dan cooldown skill ini selama 40 detik. Jadi sebaiknya kau harus cepat Archie" ujar Diane.
"Itu sudah cukup! Sekarang kau hanya perlu menunggu skill itu lagi dan kembali berikan buff itu kepadaku" ucap Archie sambil tersenyum khas miliknya.
Melihat senyuman Archie itu membuat Escobar juga ikut tersenyum, ia melihat semangat dari Archie dan ia juga menjadi bergairah akan hal itu. Escobar ingin sekali mematahkan semangat itu dan membuat Archie kehilangan semangatnya, membayangkannya saja membuat Escobar terkikik.
Tak ingin membuang waktu lagi Archie pun kembali maju menyerang Escobar, kali ini ia menyerang Escobar lebih cepat dari sebelumnya.
Namun Escobar bukanlah pemain kemarin sore, ia menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang layak dipertimbangkan. Escobar masih bisa menangkis serangan-serangan cepat dari Archie.
Archie tidak perduli dengan Escobar yang masih bisa menghindari serangannya itu, ia terus saja menebas Escobar dengan kedua pedangnya dengan sangat cepat, yang ia pikirkan saat ini ia hanya ingin memberikan satu serangan yang telak pada Escobar.
Diane pun terus-menerus memberikan Archie buff Bravery setiap 40 detik, hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini karena ia tidak akan sanggup bertarung berhadapan dengan Escobar.
Setelah serangan yang masih tidak membuahkan hasil, Archie mulai merubah pola serangannya. Kini ia menggunakan skill yang ia dapat dari Black Robe yang ia kenakan, yaitu Clone.
Archie langsung membuat dua buah bayangan dirinya dengan skill Clone, Archie dan kedua bayangannya langsung menyerang Escobar dari segala arah.
Escobar terkekeh melihat kegigihan itu, kali ini Escobar menjadi sedikit serius ia mulai menahan serangan Archie dengan menggunakan pedangnya setelah dari tadi ia cuma menghindarinya saja.
Dengan mudah Escobar menahan serangan dari kedua bayangan Archie, karena perbedaan kekuatan yang jauh bagi Escobar bayangan Archie seperti pemain level 0, begitu mudah untuk dikalahkan.
Archie yang melihat kedua bayangannya dikalahkan dengan mudah tetap berniat untuk menyerang Escobar, Archie melancarkan beberapa serangan yang bisa dihindari oleh Escobar dengan mudah. Escobar melihat sebuah celah yang tercipta akibat serangan Archie itu, ia memutar badannya sesaat Archie mencoba menebasnya secara vertikal lalu setelah itu Escobar memberikan sebuah tebasan telak sebanyak dua kali dan langsung membuat Archie mundur seketika.
Archie memegangi dadanya yang terasa sakit akibat serangan Escobar itu. Diane pun langsung menghampiri Archie untuk memeriksa kondisi Archie, dengan cepat Diane memberikan Archie sebotol HP potion yang langsung Archie minum saat itu juga.
Setelah meminum HP potion, Archie kembali bergerak maju untuk menyerang. Kali ini Archie membuat lima buah bayangan dan akan mengepung Escobar dari segala arah.
Namun Escobar tidak gentar sedikitpun, ia malah kembali terkekeh pelan melihat apa yang Archie lakukan itu.
Escobar melakukan ancang-ancang untuk melakukan serangan kuat, tubuhnya turun rendah dengan pedang yang cukup besar itu ia tahan di atas pundaknya. Ia seperti mengumpulkan kekuatan dalam suatu titik dan tubuh bagian bawahnya adalah tumpuan untuk melakukan serangan kuat itu.
Begitu ia rasa Archie sudah masuk ke dalam ruang lingkup serangannya, Escobar pun menutup matanya sambil tersenyum mengucapkan nama skillnya.
"Death Drive!"
Escobar memutar tubuhnya membuat sebuah tebasan berputar yang begitu kuat, serangan itu bagaikan sebuah angin badai bagi Archie. Akibat serangan itu semua bayangan yang ia buat langsung dikalahkan dan menghilang, begitu pula Archie yang juga terkena serangan itu, Archie terlempar jauh ke tempat Diane berada sambil mengerang kesakitan.
