
Keesokan harinya, Archie berniat untuk melakukan penjelajahan ke dalam hutan yang dulu sempat ia jelajahi juga.
Hutan Razolore, begitulah namanya. Sebuah hutan yang dianggap keramat oleh bangsa Elf apalagi di Nilfelin, di sana mereka tidak diperkenankan sama sekali untuk berbuat kerusakan karena kepercayaan mereka dengan roh penunggu hutan suci itu.
Sebelum melakukan penjelajahannya, Archie ingin berkeliling kota Nilfelin terlebih dahulu sambil mencari alat-alat pendukung untuk dirinya di dalam hutan itu nantinya.
Karena Diane dan Caelius yang masih belum masuk ke dalam game, ia akhirnya memutuskan untuk berkeliling kota sendirian. Padahal dalam benaknya, Archie ingin sekali mengajak kedua orang tersebut untuk mengelilingi kota Nilfelin karena kemarin mereka belum sempat melakukan hal tersebut.
"Baiklah kalau begitu pergi sendirian saja" Ucap Archie lalu ia pergi menuju ke kota.
Di tengah-tengah perjalanan ke kota, ia dicegat oleh Chrishy yang tiba-tiba datang menyusul dirinya dengan sangat cepat.
Archie sempat kebingungan melihat hal itu, ia mengira ada sesuatu yang terjadi sehingga ia cukup khawatir tentang hal itu. Namun semua hal yang Archie pikirkan tadi tidak benar-benar ada, bahkan ia telah menyesal berpikir demikian.
Chrishy hanya ingin mengikuti Archie berkeliling kota Nilfelin, walaupun ia sudah puluhan atau bahkan ratusan kali mengelilingi Nilfelin tetapi berkeliling kota bersama Archie adalah suatu hal yang baru atau mungkin hal yang sudah ia dambakan sejak lama.
Archie beberapa kali menolak ajakan Chrishy itu, namun Chrishy tidak kunjung membiarkan dirinya untuk pergi sendirian. Chrishy bahkan sampai menarik-narik lengan Archie sambil merengek-rengek seperti seorang anak kecil yang memaksa orang tuanya untuk pergi ke suatu tempat.
Tingkah Archie dan Chrishy itu pun langsung menjadi perhatian semua orang yang berada di sana, para perempuan mulai membisikkan sesuatu yang membuat Archie bergidik ngeri, akhirnya Archie dengan terpaksa harus mengizinkan Chrishy ikut dengannya.
"Yeah Archie baik hati! Chrishy sayang Archie" ucapnya sambil melompat-lompat kegirangan dan berjalan cepat meninggalkan Archie di belakang.
Archie hanya terkekeh pelan saja melihat elf yang memiliki rambut berwarna merah serta bola mata yang seindah permata ruby itu dari kejauhan.
…………
Mereka berdua pun berkeliling kota Nilfelin, Chrishy nampaknya begitu menikmati waktu itu, terlihat sekali wajah kegembiraannya ketika mengelilingi kota bersama dengan Archie.
Keadaan kota Nilfelin sungguh berbeda dari terakhir kali Archie melihatnya. Archie juga melihat sebuah sekolah yang juga baru dibangun, padahal terakhir kali itu ia ingat saat ia berkunjung ke sekolah itu saat sekolah itu rusak dan roboh.
Setelah puas melihat gedung-gedung formal yang ada di kota Nilfelin, Archie pun kini bergerak menuju ke daerah market.
Mengetahui mereka akan pergi ke pasar, Chrishy semakin senang. Chrishy menatap Archie dengan senyuman hangatnya dan berkata. "Aku ingin beli jamur bakar! Apa Archie mau juga?"
"Boleh-boleh" Archie memberikan beberapa uang pada Chrishy yang dengan cepat di tolak oleh Chrishy.
Karena hal itu Archie jadi memiringkan wajahnya sambil menatap wajah Chrishy dengan penuh keheranan, ia bingung kenapa Chrishy tidak ingin menerima uangnya bahkan Archie sempat mengendus uangnya itu, ia takut kalau uangnya itu ada bau-bau dari korupsi.
"Hahaha bukan seperti itu Archie, aku hanya ingin mentraktir Archie saja karena Archie sudah baik sama aku!" Chrishy buru-buru menghilangkan pikiran buruk Archie tadi.
"Kau yakin dengan itu?" Archie sekali lagi menanyakan hal itu.
"Hooh Chrishy yakin" jawab Chrishy singkat sambil tersenyum ke arah Archie.
Lalu Chrishy pergi ke tempat orang yang menjual jamur bakar itu, beberapa saat kemudian ia kembali membawakan dua buah jamur bakar pada Archie.
Archie ikut tersenyum melihat Chrishy yang begitu senang itu, ia mengeluarkan saus tomat miliknya dan mengoleskannya pada jamur bakar milik Chrishy.
"Cobalah!" Ucap Archie dengan senyum khas miliknya.
Chrishy pun menggigit jamur bakar miliknya dengan perlahan, namun begitu jamur bakarnya masuk ke dalam mulutnya, Chrishy merasakan kelezatan memenuhi setiap sisi mulutnya.
