Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 175: Perbincangan Ringan Antara Si Pengembara dan Sang Penguasa



Dalam sebuah ruangan yang gelap, terlihat sesosok orang yang kira-kira berumur pertengahan 20, sedang menatap layar monitornya yang merupakan satu-satunya cahaya yang ada di ruangan itu tadi.


Sosok itu terus menatap ke arah monitor, sambil sesekali ia menyeruput kopi black americano dengan perlahan-lahan untuk mencoba merasakan sensasi pahitnya dari cafein yang dimiliki oleh kopi tersebut.


Sudah beberapa lama dirinya mulai menatapi layar monitor itu. Di layar monitor itu tertuliskan sebuah informasi yang membuatnya sedikit tertarik dan juga sedikit kesal karenanya.


"Anda tidak bisa log-in ke dalam game karena pinalti yang Anda terima! Anda akan bisa kembali log-in dalam 2 jam kedepan"


Begitulah yang tertulis di layar monitor itu. Hal itu merupakan sebuah informasi kepada pemuda tadi jika saat ini dirinya sedang mendapatkan sebuah sanksi dan ia harus menunggu jika dia ingin kembali memainkan game yang ia mainkan itu.


Itu adalah sebuah pinalti yang diberikan oleh game kepada pemain yang telah melanggar tata krama dan peraturan yang ada di dalam game, game yang dimainkan oleh pemuda tadi adalah Cyrus Online.


Di dalam Cyrus Online ada sebuah pinalti yang diberikan kepada pemain jika pemain tersebut terbukti melakukan sebuah pelanggaran, seperti berbuat curang atau hal lainnya.


Pinalti tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh pemain. Biasanya jika pemain hanya melakukan sebuah pelanggaran kecil, hanya akan ada sebuah pinalti pengurangan level, denda atau di cap buruk oleh orang-orang di dalam game atau pinalti sosial. Tetapi ada juga berupa pinalti pelarangan bermain jika pemain sudah melakukan tindak kejahatan yang cukup besar.


Larangan bermain pun juga ada batasannya, ada yang cuma beberapa jam, ada yang beberapa hari dan ada juga yang cukup lama hingga dilarang selamanya kecuali dirinya membuat ID baru dan memulai dari awal yang pastinya akan sangat susah dan sulit.


Begitulah juga yang sedang di alami oleh pemuda ini alias si Escobar. Setelah dirinya dikalahkan oleh Archie saat pertempuran di El-Paso, Escobar langsung mendapatkan pinalti larangan bermain selama 5 hari lamanya.


Semenjak itu Escobar cuma menatapi layar monitornya dengan perasaan yang sulit digambarkan. Escobar cuma beranjak untuk makan-minum dan melakukan hal-hal yang harus ia lakukan seperti mandi, selebihnya ia tetap menatap layar monitornya itu tanpa jenuh.


Ketika Escobar tengah asik menatap layar monitornya yang sebentar lagi bisa membuatnya kembali memainkan game Cyrus Online, ia dikejutkan dengan ringtone handphone miliknya yang tiba-tiba berbunyi cukup keras.


Nada Come As You Are nya Nirvana itu langsung berhenti di bagian intro saat Escobar mengangkat telepon masuk itu.


"Bos apakah kau masih dalam masa larangan bermainmu? Aku dan Mendoza sudah bisa masuk ke dalam game"


"Arghh seperti itulah keadaannya Raul, tetapi tinggal beberapa jam lagi aku bisa kembali masuk ke dalam game dan saat aku masuk kita akan kembali merebut kota El-Paso dari orang-orang itu"


Ada rasa kekesalan dalam nada bicara Escobar, namun kekesalan itu cukup lemah dan lebih terasa ke arah rasa semangat untuk mendapatkan apa yang sebelumnya ia miliki, seperti layaknya anak kecil yang ingin mengambil mainan miliknya dari anak kecil lainnya.


"Hahaha baguslah jika bos masih memiliki semangat seperti itu, tetapi sepertinya kita tidak perlu melakukan hal itu lagi bos" Raul berujar dengan penuh rasa lemah.


Escobar terkejut dengan perkataan Raul, ia tidak menduga anak buahnya itu akan berkata seperti itu. Escobar sedikit emosi hingga kata-kata yang sudah ia susun sedemikian rupa, hanya bisa tersangkut di tenggorokannya tanpa sempat keluar dari mulutnya.