"Archie…!" Diane berteriak melihat Archie yang kena serangan kuat Escobar.
Archie masih tergeletak di tanah sambil memegangi dadanya, ia masih tak sanggup berdiri akibat serangan itu tadi. Walaupun Diane sudah meminumkannya HP potion tapi tetap saja Archie masih tidak bisa berdiri.
Melihat hal itu membuat Escobar nampak kecewa, ia baru saja mendapatkan kesenangan namun begitu cepat berakhir sehingga ia begitu kecewa dengan Archie.
Escobar yang sudah tak peduli dengan Archie itu berniat untuk mengakhiri pertarungan mereka, ia bergerak dengan cepat ke arah Archie dan Diane dan bersiap menyerang mereka berdua sekaligus.
Karena begitu cepatnya perubahan peristiwa itu membuat Diane tidak bisa bereaksi apapun, ia cuma bisa menatap Escobar dengan rasa takut dan pasrah sambil melindungi Archie agar tidak terbunuh oleh Escobar.
Escobar tidak perduli dengan hal indah seperti itu, ia malah semakin ingin membunuh mereka berdua. Tanpa ragu Escobar langsung menebas Diane dengan wajah yang tersenyum lebar.
cliingg…..!!!
Suara benturan dari besi pedang berbunyi nyaring di telinga Diane hingga ia menutupi telinganya tanpa sadar. Seketika ia tersadar bahwa ada yang aneh, ia pun membuka matanya dan melihat ada sesosok rubah berwarna merah gelap dengan bercak hitam menahan laju serangan Escobar dengan menggunakan pedang kecil di mulutnya.
Escobar pun nampak terkejut dengan kehadiran sosok rubah itu, ia tidak tahu entah dari mana rubah itu datang dan berhasil menghentikan laju serangannya di menit-menit akhir.
Setelah berhasil menangkis tebasan Escobar, rubah itu melihat celah yang dibuat oleh Escobar karena keterkejutan dirinya tadi.
Rubah itu pun langsung bergerak lincah mengincar bagian tubuh Escobar yang terbuka cukup lebar itu, akhirnya sebuah serangan kecil berhasil mengenai sisi perut Escobar dan membuat Escobar terkejut hingga dirinya harus mengambil jarak terlebih dahulu.
Escobar memperhatikan sisi perutnya yang kini mulai mengucur darah itu, ia menelapakkan tangannya ke sisi perutnya yang berdarah itu dan melihat sendiri darahnya yang kini memenuhi telapak tangannya itu.
Escobar tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan, sama sekali tak terpikirkan bagi dirinya jika ia bisa dilukai oleh sosok Rubah yang hanya seekor hewan itu.
"Rubah sialan akan ku bunuh kau!" Ucap Escobar dengan amarah yang tertahan di tenggorokan.
Dengan cepat Escobar maju menyerang rubah itu, ia begitu yakin akan membunuh rubah itu kali ini. Namun laju serangannya kali ini dihentikan oleh Archie yang kini sudah bangkit.
Escobar kembali terkejut dengan hal itu, terlebih Archie juga berhasil memberikan sebuah tebasan ke arah tubuhnya dan juga sebuah tendangan yang melemparkan dirinya, semakin kesal lah Escobar saat ini.
"Berani sekali kau menghalangiku untuk membunuh hewan sialan itu!"
"Tak akan ku biarkan kau menyakiti temanku! Escobar lawanmu adalah aku!" Ucap Archie dengan lantang.
Escobar tertawa terbahak-bahak mendengar itu, namun ada yang aneh dari Escobar. Walaupun ia tertawa namun ada aura gelap nan pekat menyelimuti dirinya setiap kali Escobar tertawa keras.
Archie pun merasakan hal yang berbahaya dari hal itu, ia kini merasa pertarungannya dengan Escobar akan semakin berat dan juga akan segera berakhir.