Rasanya jamur bakar miliknya tadi jadi lebih enak dua kali lipat setelah dioleskan saus tomat itu tadi, lalu dengan sangat cepat dan lahap Chrishy memakan jamur bakarnya yang terasa nikmat sekali itu.
"Haha bagaimana rasanya? Lebih enak dari yang sebelumnya kan?"
"Archie benar ini enak sekali! Apa benda itu bisa membuat semua makanan jadi seenak ini? Itu benar-benar ajaib Archie, kau hebat karena menciptakan benda itu!" Ujar Chrishy memuji kehebatan Archie yang sudah menciptakan suatu hal yang hebat menurutnya.
Archie kembali tertawa, ia lalu mengoleskan saus tomat ke jamur bakar miliknya.
Chrishy menatap ke arah jamur bakar milik Archie yang sudah diolesi saus tomat itu, ia merasa ingin sekali lagi merasakan kenikmatan itu hingga tidak sadar lagi ia meneteskan air liurnya karena itu.
Akhirnya Chrishy yang tidak tahan dengan hal itu memutuskan untuk melompat dan mengigit jamur bakar milik Archie.
Chrishy tidak memperdulikan hal itu, ia terus mengunyah saja tanpa memperdulikan protes Archie.
"Milik Archie berarti milik Chrishy juga, bukankah pasangan itu harus seperti itu tehe!" Ucap Chrishy sambil mengedipkan sebelah matanya dan menjulurkan lidahnya ke arah Archie.
Archie tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa, ia cuma diam saja sambil menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti lagi dengan tingkah Chrishy itu.
……………
Setelah berkeliling kota bersama Chrishy, Archie pun melanjutkan hal yang tadi ia hendak lakukan yaitu menjelajahi hutan Razolore.
Chrishy yang mengetahui Archie hendak pergi menjelajah hutan Razolore, langsung saja ia merengek untuk diajak juga. Tetapi Archie sudah tidak ingin lagi mengajaknya pergi.
Bukan karena Archie tidak ingin mengajak atau karena membencinya, Archie hanya ingin menjelajahi hutan itu seorang diri saja tanpa gangguan siapapun.
Archie hanya memberikan pesan kepada Chrishy untuk memberitahukan hal ini kepada Diane dan Caelius jika mereka sudah masuk ke dalam game. Chrishy pun dengan enggan dan wajah penuh kesal mengangguk, ia lalu memandang ke arah yang lain karena kesal dengan Archie yang tak mengajak dirinya itu.
Archie menggaruk rambutnya yang tak gatal melihat tingkah laku Chrishy, ia lalu pergi untuk menjelajahi hutan Razolore.
Memasuki hutan, Archie mulai menyiapkan peralatannya. Ia memakai equipment yang baru saja ia beli di toko yang ada di kota.
[Wings Boot]
[Menambahkan +5 Speed ketika dipakai]
[Grade: Silver-7]
[Elf Bow]
[Grade: Secret Silver-1]
[Busur yang umum digunakan bangsa elf]
[Fire Arrow]
[Anak panah yang bisa terbakar ketika di lepaskan]
[Sleep Dart]
[Anak panah yang dikhususkan untuk melumpuhkan objek]
"Yosh baiklah waktunya untuk berpetualang!" Ucap Archie setelah selesai mempersiapkan peralatannya.
"Oh aku lupa satu hal!"
Archie lalu kembali membuka tabel navigasi miliknya, ia kemudian menekan tombol yang ada tulisan familia. Di sana terdapat satu buah familia yang sudah terdaftar sebagai familia milik Archie.
Archie menekannya dan tiba-tiba muncul sesosok rubah berukuran kecil namun terlihat seperti rubah remaja, dengan warna merah seperti api dan juga di ekornya memang mengeluarkan api walaupun masih dalam bentuk yang kecil.
"Hai Jink sudah lama aku tidak melihat mu, maaf baru saja memanggil mu keluar" ucap Archie mencoba berbicara dengan rubah itu.
Rubah itu tidak menjawab pertanyaan Archie, ia seperti kes dengan Archie yang akhir-akhir ini seperti melupakan dirinya. Melihat hal itu Archie pun menjadi sedikit khawatir, namun ia terpikir sebuah ide licik yang bisa membuat dirinya bisa dimaafkan oleh rubah itu.
"Hei Jink aku minta maaf jika aku sudah melupakanmu akhir-akhir ini, jika kau memaafkan ku, aku akan membiarkanmu memakan banyak daging hari ini" Ucap Archie dengan senyuman licik yang tidak enak di pandang.
Seakan mengerti apa yang diucapkan oleh Archie tadi, Jink pun langsung berpaling ke arah Archie sambil melompat-lompat kegirangan. Jink juga jadi berguling-guling ke tanah, seakan-akan ingin dimanjakan oleh Archie.
Melihat hal tersebut, senyuman di wajah Archie tadi semakin memburuk dan bahkan kali ini senyumannya lebih terlihat seperti senyuman penjahat yang melihat musuhnya terjebak dalam perangkap yang ia buat.
"Dasar rubah api, mau saja kau aku tipu hahaha" Archie bergumam sambil tersenyum mengerikan.