Namun sebelum kondisi bosnya itu semakin runyam, Raul melanjutkan perkataannya karena ia tahu bosnya itu pasti salah paham dengan apa yang dia ucapkan barusan. "Ketika bos sudah bisa masuk ke dalam game, bos akan melihatnya sendiri"


Ucapan Raul semakin membuat Escobar bingung tak karuan, Escobar tidak mendapatkan secercah cahaya dari penjelasan Raul yang ia klaim bisa membuat dirinya bisa lebih memahami perkataan awalnya tadi.


Dan lebih parah lagi, Raul menutup teleponnya itu di saat Escobar masih berada dalam kebingungan yang kalut. Semakin kalut lah si Escobar mencoba memahami apa yang dimaksud oleh Raul, namun semakin ia memahami semakin kalut lah pikiran Escobar.


"Arghhh aku ingin sekali segera masuk ke dalam game!" Escobar berteriak sambil menarik-narik rambut ikalnya.


......................


Escobar berhasil kembali masuk ke dalam game setelah menerima sanksi berupa larangan bermain selama 5 hari.


Selain mendapatkan sanksi larangan bermain, Escobar juga kehilangan beberapa item bagus miliknya, termasuk pedang Great ****Sword**** miliknya yaitu Bone Crusher yang merupakan sebuah Great Sword dengan tingkat yang cukup tinggi 3-gold.


Sejatinya Escobar sudah menjadi pemain yang kehilangan tajinya, ia tidak memiliki lagi senjata yang cukup kuat untuk ia gunakan untuk bertarung ataupun melakukan sebuah grinding level denda monster berlevel tinggi.


Walaupun begitu Escobar tetap berniat untuk melanjutkan perjalanannya di Cyrus Online. Untuk masalah pedang dan item lain, ia masih bisa membeli senjata yang cukup bagus di Merchant yang ada di dalam game atau ia bisa membelinya di sebuah layanan toko online Cyrus Online yang menjual berbagai macam item.


Saat ia mulai menerima keadaannya dan membuka matanya, ia melihat langit-langit katedral yang baru pertama kali ia lihat langsung di dalam game. Escobar jadi teringat lagi kalau ia sudah dikalahkan oleh Archie yang berhasil membuatnya respawn di katedral itu.


Escobar menggeleng pelan, ia berusaha melupakan kejadian itu, ia buru-buru untuk bangun dan pergi ke luar dari katedral itu namun ia kembali dikejutkan dengan sesosok orang berambut putih perak yang terlihat sedang menunggu dirinya dengan senyuman manis.


Escobar terkejut tak karuan melihat sosok itu, siapapun pasti terkejut jika tiba-tiba melihat sesosok orang dengan senyuman yang lebar seperti sedang melakukan sebuah hal yang mencurigakan.


Escobar yang mengetahui siapa sosok itu langsung merangkak mundur, sosok itulah yang sudah membuatnya berada di katedral ini. Bagi Escobar sosok itu bagaikan seorang malaikat pencabut nyawa yang tak kenal waktu dan tempat untuk melakukan tugasnya. Sosok itu adalah Archie.


"Kau....kau....mau apa kau kesini? Apa kau ingin membunuhku lagi saat diriku sudah tidak berdaya untuk bertarung menghadapi dirimu?" Escobar berkata dengan suara yang agak gemetar.


Archie tidak menjawab pertanyaan Escobar, ia terus saja tersenyum bahkan lebih lebar dari yang awal. Escobar pun semakin takut dengan hal tersebut, namun walaupun ia sedang ketakutan Escobar tetap ingin bertarung dengan Archie karena ia tidak terima jika dirinya kalah tanpa perlawanan begitu saja.


Archie sedikit merasa aneh melihat reaksi Escobar, namun ia tidak peduli akan hal itu. Archie langsung saja mengeluarkan sebuah Great Sword dari inventori otomatisnya dan melemparnya ke arah Escobar yang langsung disambut secara refleks oleh Escobar dengan wajah penuh tanda tanya besar.


'Kenapa kau begitu takut seperti sedang melihat hantu di tengah hari yang terik? Aku kesini cuma ingin mengembalikan pedang yang kau miliki ini'


Jika saja Escobar tahu akan apa yang Archie pikiran itu, mungkin saja Escobar akan menggali lubang yang cukup besar untuk ia masuki karena ia sudah mengira Archie ingin membunuhnya sekali lagi.


Namun apa yang dilakukan oleh Archie itu sangat membingungkan bagi Escobar. Archie adalah sosok orang yang sudah mengalahkannya, namun saat ini ia malah mengembalikan pedangnya yang sudah terjatuh akibat pinalti yang ia terima. Jika saja itu pemain lain maka mereka pasti akan menyimpannya dan menjualnya dengan harga tinggi karena Great Sword milik Escobar itu juga memiliki tingkat yang tinggi. Tetapi untuk mengembalikan benda yang sudah ia miliki dari pertempuran itu, sangatlah membingungkan.


Seakan mengetahui apa yang ada dipikiran Escobar, Archie tersenyum dan lalu tertawa cukup keras. Hal itu kembali membuat Escobar tambah bingung karena Archie tiba-tiba tertawa dan Escobar takut jika tertular virus gilanya itu.


"Kau benar aku hanyalah orang yang terlalu banyak waktu luang dan kebetulan saja aku punya waktu luang untuk menaklukkan El-Paso. Tetapi bukan itu tujuanku yang sebenarnya, aku cuma meneliti Dark Arcana yang katanya kau miliki, tetapi kau cuma memiliki kekuatan iblis dan tidak memiliki Dark Arcana"


"Dan juga kekuatan iblis yang kau miliki bukanlah kekuatan iblis yang sejati, itu hanyalah kekuatan iblis yang sangat rendah. Kekuatan itu tidak akan membuatmu jadi lebih kuat, tetapi malah membuatmu hancur perlahan-lahan karena kau sudah ditipu oleh iblis rendahan"


Semua penjelasan Archie tentang kekuatan iblis membuat Escobar terkejut, selama ini ia menduga kekuatan yang ia miliki begitu besar karena ia sudah menuruti keinginan iblis yang memberinya kekuatan itu. Namun bagi Archie iblis yang menghasut Escobar itu tidak lebih seperti seekor cacing kecil yang berpura-pura jadi kelabang raksasa.


Escobar hendak menampik apa yang diucapkan oleh Archie, namun ia tidak bisa melakukan itu lantaran ia melihat sendiri perbedaan kekuatan antara mereka berdua saat Archie juga menggunakan kekuatan iblis.


Mengetahui kebenaran itu, Escobar cuma bisa tertunduk lemas dan menyadari betapa lemahnya dirinya dan bodohnya ia yang sudah tertipu dengan mudah oleh sosok iblis rendah.


"Tenang saja kau tak perlu lagi mengumpulkan para perempuan untuk dijadikan sesembahan untuk iblis rendahan itu, saat aku mengalahkanmu ternyata iblis itu ikut lenyap dan terserap ke dalam pedang ku ini"


Archie memperlihatkan pedang miliknya yang saat ini berbentuk cukup mengerikan. Pedang itu terlihat seperti daging yang busuk, dengan aura pekat berwarna hitam keunguan yang sesekali menyeruak, dan ada beberapa duri tajam yang tiba-tiba muncul setelah Archie mengalahkan Escobar dan menyerap iblis yang mempengaruhi Escobar.


Escobar bahkan bergidik ngeri setelah melihat pedang yang mengerikan itu, kini ia menatap Archie dengan perasaan iba karena menurutnya Archie sudah terlalu banyak menanggung hal-hal yang buruk yang sejatinya tidak perlu ia tanggung sendiri.


"Aku tahu perasaanmu saat ini. Tidak, aku benar-benar sudah paham sekali dengan apa yang kau alami karena hal itu juga sering aku alami" Ujar Escobar.


Archie tersenyum tulus, ia begitu senang setelah mendengar kata-kata Escobar. Baginya ucapan Escobar bagaikan alunan nada-nada yang diciptakan Bach untuk menenangkan jiwanya.


Archie langsung berbalik badan dan pergi dari katedral, saat ia sampai di depan pintu katedral ia kembali melirik ke arah Escobar dan berkata. "Ayo ikut aku!"


Tanpa Escobar sadari, ia sudah mengikuti Archie untuk pergi dari katedral. Katedral itu berada tepat di tengah-tengah kota El-Paso dan menjadi sebuah tempat yang suci bagi penduduk El-Paso.


Archie dan Escobar berjalan beriringan menyusuri jalanan kota El-Paso yang begitu sibuk saat ini. Escobar cukup terkejut melihat perubahan minor yang terjadi di kota itu, ia merasa kota itu begitu hidup dari yang sebelumnya.


Escobar melihat ke sana kemari dan yang terlihat hanyalah wajah-wajah bahagia penduduk kota El-Paso, walaupun beberapa hari yang lalu terjadi perang yang besar di kota ini namun semua kesedihan atas perang itu lenyap seketika dan berganti dengan senyuman indah di mana-mana.


Para penduduk kota juga selalu menunduk penuh hormat kepada Escobar setiap kali mereka berpapasan, mereka bahkan memanggil Escobar dengan kata "Tuan Tanah" yang mana mereka mengakui Escobar sebagai pemimpin di kota tersebut.


"Apa maksud dari semua ini? Bukankah aku sudah kalah darimu dan mengapa para penduduk masih menganggapku sebagai tuan mereka?" Escobar tidak dapat menahan rasa penasarannya saat melihat keanehan-keanehan itu.


"Santai saja memang kaulah orang yang paling tepat mengelola kota ini, aku tidak mau melupakan skill pengelolaan yang kau miliki hanya karena kita pernah bertarung sekali"


"Tetapi kau sudah mengalahkan ku? Bukankah kau yang berhak berkuasa di sini?"


"Jika aku pernah mengalahkan dirimu lalu apa? Aku bukanlah orang yang suka diam di tempat duduk seharian dan melihat tumpukan kertas yang tinggi seperti menara gading, aku adalah orang yang bebas jadi aku akan pergi kemanapun aku suka. Aku sudah menawarkannya kepada para aliansiku namun mereka juga tidak bisa mengelola kota ini dengan alasan yang mereka miliki. Jadi aku memilihmu, apa aku salah jika memilihmu?"


"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu" Escobar menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang Archie ucapkan tadi.


Archie tidak marah dengan ungkapan Escobar, ia malah tertawa geli karena memang bagi dirinya sendiri pun kadang tidak bisa memahami jalan pikirannya sendiri.


Archie lalu menyuruh Escobar kembali memperhatikan kehidupan yang terjadi di El-Paso. Archie mencoba menjelaskan kembali makna-makna kehidupan yang sedang terjadi secara konstan di kota yang sebenarnya fiksi namun tampak nyata bagi mereka berdua itu.


Escobar pun kembali merenungi apa yang tadi terlintas di kepalanya. Ia merenungkan tentang orang-orang yang menjalani kehidupan sehari-harinya tanpa mereka sadari jika mereka hanyalah sebuah ciptaan, ia merenungkan bagaimana roda kehidupan bergerak seperti halnya yang terjadi di dunia mereka berasal.


Lalu muncullah sebuah keputusan kalau ia ingin selalu melihat hal tersebut, dan ia ingin membuat kota ini semakin maju dan lebih maju lagi.


"Hehehe baguslah kalau kau ingin begitu, kami juga akan membantu kalian Legado del Fantasma. Zero Fear akan selalu membantu orang-orang yang berada dalam lingkungan kami"


"Jadi maksudmu aku masih berada dalam guildku sendiri dan tidak masuk ke dalam guildmu jika aku ingin jadi pengelola kota ini?"


"Tentu saja bodoh! untuk apa kau harus masuk ke dalam guildku. Aku tidak suka untuk memaksa orang-orang agar masuk ke dalam guildku hanya karena ingin menjadi guild first-class atau apalah itu. Aku tidak peduli akan hal itu!"


Sekali lagi Escobar dibuat terkejut oleh sosok Archie. Memang baginya sosok Archie adalah orang yang benar-benar bebas secara harfiah. Ia benar-benar tidak terikat dengan hal-hal yang sering orang-orang di Cyrus Online kejar dan ingin mereka miliki, bahkan Archie menganggap hal itu tidak terlalu penting.


Sambil tersenyum puas akan sosok yang ada di depannya ini, Escobar mengulurkan tangannya untuk mengajak Archie bersalaman sebagai tanda perteman dan deal yang terjadi antara mereka berdua.


Archie pun menyambut ajakan itu dengan penuh suka cita dan bahagia karena memang ia ingin Escobar lah yang mengelola kota ini dan berniat menjadikan mereka sebagai aliansi agar Zero Fear semakin besar, dan dengan ini kekuatan Zero Fear akan kembali bertambah tanpa harus orang-orang mengetahui hal tersebut. Namun di saat mereka tahu, mereka semua akan terkejut hingga mulut mereka tidak bisa menutup lagi karena baru mengetahui kebenaran tentang Zero Fear yang tak pernah mereka pikirkan sama sekali.


"Kau tenang saja, jika kau bekerjasama dengan kami, aku akan membuatmu jadi lebih kuat karena aku beberapa informasi yang tak kau ketahui hahahaha" Ujar Archie dengan sombongnya setelah dirinya bersalaman dengan Escobar.


...****************...


Catatan Penulis:


Chapter depan adalah Final Arc untuk Cyrus Online.


Here we go again.....